Aliran Sesat LDII Ditantang Dialog dan Mubahalah

Aliran Sesat LDII Ditantang Dialog dan Mubahalah

Mauluddin (Wakil Empat Islam Jamaah) dianggap membangkang, kemudian dirinya diminta meninggalkan jabatan dan keluar dari pusat Keamiran Islam Jamaah di Kediri.
Bagaimana ceritanya, kok bisa sampai begitu?

Tahun 2008, di hadapan wakil empat lainnya ia terang-terangan menolak sejumlah ajaran Islam Jamaah, terutama pengkafiran terhadap orang Islam di luar Islam Jamaah. Termasuk infak sebesar 10 persen bagi semua jamaah tanpa terkecuali. Jika tidak infak sebesar itu, dianggap haram. Bahkan ada ancaman tidak akan dishalatkan kalau mati.

Tingkah Mauluddin tercium sampai ke pucuk pimpinan. Mauluddin dianggap membangkang, kemudian dirinya diminta meninggalkan jabatan dan keluar dari pusat Keamiran Islam Jamaah di Kediri. Bagaimana sikap Mauluddin kini? Maluddin mengatakan, cara yang paling tepat untuk menyelesaikan dan memberikan pencerahan kepada anggota Islam Jamaah adalah dengan melakukan dialog. ”Saya ingin bicara dengan petinggi LDII, itu saja,” ujarnya. Jika dialog tidak menemukan titik temu, maka harus kembali kepada rujukan awal ke Darul Hadits, Makkah, di Arab Saudi. Sebab, katanya jangan sampai perkataan para ulama yang ada di Darul Hadits (Makkah) yang diakui pendiri Islam Jamaah sebagai sekolahnya, hanya dicomot seenaknya saja. (lihat Suara Hidayatullah, NOPEMBER 2010).


LDII selain ditantang untuk dialog tentang pengkafiran dan pemungutan bulanan yang dikenal dengan persenan, ada juga tantangan mubahalah dari mantan LDII.

Penulis di blog airmatakumengalir.blogspot.com siap mubahalah dengan pihak LDII yang menurutnya diprediksi akan hadir ke MUI (Majelis Ulama Indonesia). Penulis di blog itu minta diundang MUI dan siap mubahalah.

Ujian final dari orang yang tobat dari aliran sesat tampaknya ditujukan kepada aliran sesat dan juga sekaligus sama dengan menguji MUI pula. Tinggal bagaimana keberanian kedua belah pihak itu. (lihat nahimunkar.com, Minta Diundang MUI dan Siap Mubahalah dengan LDII,

1:38 am).

Serakah terhadap harta dan kehormatan

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan tentang betapa bahayanya keserakahan terhadap harta dan kehormatan dalam merusak agama:

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dua serigala lapar yang dilepas menyerang sekawanan kambing, pengrusakannya tidak melebihi keserakahan seseorang kepada harta dan kemuliaan (dalam hal pengrusakannya) terhadap agamanya.” (HR At-Tirmidzi 2298, ia berkata: Hadits ini hasan shahih, dan Ahmad 15224, shahih menurut Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ 5620).

Keserakahan aliran sesat LDII yang memungut persenan terhadap setiap anggotanya adalah contoh nyata.

Itu dalam hadits tersebut ketika yang serakah hanya satu orang. Lha kalau yang serakah itu sejumlah besar orang, sedang orang-orang yang serakah itupun orang-orang besar, dan keberadaannya juga hampir merata di sana-sini, maka betapa rusakanya. Melebihi hutan yang penuh serigala. Betapa mengerikannya, sebenarnya.

Sabarlah wahai saudara-saudaraku yang jadi korban keserakahan serigala-serigala lapar yang bertubuh manusia di sekitar kita. Asal agama dalam dada kita jangan sampai rusak.

