<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Nahimunkar</title>
	<atom:link href="http://www.nahimunkar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nahimunkar.com</link>
	<description>Waspada Aliran dan Paham Sesat</description>
	<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:44:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bank Syari’ah</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/bank-syari%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/bank-syari%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kata Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2090</guid>
		<description><![CDATA[
 Bank Syari’ah
 
Kehadiran perbankan syari’ah akhir-akhir ini kian marak dan telah menjadi bagian dari gaya hidup kalangan muslim perkotaan. Ada sebongkah kekhawatiran, kehadiran perbankan syari’ah akan menempuh perjalanan yang sama dengan perjalanan busana muslimah (jilbab). Ketika busana muslimah (jilbab) kian marak, kehadirannya ‘diusik’ oleh kemunculan “jilbab gaul” yang sepertinya islami namun sesungguhnya tidak sesuai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><!--[endif]--> <strong><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">Bank Syari’ah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kehadiran perbankan syari’ah akhir-akhir ini kian marak dan telah menjadi bagian dari </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">gaya</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> hidup kalangan muslim perkotaan. </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ada</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> sebongkah kekhawatiran, kehadiran perbankan syari’ah akan menempuh perjalanan yang sama dengan perjalanan busana muslimah (jilbab). Ketika busana muslimah (jilbab) kian marak, kehadirannya ‘diusik’ oleh kemunculan “jilbab gaul” yang sepertinya islami namun sesungguhnya tidak sesuai dengan ketentuan syari’ah.<span id="more-2090"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Menurut catatan, perintis perbankan syariah adalah Ahmad El Najjar yang memulai upaya eksperimentalnya ini di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">kota</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> Mit Ghamr, Mesir, pada tahun 1963, dengan mengambil bentuk bank simpanan berbasis bagi hasil (profit sharing). Maksudnya, selain tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar dana dari nasabah diinvestasikan pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. Di tahun 1967, sudah berdiri 9 bank sejenis di seluruh kawasan Mesir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ketika memulai konsep perbankan ini Ahmad El Najjar sama sekali tidak menggunakan atribut Islam. Namun secara fundamental, <span style="color: #3366ff;">konsep perbankan yang digagasnya didasari oleh larangan dalam agama Islam. Yaitu, larangan memungut maupun meminjam dengan bunga (riba), serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram</span> seperti usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Barulah di awal 1970-an, konsep perbankan sebagaimana digagas Ahmad El Najjr diberi nama bank Islam. Misalnya, Islamic Development Bank (1974) yang disponsori oleh negara-negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), berkantor pusat </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">di Jeddah</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Saudi Arabia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. Di tahun 1975 ada Dubai Islamic Bank. Sedangkan pada tahun 1977 berdiri Faisal Islamic Bank of </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sudan</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> dan Faisal Islamic Bank of </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Egypt</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bila </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Malaysia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> sudah memiliki lembaga keuangan syari’ah sejak 1983 (Muslim Pilgrims Savings Corporation), maka di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> sejak 1991 sudah ada perbankan serupa dengan nama Bank Muamalat </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> yang diprakarsai oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan pemerintah, serta mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dan beberapa pengusaha muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sejak 1998 keberadaan bank syariah di Indonesia telah diatur melalui UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Berdasarkan data MUI, hingga Agustus 2007 jumlah perbankan syari’ah yang sudah mendapat rekomendasi DSN-MUI (Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia), mencapai lebih dari 30 bank dan ratusan BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perbankan syari’ah pada umumnya menganut prinsip-prinsip berdasarkan hukum Islam, seperti:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>1.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>2.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>3.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Islam tidak memperbolehkan &#8220;menghasilkan uang dari uang&#8221;. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>4.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>5.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam Islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Perbedaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perbankan syari’ah mempunyai perbedaan yang cukup mendasar dibandingkan dengan perbankan konvensional. Bank syariah melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dalam memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, sedangkan bank konvensional didirikan untuk mendapatkan keuntungan material sebesar-besarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Di bidang investasi, bank syari’ah berinvestasi pada usaha yang halal, sedangkan bank konvensional bebas nilai. Dalam pengelolaan, bank syari’ah menggunakan prinsip syari’ah yang melarang diterapkannya sistem bunga kepada nasabah, namun dikenal prinsip bagi hasil. Sedangkan bank konvensional menghalalkan bunga bank.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam hal bagi hasil, besaran bagi hasil pada bank syari’ah berubah-ubah sesuai kinerja bank. Bila bank mengalami keuntungan, maka besaran bagi hasil akan bertambah. Sedangkan pada bank konvensional besarnya bunga adalah tetap, meski bank mengalami keuntungan, besarnya bunga tidak bertambah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;">Perbedaan lainnya, pada bank syari’ah ada keharusan memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam struktur organisasinya.</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> Sedangkan pada bank konvensional, tidak ada keharusan memiliki lembaga sejenis itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perbedaan mendasar antara bank syari’ah dengan bank konvensional, terletak pada tujuannya. Tujuan bank syari’ah selain berorientasi kepada keuntungan (profit) juga berorientasi kepada falah. Artinya bank syariah tidak semata-mata mencari profit tetapi juga berusaha meraih kemenangan baik di dunia maupun di akhirat. Kemenangan di dunia artinya keberhasilan menunjukan bahwa bank syariah adalah sistem perbankan yang terbaik, sedangkan kemenangan di akhirat berupa pahala dan kebaikan di sisi Allah. Sedangkan tujuan bank konvensional adalah profit oriented yaitu semata-mata mencari keuntungan dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bank Muamalat </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> (BMI)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sebagai perintis perbankan syari’ah di Indonesia Bank Muamalat Indonesia (BMI) didirikan pada tanggal 24 Rabius Tsani 1412 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Nopember 1991. BMI memulai kegiatan operasinya pada tanggal 27 Syawwal 1412 H atau bertepatan dengan tangal 1 Mei 1992.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Lebih dua tahun sejak beroperasi, tepatnya pada tanggal 27 Oktober 1994, BMI berhasil menyandang predikat sebagai Bank Devisa. Pada akhir tahun 90-an, ketika </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> dilanda krisis moneter, sektor perbankan nasional tergulung oleh kredit macet di segmen korporasi, BMI pun terimbas dampak krisis, yaitu mengalami kerugian sebesar Rp 105 miliar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Oleh karena itu, diperlukan upaya memperkuat permodalan. Dalam kaitan ini, BMI mendapat respon positif dari Islamic Development Bank (IDB) yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Pada RUPS tanggal 21 Juni 1999 IDB secara resmi menjadi salah satu pemegang saham BMI. Dalam kurun waktu 1999-2002, BMI berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba berkat upaya dan dedikasi setiap Kru Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi pengembangan usaha yang tepat, serta ketaatan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Menurut catatan, hingga akhir 2004, BMI tetap merupakan bank syariah terkemuka di Indonesia dengan jumlah aktiva sebesar Rp 5,2 triliun, modal pemegang saham sebesar Rp 269,7 miliar serta perolehan laba bersih sebesar Rp 48,4 miliar pada tahun 2004.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sampai saat ini, selain BMI, ada dua bank umum lainnya yang secara khusus merupakan bank syari’ah yaitu Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Syari’ah Mega </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. Sedangkan belasan lainnya merupakan unit usaha syari’ah dari bank umum atau bank daerah (BPD).