Buku Panduan Haji Palsu dan Fatwa Mati

Artikel No Comments print this page Cetak

Buku Panduan Haji Palsu dan Fatwa Mati

 

MENJELANG pertengahan November 2008, di Kecamatan Muncang dan Sobang, Kabupaten Lebak, Serang, Banten, Jawa Barat, beredar sebuah buku bersampul warna hijau tanpa gambar dengan ketebalan 86 halaman. Buku itu berjudul Upacara Ibadah Haji. Pada bagian bawah buku tersebut tercantum penulisnya bernama Drs. H. Amos.

Meski berjudul Upacara Ibadah Haji, namun ternyata isi buku tersebut tidak saja berisi tuntunan ibadah haji, tetapi juga membahas mengenai shalat dan puasa. Buku yang dibagikan secara gratis dan diletakkan di tempat-tempat umum ini isinya sangat menyesatkan. Menurut Ketua MUI Lebak, KH Satibi Hambali, buku tersebut haram dibaca oleh umat Islam. Pernyataan itu disampaikan Satibi berdasarkan hasil rapat fatwa yang digelar 12 November 2008 pagi. [Selengkapnya]

Tentang Propaganda Pluralisme Agama

Fatwa No Comments print this page Cetak


Tentang Propaganda Pluralisme Agama

 

Fatwa Lajnah Daimah No : 19402 tertanggal 25/1/1418 H[1]

 

Segala puji hanyalah milik Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah atas Rasul penutup yang tiada rasul sesudahnya, atas keluarga dan segenap sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kemudian kelak.

Amma ba’du,

Sesungguhnya Lajnah Daimah (Komite Tetap) untuk Riset Ilmiah dan Fatwa menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan kepadanya tentang beberapa pemikiran dan makalah yang ramai dirilis di media-media informasi seputar permasalahan seruan kepada Wihdah al-adyan (penyatuan agama-agama/ pluralisme agama): agama Islam, agama Yahudi dan agama Nasrani, serta beberapa persoalan-persoalan yang merupakan dampak dari seruan itu, seperti masalah pembangunan masjid, gereja dan tempat peribadatan Yahudi dalam satu komplek,di lingkungan universitas, pelabuhan udara dan tempat-tempat umum. Berikut juga seruan mencetak Al-Quran al-Karim dengan Taurat dan Injil dalam satu jilid. Dan masih banyak lagi dampak propaganda penyatuan agama tersebut. Demikian pula seminar-seminar, perkumpulan-perkumpulan dan yayasan-yayasan di barat dan di timur yang diselenggarakan dan didirikan untuk tujuan tersebut. Setelah mempelajari dan menelitinya maka Lajnah Daimah memutuskan: [Selengkapnya]

Logo Baru UIN Tanpa Tulisan Arab Al-Qur’anul Kariem

Fatwa No Comments print this page Cetak

Logo Baru UIN

Tanpa Tulisan Arab Al-Qur’anul Kariem

 

SEBUAH logo tidak sekedar menampilkan keindahan seni grafis, tetapi justru untuk memancarkan makna filosofis di baliknya. Perubahan logo UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN- Institut Agama Islam Negeri) Jakarta nampaknya mempertegas kecurigaan Ummat  Islam selama ini, bahwa di sana ada kencenderungan membawa mahasiswanya ke arah yang justru bertolak-belakang dengan ajaran Islam.

