Ada Apa Ustadz Mudzakir Solo dan Jose Rizal Mer C Bersuara Miring Terhadap Pejuang Islam Sunni Suriah?

Ada Apa Ustadz Mudzakir Solo dan Jose Rizal Mer C Bersuara Miring Terhadap Pejuang Islam Sunni Suriah?

suara miring     

Ketua MER-C, Joserizal Jurnalis/ foto jurnal.koranjuri.  Mudzakir/ foto tokohsurakarta

 

Berikut ini tanggapan terhadap kedua orang itu.

*** 

Tokoh Umat Islam Solo Tanggapi Pernyataan Ustadz Mudzakir Soal Suriah

KARANGANYAR (voa-islam.com) - Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustadz Aris Munandar Al-Fattah, Lc. Menanggapi pernyataan ustadz Mudzakir yang tersebar di dunia maya, terkait sikapnya terhadap konflik di Suriah.

Namun sebelumnya, ustadz Aris Munandar membantah jika ustadz Mudzakir merupakan pengurus Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

“Ustadz Mudzakir tidak berada di Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Jadi kalau kemudian ada yang memberikan klaim bahwa dia berada di DSKS, saya selaku Sekjen DSKS tidak membenarkannya karena tidak ada di dalam struktur pengurus,” kata ustadz Aris Munandar kepada voa-islam.com, di masjid An-Nur, jl. Solo-Tawang Mangu, pada Ahad (2/6/2013).

Kemudian, menurut ustadz Aris sudah selayaknya kaum Muslimin membantu saudaranya di belahan bumi manapun yang tertindas, dalam hal ini baik Muslim Suriah maupun Rohingya.

“Terkait dengan komentarnya tentang Suriah, sebaiknya semua persoalan yang dihadapi oleh umat Islam itu tetap ditangani, tidak dipilih-pilih; mana Rohingya tapi Suriah tidak ditangani dan sebaliknya. Jadi keduanya harus ditangani oleh kaum Muslimin dengan berbagai bentuk penanganan yang disesuaikan dengan keadaan,” jelasnya.

Adanya kaum Muslimin yang begitu gencar menyuarakan pentingnya membantu Muslim Suriah, pada dasarnya ingin mengamalkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaiman termuat dalam hadits-hadits tentang keutamaan negeri Syam.

“Adapun teman-teman yang memprioritaskan membantu Muslim Suriah karena banyaknya hadits-hadits terkait pergolakan di negeri tersebut. Sehingga mereka ingin lebih menjalankan hadits-hadits Nabi yang mengisyaratkan tentang Syam

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا , اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا

 “Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.” (H.R. Bukhari),” ungkapnya.

Sementara itu, tudingan yang dilontarkan ustadz Mudzakir kalau kita kemudian membantu oposisi jadinya kita termakan oleh hasutan Amerika, maka hal itu tidak bisa dibenarkan. Pasalnya antara kaum Muslimin dan Amerika yang menunggangi pihak oposisi memiliki agenda yang berbeda. [Ahmed Widad] Rabu, 12 Jun 2013.

***

Nasehat Tulus Ustadz Aris Munandar kepada Joserizal Jurnalis

KARANGANYAR (voa-islam.com) - Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustadz Aris Munandar Al Fattah, Lc memberikan nasehatnya yang tulus kepada Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, terkait pandangannya terhadap konflik di Suriah yang cenderung mendukung rezim tiran Syiah Nushairiyah, Bashar Al Assad.

Sebagai seorang teman yang pernah berjuang bersama dalam jihad membantu umat Islam saat konflik di Maluku maupun Poso, ustadz Aris meminta Joserizal bersikap inshaf(adil dan bijak).

“Nasehat saya yang pertama, sikap seorang Muslim itu harus berlaku inshaf berlaku adil, berlaku bijak dalam menyikapi berbagai hal. Apa pun keadaannya, baik karena konspirasi atau karena kejahatan Bashar Al Assad, jawabannya yang menjadi korban adalah umat Islam. Maka saya menyerukan kepada siapa pun untuk peduli kepada umat Islam di manapun mereka berada,” kata ustadz Aris Munandar kepada voa-islam.com, di masjid An-Nur, jl. Solo-Tawang Mangu, pada Ahad (2/6/2013).

“Kalau kita ini peduli terhadap umat Islam yang menjadi korban, baik di Gaza, Afghanistan, Irak bahkan di Poso dan di tempat-tempat lain, sudah semestinya kita memberikan perhatian terhadap saudara Muslim kita yang sedang menjadi korban keganasan Bashar Al Assad,” imbuhnya.