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bank Syari’ah Mandiri (BSM)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sekitar delapan tahun setelah kehadiran BMI, lahirlah Bank Syari’ah Mandiri (BSM) pada tanggal 25 Oktober 1999. Secara resmi BSM beroperasi pada tanggal </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">1 November 1999</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. Hampir seluruh saham BSM dimiliki oleh PT Bank Mandiri Tbk. yaitu sekitar 91.674.512 lembar saham. Sedangkan satu lembar saham BSM dimiliki oleh PT Sekuritas Mandiri. Modal dasar BSM sebesar Rp 1 triliun, sedangkan model disetor sekitar Rp 658 milyar lebih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sebagaimana perbankan syari’ah pada umumnya, BSM juga menerapkan prinsip-prinsip keadilan, kemitraan, keterbukaan, dan universalitas. Prinsip keadilan tercermin dari penerapan imbalan atas dasar bagi hasil dan pengambilan margin keuntungan yang disepakati bersama antara Bank dan Nasabah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sedangkan prinsip kemitraan, bermakna BSM menempatkan nasabah penyimpanan dana, nasabah pengguna dana, maupun Bank pada kedudukan yang sama dan sederajat dengan mitra usaha. Hal ini tercermin dalam hak, kewajiban, resiko dan keuntungan yang berimbang di antara nasabah penyimpan dana, nasabah pengguna dana maupun Bank. Dalam hal ini bank berfungsi sebagai intermediary institution lewat skim-skim pembiayaan yang dimilikinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Prinsip keterbukaan dapat dilihat melalui laporan keuangan BSM yang terbuka secara berkesinambungan, nasabah dapat mengetahui tingkat keamanan dana dan kualitas manajemen bank. Sedangkan prinsip universalitas bermakna, dalam beroperasi BSM tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan agama dalam masyarakat namun tetap konsisten dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil&#8217;alamiin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bank Syari’ah Mega </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> (BSMI)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sekitar </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">lima</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> tahun setelah BSM berdiri, sekitar tahun 2004 berdiri satu lagi bank syari’ah bernama Bank Syari’ah Mega Indonesia (BSMI). Sebelum menjadi BSMI, lembaga keuangan syari’ah merupakan pengembangan dari PT Bank Umum Tugu yang diakuisisi oleh Para Group pada tahun 2001. Para Group (PT Para Global Investindo dan PT Para Rekan Investama) merupakan kelompok usaha yang menaungi PT Bank Mega, Tbk., Trans TV, dan beberapa perusahaan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sejak semula, PT Bank Umum Tugu diakuisisi oleh Para Group untuk dikembangkan menjadi bank syariah. Tiga tahun setelah diakuisis, tepatnya pada tanggal 25 Agustus 2004 PT. Bank Umum Tugu resmi beroperasi sebagai bank syari’ah dengan nama PT<span> </span>Bank Syariah Mega </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pemegang saham mayoritas BSMI adalah PT Para Global Investindo mempunyai komitmen menjadikan BSMI sebagai bank syariah terbaik. Salah satunya diwujudkan dengan mengembangkan BSMI melalui pemberian modal yang kuat demi kemajuan perbankan syariah dan perkembangan ekonomi </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> pada umumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam upaya mewujudkan kinerja, BSMI berpegang pada azas profesionalisme, keterbukaan dan kehati-hatian. Selain itu, juga didukung oleh beragam produk dan fasilitas perbankan terkini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Untuk memudahkan nasabah dalam memenuhi kebutuhannya, BSMI bekerjasama dengan PT Arthajasa Pembayaran Elektronis sebagai penyelenggara <em>ATM Bersama</em> serta PT. Rintis Sejahtera sebagai penyelenggara <em>ATM Prima</em> dan <em>Prima Debit</em>, agar nasabah dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan lebih efisien, praktis, dan nyaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sambutan Masyarakat Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kehadiran bank syari’ah yang dirintis oleh BMI (Bank Muamalat </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">), ternyata disambut antusias oleh umat Islam </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. Menurut catatan BMI, dukungan masyarakat diwujudkan dalam bentuk pembelian saham senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta pendirian perseroan. Selanjutnya, pada acara silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bogor</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Secara kasusistik, dukungan dan komitmen umat Islam </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> terhadap tegaknya bank syari’ah dapat dilihat dari kisah yang dituturkan oleh Syarifuddin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">(<a href="http://ib.eramuslim.com/?p=562">http://ib.eramuslim.com/?p=562</a>). Semula, Syarifuddin sama sekali tidak punya rekening di bank mana pun. Namun, begitu mendengan ada bank berbasis syari’ah berdiri, ia langsung pasang niat yang kuat untuk punya account di bank tersebut. Meski harus ditempuh dengan susah payah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Saat itu, menurut pengakuannya, ia baru saja kerja, beberapa saat sebelum kerusuhan Mei 1998 terjadi. Syarifuddin adalah warga </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bogor</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> yang bekerja di kawasan industri Pulogadung, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. Namun, ia tidak patah semangat untuk memiliki account BMI yang berlokasi di jalan Jendera Sudirman, Jakarta Pusat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Menurut Syarifuddin, “Dua bulan setelah gejolak reformasi, saya mendatangi kantor Bank Muamalat Indonesia (BMI) di Sudirman. Itu satu-satunya bank syariah yang ada. Saya membuka tabungan yang dilengkapi dengan KartUkhuwah, sebuah ATM yang disinergikan dengan program infaq Dompet Dhuafa Republika. Saya adalah satu-satunya karyawan di PT Mahakam Beta Farma (Betadine) yang menggunakan account bank syariah. Kepada HRD saya bersikeras agar menerima account BMI karena tidak mau terkena bunga, sementara kebijakan manajemen mengharuskan account Bank Niaga. Karena alasannya spiritual, maka manajeman memahaminya walau itu satu-satunya transfer gaji yang tidak otomatis (karena harus disetor tersendiri).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ketika itu BMI merupakan satu-satunya bank syari’ah. Tentu membutuhkan tekad yang kuat dan pengorbanan yang luar biasa bagi sosok seperti Syarifuddin untuk menunjukkan komitmennya kepada tegaknya sebuah bank syari’ah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kegigihan dan keseriusan Syarifuddin yang beraroma sungguh-sungguh menegakkan syari’ah Islam (jihad fie sabilillah), dapat dirasakan melalui penuturannya: “Sepanjang saat BMI sebagai satu-satunya bank syariah, saya setiap minggu naik bis </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">kota</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> Pulogadung – Blok M yang melewati BMI. Pernah beberapa kali ATM BMI tidak bisa mengeluarkan uang; sehingga saya harus bolak-balik Pulogadung – Arthaloka Sudirman. Bukan sekali dua kali, saya harus gigit jari tidak mendapatkan uang karena ATM off line atau alasan-alasan lain yang sepenuhnya tidak saya mengerti. Pernah saking minimnya uang cash di tangan, makan malam hanya sebuah bakpau rasa kacang hijau yang dibeli di bawah jembatan penyeberangan di depan kantor BMI. Karena kebetulan tinggal di mess kantor di belakang pabrik, dengan hanya uang tersisa untuk ongkos Arthaloka – Pulogadung, tidak masalah. Kemudian dari pintu gerbang kawasan jalan kaki ke mess pabrik.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Boleh jadi, Syarifuddin merupakan salah satu contoh saja dari kuat dan gigihnya umat Islam di dalam berupaya menegakkan syari’ah Islam di sektor perbankan. Manajemen BMI dan bank syari’ah lainnya tidak boleh melupakan sosok seperti Syarifuddin yang kemungkinan jumlahnya cukup signifikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Semoga saja kegigihan dan komitmen yang kuat seperti ditunjukkan Syarifuddin, tidak dibalas dengan hadirnya “bank syari’ah gaul” sebagaimana telah terjadi pada fenomena maraknya “jilbab gaul” akhir-akhir ini. Seakan labelnya Islam atau Syari’ah, namun sebenarnya tidak demikian. Bahkan yang berlabel Syari’ah dan bukan dijuluki “gaul” pun ketika bank berlabel Syari’ah itu mau pasang iklan di satu majalah Islam di Jawa Tengah, maka ditolak mentah-mentah oleh pemimpin redaksinya. Bahkan pemimpin redaksi itu menantang untuk berdiskusi mengenai pengelolaannya, menurut penuturan pemimpin redaksi itu kepada <em>nahimunkar.com</em>. Ternyata pihak bank berlabel syari’ah itu tidak berani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kalau seperti itu keadaannya, bagaimana pula tanggung jawab pengontrolnya secara syar’I yakni dari DSN (Dewan Syari’ah Nasional MUI) atau yang disebut <span style="color: #3366ff;">Dewan Pengawas Syariah (DPS)? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">“Ya beratlah…” ujar <span> </span>pemimpin redaksi sebuah majalah ekonomi Islam itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bahkan dalam praktek bank yang berlabel Islami itu, kadang<span> </span>para ulama, kyai atau pakar-pakar Islam yang duduk sebagai pengawas atau penasihat dan semacamnya dijadikan semacam tameng (dengan disebut-sebut ketika mau transaksi) mengenai produk yang jelas-jelas riba menurut Syar’I, ungkap seorang ketua lembaga dakwah dan social di Jakarta Selatan kepada <em>nahimunkar.com.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kepercayaan para nasabah ataupun ummat Islam yang ingin sekali menjaga agamanya dari dosa besar yakni riba, mestinya merupakan kesempatan baik dalam hal ini. Namun godaan dan permainan belum tentu mengikuti dan sesuai dengan apa yang mereka canangkan dan beberkan kepada umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ya beratlah tanggung jawab para penghalal, bila sebenarnya bukan halal. Bagaimanapun, yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan tidak boleh dicampur aduk, apalagi atas nama Islam ataupun syari’ah. Kalau dibilang halal maka mestinya ya berani berbantah dengan orang yang mengerti masalah perbankan dan kehalalan seperti pemimpin redaksi majalah Islami tersebut. Buktinya, pihak bank yang berlabel syar’I itu tidak berani. <span> </span>Bagaimana ini sebenarnya, wahai bapak-bapak para Ulama di DSN MUI?<span style="color: #3366ff;"> </span>(haji/tede)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/bank-syari%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mesir Ancam Tarik Dubes, Jika Israel Masukkan Al-Aqsha sebagai Warisan Yahudi</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/mesir-ancam-tarik-dubes-jika-israel-masukkan-al-aqsha-sebagai-warisan-yahudi/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/mesir-ancam-tarik-dubes-jika-israel-masukkan-al-aqsha-sebagai-warisan-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 06:16:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2087</guid>
		<description><![CDATA[
Mesir Ancam Tarik Dubes, Jika Israel Masukkan Al-Aqsha sebagai Warisan Yahudi
 
Minggu, 07/03/2010 13:17 WIB 
Menurut sumber berita media Mesir, Kairo mengancam akan menarik duta besar mereka dari Tel Aviv jika Israel memasukkan Masjid Al-Aqsha kedalam daftar warisan budaya Yahudi.
