Aliran Sesat Ahmadiyah Tulung Agung Meresahkan Warga, di Jakarta Presiden SBY Dipermalukan Ahmadiyah

Aliran Sesat Ahmadiyah Tulung Agung Meresahkan Warga, di Jakarta  Presiden SBY Dipermalukan Ahmadiyah

Keresaha warga akibat kesepakatannya dikhianati aliran sesat Ahmadiyah mengakibatkan warga merusak kaca-kaca bangunan aliran sesat Ahmadiyah di Tulung Agung Jawa Timur.

 Inilah beritanya, dan di bagian bawah tentang Presiden SBY dipermalukan aliran sesat Ahmadiyah dan lainnya.

***

 Ini kronologis pengrusakan Masjid Ahmadiyah Tulungagung

Solichan Arif

Jum’at,  17 Mei 2013  −  15:25 WIB

ahmadiyah

 Seorang warga melihat mesjid Ahmadiyah yang rusak diserang warga Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, Tulungagung, Jatim, Jumat pagi (17/5/2013) — © Sahlan Kurniawan/Ant

 

Sindonews.com - Mengenai aksi pengrusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Tulungagung, ternyata selain dicurigai ada teroris, warga juga resah dengan aktivitasnya.

Menurut Kepala urusan Pemerintahan desa Gempolam, Supinah mengatakan, selain alasan terorisme, warga di lingkungan RT 2, RT 3 dan RT 4 sudah lama resah dengan aktivitas Ahmadiyah yang dilakukan Japar dan pengikutnya.

Sebab, pada tahun 2010, Japar selaku Ketua Ahmadiyah Tulungagung telah membuat pernyataan tertulis dihadapan MUI dan aparat membekukan seluruh aktivitasnya.

“Namun faktanya mereka masih melakukan kegiatan di dalam masjid,” jelas Supinah kepada wartawan, Jumat (17/5/2013).

Karenanya, tiga jam sebelum aksi pengerusakan terjadi, perangkat desa, ketua RT, MUI Desa Gempolan, Ketua Ranting NU setempat dan aparat kepolisian memanggil Japar, Rizzal dan Edi Susanto.

Pertemuan dilakukan di rumah Ketua RT 3, Sarijan (65). Rapat yang semula dihadiri 40 orang membengkak menjadi seratus orang.

Hasil rapat memutuskan tempat peribadatan Ahmadiyah harus ditutup dan disegel. Japar dilarang menyebarkan ajaran ahmadiyah dan Rizzal harus angkat kaki dari desa setempat malam itu juga.

“Namun pada saat itu Pak Japar dan Rizzal justru menyalakan lampu tempat ibadah. Terkesan tidak mau mengikuti keputusan rapat yang semula disetujuinya,” tambah Sarijan.

Warga semakin meradang saat mendengar ucapan Japar yang mengatakan tempat ibadah itu bukan tanggungjawabnya.

Akhirnya, pengrusakan bangunan ukuran 8×10 meter yang berdiri sejak tahun 2007 itu pun tak terhindarkan. (ysw)

***

Presiden SBY dipermalukan Ahmadiyah dan lainnya

Selama ini Presiden SBY mendapat desakan dari lembaga dan tokoh-tokoh Islam untuk melarang Ahmadiyah karena jelas-jelas telah memalsu Islam dan mengaku Islam namun punya nabi sendiri (palsu) kitab suci sendiri yakni Tadzkirah, dan kota suci sendiri, Qadyan dan Rabwah.

Desakan itu tampaknya tidak direspon, maka terjadi bentrokan-bentrokan keras hingga menewaskan manusia seperti yang terjadi di Banten, dan aneka bentrokan di sana-sini.

Sebaliknya, dari pihak Ahmadiyah justru mempermalukan Presiden SBY dengan mengadakan demo ke Kedubes Amerika, dengan menilai Presiden SBY tidak layak menerima penghargaan sebagai salah satu pemimpin terbaik.

Sikap Presiden SBY terhadap aliran sesat Ahmadiyah itu bahasa pasarannya ibarat  menolong anjing kejepit. Sudah capek-capek menolongnya, tahu-tahu setelah anjing itu lepas dari jepitan malah menggigit.  Baqaimana pula bila anjingnya itu anjing gila? Salah siapa? Sudah umum dimaklumi bahwa anjing gila itu wajib diberantas, malah ditolongi, akibatnya ketika digigit, maka bahaya besar akan dirasakan, dan orang pun akan menyalahkannya. Karena memang tak tahu diri.

Inilah beritanya.

***

Massa Tolak Anugerah ‘World Statesmen’ untuk SBY

Senin, 06 Mei 2013 | 18:10 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan perwakilan dari jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Philadelfia, dan Ahmadiyah, melakukan aksi jalan bersama dari Monumen Nasional (Monas) menuju Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta.

Dalam aksinya, massa menuntut pembatalan pemberian anugerah ‘World Statesmen’ kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di New York, The Appeal of Conscience Foundation, akhir Mei mendatang.

Sempat terjadi adu mulut antara perwakilan massa dan polisi yang berjaga di Kedubes AS. Adu mulut terjadi lantaran pihak Kedubes AS tidak mau menerima surat dari massa yang berisikan penolakan penganugerahan kepada SBY.

Massa menilai Presiden tidak layak menerima penghargaan sebagai salah satu pemimpin terbaik mengingat masih banyaknya kasus intoleransi atas nama agama dan keyakinan di Indonesia.

Mereka pun meminta LSM tersebut membatalkan pemberian penghargaan kepada SBY. Terlebih, jika pemerintah tidak segera menyelesaikan permasalahan intoleransi di Indonesia.

Editor: Afwan Albasit.

***

Itulah berita yang bukan hanya perlu disimak tapi perlu direnungkan sebagai pelajaran. Di dunia saja menolong aliran sesat atau melindungi atau berbaik-baikan itu akan mengakibatkan kesulitan, apalagi di akherat. Pertanggung jawaban tidak dapat lagi dikilahi seperti ketika di dunia ini.

(nahimunkar.com)