Lebih merusak agama lagi ketika keserakahan itu justru atas nama agama. Di antara contohnya adalah pemungutan berupa apa yang biasa disebut persenan di kalangan aliran sesat LDII yang biasa punya kode 354 yang telah berganti-ganti nama, dan mungkin masih akan ganti nama lagi. Persenan yaitu setiap pengikut ditarik uang sekitar sepersepuluh dari penghasilan perbulan tanpa landasan dalil yang jelas dan tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makanya aliran sesat LDII ditantang oleh mantan wakil amir IV, Ustadz Mauluddin, untuk dialog masalah pemungutan persenan itu. Namun tantangan itu belum ada khabar apakah aliran sesat LDII berani menghadapinya. Sebagaimana tantangan mubahalah (saling berdoa untuk dilaknat bagi yang dusta) oleh mantan-mantan LDII terhadap aliran sesat LDII belum ditanggapi dengan pelaksanaan pula.

Bagaimana mau menanggapi dengan pelaksanaan, sedangkan pemungutan persenan itu sendiri merupakan keserakahan yang nyata, masih pula atas nama agama. Sedangkan tidak atas nama agama saja itu sudah sangat merusak, melebihi dua serigala lapar yang dilepas di kerumunan kambing. Itupun kalau yang serakah itu satu orang. Lha ini satu kelompok sesat, ada amirnya sampai tingkat bawahnya, dan atas nama agama lagi. Jadi betapa rusaknya.

Disejajarkan dengan pelacur

Benarlah hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang yang memungut persepuluhan harta orang itu disejajarkan dengan pelacur yang doanya tidak diterima di saat doa dikabulkan waktu sahur.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلاَ يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلاَّ زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح )

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (HR Ahmad dan At-Thabarani, lafal ini bagi At-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib nomor 2391).

Islam Jama’ah berganti-ganti nama

Informasi tentang hal ini dapat dilihat pada buku karya Hartono Ahmad Jaiz berjudul Aliran dan Paham Sesat di Indonesia khususnya halaman 63-64.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini adalah nama baru dari sebuah aliran sesat terbesar di Indonesia, yang selama ini sudah sering berganti nama karena sering dilarang oleh pemerintah Indonesia.

Lembaga ini didirikan oleh Mendiang Madigol alias Nurhasan Ubaidah Lubis (luar biasa), pada awalnya bernama Darul Hadits (DH), pada tahun 1951. Karena ajarannya meresahkan masyarakat Jawa Timur, maka Darul Hadits dilarang oleh PAKEM (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) Jawa Timur.

Setelah dilarang, Darul Hadits itu berganti nama menjadi Islam Jama’ah. Ketika aliran sesat ini menggunakan nama Islam Jama’ah, banyak artis-artis terkenal di Ibu Kota  (Jakarta) yang masuk ke dalam ajaran sesat ini, di antaranya Benyamin S, Ida Royani, Keenan Nasution dan lain-lain. Para artis dan penyanyi itu masuk aliran sesat ini karena tertarik dengan ajaran tebus dosanya.

Karena ajaran sesatnya meresahkan masyarakat, terutama Jakarta, maka aliran sesat Islam Jama’ah ini pun secara resmi dilarang di seluruh Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI. No.Kep-08/D.A./10.1971, tgl 29 Oktober 1971.

Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan  Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972, tanggal ini dalam Anggaran Dasar LDII sebagai tanggal berdirinya LDII. Maka perlu dipertanyakan bila mereka bilang bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan LEMKARI atau nama sebelumnya Islam Jama’ah dan sebelumnya lagi Darul Hadits.).  Pengikut tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR.

Teks Pelarangan

Pelarangan Islam Jama’ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971, teksnya sebagai berikut:

Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama’ah jang bersifat/ beradjaran serupa.

Menetapkan:

Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama’ah Qur’an Hadits, Islam Djama’ah, Jajasan Pendidikan Islam Djama’ah (JPID), Jajasan Pondok Peantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia.

Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama.

Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan:

Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971,

Djaksa Agung R.I.

tjap.

Ttd

(Soegih Arto).

Karena sudah dilarang di seluruh Indonesia, maka imam Islam Jama’ah Nurhasan Ubaidah Lubis mencari taktik baru, yaitu mendekati dan meminta perlindungan kepada Letjen Ali Murtopo (Wakil Kepala Bakin dan staf OPSUS (Operasi Khusus Presiden Soeharto) waktu itu. Letjen Ali Murtopo adalah seorang Jenderal yang dikenal sebagai orang yang berseberangan dengan misi Islam.