Surat kabar &#8220;Al-Mishri Youn&#8221; melaporkan bahwa Kairo telah menyampaikan pesan mereka kepada Tel Aviv melalui saluran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">Mesir Ancam Tarik Dubes, Jika </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">Israel</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;"> Masukkan Al-Aqsha sebagai Warisan Yahudi</span></p>
<h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Minggu, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">07/03/2010</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">13:17</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> WIB </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Menurut sumber berita media Mesir, Kairo mengancam akan menarik duta besar mereka dari Tel Aviv jika </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Israel</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> memasukkan Masjid Al-Aqsha kedalam daftar warisan budaya Yahudi.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Surat kabar &#8220;Al-Mishri Youn&#8221; melaporkan bahwa Kairo telah menyampaikan pesan mereka kepada Tel Aviv melalui saluran diplomatik, yang menyatakan penolakan mereka atas langkah-langkah Israel yang melakukan upaya Yahudisasi terhadap Masjid Al-Aqsha dan memberi peringatan bahwa &#8220;Zona merah&#8221; ini tidak bisa diabaikan atau dilanjutkan dengan membagi wilayah Arab dan Yahudi.<span id="more-2087"></span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Hal ini dilakukan oleh Kairo sebagai respons terhadap upaya </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Israel</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> yang akan memasukkan bukit Kuil ke dalam daftar warisan sejarah Yahudi, daftar tersebut mencakup sejumlah situs-situs bersejarah umat Islam yang berusaha </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Israel</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> masukkan dalam daftar warisan bersejarah mereka.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Di sisi lain, sumber-sumber diplomatik mengatakan bahwa Mesir lewat Kementerian Luar Negerinya telah menginstruksikan untuk melaksanakan misi-misi diplomatik di semua negara di dunia untuk meluncurkan kampanye melawan resolusi Israel yang akan memasukkan Masjid Ibrahimi dan Masjid Bilal Ibn Rabah dalam daftar situs warisan bersejarah mereka, di samping memperingatkan terhadap langkah apapun yang berkaitan upaya yahudisasi masjid Al-Aqsha dan menolak segala tindakan yang ditujukan untuk membagi wilayah tersebut menjadi antara Arab dan Yahudi.(fq/imo) <a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mesir-ancam-tarik-dubes-jika-israel-masukkan-al-aqsha-sebagai-warisan-yahudi.htm">http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mesir-ancam-tarik-dubes-jika-israel-masukkan-al-aqsha-sebagai-warisan-yahudi.htm</a></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">مصر تهدد بسحب سفيرها إذا ضمت &#8220;إسرائيل&#8221; الأقصى </span></strong></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width: 98%; border-collapse: collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="98%">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in; width: 100%;" width="100%">
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: gray;" lang="AR-DZ">ا</span></strong><strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: gray;" lang="AR-SA">لتاريخ : </span></strong><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: gray;" lang="AR-SA">السبت   06 مارس 2010 07:19:04 مساءً</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0in;">
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: red;" lang="AR-SA">مباشر</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">:   أفادت مصادر صحافية مصرية بأن القاهرة هددت بسحب سفيرها من &#8220;تل أبيب&#8221;   إذا قامت &#8220;إسرئيل&#8221; بضم المسجد الأقصى إلى ما يسمى بـ&#8221;قائمة   التراث اليهودي&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وقالت   صحيفة &#8220;المصريون&#8221; إن القاهرة أبلغت &#8220;تل أبيب&#8221; عبر القنوات   الدبلوماسية رفضها اتخاذ خطوات تهدف إلى تهويد المسجد الأقصى، وحذرت من أن هذا   الأمر &#8220;خط أحمر&#8221; لا يمكن المساس به أو المضي قدما في مساعي تقسيمه بين   العرب واليهود كما يسعى بعض أركان الحكومة &#8220;الإسرائيلية&#8221; خاصة   المقربين من وزير الخارجية اليميني المتطرف أفيجدور ليبرمان.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وأكدت   القاهرة لـ &#8220;تل أبيب&#8221; – بحسب الصحيفة - رفضها اتخاذ أية إجراءات من   هذا القبيل جملة وتفصيلًا، مهددة بأنها ستواجه بموقف صارم من الجانب المصري،   ردًا على تلميحات &#8220;إسرائيلية&#8221; بضم الحرم القدسي إلى &#8220;قائمة   التراث اليهودي&#8221;، ضمن قائمة تشمل عددًا من المواقع الإسلامية التي تسعى   &#8220;إسرائيل&#8221; لضمها لاحقًا على تلك اللائحة.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">يأتي   ذلك، في أعقاب قرار &#8220;إسرائيلي&#8221; صدر، مؤخرًا، يقضي بضم الحرم   الإبراهيمي بالخليل ومسجد بلال بن رباح إلى &#8220;قائمة التراث اليهودي&#8221;،   في خطوة فجرت مشاعر الغضب داخل الأراضي الفلسطينية.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وعلى   صعيدٍ آخر، أكد السفير طه الفرنواني، مساعد وزير الخارجية المصري السابق لشئون   فلسطين أن سعي مصر في إطار التحرك لمواجهة الإجراءات &#8220;الإسرائيلية&#8221;   يأتي في ظل مخاوف شديدة من سيناريو سربته جهات &#8220;إسرائيلية&#8221; حول السعي   لإجراءات تقسيم المسجد وهو سيناريو يقود المنطقة إلى الهاوية.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وأضاف   أن هناك قلقًا لدى مصر والدولة العربية على مصير المسجد الأقصى في ظل الخطوات   &#8220;الإسرائيلية&#8221; الأخيرة، باعتبارها مقدمة لابتلاعه ومحاولة تستهدف   تهويده مستغلة الجمود الحالي في مسيرة التسوية، وافتقار الإرادة الدولية القدرة   على إقناع &#8220;إسرائيل&#8221; بالمضي قدمًا في عملية السلام، خاصة مع غياب أي   مواقف عربية جادة.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: red;" lang="AR-SA">حملة دبلوماسية ضد ضم الحرم الإبراهيمي ومسجد بلال</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">ومن   جهةٍ أخرى، كشفت مصادر دبلوماسية أن الخارجية المصرية أصدرت تعليمات للبعثات   الدبلوماسية المصرية في جميع دول العالم بشن حملة ضد القرار   &#8220;الإسرائيلي&#8221; بضم الحرم الإبراهيمي ومسجد بلال بن رباح وتوضيح مخاطر   هذه الخطوة الأحادية على الأوضاع بالمنطقة، علاوة على التحذير بشدة من أية خطوات   تتعلق بمغبة المساس بالمسجد الأقصى المبارك ورفض أي إجراءات ترمي إلى تقسيمه بين   العرب واليهود.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وأفادت   المصادر بأن وزير الخارجية المصري، أحمد أبو الغيط حث الدول العربية على   الانضمام لهذه الحملة، وذلك خلال اجتماع الـ 132 لمجلس وزراء الخارجية العرب   الذي استضافته الجامعة العربية خلال الأيام الماضية لإجبار &#8220;إسرائيل&#8221;   على عدم الإقدام على أي خطوات أحادية، وقد حظيت الدعوة بترحيب من الدول العربية،   كما بحث الموضوع ذاته مع نظيره التركي أحمد داود أوغلو.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وكان   سفراء المجموعة الإسلامية في الأمم المتحدة قد دعوا إلى تحرك دولي فاعل لإجبار   &#8220;إسرائيل&#8221; على التراجع عن قرار ضم الحرم الإبراهيمي ومسجد بلال بن   رباح إلى &#8220;قائمة التراث اليهودي&#8221; ودعوا &#8220;إلى اتخاذ التدابير   اللازمة لإجبار &#8220;إسرائيل&#8221; على إلغاء هذا القرار&#8221;، وحثوا مجلس   الأمن والجمعية العامة والأمين العام للأمم المتحدة بان كي مون على &#8220;تحمل   مسئولياتهم&#8221; في هذا الخصوص.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: red;" lang="AR-SA">يوم غضب</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وكان   عشرات الآلاف قد شاركوا في مسيرات حاشدة دعت لها حركة المقاومة الإسلامية   الفلسطينية حماس في مخيم جباليا شمال قطاع غزة وخان يونس جنوب القطاع استجابة   لـ&#8221;يوم الغضب&#8221; الذي دعا إليه رئيس الحكومة الفلسطينية إسماعيل هنية   نصرةً للمقدسات الإسلامية.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">واستجاب   سكان شمال قطاع غزة لنداء هنية وحركة حماس من خلال مسيرة هادرة بمخيم جباليا   ارتفعت خلالها رايات التوحيد الخضراء إلى جانب رايات لجان المقاومة الشعبية وحركة   الأحرار.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وسار   الآلاف في شوارع المخيم وهم يردون هتافات: &#8220;لبيك يا أقصى&#8221;   و&#8221;بالروح بالدم نفديك يا أقصى&#8221;، كما دعوا إلى إطلاق يد المقاومة في   الضفة الغربية المحتلة للرد على الاحتلال.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">كما   شارك الآلاف في مسيرة حاشدة بخان يونس جنوب قطاع غزة، انطلقت من مساجد المدينة   قبل أن تتجمع في ساحة القلعة مقابل المسجد الكبير، حيث ألقى القيادي في الحركة   صلاح البردويل كلمة جامعة ندد فيها باعتداءات الاحتلال، وطالب الأمة العربية   بتحمل مسؤولياتها إزاء حماية المقدسات، مستنكرًا قرار استئناف المفاوضات.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وشارك   الآلاف في مسيرة ثالثة دعت إليها حركة الجهاد الإسلامي شمال قطاع غزة وجابت   شوارع جباليا؛ لينتهي بها المقام قبالة المسجد الكبير وسط البلدة، حيث ردد   المشاركون فيها شعارات طالبت بحماية المقاومة والمقدسات الإسلامية.</span><strong></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.mobashernews.net/index.php?go=news&amp;r=632010&amp;more=201688">http://www.mobashernews.net/index.php?go=news&amp;r=632010&amp;more=201688</a></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/mesir-ancam-tarik-dubes-jika-israel-masukkan-al-aqsha-sebagai-warisan-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kordinator Nasabah Bank Century Ancam Adakan Aksi</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/kordinator-nasabah-bank-century-ancam-adakan-aksi/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/kordinator-nasabah-bank-century-ancam-adakan-aksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2079</guid>
		<description><![CDATA[
 Kordinator Nasabah Bank Century Ancam Adakan Aksi
 