Selama ini, Ummat Islam mencurigai di UIN atau IAIN selain ada pemurtadan, juga menjadi pabrik sepilis (sekularisme, pluralisme agama, dan liberalisme) yang telah diharamkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) secara nasional dalam Munas (Musyawarah Nasional) Ulama, Juli 2005. Dan ada gejala, sepilis merupakan cara yang ditempuh petinggi UIN untuk menyelundupkan ajaran komunisme dan atheisme di UIN. (lihat artikel berjudul Gejala Bahaya Laten Neo Komunisme di UIN, November 2, 2008 9:44 pm; juga artikel berjudul Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme Bermuara Komunisme dan Atheisme, November 7, 2008 4:50 am). [Selengkapnya]

Media Massa Menyeret Manusia ke Arah Menjauhi Tuhannya

Artikel No Comments print this page Cetak

Media Massa Menyeret Manusia

ke Arah Menjauhi Tuhannya.[1]

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

 

 Peran media massa sangat ampuh dalam menjauhkan manusia dari agamanya, dari Tuhannya. Hampir semua media massa, arahnya tidak mengingatkan adanya kehidupan akherat. Semua hidup ini dicurahkan hanya untuk di dunia ini. Hidup ini untuk dinikmati, bukan merupakan lahan untuk beramal demi mengumpulkan bekal untuk akherat.

Sifat umum media massa, baik televisi, radio, maupun media cetak rata-rata seperti itu, masih pula sering menjerumuskan kepada kerusakan. Dari kerusakan moral akhlaq sampai kerusakan aqidah. [Selengkapnya]

ESQ Dibicarakan Orang

Artikel 3 Comments print this page Cetak

ESQ Dibicarakan Orang

 

   Sering orang membicarakan ESQ yang dikenal dengan tokohnya, Ary Ginanjar Agustian. Bahkan Ustadz Farid Ahmad Okbah pernah membahas ESQ itu di Radio Dakta di Bekasi Jawa Barat, yang kemudian dimuat di situs alislamu.com dalam bentuk suara. Masyarakat pun sering mempertanyakan, bagaimana sebenarnya muatan ESQ Training yang dikhabarkan banyak pengikutnya dari berbagai kalangan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

     Akhir-akhir ini beredar pula komentar terhadap ESQ, di antaranya ada yang mencatat   27 point mengenai ESQ. Catatan itu tidak mencantumkan penulisnya, namun tampaknya disertai bukti-bukti berupa contoh-contoh dan juga rujukan yang kongkret dari buku-buku ESQ, maka kami kutip di sini. Semoga bermanfaat. [Selengkapnya]

Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme Bermuara Komunisme dan Atheisme

Artikel No Comments print this page Cetak


Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme

Bermuara Komunisme dan Atheisme

 

Pada salah satu tulisannya, mendiang Nurcholish Madjid  pernah menyatakan: “Komunisme adalah bentuk lain dan lebih tinggi dari sekularisme. Sebab, komunisme adalah sekularisme yang paling murni dan konsekwen. Dalam komunismelah seseorang menjadi atheis sempurna

Pernyataan itu dikutip oleh Abdul Hadi W.M. melalui tulisannya berjudul Islam, Marxisme dan Persoalan Sosialisme di Indonesia yang dipublikaskan di situs Bayt al-Hikmah Institute, bisa juga ditemukan di http://ahmadsamantho.wordpress.com/2008/01/28/islam-marxisme-dan-persoalan/.

Bila komunisme adalah bentuk lain dan lebih tinggi dari sekularisme, maka logikanya, sekularisme adalah bentuk lain dan lebih rendah dari komunisme, yang belum murni dan belum konsekwen sebagaimana komunisme. Kalau begitu adanya, tentu dari benak kita timbul pertanyaan, Mengapa mendiang Nurcholish Madjid dan sekutunya begitu getol menjajakan sekularisme?” [Selengkapnya]

Pelawak Tukul dan Adegan Sumanto Makan Kodok Hidup-hidup

Artikel 2 Comments print this page Cetak

Pelawak Tukul dan Adegan Sumanto

Makan Kodok  Hidup-hidup

 

Bekas terhukum karena memakan mayat, Sumanto, ditampilkan di televisi dan mendemonstrasikan praktek memakan kodok hidup-hidup. Akibatnya, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mencekal acara empat mata di TV Trans7 di Jakarta yang di antaranya dibawakan oleh pelawak Tukul Arwana itu.