Soal adanya konspirasi musuh-musuh Islam yang menunggangi konflik di Suriah, ustadz Aris kembali menegaskan bahwa antara kaum Muslimin dan musuh-musuh Islam itu memiliki agenda berbeda. Terlepas dari hal itu, umat Islam yang menjadi korban pembantaian harus dibantu.

“Adapun kemungkinan adanya yang memanfaatkan hal ini sebagai bagian dari konspirasi kalangan musuh Islam, jawabannya sangat sederhana; mereka punya agenda, kaum Muslimin juga harus punya agenda. Apakah karena musuh Islam punya agenda konspirasi di Suriah, lalu umat Islam dibantai kita diam saja? Tentu tidak demikian. Berbuatlah semaksimal mungkin apa pun yang bisa mendorong bantuan ke sana,” ungkap Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut.

Selain itu, ia juga meminta agar Joserizal agar tidak terpengaruh pemikiran orang-orang di sekelilingnya, serta memperdalam ilmu agama, aqidah yang benar dari para ulama yang tsiqah.

“Nasehat saya yang kedua kepada Joserizal, hati-hati terhadap orang-orang di sekeliling antum karena bisa jadi antum terkooptasi aqidah dan keyakinan antum, terpengaruh dengan orang-orang di sekeliling antum. Padahal antum dulu pernah tampil sebagai sosok yang memiliki wawasan berjuang yang luar biasa.

Saran saya, antum harus belajar ilmu agama lebih serius; pelajari bahasa Arab, pelajari aqidah shahihah ahlussunnah wal jama’ah, pelajari pula ilmu agama dari para ulama dan ustadz yang tsiqah agar bisa membantu antum mempelajari permasalahan ini lebih jauh,” demikian nasehat beliau. [Ahmed Widad] Rabu, 12 Jun 2013

***

Ust. Abu Harits: Bantuan Amerika Pada Syi’ah Bashar Assad Sangat Jelas

YOGYAKARTA (voa-islam.com) – Santernya opini yang menyatakan bahwa konflik yang terjadi di Suriah sejak tanggal 12 Maret 2011 hingga sekarang ini merupakan konspirasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menumbangkan rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad dibantah oleh Ustadz Abu Harits.

“Bohong, bohong besar itu. Ndak ada itu, adanya konspirasi (dari Amerika –red) dalam konflik yang terjadi di Suriah. Konflik di Suriah adalah murni berawal dari revolusi dan perlawanan rakyat (Suriah –red), bukan konspirasi Amerika,” kata Ustadz Abu Harits kepada voa-islam.com di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (Maskam UGM) Yogyakarta, Ahad (9/6/2013) sore.

Menurut relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) ini, Amerika justru berdiam diri pada saat tentara dan milisi Syi’ah Nushoiriyyah memperkosa para wanita dan membantai rakyat Suriah yang berfaham Sunni, baik orang tua maupun anak-anak.

…Bohong, bohong besar itu. Ndak ada itu, adanya konspirasi (dari Amerika –red) dalam konflik yang terjadi di Suriah. Konflik di Suriah adalah murni berawal dari revolusi dan perlawanan rakyat (Suriah –red), bukan konspirasi Amerika…

“Salah satu bukti nyata adalah terlantarnya nasib mereka (rakyat Suriah yang dibantai rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad -red) di depan Amerika dan mata dunia Internasional. Mereka dibiarkan dibantai oleh Rezim Syi’ah Nushoiriy. Nampak sekali antara konflik di Libya, Tunisia dengan konflik di Suriah,” terangnya.

Salah satu relawan HASI tim ke 1 dan pernah berangkat ke Suriah untuk menyalurkan bantuan berupa uang, obat-obatan dan bantuan lainnya ini menegaskan jika yang sebenarnya terjadi adalah, Amerika dan Israel justru dengan sangat nyata telah membantu rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad dalam membantai kaum muslimin Sunni di Suriah.

…Bukti nyata dukungan Amerika dan Israel untuk rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad adalah serangan Israel dan gabungan tentara Hizbullah atau sebut saja Hizbullat karena mereka tak pantas disebut sebagai Hizbullah, adalah ke kota Jamroyah dan Qusair yang telah dikuasai oleh para mujahidin…

“Bukti nyata dukungan Amerika dan Israel untuk rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad adalah serangan Israel dan gabungan tentara Hizbullah (penolong Allah -red) atau sebut saja Hizbullat (penolong berhala-red), karena mereka tak pantas disebut sebagai Hizbullah, adalah ke kota Jamroyah dan Qusair yang telah dikuasai oleh para mujahidin,” tegasnya.