Setelah mendapat perlindungan dari Letjen Ali Murtopo, Islam Jama’ah menyatakan diri masuk dalam Golkar (Golongan Karya) organisasi politik milik pemerintah yang sangat berkuasa sebelum tumbangnya Orde Baru (rezim Soeharto, yang tumbang 1998).

Di bawah naungan pohon beringin (lambang Golkar) ini Islam Jama’ah semakin berkembang dengan nama Lemkari (Lembaga Karyawan Dakwah Islam). Lemkari ini karena meresahkan masyarakat pula, maka dibekukan oleh Gubernur Jawa Timur, Soelarso,  dengan SK Nomor 618 tahun 1988, tanggal 24 Desember 1988, dan pembekuan itu mulai berlaku 25 Desember 1988. Namun kemudian pada Musyawarah Besar Lemkari IV di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, November 1990, Lemkari diganti nama menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), atas anjuran Mendagri Rudini agar tidak rancu dengan nama Lembaga Karatedo Republik Indonesia.

Pengkafiran dan persenan mengakibatkan banyak yang keluar

Tampaknya gelombang keluarnya orang-orang yang sadar akan kesesatan LDII semakin tampak terutama sejak kasus dianggapnya Ustadz Mauluddin telah membangkang terhadap keamiran LDII, tahun 2008. Ustadz Mauluddin yang sampai dianggap membangkang itu masalah utama yang dipersoalkan adalah ajaran pengkafiran dan persenan, pemungutan sepuluhan persen terhadap pengikut LDII tanpa kecuali.

Mereka yang sadar hingga keluar dari LDII, biasanya menyebut diri mereka sebagai orang-orang yang ruju’ ilal haq (kembali kepada kebenaran).

Di antara mantan pentolan Islam Jama’ah yang terkenal adalah Bambang Irawan Hafiluddin yang meninggal di Jakarta, Senin 22 Dzulhijjah 1431H/ 29 November 2010. Bagaimana sikap orang LDII terhadapnya, apakah benar sebagaimana yang didengung-dengungkan bahwa LDII kini adalah paradigma baru, ternyata perlu dipertanyakan. inilah bukti nyatanya:

Bukti penting, adiknya yang jadi pemimpin LDII tidak ikut menshalati

Jenazah Bambang Irawan dishalati di masjid dekat rumahnya di Gandaria Jakarta Selatan ba’da maghrib, kemudian langsung dimakamkan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Tanah Kusir Jakarta Selatan, Senin 22 Dzulhijjah 1431H/ 29 November 2010. Imam masjid mengemukakan, selama ini Pak Bambang rajin shalat berjamaah 5 waktu dan bahkan sering menunggu waktu shalat.

Ketika jenazah dishalati, adik almarhum, Ksn alias AM, yang masih aktif di LDII bahkan menurut penta’ziyah dia itu menjadi amir daerah bahkan konon kini naik jadi wakil amir 4 yang berpusat di Kediri Jawa Timur, tidak tampak ikut menshalati.Ustadz Yahya putra Pak Bambang mengimami shalat jenazah, namun pamannya (adiknya jenazah) yang masih di LDII itu tampak pulang ke rumahnya tak jauh dari tempat itu menjelang maghrib, walau tadinya klincang-klincong (mondar-mandir) di sekitar lokasi.

Ini bagi orang MUI (Majelis Ulama Indonesia) seperti M Amien Djamaluddin dan tokoh-tokoh lembaga Islam lainnya yang hadir dan menshalati jenazah Pak Bambang menjadi catatan penting pula mengenai sikap unsur pemimpin LDII sampai sekarang, bahwa sampai abangnya meninggal pun karena bukan lagi termasuk dalam golongan LDII ternyata tidak mau menshalatinya, padahal sejak tadi dia klintar-klinter (mondar-mandir) di situ dan tinggal di kampong sekitar itu.