Sudah empat orang nasabah Bank Century bunuh diri akibat stress karena sejumlah uang mereka belum ada tanda-tanda kembali. Di antaranya yang bunuh diri itu adalah rector Universitas Katolik Atmajaya Jogjakarta, Profesor Dibyo Prabowo, teman senior dan tetangga Wapres Budiono di Jogjakarta. Namun sampai kini nasib nasabah bank [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[endif]--> <strong><span style="font-family: Verdana; color: #3366ff;">Kordinator Nasabah Bank Century Ancam Adakan Aksi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 24pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sudah empat orang nasabah Bank Century bunuh diri akibat stress karena sejumlah uang mereka belum ada tanda-tanda kembali. Di antaranya yang bunuh diri itu adalah rector Universitas Katolik Atmajaya Jogjakarta, </span></strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;">Profesor Dibyo Prabowo,</span><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> teman senior dan tetangga Wapres Budiono di Jogjakarta.<span> </span>Namun sampai kini nasib nasabah bank Century tetap tidak jelas.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kordinator Nasabah Bank Century, Abdul Rahman, mau mengadakan aksi setelah mendengar hasil Pansus Bank Century DPR RI dan tanggapan Presiden SBY dianggap tidak memperhatikan nasib nasabah Bank Century.<span id="more-2079"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Suara bernada ancaman itu disampaikan Abdul Rahman ketika diwawancarai Radio Pro 3 RRI Nasional, Jum’at malam (5/03 2010).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Abdul Rahman yang mengaku tinggal di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Surabaya</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> terdengar memberondongkan kekesalannya, lebih-lebih terhadap apa yang ia sebut pidato tanggapan Presiden atas hasil Pansus Century DPR RI. Karena seakan menurut kordinator nasabah Century ini sebagai rakyat yang terkena, justru tidak diperhatikan. Kenapa tidak diperhatikan, karena dianggap nasabah itu urusan Bank Century (yang lama), bukan yang baru yang sudah dimiliki pemerintah. Lha kalau seperti ini, berarti enak banget, mendapatkan bank tidak perlu membayar apa yang jadi tanggungan bank yang lama itu. Maka sebagai rakyat, kordinator nasabah century ini sangat merasa diabaikan haknya, dan sangat kecewa dengan pidato Presiden itu. Dengan demikian, dia memberondongkan suara bernada ancaman untuk mengadakan aksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perlu diketahui, kalau dilihat dari korban-korban yang berjatuhan akibat kasus Bank Century memang cukup mengenaskan. Bahkan teman senior Wapres Boediono sendiri dan tetangganya di Jogjakarta seorang professor ekonom dan rector di perguruan tinggi Katolik Atmajaya di Jogjakarta telah bunuh diri akibat duitnya di Bank Century tidak bisa kembali. Boediono pun melayat mayat rekan seniornya itu Ramadhan tahun lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Stress dan Bank Century</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 34.75pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: gray;">Kasus Bank Century tidak hanya menghasilkan stress berat bagi nasabah yang dananya tidak bisa cair, tetapi lebih jauh dari itu menghasilkan kasus bunuh diri. Salah satu korbannya adalah Prof. Dibyo Prabowo, Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: gray;">Jogjakarta</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: gray;"> yang juga senior Boediono (mantan Gubernur BI yang kemudian menjadi Wakil Presiden mendampingi SBY).</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 34.75pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Dibyo Prabowo mengakhiri hidupnya karena kehilangan Rp 18 miliar di Bank Century. Kasus ini diungkapkan oleh Siput salah satu nasabah Bank Century dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR yang berlangsung pada hari Selasa tanggal </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">24 November 2009</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Menurut Siput,<span class="apple-converted-space"><span style="font-family: Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;">sebelum meninggal Profesor Dibyo Prabowo menjabat sebagai Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">. Beliau meninggal di bulan Ramadhan 1430H/ 2009 lalu. Bahkan, Boediono ikut menghadiri persemayaman terakhir Dibyo di rumahnya yang terletak di Sawitsari, Sleman, berdekatan dengan rumah Boediono.<span class="apple-converted-space"><span style="font-family: Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;">Profesor Dibyo bukan satu-satunya korban Century yang berakhir dengan bunuh diri. Masih terdapat tiga korban lainnya, salah satunya adalah Sayuti, pejabat Bank Century yang berdomisili di Jambi. (lihat nahimunkar.com, </span><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Macam-macam Bunuh Diri dan Penyebabnya, </span></strong><span class="post-date"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #4c1209;">December 14, 2009</span></span><span class="apple-converted-space"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> </span></span><span class="post-time"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #4c1209;">9:28 pm</span></span><span class="post-time"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #4c1209;">)</span></span><span class="apple-converted-space"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> </span></span><span class="entry"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kalau kordinator nasabah Bank century mengancam mau mengadakan aksi, tampaknya bisa difahami dari derita mereka yang selama ini mereka alami. Inilah<span> </span>di antara tulisan dan berita mengenai mereka itu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">4 Nasabah Century Bunuh Diri, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Tuesday,  January 26, 2010</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> at </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">6:23pm</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> - Forum Nasabah Bank Century menemukan ada 4 nasabah yang bunuh diri akibat skandal Bank Century. </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ada</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> yang bunuh diri dengan loncat dari gedung lantai 7 hingga minum air sabun. &#8220;Teman-teman nasabah ada yang bunuh diri. </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ada</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> 4 korban yang tercatat,&#8221; ujar Koordinator perwakilan nasabah Bank Century, Z Siput L saat memberikan tanggapan kepada anggota Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Rabu (26/1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Menurut Siput, korban pertama bernama Sayuti yang loncat dari lantai tujuh. Lalu menyusul 2 orang nenek-nenek berusia 70 tahun dan 80 tahun bunuh diri dengan meminum air sabun di Jambi. Kemudian ada nasabah di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Surabaya</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> mencoba bunuh diri namun bisa diselamatkan. &#8220;Satu lagi ada profesor dr Dibyo Prabowo yang merupakan rektor Atmajaya Yogyakarta. Dia bunuh diri juga. Dia kehilangan duit sebanyak Rp 16 miliar,&#8221; jelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Mendengar informasi dari nasabah tersebut, anggota Pansus, Ahmad Faisal mengatakan turut prihatin atas kondisi yang menimpa para nasabah Century. Faisal pun memberikan rasa hormat kepada para nasabah yang hadir atas kegigihannya memperjuangkan hak-haknya. &#8220;Kita berterima kasih karena anda telah bersedia untuk bertemu dengan kami-kami di Pansus ini. Bantuan anda akan sangat kami hargai untuk terus diungkapkannya kasus ini,&#8221; imbuh Faisal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Nasabah Century Emosi di Pansus</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pansus Hak Angket Kasus Bank Century DPR pada hari ini memanggil nasabah Bank Century untuk rapat membahas kasus Bank Century. Dalam kesempatan tersebut perwakilan nasabah Antaboga terlihat emosional di depan Pansus. Koordinator nasabah Antaboga Z.Siput yang hadir dalam rapat tersebut, sempat emosi dan berteriak kepada pimpinan Pansus saat akan menyerahkan buku bukti-bukti yang dibuat para nasbah korban Antaboga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Kami sudah bosan main-main sama semua itu, ada apa di BI sampai melindungi Robert Tantular padahal dia rampok. Dari dulu sampai sekarang BI pengawasannya sangat lemah,&#8221; ujar Siput dengan emosi sambil menyerahkan buku merah berisi bukti-bukti dari nasabah Bank Century korban Antaboga saat rapat dengan Pansus Century, Selasa (26/1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Siput mengatakan, para nasabah Bank Century korban Antaboga sudah mengirim </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">surat</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> kepada Presiden SBY namun tidak pernah ada jawaban yang disampaikan oleh Presiden. &#8220;Kita minta agar kasus ini segera selesai dan uang kami kembali, karena kami sudah capek,&#8221; tandasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam rapat tersebut, Siput mengatakan sampai saat ini sudah ada korban Antaboga yang meninggal akibat uangnya tidak kembali. Setelah mendengar keterangan nasabah, Pansus Century rencananya akan melakukan rapat internal untuk membuat kesimpulan sementara hasil penyelidikan kasus Bank Century pada malam ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Robert Tantular &#8220;Bangsat!