“Bukti lain adalah pemberian bantuan langsung dari pemerintah boneka Amerika yang ada di Iraq dari kepemimpinan Nuri Al Maliki yang beraliran Syi’ah, untuk rezim Bashar yang juga Syi’ah. Bahwa pemerintah Iraq telah menyatakan secara resmi berdiri bersama Bashar Assad,” imbuhnya.

…Perkiraan saya, yang melempar opini dan informasi seperti itu adalah orang-orang Syi’ah sama halnya dengan Bashar. Kalau tidak, mereka itu cenderung kepada kelompok Syi’ah atau menjadi bagian dari Syi’ah…

Jadi tidak benar jika Amerika, kata Ustadz Abu Harits, membantu rakyat dan para pejuang oposisi di Suriah. Dirinya menduga, orang-orang yang selama ini santer mengopinikan bahwa mujahidin mendapat bantuan dana atau senjata dari Amerika adalah orang Syi’ah, atau termasuk dalam barisan kelompok Syi’ah.

“Perkiraan saya, yang melempar opini dan informasi seperti itu adalah orang-orang Syi’ah sama halnya dengan Bashar. Kalau tidak, mereka itu cenderung kepada kelompok Syi’ah atau menjadi bagian dari Syi’ah,” tandasnya. [Khalid Khalifah] Rabu, 12 Jun 2013

***

Nasihat Buat Ustadz Mudzakir yang Menuduh Mujahidin Suriah Didanai AS

YOGYAKARTA (voa-islam.com) – Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan sebuah transkip ceramah Ustadz Mudzakir, salah satu tokoh elemen Islam di kota Solo, Jawa Tengah. Dalam transkip tersebut, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islam Gumuk itu berbicara seputar konflik yang terjadi di Suriah dan Rohingya.

Rekaman ceramah sekaligus transkipnya tersebut beredar luas baik dimedia sosial seperti Facebook dan lain sebagainya. Ceramah tersebut diketahui disampaikan Ustadz Mudzakir dalam sebuah pengajian di Pengkok, Sragen, Jawa Tengah.

Menurutnya, ada perlakuan yang berbeda dalam menangani tragedi kemanusian yang akhir-akhir ini terjadi di Suriah dan Rohingya. Ustadz Mudzakir berpendapat, kenapa kaum muslimin di Rohingya tidak begitu diperhatikan karena notabenya Rohingya miskin.

…Adalah tuduhan keji jika dikatakan para mujahidin yang saat ini berjuang di Suriah adalah antek Amerika. Sungguh perlawanan rakyat Suriah dibiayai dengan darah dan keringat mereka sendiri…

Sedangkan kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk di Indonesia begitu perhatian dengan konflik di Suriah karena mereka yang demo mendukung rakyat dan mujahidin Suriah dibiayai oleh  Amerika untuk menjelek-jelekkan rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad. Pria yang akrab disapa Abu Faqih ini juga mengatakan jika pihak oposisi dan mujahidin di Suriah dibiayai oleh Amerika.

“Kalau Rohingya, sudah jelas pembantaian itu, saudara-saudara saya di Solo saya ajak bangkit malah ndak mau. Sebab Rohingya miskin, tidak punya apa-apa. Lha Suriah sekarang ini kenapa kok bangkit itu?  (itu) karena Amerika sudah gregeten sama pemerintah Suriah, (lalu) oposisi dibiayai, disuruh melawan. Kalau kita kemudian membantu oposisi jadinya kita termakan oleh hasutan Amerika,” kata Ustadz Mudzakir.

“Makanya ketika ada demo soal Suriah di Solo, saya bilang, “Kalau itu tujuannya untuk menolong menyerukan supaya mereka menghentikan pertempuran dan kemudian menolong orang-orang pengungsi, setuju! Tetapi kalau pake memaki salah satu pihak saya tidak setuju. Karena kalau memaki… yang apa.. ehm… saudara-saudara kita yang di oposisi tidak mungkin. Memaki mereka si Bashar.. apa Asad itu di anu oleh apa… pemakiannya ini dibiayai oleh Amerika, jadi kita membantu pekerjaannya Amerika dan kehendaknya Amerika. Keberatannya seperti itu. Gitu,” imbuhnya.

