Awas! Sekolah SD pun Jadi Sasaran Narkoba

Awas! Sekolah SD pun Jadi Sasaran Narkoba

Sekolah kini menjadi tempat yang rawan peredaran narkoba. Modus penyebarannya bervariasi. Yang membahayakan, melalui media makanan, seperti permen.

800 murid SD di Tasikmalaya sudah kecanduan narkoba.

Yang membuat miris dan memprihatinkan, ratusan bocah itu kali pertama mengonsumsi narkoba karena tidak sengaja dan tidak tahu. Mereka mengosumsi permen, yang tanpa diketahui ternyata mengandung narkoba.

Inilah beritanya:

800 Murid SD di Tasikmalaya Kecanduan Narkoba

[ Rabu, 02 Desember 2009 ]

TASIKMALAYA – Orang tua harus makin hati-hati menjaga anak-anaknya, terutama yang masih duduk di sekolah dasar. Gerakan Antinarkotika (Granat) Kota Tasikmalaya merilis fakta bahwa sedikitnya 800 murid SD di kota itu sudah kecanduan narkoba.

Yang membuat miris dan memprihatinkan, ratusan bocah itu kali pertama mengonsumsi narkoba karena tidak sengaja dan tidak tahu. Mereka mengosumsi permen, yang tanpa diketahui ternyata mengandung narkoba.

Data yang dirilis Granat tersebut didasarkan pada survei Badan Narkotika Nasional (BNN) per Agustus 2009. Selain SD, rilis itu menyebutkan pelajar SMP dan SMA Kota Tasikmalaya yang kecanduan barang haram tersebut.

Selengkapnya, ada 1.400 siswa SMP dan 1.600 siswa SMA. ”Fakta itu merupakan salah satu indikator yang menjadikan Kota Tasikmalaya berada di peringkat pertama kasus narkoba se-Jawa Barat. Data itu didapatkan dari hasil pengungkapan BNN,” ungkap Lefran Osak, ketua bidang pendidikan dan penyuluhan Granat Kota Tasikmalaya.

Menurut Lefran, sekolah kini menjadi tempat yang rawan peredaran narkoba. Modus penyebarannya bervariasi. Yang membahayakan, kata dia, melalui media makanan, seperti permen.

Permen kerap dikonsumsi anak sekolah. Karena itu, Lefran mengimbau semua pihak untuk memperketat pengawasan makanan di sekolah. ”Anak-anak mulai tergiur narkoba dari makanan yang kurang terkontrol. Jika sudah mencicipi makanan itu (mengandung narkoba) satu kali, lama-lama akan ketagihan,” katanya.

Ketua Granat Kota Tasikmalaya Asep Heru menambahkan, selain narkoba dalam makanan, siswa SD kerap menyalahgunakan lem (hisap lem), obat-obatan seperti Dextro. Setelah itu mereka ketagihan, lalu merambah ke jenis ganja.

Perwakilan DPD Granat Provinsi Jawa Barat Wanda mengungkapkan, candu narkoba bisa berpengaruh terhadap psikologi anak. Perilaku anak akan berubah drastis.

Bahkan, banyak peristiwa gara-gara kecanduan narkoba, seseorang nekat mencuri hingga menjual diri. ”Sementara itu, penyembuhan pecandu cukup sulit,” jelas Wanda pada penyuluhan bahaya narkoba di SMA Pasundan 2 kemarin.

Untuk mencegah penyebaran narkoba, Granat gencar mengadakan sosialisasi bahaya narkoba yang bisa menyebabkan penularan HIV/AIDS. Seperti kemarin, sekitar 110 siswa dari berbagai SMA diberi penyuluhan tentang bahaya narkoba di SMA Pasundan 2. Dalam kegiatan itu, tiap peserta diberi tanda pita merah sebagai simbol keprihatinan atas maraknya narkoba. (tin/jpnn/ruk)

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=103413