&#8221;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Anggota pansus Century Ruhut Sitompul kembali mengucapkan kata &#8216;bangsat&#8217; di gedung DPR. Kali ini &#8216;bangsat&#8217; ditujukan kepada pemegang saham terbesar Bank Century Robert Tantular. &#8220;Jadi ya bapak-bapak, ibu-ibu nasabah Century, memang sih si Robert Tantular itu, si bangsat itu,&#8221; ujar Ruhut dalam rapat pansus di Gedung DPR, Senayan, Rabu (26/1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Belum selesai Ruhut berbicara, salah satu nasabah tiba-tiba memotong ucapan Ruhut. &#8220;Pak Ruhut begini ya, kami itu tidak ditipu oleh Robert Tantular. Tapi Century dan BI lah yang ditipu Robert Tantular,&#8221; jelas nasabah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Mendengar hal itu, Ruhut pun melanjutkan komentarnya. &#8220;Tenanglah Pak bos. Jangan dulu memotong pembicaraan saya. Walaupun si bangsat itu menipu Century dan BI kayak yang anda katakan, tapi dampaknya ke Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang ada di sini. Nangis hati aku bos,&#8221; lanjut Ruhut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ruhut pun meyakinkan para nasabah agar tidak cemas dan khawatir. Karena pansus akan berusaha dan memperjuangkan suara para nasabah. Pansus juga sudah memeriksa saksi-saksi. &#8220;Termasuk si Robert bandit itu sudah kami periksa juga. Bapak-bapak, Ibu-ibu harap bersabar. Karena kami saat ini sedang bekerja,&#8221; ungkapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Namun, tindakan Ruhut Sitompul yang melontarkan kata-kata bangsat kepada Robert Tantular dikritik Ketua Komisi III DPR Benny K Harman. Ruhut dinilai telah mencederai rakyat. &#8220;Saya rasa itu mencederai rakyat. Tidak sepantasnya dia mengucapkan kata itu,&#8221; kata Benny usai bertemu dengan Mahkamah Konstitusi (MK) di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (26/1).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Namun demikian, Benny selaku ketua Komisi III DPR tidak bisa menegur Ruhut. &#8220;Kecuali kalau dalam suatu rapat, saya memerintahkan dia untuk datang, baru saya bisa tegur kalau dia mengucapkan kata-kata itu,&#8221; ujar politisi Partai Demokrat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Benny mengaku juga suka menegur Ruhut jika berperilaku berlebihan. &#8220;Saya teman baik dengan Bang Ruhut. Kalau dia sudah berlebihan, kadang saya suka menegurnya bahkan bisa mengusirnya. Tetapi, tidak dengan kata-kata kasar seperti itu,&#8221; kata Benny. (*dtc/ita/jakartapress)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.facebook.com/notes/300juta-rakyat-ingin-indonesia-bersih-dari-korupsi-dan-hutang-negara/4-nasabah-century-bunuh-diri-siapa-yang-harus-bertanggungjawab/45391201053">http://www.facebook.com/notes/300juta-rakyat-ingin-indonesia-bersih-dari-korupsi-dan-hutang-negara/4-nasabah-century-bunuh-diri-siapa-yang-harus-bertanggungjawab/45391201053</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sebulan setelah itu, nasabah Century dikabarkan “menguliti” pimpinan Bank Mutiara (century baru) dan LPS. Inilah beritanya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Nasabah Century &#8220;Kuliti&#8221; Pimpinan Bank Mutiara dan LPS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Laporan wartawan <strong><span style="font-family: Verdana;">KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Rabu, 10 Februari 2010 | </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">13:32</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> WIB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Inggried Dwi W</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Rapat Pansus Angket Kasus Bank Century yang mempertemukan nasabah reksadana Century dengan Direksi Bank Mutiara dan Lembaga Penjamin Simpanan, Rabu (</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">10/2/2010</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">), di Gedung DPR, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">JAKARTA, KOMPAS.com</span></strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> — Para nasabah reksadana Bank Century mengaku sudah melakukan upaya mediasi dan meminta klarifikasi atas nasib uang mereka ke manajemen Bank Century baru yang telah beralih nama menjadi Bank Mutiara, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Indonesia, hingga Menteri Keuangan.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kesempatan dipertemukan dalam satu forum pada rapat Pansus Angket Century, Rabu (</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">10/2/2010</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">) di Gedung DPR, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, tidak mereka sia-siakan. Nasabah Century, Z Siput, mengungkapkan segala janji dan pernyataan pimpinan Bank Mutiara dan LPS. Bagi dia, para pejabat itu merupakan &#8220;buron&#8221; nasabah. &#8220;Sulit sekali menemui bapak-bapak ini. Sangat sulit untuk bisa bertemu mereka. Mereka itu buron saya,&#8221; kata Siput.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Lantas, ia mengatakan, Dirut Bank Mutiara Maryono pernah menyatakan kepadanya bahwa Bank Century memang harus tanggung jawab atas uang nasabah. &#8220;Tapi, oleh Pak<em><span style="font-family: Verdana;"> </span></em>Maryono saya diajak ke Pak Firdaus (pimpinan LPS). Pak Maryono pernah bilang, Bank Century harus tanggung jawab, tapi tidak tahu uangnya dari mana,&#8221; papar Siput.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Mendengar pernyataan Siput, Maryono terlihat manggut-manggut.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pernyataan lainnya mengenai keinginan mengganti uang nasabah, menurut Siput, pernah juga diungkapkan oleh Direktur Kepatuhan Bank Mutiara Erwin Prasetyo. &#8220;Kata Pak Erwin, kalau Menteri Keuangan memerintahkan membayar, mereka mau bayar. Ya<em><span style="font-family: Verdana;"> </span></em>sudah, bayar dong,&#8221; ujar Siput.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kesaksian Siput ini langsung dikonfrontasikan kepada Erwin yang juga hadir dalam forum yang sama. Saat ditanya, apakah benar pernah mengeluarkan pernyataan tersebut, Erwin menjawab bahwa pernyataannya tidak dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Bank Mutiara. &#8220;Itu hanya pembicaraan secara pribadi. Jadi, hanya secara persaudaraan dan diskusi,&#8221; kata Erwin.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jawaban ini mengundang tawa sinis para nasabah Century.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Serangan&#8221; terhadap pimpinan Bank Mutiara tak berhenti sampai di situ. Nasabah lainnya, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Edo</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> dan Sri Gayatri, juga melontarkan kata-kata keras terhadap Maryono yang dianggap lepas tanggung jawab.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam pernyataannya, Maryono menegaskan bahwa persoalan nasabah reksadana tak ada kaitan dengan Bank Century. Nasabah-nasabahnya juga bukan nasabah Bank Century. &#8220;Saya tidak menyangka, seorang manajer bahkan direktur bank bisa bicara seperti itu. Bodoh sekali. Kenapa kok Anda lepas tanggung jawab. Kami ikut reksadana di Century, di loket Century. Bagaimana bisa tidak tanggung jawab?&#8221; kata </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Edo</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pernyataan Gayatri tak kalah pedas. &#8220;Kalau jadi direktur cuma bisa <em><span style="font-family: Verdana;">ngomong</span></em> gitu, kerja sama aku <em><span style="font-family: Verdana;">aja</span></em> Pak, jadi tukang becak,&#8221; lontarnya dengan nada tinggi.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">LPS plin-plan </span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Nasabah Century juga mengkritik pernyataan pimpinan LPS, Firdaus Djaelani, yang dinilai tidak konsisten. Saat bertemu nasabah, Siput mengungkapkan, Firdaus menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa sembarangan mengeluarkan uang karena uang LPS adalah uang negara. &#8220;Tapi, di Pansus saya lihat, Pak Firdaus bilang uang LPS bukan uang negara. Pejabat kok plin-plan seperti ini. Mau jadi apa negara ini?&#8221; kata Siput.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Para</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> nasabah Century tetap bertahan bahwa Bank Mutiara harus</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">mempertanggungjawabkan atas produk &#8220;bodong&#8221; yang dipraktikkan di kantornya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span class="left"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Editor: Glo </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/13322329/Nasabah.Century..quot.Kuliti.quot..Pimpinan.Bank.Mutiara.dan.LPS">http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/13322329/Nasabah.Century..quot.Kuliti.quot..Pimpinan.Bank.Mutiara.dan.LPS</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Setelah pansus Century di DPR menghasilkan kesimpulan, dan kemudian ditanggapi pidato Presiden SBY,<span> </span>nasib nasabah Century menurut kordinatornya, telah diabaikan oleh pidato Presiden. Maka kordinator nasabah Bank Century mengancam akan mengadakan aksi. Aksinya apa? Di antaranya akan menduduki Bank Mutiara, katanya. <span style="color: teal;">(nahimunkar.com) </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/kordinator-nasabah-bank-century-ancam-adakan-aksi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku nahimunkar.com Dibedah di Islamic Book Fair</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/buku-nahimunkarcom-dibedah-di-islamic-book-fair/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/buku-nahimunkarcom-dibedah-di-islamic-book-fair/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 07:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Firqah]]></category>

		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2072</guid>
		<description><![CDATA[   
Buku nahimunkar.com Dibedah di Islamic Book Fair
 
Buku nahimunkar.com (Penerbit Pustaka Nahi Munkar) insya Allah akan dibedah di IBF (Islamic Book Fair) di Jakarta. Buku susunan Hartono Ahmad Jaiz dkk ini dijadwalkan dibedah di IBF, Rabu 10 Maret 2010 jam 16-18 di Ruang Anggrek. 