Beritanya ramai di berbagai media, di antaranya sebagai berikut: [Selengkapnya]

Gejala Bahaya Laten Neo Komunisme di UIN

Artikel 2 Comments print this page Cetak

Gejala Bahaya Laten Neo Komunisme di UIN

 

MIRZAH Abdul Aziz mahasiswi jurusan pemikiran politik Islam di Pascasarjana UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengungkapkan sebuah fenomena baru di UIN yang membuatnya trenyuh.

Sebelum menempuh pendidikan di pascasarjana UIN, Mirzah adalah lulusan S1 pada program studi Arab FIB Universitas Indonesia. Fenomena yang dimaksudnya itu, berhubungan dengan masalah penulisan dalam sebuah karya ilmiah. Misalnya, para mahasiswa pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak diperkenankan menulis kata Allah dengan lanjutan SWT (subhanahu wa ta’ala); tidak boleh menulis kata Muhammad dengan diakhiri SAW (shallallahu ‘alaihi wa sallam); tidak boleh menulis Muhammad dengan sebutan Nabi. [Selengkapnya]

Eep Ajak MUI Bali Hormati Ulil

Artikel No Comments print this page Cetak

Eep
Ajak MUI Bali Hormati Ulil

 

Pada sebuah acara yang diselenggarakan
MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bali, di Hotel NIKKI Denpasar tanggal 19 Oktober
2008 lalu, Bambang Santosa Takmir Masjid Baitul Makmur Denpasar mengajukan
pertanyaan kepada Eep Sefulloh Fatah (ESF), yang namanya ikut berbanjar
bersama-sama sejumlah ratusan penandatangan petisi AKKBB beberapa waktu lalu.
Ketika itu, Bambang bertanya tentang JIL (Jaringan Islam Liberal) dan AKKBB
(Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).

ESF kala itu menjelaskan, bahwa ia
bukan anggota JIL. Namun, ESF mengakui dirinya ikut
menjadi salah satu penandatangan dari iklan (petisi) AKKBB yang dimuat harian KOMPAS.

Keterlibatannya, karena diajak oleh seseorang. Meski mengaku tidak ikut merumuskan
(materi petisi AKKBB), namun ESF mengakui bahwa ia
terlibat diskusi dan kemudian sepakat dengan tiga gagasan pokok di dalam
deklarasi itu
[Selengkapnya]

More Style Than Substance

Artikel No Comments print this page Cetak

More Style Than Substance

 

Budiarto Shambazy (BS) pengasuh rubrik Politika di harian Kompas pernah menurunkan tulisan berjudul Pilpres 2008 atau 2009? Intinya, BS memberikan nasehat kepada kita, antara lain: “Jangan terpukau dengan gaya capres yang more style than substance alias penjual citra.” (Kompas, 30 September 2008). Sebuah nasehat yang bagus tentunya.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui organisme seperti itu tidak hanya berwujud politisi, calon presiden, calon anggota legislatif, yudikatif, dan sebagainya. Bahkan kita dapat menemui organisme bertipikal seperti itu di Indoneisa, di hampir seluruh kategori sosial yang ada, termasuk rohaniwan dan budayawan atau seniman. Boleh dibilang, more style than  substance sudah menjadi budaya bangsa kita, sudah menjadi karakter bangsa kita.

Bila Indonesia diibaratkan dengan sebuah kolam ikan besar, maka kolam itu lebih dipenuhi oleh ikan-ikan yang kebanyakan bertipikal seperti itu. Maka bila kita ambil satu atau dua ikan untuk dijadikan pemimpin nasional, sudah bisa diduga, hasilnya pun seperti itu: menebar pesona dan menjual citra semata. Kalau kurang puas, kemudian diganti dengan ikan yang lain lagi, hasilnya ya sama saja. Tetapi ini bukan berarti mendukung-dukung apa yang sudah ada. Ini sekadar gambaran belaka bahwa kondisinya sudah sekronis itu. [Selengkapnya]

« Previous Entries