Beberapa anggota FRIH (Forum Ruju’ Ilal Haq) yakni orang-orang yang keluar dari LDII karena sadar akan kesesatannya, tampak berta’ziyah dan ikut menshalati jenazah Pak Bambang. Mereka menyaksikan bahwa adik Pak Bambang yang masih di LDII bahkan termasuk unsure pimpinan itu tidak mau ikut menshalati jenazah almarhum.

Menurut mereka, kalau seandainya yang masih aktif di LDII itu ikut menshalati jenazah ini, kemungkinan besar shalatnya shalat BL.

Apa itu shalat BL?

Shalat budi luhur, secara gampangnya di aliran sesat lain kurang lebihnya disebut taqiyah yakni menampakkan sikap yang berbeda dengan yang sebenarnya diyakini untuk menutupi kesesatannya. (haji).

(nahimunkar.com) November 30, 2010 11:23 pm

Jadi tameng sama dengan bikin goal bunuh diri

Apakah LDII akan melayani tantangan dialog tentang pengkafiran dan persenan itu serta tantangan mubahalah? Ataukah seperti yang sudah-sudah, kalau ada masalah gawat yang menjadikan mereka gonjang-ganjing lalu segera ganti baju alias ganti nama lagi?

Para pejabat, ulama, dan para tokoh yang masih sayang-sayang kepada diri sendiri dan agamanya agaknya akan berhitung seribu kali bila kini ada dari pihak aliran sesat LDII mendekat-dekat yang ujung-ujungnya ingin menjadikannya tameng. Agar aliran sesat yang kabarnya makin merosot pengikutnya, hingga diperkirakan kini tidak mencapai jumlah sejuta orang ini agak tertunda buyarnya. Dan kasus yang dikenal dengan sebutan bisnis “bodong” Maryoso yang menguras duit orang hampir sebelas triliun rupiah –menurut buku Akar Kesesatan LDII terbitan LPPI Jakarta— itu agar tertunda diusutnya.

Bagaimana seseorang tokoh tidak pikir-pikir seribu kali, lha wong aliran sesat ini semakin terkuak kedoknya. Hanya orang yang tidak mampu berfikir panjang saja yang mau terjebak untuk dijadikan tameng. Itu ibaratnya adalah orang yang tidak menyayangi diri sendiri, bagai dalam bahasa Jawa disebut kutuk marani sunduk atau ulo marani gebuk, yang dalam istilah permainan sepak bola disebut dengan menciptakan goal bunuh diri! Akibatnya, sudah menyesal, masih kemungkinan besar mendapatkan omelan dari kawan-kawan. Opo ora biso mikir, tho Kang? (nahimunkar.com)

email
  • Bajri

    Sebaiknya ldii introspeksi dri dan menghentikan memproduksi para pendusta yang akan menghasilkan orang-orang fusuk yang akan menghancurkan ldii sendiri kalao memang ada sedikit atau banyak yang salah menurut syariat akui dunk walaupun pahit dan perbaiki, ingat dalam hadis yang 73 dan 72 golongan tidak pernah dikatakan loh bahwa yang islamnya benar itu bernama ldii atau islam jamaah, berehenti melindungi keimaman kalo memang haq knpa mesti taqut adkah ajaran quran atau hadis yang memang harus sembunyi-sembunyi sekarang orang islam sudah banyak knpa harus sembunyi, imamanya pakaiannya dan ahlaknya saja netral bagaimana umatnya juaga terutama generasi penerusnya tidak berjiwa netral, quran hadis bukan disimpan dihatinya tapi diotaknya akhirnya otak dan jiwanya rusak, dimakan virus-virus duniawi karena banyak umatnya yang bingung hilang arah dan setengah-setengah akibat memakan bulat-bukat doktrin buatan manusia yang salah kaprah, umat kok dipersulit ibadah bukan dilancarakan diberatkan bukan dientengakn syariat kok dirubah-rubah se enakanya, sudah jelas bukti banyak para mantan jamaahnya masih saja tidak mau terima kebenaran fakta kesalahannya, dari nama dan lambangnya saja sudah nyeleneh dan mengundang masalah, jmaahnya saja jiwanya tidak islam dan aneh-aneh senengnya orang-orang kafir amerika musiknya, dangdutan koploan jogedan, musik-musik sekuler, kok tetep keras kepala dan urat batu yang didik bukan hatinya sih tapi otaknya yang diikat bukan jiwanya sih tapi lehernya, mengikat unta itu kalo cuma leher tapi jiwanya dizalimi s ama aja bohong,