Ditargetkan IBF 2010/ 1431H ini akan dihadiri 500 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]> <mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.basicparagraph, li.basicparagraph, div.basicparagraph 	{mso-style-name:basicparagraph; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.submitted 	{mso-style-name:submitted;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:569195523; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-687964790 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:1.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:3.0in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:3.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:4.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana; color: teal;">Buku nahimunkar.com Dibedah di Islamic Book Fair</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Buku nahimunkar.com (Penerbit Pustaka Nahi Munkar) insya Allah akan dibedah di IBF (Islamic Book Fair) di Jakarta. Buku susunan Hartono Ahmad Jaiz dkk ini dijadwalkan dibedah di IBF, Rabu 10 Maret 2010 jam 16-18 di Ruang Anggrek. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;">Ditargetkan IBF 2010/ 1431H ini akan dihadiri<span> </span>500 ribu pengunjung. &#8220;Dengan total sekitar 350 stan, IBF 2010 merupakan pameran buku terbesar di Indonesia, melebihi Pesta Buku Jakarta dan Indonesia Book Fair.&#8221; </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">kata Ketua Panitia IBF ke-9, Iwan Setiawan, di Jakarta, kemarin (bataviase.co.id,<strong><span style="font-family: Verdana;"> </span></strong><span class="submitted">05 Feb 2010) <span id="more-2072"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al-hamdulillah, Pustaka Nahi Munkar telah menerbitkan 6 buku yang beredar di pasaran, baik dalam negeri (</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">) maupun luar negeri terutama Timur Tengah. Judul-judul buku dimaksud adalah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<ol>
<li><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Kyai Kok Bergelimang      Kemusyrikan</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Islam dan Al-Qur’an pun      Diserang</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Rekayasa Pembusukan Islam</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Ummat Dikepung Maksiat,      Politik Kotor dan Sesat</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Pangkal Kekeliruan Golongan      Sesat.</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Sumber-sumber Penghancur      Akhlaq Islam</span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana; color: teal;"><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style='width:98.25pt;height:145.5pt'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NIDHAU~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image011.jpg" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\NIDHAU~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image011.jpg"   o:title="Film%20Sumber%20Penghancur" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-family: Verdana; color: teal;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bagi yang suka memburu buku-buku bermutu dan bermanfaat, buku-buku tersebut dapat dibeli di Pameran Buku Islam di senayan Jakarta yang berlangsung Jum’at 5 Maret 2010 siang sampai Ahad 14 Maret 2010 malam. Terutama di <strong>Stand Elba </strong>yang alamatnya di IBF senayan sebagai berikut:</span></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;"> </span></strong></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Pustaka Elba</span></strong></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">No. Stand : 121-123 (Multazam Utara) dan 197-199 (Multazam Selatan) Islamic Book Fair Istora Senayan </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Jakarta</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">, 5-14 Maret 2010</span></strong></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Alamat : Ruko Galaxi Bumi Permai BG-6 No.16, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Surabaya</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;"> 60119</span></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Telp. 031 5990122, Faks. 031 5911584</span></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Website, E-mail : www.pustakalba.com</span></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Produk : buku Islam</span></p>
<p class="basicparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Penanggungjawab : M.Hadi (Supervisor Marketing)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pada hari pameran terakhir, Ahad 14 Maret 2010, pemimpin redaksi nahimunkar.com Hartono Ahmad Jaiz juga diminta sebagai nara sumber di IBF dalam diskusi public bertajuk <em>Membendung Pemikiran Kyai Liberal</em> (membahasa bukunya tentang <strong><em>Mengungkap Kebatilan Kyai Liberal Cs)</em> </strong>di Ruang Anggrek jam 16-18.<strong> <span style="color: teal;">(nahimunkar.com)</span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/buku-nahimunkarcom-dibedah-di-islamic-book-fair/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Uji Material UU Penistaan Agama, Ahli MUI: JIL Lecehkan Umat Islam</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/uji-material-uu-penistaan-agama-ahli-mui-jil-lecehkan-umat-islam/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/uji-material-uu-penistaan-agama-ahli-mui-jil-lecehkan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 01:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Firqah]]></category>

		<category><![CDATA[Kata Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2067</guid>
		<description><![CDATA[
 Uji Material UU Penistaan Agama
Ahli MUI: JIL Lecehkan Umat Islam
 
Rabu, 03 Maret 2010, 14:16 WIB
JAKARTA&#8211;Jaringan Islam Liberal (JIL) di Indonesia dinilai berbuat dan bekerja untuk kepentingan asing. Selama ini di Indonesia, JIL telah menjelek-jelekkan dan menghina umat Islam secara keseluruhan. Hal itu ditegaskan Amin Djamaludin, Ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada sidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[endif]--> <span style="font-family: Verdana;">Uji Material UU Penistaan Agama</span></p>
<h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;">Ahli MUI: JIL Lecehkan Umat Islam</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Rabu, 03 Maret 2010, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">14:16</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> WIB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">JAKARTA</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8211;Jaringan Islam Liberal (JIL) di Indonesia dinilai berbuat dan bekerja untuk kepentingan asing. Selama ini di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, JIL telah menjelek-jelekkan dan menghina umat Islam secara keseluruhan. Hal itu ditegaskan Amin Djamaludin, Ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada sidang MK terkait judicial review terhadap UU no 1/PNPS/1965 di Gedung MK, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, Rabu (3/3).</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8221;JIL yang salah satu koordinatornya adalah Ulil Absor Abdala, mengatakan bahwa ratusan dari ayat-ayat Alquran adalah salah. Padahal kitab Alquran adalah kitab suci umat Islam. Selain itu juga dikatakannya, orang yag meyakini Alquran sebagai wahyu suci dari Allah SWT adalah keledai semua. Itu artinya dia mengatakan bahwa umat Islam di negeri ini keledai semua,&#8221; tegas Amin Djamaludin yang juga ketua LPPI.<span id="more-2067"></span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pada paparannya di depan sidang, Amin menegaskan bahwa banyak sekali penodaan agama yang dilakukan belakangan ini. &#8221;Seperti kasus Lia Aminudin, ajaran Surga Eden, Nabi Mosadeq dan lainnya. Saya kira jika tidak ada UU no 1/PNPS/1965 ini, mereka semua telah dibunuh orang karena telah memalukan penodaan dan penistaan agama,&#8221; ujar Amin.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Karena ada UU tersebut, mereka bisa segera diamankan oleh aparat kepolisian dan terhindar dari amuk </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">massa</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">. &#8221;Mereka masih beruntung. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika tidak ada UU ini,&#8221; tegas Amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Redaksi – Reporter, Red: ritz, Sumber Berita: Rahmat Santosa </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.republika.co.id/berita/105531/ahli-mui-jil-lecehkan-umat-islam">http://www.republika.co.id/berita/105531/ahli-mui-jil-lecehkan-umat-islam</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/uji-material-uu-penistaan-agama-ahli-mui-jil-lecehkan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Undang-Undang Penodaan Agama Masih Relevan</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/undang-undang-penodaan-agama-masih-relevan/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/undang-undang-penodaan-agama-masih-relevan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 01:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2064</guid>
		<description><![CDATA[
 Undang-Undang Penodaan Agama Masih Relevan
 
Staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Eddy OSH, sependapat dengan Andi Hamzah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Substansi UU Penodaan Agama telah terdapat dalam Rancangan KUHP Bab VII.
Namun, kata Eddy OSH, UU No. 1 PNPS Tahun 1965 masih relevan karena tidak bertentangan dengan konstitusi. Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><!--[endif]--> <strong><span style="font-family: Verdana;">Undang-Undang Penodaan Agama Masih Relevan</span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Eddy </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">OSH</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, sependapat dengan Andi Hamzah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Substansi UU Penodaan Agama telah terdapat dalam Rancangan KUHP Bab VII.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Namun, kata Eddy OSH, UU No. 1 PNPS Tahun 1965 masih relevan karena tidak bertentangan dengan konstitusi. Selain itu, undang-undang tersebut berkontribusi dalam mewujudkan ketertiban umum.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;UU Penodaan Agama bersifat a quo yang selalu digunakan untuk mengadili pemikiran dan keyakinan seseorang. Untuk masalah agama ini, a quo masih dibutuhkan untuk melindungi kepentingan umat beragama, agar tidak terjadi konflik,&#8221; kata Eddy OSH.<span id="more-2064"></span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Inilah beritanya:</span></p>
<h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;"> </span></h2>
<h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">UU Penodaan Agama Bisa Ditafsirkan Sesukanya</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Rabu, 03 Maret 2010, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">16:07</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> WIB</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">JAKARTA&#8211;Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Andi Hamzah, berpendapat UU No. 1 PNSP Tahun 1965 Tentang Penodaan Agama bersifat &#8220;karet&#8221;, bisa ditafsirkan sesukanya, karena ada pelanggaran yang dibuat dalam aplikasinya.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Sanksi yang diberikan jika melanggar undang-undang ini awalnya berupa sanksi administrasi, yaitu berupa teguran. Tindak pidana diberikan jika pelanggaran tetap terjadi, maka bisa mendapat sanksi kurungan selama 5 tahun. Di situlah pelanggarannya. Biasanya sanski kurungan dalam perundang-undangan administrasi berupa 1 tahun kurungan,&#8221; kata Andi Hamzah dalam sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, Rabu.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Menurut Andi Hamzah, UU No. 1 PNPS Tahun 1965 ada hubungannya dengan perumusan delik hukum pidana. Di seluruh dunia, tindak pidana diberlakukan untuk pelanggaran yang bersifat netral, seperti pembunuhan dan pemerkosaan.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Namun, ada tiga hal yang tidak bersifat netral, yakni delik kesusilaan, delik agama, dan delik ideologi. </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, kata Andi Hamzah, masih menganut delik agama di mana persoalaan penodaan terhadap agama masih diatur dalam undang-undang.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Rancangan UU Penodaan Agama ini dibuat pada tahun 1965 oleh Kejaksaan Agung. Sebenarnya UU ini dibuat karena adanya ancaman bagi Jaksa Agung. Jika tidak dibuat undang-undang tentang penodaan agama, maka Jaksa Agung akan disantet,&#8221; tutur Andi Hamzah sebagai saksi ahli yang dihadirkan MK.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Andi Hamzah menuturkan, UU No. 1 PNPS Tahun 1965 ini tak perlu ada jika Rancangan KUHP Bab VII tentang tindak pidana terhadap agama dan kehidupan bernegara disahkan.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sementara itu, staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Eddy </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">OSH</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, sependapat dengan Andi Hamzah. Substansi UU Penodaan Agama telah terdapat dalam Rancangan KUHP Bab VII.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Namun, kata Eddy OSH, UU No. 1 PNPS Tahun 1965 masih relevan karena tidak bertentangan dengan konstitusi. Selain itu, undang-undang tersebut berkontribusi dalam mewujudkan ketertiban umum.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;UU Penodaan Agama bersifat a quo yang selalu digunakan untuk mengadili pemikiran dan keyakinan seseorang. Untuk masalah agama ini, a quo masih dibutuhkan untuk melindungi kepentingan umat beragama, agar tidak terjadi konflik,&#8221; kata Eddy OSH.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Senada dengan Eddy OSH, Pengajar Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Philipus K. Wijaya, berpendapat, UU No.1 PNPS 1965 dibutuhkan sebagai alat pegangan bagi penegak hukum untuk bertindak. &#8220;Saat ini undang-undang tersebut masih dibutuhkan,&#8221; kata Philipus K. Wijaya.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Akan tetapi, kata Philipus K. Wijaya, perumusan undang-undang yang mengatur agama tidak bisa disamakan antarnegara. Budaya dan kearifan lokal perlu juga diperhatikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Redaksi - Reporter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Red: taqi, Sumber Berita: ant </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.republika.co.id/berita/105544/uu-penodaan-agama-bisa-ditafsirkan-sesukanya">http://www.republika.co.id/berita/105544/uu-penodaan-agama-bisa-ditafsirkan-sesukanya</a> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/undang-undang-penodaan-agama-masih-relevan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tingkah Laku Anggota DPR Pertunjukan Memalukan</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/tingkah-laku-anggota-dpr-pertunjukan-memalukan/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/tingkah-laku-anggota-dpr-pertunjukan-memalukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 02:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2054</guid>
		<description><![CDATA[
 Tingkah Laku Anggota DPR Pertunjukan Memalukan 
Selasa, 02 Maret 2010 17:11 WIB 
Penulis : Nurulia Juwita Sari
 
JAKARTA&#8211;MI:Tingkah laku anggota DPR RI dalam sidang paripurna kasus Bank Century menuai kekecewaan banyak pihak. Pakar Politik UI Iberamsjah menyebut tindakan tersebut sebagai pertunjukan paling memalukan.