…Apalagi tuduhan demo danmunashoroh untuk Suriah di Indonesia dibiayai oleh Amerika. Ini juga merupakan tuduhan yang keji dan tidak mendasar. Kami (HASI -red) beberapa kali mengadakan munashoroh untuk Suriah baik dalam bentuk demo maupun tabligh dengan jerih payah para aktivis dakwah. Cukup Allah bagi kami sebagai saksinya…

Terkait pernyatan tersebut, relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Ustadz Abu Harits ikut angkat bicara. Pria yang merupakan salah satu tim ke-1 HASI yang berangkat ke Suriah untuk mengirimkan bantuan kemanusian berupa uang, obat-obatan dan medis ini menegaskan jika apa yang dikatakan Ustadz Mudzakir adalah tuduhan keji.

“Adalah tuduhan keji jika dikatakan para mujahidin yang saat ini berjuang di Suriah adalah antek Amerika. Sungguh perlawanan rakyat Suriah dibiayai dengan darah dan keringat mereka sendiri,” tegas Ustadz Abu Harits kepada voa-islam.com sebelum mengisi “Road Show 35 Kota Tabligh Akbar Suriah” di Maskam UGM Yogyakarta, Ahad (9/6/2013) sore.

Ustadz Abu Harits lebih menyayangkan lagi perkataan Ustadz Mudzakir yang menuduh kaum muslimin yang berdemo dan menggalang dana untuk saudaranya sesama muslim di Suriah dibiayai oleh Amerika. Dirinya menjelaskan bahwa acara Munashoroh untuk Suriah merupakan hasil jerih payah mereka sendiri dan bantuan dari kaum muslimin di Indonesia.

…Jadi bohong besar itu jika (kami di HASI, kaum muslimin yang demo untuk Suriah dan pejuang oposisi atau mujahidin Suriah –red) dibiayai Amerika. Hendaknya beliau (Ustadz Mudzakir -red) mencari tau peristiwa yang terjadi di Suriah dari sesama muslim yang pernah kesana…

“Apalagi tuduhan demo dan munashoroh untuk Suriah di Indonesia dibiayai oleh Amerika. Ini juga merupakan tuduhan yang keji dan tidak mendasar. Kami (HASI -red) beberapa kali mengadakan munashoroh untuk Suriah baik dalam bentuk demo maupun tabligh dengan jerih payah para aktivis dakwah. Cukup Allah bagi kami sebagai saksinya,” jelasnya.

Untuk itu, merupakan kedustaan dan kebohongan besar jika Ustadz Mudzakkir maupun orang-orang yang semisal dengannya mengatakan jika HASI, kaum muslimin di seluruh dunia yang demo untuk Suriah dan rakyat serta mujahidin Suriah itu dibantu oleh Amerika.

“Jadi bohong besar itu jika (kami di HASI, kaum muslimin yang demo untuk Suriah dan pejuang oposisi atau mujahidin Suriah –red) dibiayai Amerika. Hendaknya beliau (Ustadz Mudzakir -red) mencari tau peristiwa yang terjadi di Suriah dari sesama muslim yang pernah kesana,” ujarnya.

…Nasehat saya untuk beliau (Ustadz Mudzakir -red) supaya berhati-hati dalam mengeluarkan statemen atau pernyataan khususnya terkait kehormatan kaum muslimin. Dan hendaknya dia mencabut pernyataannya dan bertaubat kepada Allah. Semoga Allah segera memberikan hidayah kepadanya…

Terkahir, Ustadz Abu Harits berpesan dan memberi nasehat kepada Ustadz Mudzakir agar kedepannya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan sebuah statemen, apalagi dirinya adalah orang yang ditokohkan. Dan Ustadz Abu Harits menghimbau kepada Ustadz Mudzakir untuk segera bertaubat kepada Allah atas apa yang telah di ucapkannya tersebut.

“Nasehat saya untuk beliau (Ustadz Mudzakir -red) supaya berhati-hati dalam mengeluarkan statemen atau pernyataan khususnya terkait kehormatan kaum muslimin. Dan hendaknya dia mencabut pernyataannya dan bertaubat kepada Allah. Semoga Allah segera memberikan hidayah kepadanya,” pungkasnya. [Khalid Khalifah] Senin, 10 Jun 2013

 (nahimunkar.com)

email
  • Abdul Rahman

    Ya jelaslah ust. Mudzakir itu berdusta, dia itu Syiah tulen…

    Bohong dan dusta itu sudah biasa bagi dia

  • Rudi

    Raut muka nya ustadz ini kusam dan tidak bersahaja sama sekali layak nya seorang ulama. Kalau memang meragukan seharus nya di basmi saja , agar pra dajjal tidak bertaburan di bumi Indonesia