  • anang

    ldii parah poll…..
    ajarannya sangat jauh menyimpang dari syariat .
    semoga Allah menjauhkan aku dan keturunanku dari pengaruh aliran sesat semacam LDII

  • PERS

    hahahahahaha. repot ya, ibadah aja mesti make Club bgitu
    "pesen Saya INSTROPEKSI DIRI dulu masalah ibadah kalian"<<– yg ngomong ini udh instropeksi??

    mas mas pembela LDII, saya ga peduli LDII sesat atau benar, tapi ga bisa berbicara pembelaan dengan kalem tenang layaknya orang bijak? yah saya sholat jg jarang, anggap aja islam KTP jadi ga begitu peduli sama hadist dn berbagai macamnya, cuma saya tau bedanya org bijak, yang bisa melakukan pembelaan dengan pintar bukan dengan bahasa pasar. respon masyarakat adalah perspektif dari apa yang dicerminkan LDII , jika tertuduh merasa tidak terima dengan respon masyarakat, maka dengan hormat dan tegas serta dengan cara bijaksana lakukan pembelaan yang dapat mencermnkan kebenaran, bukan pembelaan dari tukang jagal sapi macam anda tuan Rahman Fauzi

  • noor

    Para anggota FRIH Yth, kalau kalian merasa senang telah lepas dari LDII, silahkan berbahagialah, beribadahlah menurut keyakinan kalian sebanyak banyaknya insya Allah kalian tidak sempat / tidak punya waktu untuk menjelek jelekkan orang lain. wass

  • Rahman Fauzy

    saifulloh : saya tantang anda untuk berdialog

  • Rahman Fauzi

    Astagfirullah, kenapa kalu kalian menganggap LDII sesat gk di media massa / KNPA HNYA NGINTIP,NDELEK, didunia maya, LDII, mau berdialog, dgn MAULUDIN CS . Beliau saja yg tidak mau bilang, anda ini hanya org2 yg tidak tau menau tntang LDII, yg hnya bisa2 nya ikut2an jelek2in LDII, memakai bukti Opini.
    Kalau LDII sesat ? kenapa ALLAH SWT. tidak merusak nya ? Malah anda2kan yg rusak… kalau LDII sesat ? Kenapa dgn bermacam2 gunjingan tai kucing kalian, mrka tdak trgoyah ? merka bgtu karta mrka memgang tegung QHJ. Anda ini hanya sebagian robot2 , Yg dicuci otaknya. Anda itu apa ya udah ngaca ? Haadist2 besar apa sja yg sudah kalian pelajari ? paling2 cuma kitab2 yg dihimpun lewat buku2 tnpa tau hadist aslinya, dn kalian hanya terima jadi saja. Masalah Mengkafir2kan ? thu hanya org luar LDII, yang masuk LDII terus menyebarkan Kata2 thu lalu udah menggat!!!!!! . Apakan anda pernah mendengar sendiri kalau pimpinan LDII, mengkafir2kan org luar? hah,,, kalian ini bejihad, tapi memerangi islam sndri, kalian ini sebenernya di gerakkan para YAHUDI untk memerangi agama kalian sendiri, kenapa kalian gak pernah bilang ke MEDIA KALAU , KRISTEN SESAT, YAHUDI SESAT, BUDHA SESAT, DLL. Kalian itu hanya mental2 tempe yang digerakkan oleh Orng yg BENCI terhadap LDII, agar kalian merusak LDII, kenapa Mauluddin begitu ? Karena Imannya tergoyah OLEH SHAYTAN, dan dibujjuk2 oleh SYAHLAFFIcs Untuk keluar, anda Ini tidak tau apa2, bisanya Ngecepoh saja.. pesen Saya INSTROPEKSI DIRI dulu masalah ibadah kalian, sekalian, aja doa kalau LDII SESAT, tolong dihancurin, kalau terkabul saya kasih jempollll….
    ASSALAMMUALAIKUM… JAZHA KALLAHU KHOIRO…

  • abu muhsin

    yg minta no hp pk mauluddin ini no nya 0813 3505 3987..silahkan tanya jk ada yg perlu di tanyakan..