&#8220;Ini pertunjukan paling memalukan, kenyataan yang jauh dari harapan. Sikap mereka bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[endif]--> <strong><span style="font-family: Verdana;">Tingkah Laku Anggota DPR Pertunjukan Memalukan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Selasa, 02 Maret 2010 </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">17:11</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> WIB </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Penulis : Nurulia Juwita Sari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">JAKARTA</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8211;MI:</span></strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Tingkah laku anggota </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">DPR</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">RI</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> dalam sidang paripurna kasus Bank Century menuai kekecewaan banyak pihak. Pakar Politik UI Iberamsjah menyebut tindakan tersebut sebagai pertunjukan paling memalukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Ini pertunjukan paling memalukan, kenyataan yang jauh dari harapan. Sikap mereka bukan lagi mengecewakan, tapi memilukan,&#8221; katanya, Selasa (2/3).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sikap para wakil rakyat yang tidak dapat mengendalikan emosi, lanjutnya, tidak menunjukan sikap sebagai negarawan. Padahal, mereka adalah elit nasional.<span id="more-2054"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Bagaimana mau mengendalikan emosi rakyat kalau mereka sendiri tidak bisa mengendalikan emosi. Semua bicara ingin buru-buru, ketua DPR mau menutup sidang juga buru-buru,&#8221; ujar Iberamsjah.<br />
Ketidakdewasaan para anggota dewan tersebut, menurutnya, karena banyak orang baru yang belum berpengalaman, termasuk Ketua DPR.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Ini bukan soal tidak paham tatib (tata tertib), tetapi memang karakter mereka yang tidak dapat mengendalikan emosi, sebagai akibat dari kurang pengalaman. Tapi di rapat RT (rukun tetangga) tidak begitu, seharusnya mereka lebih baik,&#8221; cetusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Meski paripurna diwarnai kericuhan ia mengaku tetap optimistis hasil DPR mewakili rasa keadilan masyarakat. &#8220;Kebenaran tetap lebih diungkap dari kebusukan, saya optimistis,&#8221; pungkasnya. (NJ/OL-01)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.mediaindonesia.com/index.php/read/2010/03/02/126696/3/1/Tingkah_Laku_Anggota_DPR_Pertunjukan_Memalukan">http://www.mediaindonesia.com/index.php/read/2010/03/02/126696/3/1/Tingkah_Laku_Anggota_DPR_Pertunjukan_Memalukan</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/tingkah-laku-anggota-dpr-pertunjukan-memalukan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anggota Dewan Pusat Ricuh Kasus Century, Anggota Daerah Pesta Sabu dan Ditangkap</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/2050/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/2050/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 02:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Firqah]]></category>

		<category><![CDATA[Kata Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/2050/</guid>
		<description><![CDATA[
Anggota Dewan Pusat Ricuh Kasus Century, Anggota Daerah Pesta Sabu dan Ditangkap 
Rusaknya manusia di Indonesia sudah tidak kurang-kurang. Di antara sekian kerusakan justru dilakukan oleh oknum-oknum yang dalam bahasa sopannya sering disebut sebagai Anggota Dewan yang terhormat.
Sementara para anggota dewan di pusat dikhabarkan saling ricuh dalam kasus Bank Century, di belahan lain anggota dewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: #3366ff;">Anggota Dewan Pusat Ricuh Kasus Century, Anggota Daerah Pesta Sabu dan Ditangkap </span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Rusaknya manusia di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Indonesia</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> sudah tidak kurang-kurang. Di antara sekian kerusakan justru dilakukan oleh oknum-oknum yang dalam bahasa sopannya sering disebut sebagai<span> </span>Anggota Dewan yang terhormat.</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Sementara para anggota dewan di pusat dikhabarkan saling ricuh dalam kasus Bank Century, di belahan lain anggota dewan tingkat daerah ada yang pesta sabu dan digrebek petugas. Tertangkaplah mereka dan jadi tersangka. <span> </span></span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Enam tersangka yang tertangkap polisi ketika pesta sabu (1/ 3 2010) di antaranya adalah anggota DPRD Fraksi Demokrat di Tegal </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Kota</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">. Yang satu lagi ketua KNPI mantan anggota DPRD Fraksi Kebangkitan Bangsa Tegal Kota.<span> </span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Para</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> tersangka bakal dijerat Undang-undang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.<span id="more-2050"></span></span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Inilah beritanya:</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;"> </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Digrebek, Pesta Sabu Anggota DPRD Tegal </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Sugihartono dan Dwi Aji Novyanto</span></strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<h6 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">02/03/2010</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">16:38</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> | Narkoba</span></h6>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Liputan6.com, Tegal</span></strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">: Seorang anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, dan lima rekannya, digrebek aparat Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Tegal saat pesta sabu-sabu, Senin (1/3). Bahkan, para tersangka tertangkap tangan sedang menghisap sabu-sabu menggunakan sebuah bong kecil secara bergantian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ke-5 tersangka, SAT, anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Tegal, FIR, Ketua KNPI dan juga mantan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Kota Tegal, serta ROS, MAS, dan CEP. Pesta sabu-sabu digelar di rumah MAS di Desa Debong Lor, Tegal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">&#8220;Penangkapan para tersangka berkat informasi masyarakat yang curiga terhadap kegiatan mereka yang berkumpul hingga larut malam sambil membakar sesuatu,&#8221; kata Kapolresta Tegal AKBP Amhad Husni. &#8220;Ternyata, para tersangka memang kerap berpesta sabu-sabu di tempat itu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Hingga saat ini, para tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang Unit Narkoba Polresta Tegal. Polisi juga tengah memburu BW, yang diduga menjadi pemasok sabu-sabu ke para tersangka. BW kabur ke </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> setelah mengetahui polisi menangkap para tersangka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Para</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> tersangka bakal dijerat Undang-undang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(IDS/SHA)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://buser.liputan6.com/berita/201003/266096/Digrebek.Pesta.Sabu.Anggota.DPRD.Tegal">http://buser.liputan6.com/berita/201003/266096/Digrebek.Pesta.Sabu.Anggota.DPRD.Tegal</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/2050/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Membentengi Aqidah dari Bahaya Sesat dan Syi’ah</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/pentingnya-membentengi-aqidah-dari-bahaya-sesat-dan-syi%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/pentingnya-membentengi-aqidah-dari-bahaya-sesat-dan-syi%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 07:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Firqah]]></category>

		<category><![CDATA[Kata Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2046</guid>
		<description><![CDATA[
 Pentingnya Membentengi Aqidah dari Bahaya Sesat dan Syi’ah
 
Aqidah atau keyakinan dalam Islam merupakan fondasi yang sangat menentukan. Bila aqidahnya benar maka amaliahnya insya Allah akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya apabila aqidahnya batil hingga keluar dari Islam maka seluruh amaliyahnya akan sia-sia, tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[endif]--> <strong><span style="font-family: Verdana; color: teal;">Pentingnya Membentengi Aqidah dari Bahaya Sesat dan Syi’ah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Aqidah atau keyakinan dalam Islam merupakan fondasi yang sangat menentukan. Bila aqidahnya benar maka amaliahnya insya Allah akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya apabila aqidahnya batil hingga keluar dari Islam maka seluruh amaliyahnya akan sia-sia, tidak diterima oleh Allah<span> </span>Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah Ta’ala telah berfirman: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: teal;" lang="AR-SA">وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ<span> </span>[الزمر/65، 66]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: &#8220;Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur&#8221;.</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;"> (QS Az-Zimar/ 39: 65, 66).