Beberapa Kekeliruan Kaum Muslimin Seputar Lailatul Qadar

Artikel, Kata Hikmah, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

Beberapa Kekeliruan

Kaum Muslimin Seputar Lailatul Qadar

Berikut ini kami ketengahkan sebuah karya tulis perihal beberapa kesalahan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin berkaitan dengan Lailatul Qadar. Makalah yang ditulis oleh Syaikh Masyhur bin Hasan, kami terjemahkan dari Al Ashalah, Edisi 3/15 Sya’ban 1413H halaman 76 - 78. Semoga bermanfaat dan sebagai peringatan bagi kami dan segenap kaum muslimin.

Kesalahan-kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa kaum muslimin dalam masalah puasa dan shalat tarawih sangat banyak; baik dalam masalah keyakinan, hukum atau perbuatan. [Selengkapnya]

I’tikaf

Artikel, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

I’tikaf

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa beri’tikaf selama sepuluh hari setiap bulan Ramadhan. Pada tahun beliau wafat, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Al-Bukhari).

I’tikaf adalah sebuah ibadah yang terkumpul pada-nya berbagai jenis ibadah lainnya. Berupa tilawah Al-Qur’an, shalat, dzikir, doa dan lain-lain.

Orang yang belum pernah i’tikaf, menggambarkannya sebagai sebuah ibadah yang berat dan sulit. Padahal i’tikaf sangatlah mudah bagi orang yang Allah beri kemudahan. Yaitu bagi orang yang mempersenjatai dirinya dengan niat ikhlas dan tekad yang sungguh-sungguh. Allah pasti akan menolongnya. [Selengkapnya]

Mo Limo, Lima Kejahatan yang Merusak Masyarakat

Artikel, Kata Hikmah, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

Mo Limo, Lima Kejahatan yang Merusak Masyarakat

Istilah Mo Limo (lima kejahatan) sudah dikenal sejak lama. Lima kejahatan itu disebut Mo Limo, karena orang Jawa dulu memakai huruf Ho-no-co-ro-ko. Huruf M disebut Mo, maka singkatan M5 menjadi Mo Limo.

Lima kejahatan itu adalah (1) main ( judi), (2) maling (mencuri), (3) madat (nyeret, minum candu). Kalau sekarang narkotik dan obat-obat adiktif yang disebut narkoba; termasuk putauw, ekstasi, shabu-shabu dsb. (4) Minum (minuman memabukkan), dan (5) madon (main perempuan: berzina, melacur). [Selengkapnya]

Nuzulul Qur’an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

Artikel, Kata Hikmah, Lain-lain, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

Nuzulul Qur’an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

Pada bulan Ramadhan banyak umat Islam yang menggelar acara peringatan Nuzulul Qur’an. Untuk itu perlu kiranya kali ini menyoroti masalah Nuzulul Qur’an, hukum memperingatinya dan fungsi utama diturunkannya Al-Qur’an.

Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli sejarah banyak berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an, pada bulan apa dan tanggal berapa, paling tidak ada tiga pendapat : [Selengkapnya]

Seputar Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an)

Artikel, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

Seputar Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an)

Al-Qur’an -secara umum sebagai sebuah kitab suci- turun pertama kali kepada Rasulullah pada malam al-Qadr (Lailatul Qadr) pada bulan Ramadhan. Hal ini didukung oleh firman Allah Ta’ala

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [القدر/1]

(artinya): “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam al-Qadr (yang mulia)”. (Q.s.,al-Qadr: 1)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ [الدخان/3، 4]

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan,[3]. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”[44]. (Q.s.,ad-Dukhan:3, 4) [Selengkapnya]

MEMBACA AL QUR’ANUL KARIM DI BULAN RAMADHAN DAN LAINNYA (02)

Artikel, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

8. Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

(( يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِيْ الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُهَا )) رواه أبو داود والترمذي، وقال: حديث حسن صحيح.

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an: “Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana yang telah kamu lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih).

9. Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

(( الَّذِيْ يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِيْ يَقْرَأُ القُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ )) متفق عليه.

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi ta’at, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala.” (Hadits Muttafaq alaih). [Selengkapnya]

MEMBACA AL QUR’ANUL KARIM DI BULAN RAMADHAN DAN LAINNYA (01)

Artikel, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

MEMBACA AL QUR’ANUL KARIM DI BULAN RAMADHAN DAN LAINNYA

Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab Al-Qur’an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang muslim. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya Muhammad, yang diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta.

Adalah ditekankan bagi seorang muslim yang mengharap rahmat Allah dan takut akan siksa-Nya untuk memperbanyak membaca Al Qur’anul Karim pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan dan pahalanya. Karena Al Qur’anul Karim adalah sebaik-baik kitab, yang diturunkan kepada Rasul termulia, untuk umat terbaik yang pernah dilahirkan kepada umat manusia, dengan syariat yang paling utama, mudah, paling luhur dan paling sempurna. [Selengkapnya]

ESQ DAN PLURALISME AGAMA

Artikel, Kata Hikmah, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

ESQ DAN PLURALISME AGAMA[1]

Oleh Dinar Dewi Kania dan Aji Jumiono,

mahasiswa Program Doktor Pendidikan Islam PKU-DDII Universitas Ibn Khaldun, Bogor.

– ESQ tidak boleh sembrono dalam mengambil penemuan-penemuan sains yang masih spekulatif karena teori SQ masih perlu dikritisi tidak semata-mata dengan memodifikasi konsep dengan mencuplik ayat dan hadist yang sepertinya sesuai dengan fenomena sains.

Sebagai contoh, ketika ESQ menjustifikasi bahwa penemuan God Spot sesuai dengan ajaran Islam, ESQ berpegang dari hadits yang diriwayatkan Bukhari Muslim yang berbunyi ”Di dalam diri manusia ada segumpal daging. Bila baik daging itu, maka baiklah orangnya. Bila jelek daging itu, maka jeleklah orang itu. Daging itu adalah qalb.” Secara tidak langsung ESQ menyetujui bahwa letak hati atau qalb itu berada di otak sebagaimana penemuan neurosains. Sedangkan penemuan neurosain terbaru pun bisa menyanggah teori tersebut. [Selengkapnya]

ESQ dan Asmaul Husna

Artikel, Kata Hikmah, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

ESQ dan Asmaul Husna

Rabu, 21 Juli, 2010 09:19

Dari:

Kepada: insistnet@yahoogroups.com

Assalamu`laikum, warahmatullah wabarakatuh.

Berikut sedikit komentar dari saya:

1. Sepertinya, yang dikeluhkan oleh para pengkritik ESQ dalam kaitannya dengan asma Allah itu bukan “peneladanan” (dalam pengertiannya yang positif), melainkan penandingan, peniruan, atau pengambilalihan asma-asma yang mengandung berbagai sifat keagungan itu sedemikian rupa sehingga seseorang diarahkan untuk “bertindak atas nama Allah Yang Maha Mulia dan bertindak sebagai wakil Allah”. [Selengkapnya]

Rangkaian Sorotan Tajam terhadap ESQ Ary Ginanjar

Artikel, Kata Hikmah, Resensi Buku No Comments print this page Cetak

Rangkaian Sorotan Tajam terhadap ESQ Ary Ginanjar

Untuk menambah materi bahwa ESQ telah lama dibicarakan masyarakat mengenai aneka penyimpangannya, berikut ini nahimunkar.com tampilkan apa yang telah beredar di mailing list.

Hadits-hadits yang lemah bahkan palsu bertebaran di sana-sini dari karya ESQ Ary Ginanjar. Demikian pula penafsiran ayat-ayat ataupun surat secara seketidak mampuan tokoh itu, dibandingkan dengan penafsiran Imam Ibnu Katsir, ulama yang diakui oleh dunia Islam. [Selengkapnya]

« Previous Entries