  • http://lazarrusthemyth.blogspot.com Lazarrus

    Minta alamat dan Tlp/HP Ust. Mauluddin dong…? ( Sy Org LDII, tp sekarang lagi berproses mencari agama mana yg benar….? krn cuma satu dalam otak sy Qur'an dan Hadist….please help me….?

  • satrio

    Januari tanggal 31 , seorang wakil imam desa nasihat di atas podium, dia mengatakan bahwasanya semua orang jamaah 354 yang keluar dari jamaah 354 diakibatkan masalah kesenangan duniawi. Sang wakil imam desa mengatakan bahwa hal ini disampaikan pada hasil daerahan bulan januari.

    Apakah benar pernyataan itu?..bahwasanya orang jamaah 354 yang keluar dari 354 itu karena masalah duniawi? Bagi saya…itu adalah retorika pembodohan. Sebab rukyah 354 itu memang dibentuk sebagai robot-robot bodoh oleh para dajal-dajal burengan. Bahkan kalau pusat ngomong tai kucing itu adalah pisang goreng, maka tak pikir panjang lagi pasti jamaah 354 langsung makan itu tai kucing sambil ngomong enak…enak

  • grendys

    Pada tahun 1931 nurhasan ini diberitakan pergi ke tanah suci mekkah. Mari kita lihat situasi kondisi tahun 1931 di tanah suci mekkah. Pada tahun 1931 para ikwah salaf muwahhid sukses menyebarkan dakwah ahlusunnah wal jamaah (salafiyyin) ke seluruh antero jazirah arab. Tidak hanya itu saja. Para ikwah ini juga sukses secara politis dengan berdirinya daulah wal wilayaah dibawah keimamahan Malik Abdul Aziz as-Saud. Kemudian dikenalah menjadi Mamlakah Arab Saudi. Imamah Abdul Aziz ini syah menurut syariat. Karena Diseluruh jazirah Saudi, Abdul Aziz As-Saud ini adalah penguasa tertinggi diwilayah itu, berdaulat dan mempunyai wilayah al hukam (geopolitik) yang jelas, masyur dan alhamdulillah bisa melaksanakan hukum syariat islam. Mari bandingkan dengan imamahnya Nurhasan ini. Punya daulah?punya kekuasaan?mu’tabar? mashur? Diakui oleh kaum musliminin di Indonesia? Tidak. Jauh api dari panggang. Imamah nurhasan dan pengikutnyanya rahasia. Misterius, ditutup-tutupi, apalagi wilayah dan daulah. Imamah seperti itu tidak dikenal dalam ahlusunnah wal jama’ah. Imamah seperti itu hanya dimiliki dan dikenal oleh syiah Imamiah atau gaya kepausan katolik roma. Imamah 354 punya utopia”sebelum imamah kami berjaya menjokamkan indonesia, kami menggunakan gaya imamah bitonah dulu,nanti kalau sebagian besar orang indonesia jadi orang jokam barulah imamah kami tidak bitonah”. Itulah mimpi disiang hari bolong. Atau bitonah ini adalah langkah agar kerajaan gelap 354 aman dari kritisi syariat . Tidak, kebatilan akan selalu diungkap dan terungkap. Nurhasan itu malik Abdul Aziz wanna be. Berspekulasi melakukan petualangan politik mewujudkan mamlakah seperti Malik Abdul Aziz, namun kandas. Jadilah ‘imamah abal-abal’ seperti yang kita lihat sekarang. Kemafiaan akidah. Nurhasan juga mengalami historical coincidental yaitu ketika nurhasan kembali ke Indoneisa tahun 1941. Masa-masa itu Diindonesia memang sedang mengalami era revolusi. Muso, Syarifuddin prawiranegra, Kahar muzakar, Andi Aziz, kartosuwiryo, Daud Beureuh mengusung konsep daulah masing-masing. Di jawa barat, kartosuwiyo mendirikan Imamah wa daulah dan memproklamirkan Negara islam indonesia, namun dapat ditumpas oleh gerakan pagar betis Divisi Siliwangi. Amir Fattah dan Jamaah Muslimin juga mengusung