Cara Presiden Memberantas Takhayul dan Kemusyrikan

Setidaknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah dua kali mengingatkan masyarakat agar menjauhi takhayul (keyakinan batil berdasarkan khayalan belaka) dan kemusyrikan (menyekutukan Allah dengan lain-Nya).

Pertama, dalam kasus dukun cilik Ponari di Jombang Jawa Timur yang didatangi banyak orang karena dipercayai memiliki batu petir yang berkasiat ampuh hingga dianggap dapat menyembuhkan segala penyakit. Maka Presiden SBY berpidato di Solo, Ahad (8/3/2009).

Diberitakan, fenomena dukun cilik asal Jombang, Ponari ikut meresahkan Presiden SBY. SBY pun meminta agar masyarakat Indonesia tidak percaya dengan hal-hal yang berbau syirik dan takhayul. Karena hal itu bisa membuat Indonesia mundur.

“Janganlah bangsa Indonesia tenggelam dalam syirik dan takhayul. Bangsa yang
dalam pikiran dan hatinya tenggelam dalam hal-hal seperti itu, tidak akan tumbuh menjadi bangsa yang rasional dan cerdas,” ujar SBY. (detiknews, Senin, 09/03/2009 00:20 WIB).

Kedua, dalam peristiwa bencana meletusnya Gunung Merapi dan tsunami Mentawai (Oktober 2010), Presiden SBY meminta semua pihak untuk meninggalkan cara pandang takhayul seputar bencana meletusnya Gunung Merapi dan tsunami Mentawai.

“Kalau ilmiah kita pelajari tapi kalau takhayul kita tinggalkan,” pinta SBY, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1 Nov 2010).

Menurut Presiden, dia terus memantau perkembangan letusan Merapi dengan menelepon Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, karena telah terjadi lagi letusan baru Gunung Merapi. Demikian sebagaimana diberitakan poskota.co.id. Selasa, 2 November 2010 – 6:12 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 530 kali, 1 untuk hari ini)