Di Cirebon : 1.200 Pasang Warga Pilih Nikah Siri

Di Cirebon : 1.200 Pasang Warga Pilih Nikah Siri

Selasa, 23 Februari 2010 – 1:04 WIB

CIREBON (Pos Kota) – Di saat muncul perdebatan mengenai Rancangan Undang-Undang Pengadilan Agama serta ancaman pidana bagi pelaku nikah siri, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ada 1.200 pasang warga desa melakoni kehidupan dengan nikah siri.

Model pernikahan tersebut sudah berlangsung  turun temurun.Di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaen Cirebon, Jawa Barat, terdapat 2.000 pasang  suami-istri. Dari jumlah tersebut 1.200 pasang atau sekitar 60 persen memilih nikah siri.

Menurut Caca Effendi, Kepala Desa Sinarancang, Senin (22/2), pilihan warganya itu dikarenakan lebih mudah, murah dan sah menurut Agama Islam.

PUNYA EMPAT  ANAK

Saya  puluhan tahun menikah dan sudah dikarunia 4 anak dan itu saya lakukan secara siri, yang penting sesuai dengan syariah agama,” kata Samiun, 45, warga Desa Sinarancang.

Warga desa ini sebagaian besar dari kelompok ekonomi pas-pasan. Bila menempuh perkawinan dicatat kantor urusan agama (KUA), membutuhkan biaya tak sedikit untuk ukuran yang bersangkutan.

“Nikah siri, kami hanya merayakan secara keluarga saja. Biayanya ringan,” lanjut Samiun.

Kehidupan sehari-hari warga setempat tak beda dengan warga yang nikah lewat KUA. Persoalan muncul dihadapi warga ketika mengurus dokumen kependudukan dan sejenisnya untuk putra-putri mereka yang hendak menempuh pendidikan dasar hinga lanjutan sesuai dengan kemajuan zaman.

Keluarga yang dilandasi hubungan perkawinannya menempuh nikah siri, tidak mendapatkan layanan dokumen kependudukan dan sejenis. Aparat desa tidak dapat melayani yang bersangkutan karena tidak memenuhi persyaratan.

GELAR NIKAH MASSAL

Munculnya hambatan tersebut, pasangan yang menempuh nikah siri     sadar sekaligus  mendesak aparat desa untuk menggelar nikah massal sesuai dengan aturan ketatanegaraan. Masa depan generasi penerusnya terutama dalam menuntut ilmu diharapkan tidak terbentur dokumen kependudukan dan sejenisnya.

Kepala desa kini  sedang merancang agenda nikah massal warganya dengan cara berkoodinasi dengan aparat terkait. Intinya, kesadaran warga untuk melangsungkan pernikahan   dicatat KUA dditangngapi dengan serius.

“Kami bersama KUA sedang merencanakan pernikahan massal untuk warga,” kata  Caca Effendi. (darman/ds/aw/t) http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/02/23/