kekhalifahan dan beat dimana nurhasan juga sempat bergabung dibawahnya. Semua peristiwa itu mengilhami pada Nurhasan untuk bersikap latah “ah gue juga mau jadi khalifah” “gue mau kayak malik Abdul Aziz” “gue punya konsep yang lebih baik dari Amir fattah dan Kartosuwiryo”. Maka mulailah Nurhasan melakukan petualangan dan spekulasi politiknya. Terjadilah beat Al hukam tahun 1962 di lapangan Gading. Nurhasan lalu membuat basis “wilayah” pertama di gading mangu. Oleh karena itu jokam 354 asal gading dinamakan “muhajir’ dikalangan 354. bahkan muhajir ini ada pengajian khususnya.(gading ini diibaratkan kota madinah oleh nurhasan, yang merupakan wilayah dari daulah islamiyah Rasulullah SAW) Di Teks Cai bahkan disebut Nurhasan berkata “jadinya muhajir ini adalah jadinya jamaah, gagalnya muhajir ini adalah gagalnya jamaah’. Jadi sebenarnya Nurhasan tahu, kalau Imamah Alhukam yang syariat harus ada daulah wal wilayah. Maka gadingmangu dijadikan “negara” awal jokam 354. Hal ini yang luput dari pengetahuan para pengikutnya. Pengikutnya memang tetap dikondisikan tidak tahu, agar ambisi ini dapat terwujud. Nurhasan ingin mewujudkan sebuah tatanan masyarakat ideal, namun maen tabrak sana-sini dalam upayanya. Bahkan sampai menyimpangkan syariat. Akhirnya kepenyimpangan kian jauh dan kian mengkristal.tujuan yang awalnya idealisme akhirnya menjadi metamorfosis menjadi kepentingan pragmatisme karena memang tidak didirikan dilandasan dan ushul yang benar. Salah di pondasi. Seperti bikin rumah tingkat megah, udah berdiri tapi pondasinya rapuh. Hanya kelihatan besar tapi sebenarnya rapuh. Petinggi 354 pun bingung. Parapakubumi yang belajar ditanah sucipun sebanarnya tahu bahwa konsep jamaah ala 354 itu menyimpang, tapi disatu sisi mereka merasa sayang untuk melakukan pembenahan karena melihat jamaah yang terlihat besar dengan segala asetnya. Akhirnya munculah teori-teori baru pembenaran dari KH dan AZ pakubumi walaupun mereka harus menentang ilmu yang didapat,amanat dari gurunya dan mungkin hatikecilnya. Mereka takut kalau pembenahan akan mengakibatkan larinya pengikut dan lepasnya loyalitas. Mereka menggunakan logika sederhana, padahal apabila rujuilal haq, insyaAllah yang didapat mereka adalah kebarokahan. Sengaja atau tak sengaja, ini malah ngepasi dengan kelakuan para Rabi-rabi yahudi, yang sebenarnya tahu kebenaran, tapi ketika disampaikan ke pengikutnya, para rabi ini justru menyimpangkan kebenaran. Para pengikut Yahudipun lebih memilih rabi-rabi itu, bahkan para nabi Allah yang bertugas untuk membenahi bani Israil justru banyak yang dibunuh.Rabi-rabi yahudi jugalah yang mengobrak-ngabrik syariat Allah. Mirip gaya 354 dengan menggunakan istilah ‘ijtihad imam’.Inilah yang dimaksud Rasulullah menthogutkan pembesar-pembesarnya dan tidak mengembalikan kebenaran dengan pemahaman yang benar.(tapi apa kata imam dan pakubumi aja deh)

  • al fadany

    Pajak adalah kewajiban rakyat kpd pemerintah dan hadits diatas tidak masuk dalam pajak negara, silahkan ikuti artikel perbedaan zakat dan pajak sbb:

    [1]. Zakat : Adalah hak yang wajib pada harta tertentu, untuk orang-orang tertentu, dikeluarkan pada masa tertentu, untuk mendapatkan keridhaan Allah, membersihkan diri, harta serta masyarakat.

