Amir Majelis Mujahidin Muhammad Thalib Mundur

Amir Majelis Mujahidin Muhammad Thalib Mundur

Muhammad Thalib

Jakarta – Amir Majelis Mujahidin, Ustad Muhammad Thalib, dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya. Ketidaknyamanan dalam kerja sama dengan Tanfidzi dan pengaderan yang gagal disebut menjadi pemicunya.

“Saya dengar alasan beliau adalah tidak mampu menjalankan amanah sebagai amir,” kata anggota Ahlul Halli Wal Aqdi Majelis (AHWA) Majelis Mujahidin, Ustad Irfianda Abidin, saat dihubungi Suara Islam Online, Selasa (10/7/2012).

Ustad Irfianda mengaku dirinya pernah diberitahu perihal pengunduran diri Ustad Thalib itu, tetapi melalui SMS. Pemberitahuan itu juga tidak disampaikan langsung oleh Ustad Thalib. “Ada orang mengaku sebagai sekretaris pribadi beliau, SMS saya memberitahu itu (pengunduran diri Ustad Thalib, red),” ungkapnya.

Atas berita ini tentu saja, Ustad Irfianda mengaku kaget sekaligus sangat menyayangkan. “Kita tidak bisa bersikap, karena mestinya pengunduran itu di forum rapat”, jelasnya.

Ustad Irfianda juga menyayangkan sikap Ustad Thalib yang terburu-buru membuka persoalan ini ke publik melalui pers. Mestinya, kata Irfianda, diselesaikan dahulu secara internal. “Beliau ini kan amir. Persoalan ini belum dibahas (di internal). Jadi terlalu terburu-buru lah”, kata tokoh Minang ini.

Apakah persoalan mundurnya Ustadz Thalib ini murni karena merasa tidak mampu?. Ternyata tidak. Ada dugaan lain persoalan ini mencuat akibat konflik pencetakan Al Quran Terjemah Tafsiriyah.

“Selama ini telah ada kontrak pencetakan Al Quran Terjemah Tafsiriyah itu oleh Yayasan Ahlu Shuffah. Nah, saya dengar anaknya Ustad Thalib juga ingin mencetaknya”, jelas ustadz Irfianda.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, seluruh pengurus Majelis Mujahidin akan berkumpul di Yogyakarta, pada Ahad, (15/7) lusa. Selain membahas mundurnya Ustad Thalib, pertemuan itu juga akan membahas rencana Munas di Palembang pada 2013, laporan kerja Tanfidzi dan laporan tentang sekolah dai diplomat.

Jika pengunduran diri Ustad Thalib diterima, siapa yang akan menggantikan posisinya?. “Ya itu nanti hari Ahad kita bahas”, jawab Ustad Irfianda.

Sebelumnya, GATRA News, pada Sabtu (7/7/2012) merilis berita berjudul “MAJELIS MUJAHIDIN: Dilanda Perpecahan Pimpinan?.” Dalam berita itu disebutkan bahwa Ustad Muhammad Thalib telah melayangkan surat pengunduran diri ke Ahlul Halli Wal Aqdi Majelis (AHWA) MM, tertanggal 14 Juni.

“Saya beri waktu dalam tempo dua pekan, surat pengunduran itu mesti direspons dan diumumkan oleh AHWA,” tutur Thalib kepada GATRA. ”Karena tidak direspon, ya, akhirnya saya mengumumkan kepada publik,” kata Thalib, yang menjadi Amir MM periode 2008-2013.

Dalam surat pengunduran dirinya, Thalib mengatakan bahwa keputusan itu diambil karena adanya suasana tidak nyaman dalam kerja samanya dengan Tanfidzi Pusat. Surat yang dilayangkan pada 14 Juni itu ditujukan kepada Kaatib Aam (Sekretaris), Nashruddin Salim. Beberapa hari setelah itu, Thalib mengecek apakah surat tersebut sudah dibahas di forum AHWA. “Jawaban Nashruddin, tidak ada respons dari anggota AHWA,” tutur Thalib menirukan jawaban Nashruddin kepadanya.
Red: shodiq ramadhan Shodiq Ramadhan | Selasa, 10 Juli 2012 | 17:42:22 WIB/si online

Foto: muslimdaily

(nahimunkar.com)

email