    Sedangkan Pajak : Adalah beban yang ditetapkan pemerintah, yang dikumpulkan sebagai keharusan dan dipergunakan untuk menutupi anggaran umum pada suatu segi. Dan pada segi lain, untuk memenuhi tujuan-tujuan perekonomian, kemasyarakatan, politik, serta tujuan-tujuan lainnya yang dicanangkan oleh negara.

    [2]. Zakat, ditunaikan dengan maksud ibadah (taqarrub) kepada Allah. Sedangkan nilai (makna) demikian ini tidak terpenuhi pada Pajak. Karena Pajak hanya bersifat keharusan yang ditetapkan oleh negara.

    [3]. Zakat, adalah kewajiban yang ditetapkan langsung kadar ukurannya oleh syari’at, tanpa memberi peluang bagi hawa nafsu dan keinginan pribadi manusia untuk ikut dalam menetapkannya.

    Sedangkan Pajak, ditetapkan oleh pemerintah, yang kadarnya dapat ditambah kapan saja, manakala pemerintah menginginkannya sesuai kepentingan maslahat pribadi dan masyarakat.

    [4]. Zakat, telah ditetapkan tempat penyalurannya oleh syari’at. Bahwa golongan yang berhak menerima zakat telah ditetapkan langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Adapun Pajak, hanya dikumpulkan dalam kas negara, dan dibelanjakan menurut kepentingan yang berbeda-beda.

    [5]. Zakat, merupakan kewajiban yang sudah ditetapkan dan bersifat kekal selama di bumi ini ada agama Islam dan ada kaum muslimin.

    Adapaun Pajak, maka tidak memiliki sifat tetap dan kekekalan, baik dari segi jenisnya, ukuran minimal wajibnya, kadarnya, maupun tempat pembelanjaannya.

    [Dinukil dari Kitab Az-Zakat hal. 75-80 oleh Prof. DR Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar, Penerjemah Ustadz M.Dahri, Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun VII/1424H/2003M]

    sumber: http://www.almanhaj.or.id

  • saifulloh

    saya sebagai orang LDII yang masih aktif sambungnya,agaknya kurang yakin ,apakah berani tokoh-tokoh LDII/ulama-ulama LDII,untuk memenuhi undangan/ajakan pak mauluddin untuk berdiolog mengenai kesesatan LDII,lebih-lebih yang akan dibahas mengenai usrun/isrun,? karena sepengetahuan saya didalam LDII membicarakan isrun{negatif}di anggap masalah besar{menentang amir}dan bisa-bisa orang tersebut dicap resolosi bahkan murtad,dan di dalam jama ah LDII berbicara masalah isrun adalah tabu,kenapa saya yakin dengan pendapat ini, karena isrun,bai at,keamiran,adalah menyangkut masalah bithonah,dan 3 bithonah ini harus ditutupi dengan cara apapun kalau perlu dengan nyawa sekalipun,karna RUH nya jama ah LDII itu adalah 3 bithonah, doktrin dalam jamaah adalah{fathonah bithonah budiluhur luhurengbudi karena ALLAH} dan sekali lagi,meskipun saya kurang yakin LDII mau berdiolog dengan pak mauluddin masalah kesesatan nya,saya selalu berharap LDII mau berdiolog,aamiin

  • achwan kudin

    Kalau benar LDII sudah paradigma baru dan sudah tidak ada lagi hubungan dengan Islam Jamaah, mestinya LDII senang kepada orang yang keluar dari Islam Jamaah. Kenyataannya terbalik. Ust Bambang Alm dijeblosin kedalam penjara. Kemudian Ustadz Mauludin mestinya ditampung oleh LDII.Karea beliau keluar dari Islam Jamaah. Malah LDII ikut memusuhi Ust Mauludin dengan ,akan makin banyak anggota LDII yang keluar karena Ustadz awaluddin kluar.

  • http://yahoo een

    bagaimana dg pajak yg ada di negeri kita? makan dirumah makan ada ppn nya,penghasilan ada pajaknya, rumah ada pajaknya,dll apakah terkena juga hadist tsb?