<span id="more-2046"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;">Batalnya aqidah yang mengakibatkan rusaknya amal itu bukan sekedar seperti batalnya shalat ketika batalnya wudhu’, yang hal itu mudah, dengan wudhu’ lagi kemudian mengulang shalat lagi dari awal maka sah. Namun kalau batalnya aqidah, akan menghapus semua amal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Oleh karena itu amat sangat penting bagi Ummat Islam untuk membentengi aqidah dari aneka kesesatan dan penyimpangan. Karena kalau sampai mengakibatkan batalnya aqidah maka akan musnah semua amaliahnya seperti tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Hal tu dikemukakan Hartono Ahmad Jaiz dari </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> dalam seminar di Palu Sulawesi Tengah, Ahad 28 Februari 2010/ 14 Rabi’ul Awwal 1431H. Seminar ini bertema <em>Membentengi Aqidah dari Berbagai Penyimpangan</em> dengan menghadirkan pula pembicara setempat, Ustadz Taufiqur Rahman, Putera Ulama pemimpin Pesantren Walisongo di Poso yang dibantai bersama ratusan santrinya oleh orang kafir nasrani beberapa tahun lalu. Saat itu anak ulama ini baru belajar di LIPIA Jakarta yang kemudian belajar di Universitas Islam Madinah jurusan Hadits. Seminar diselenggarakan oleh para pemuda dan mahasiswa Islam yang menurut ketua panitia karena keprihatinan banyaknya gejala kemusyrikan dan aneka kesesatan yang mewabah di masyarakat, dari menempelkan gambar-gambar para tokoh agama yang dianggap punya berkah sampai aneka kesesatan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perlu diketahui, apa yang disebut gejala kemusyrikan dan kesesatan itu bahkan sampai kepada ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia)nya di kota itu yang juga memimpin STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang oleh orang-orang ditengarai sebagai tokoh aliran sesat Syi’ah. Buktinya, Zainal Abidin alumni S3 IAIN (kini UIN) Alauddin Makassar itu menulis buku, dan dia tulis akhir kesimpulannya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0.25in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span> </span>“…antara syi’ah dan sunni atau dengan mazhab Islam lainnya tidak ada pertentangan, yang ada hanya perbedaan dalam interpretasi terhadap ajaran Islam.” (Drs. H. Zainal Abidin, MAg, <em>Konsep Imamah dalam Kalam Syi’ah</em>, LP4M, Palu, cetakan 1, 2005, halaman 131). <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dusta dan penyesatan seperti itu akan membahayakan bagi Ummat Islam, karena kenyataannya, dibanding orang kafir saja Syi’ah seringkali lebih kejam dan sadis serta tidak toleran sama sekali terhadap Islam (Sunni). Contohnya, di dunia ini, sampai di negeri-negeri orang kafir sekelipun, bahkan di Roma sekalipun, di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">sana</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> ada masjidnya. Namun di Teheran ibukota </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iran</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> yang berfaham Syi’ah tidak ada satupun masjid sunni (Ahlus Sunnah). Bahkan Syekh Taskhiri, ulama Syi’ah Iran terkemuka ketika ditanya wartawan di satu Negara di Afrika Utara, apakah tidak bisa di Teheran didirikan masjid sunni. Dijawab, sampai sekarang belum saatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Para</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> pemuda Islam di Palu, dengan adanya gejala dusta dan penyesatan dari tokoh yang ada itu, dan gejala kesesatan lainnya, maka di samping mengadakan seminar tersebut diadakan pula dauroh dengan tema <em>Membongkar Aqidah Syi’ah</em>. Dauroh diselenggarakan bekerjasama dengan Perhimpuan Al-Irsyad Pusat di Jakarta, dengan pembicara Hartono Ahmad Jaiz. </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Para</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> peserta terdiri dari para da’I dan pemuda Islam serta mahasiswa-mahasiswi di Palu dan sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam kesempatan itu dibeberkan betapa jauhnya kesesatan Syi’ah, sampai-sampai Presiden Iran Ahmadi Nejad pun mengecam dua sahabat, Thalhah dan Zubair, dianggap sebagai orang yang berkhianat dan kembali kepada kepercayaan lama (artinya murtad). Padahal dua sahabat itu termasuk yang diberi khabar gembira masuk surga oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Masalah yang tidak kalah sesatnya adalah kemusyrikan baru yang berlabel baru pula yakni pluralisme agama (menyemakan semua agama) dan multikulturalisme. Maka masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Palu pun mengadakan ceramah tentang bahaya Pluarlisme agama dan multikulturalisme dengan menghadirkan Hartono Ahmad Jaiz di sela-sela seminar dan dauroh tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Pentingnya membentengi aqidah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam seminar, Hartono Ahmad Jaiz menguatkan apa yang jadi latar belakang diadakannya pembahasan tentang pentingnya membentengi aqidah dari aneka penyimpangan. Karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan tuntunannya. Di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">عن النعمان بن بشير رضي الله عنهما ، عن النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : (( <strong>مَثَلُ القَائِمِ في حُدُودِ اللهِ وَالوَاقعِ فِيهَا</strong> ، كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَصَارَ بَعْضُهُمْ أعْلاها وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، وَكَانَ الَّذِينَ في أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقهُمْ ، فَقَالُوا : لَوْ أنَّا خَرَقْنَا في نَصِيبِنَا خَرْقاً وَلَمْ نُؤذِ مَنْ فَوقَنَا ، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أرَادُوا هَلَكُوا جَميعاً ، وَإنْ أخَذُوا عَلَى أيدِيهِمْ نَجَوا وَنَجَوْا جَميعاً )) رواه البخاري . (( القَائِمُ في حُدُودِ اللهِ تَعَالَى )) معناه : المنكر لَهَا ، القائم في دفعِها وإزالتِها ، وَالمُرادُ بالحُدُودِ : مَا نَهَى الله عَنْهُ . (( اسْتَهَمُوا )) : اقْتَرَعُوا . أخرجه : البخاري 3/182 ( 2493 ) . رياض الصالحين - (ج 1 / ص 147)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Arabic Transparent&quot;;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;" lang="AR-SA">“</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan yang melanggarnya adalah bagaikan suatu kaum yang mengadakan undian untuk naik sebuah kapal, maka jadilah sebagian mereka ada di atas dan sebagian lagi di bawah. Lalu orang-orang yang ada di bawah jika mereka hendak mengambil air maka harus melewati<span> </span>orang yang di atas mereka. Maka mereka berkata: “Seandainya kami melubangi kapal ini maka kami tidak mengganggu orang yang di atas kami.”<span> </span>Jika para penumpang kapal itu membiarkan apa yang mereka kehendaki itu maka semuanya akan binasa. Tetapi jika mereka mencegahnya maka selamatlah dan selamat semuanya.”<em> </em>(Hadits Riwayat Al-Bukhari</span><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;"> </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">nomor 2493, Riyadhush Sholihin juz 1 halaman 147).</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Demikianlah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hal menjaga agama, kalau sampai ada kesesatan, apalagi yang sifatnya mengeluarkan dari iman menjadi kafir, maka mesti harus dicegah. Dan itu kalau tidak ada yang mencegahnya maka akan tenggelam lah masyarakat dalam kekafiran. Demikian pula kesesatan-kesesatan lainnya, apabila dibiarkan berlangsung dan tidak dicegah, maka akan merajalela lah kesesatan itu.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Contoh pelaksanaan dalam mencegah kesesatan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ عَدِىِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ رَجُلاً خَطَبَ عِنْدَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ مَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشِدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « بِئْسَ الْخَطِيبُ أَنْتَ. قُلْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ». قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ فَقَدْ غَوِىَ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"><span> </span>(رواه مسلم ) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dari Adi bin Hatim bahwa seorang lelaki berkhutbah di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu khatib itu berkata, barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah mendapat petunjuk, dan barangsiapa bermaksiat kepada keduanya maka sungguh dia telah sesat. Maka berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasllam: <em>Seburuk-buruk khatib adalah engkau. Katakanlah: barangsiapa bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya</em>. Ibnu Numair berakata, (barangsiapa bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya) maka sungguh dia telah sesat. (Hadits Riwayat Muslim). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam kasus ini, sebenarnya secara bahasa, mengganti apa yang telah disebutkan dengan kata ganti (dhomir) itu tidak ada masalah. Namun dalam hal ini Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung menginterupsi khatib, dan agar diucapkan langsung: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">barangsiapa bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Bukan </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; color: black;" lang="AR-SA">وَمَنْ يَعْصِهِمَا</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">barangsiapa bermaksiat kepada keduanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Karena hal itu untuk mencegah adanya kemungkinan ada yang salah faham, hingga akan menyejajarkan antara Allah dan Rasul-Nya. Sehingga untuk menghindari rusaknya aqidah maka khatib itu Nabi peringatkan langsung, walau di hadits lain (yang mungkin kasusnya tidak mengakibatkan pemahaman yang keliru) ternyata boleh-boleh saja diucapkan<span> </span></span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وَمَنْ يَعْصِهِمَ<span style="color: black;">ا</span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Mengenai hal yang seolah tidak ada salahnya pun ketika orang punya ilmu mengerti bahwa perbuatan itu salah atau menyimpang maka mesti diperingatkan. Contohnya adalah peringatan dari seorang Tabi’ien berikut ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">عَنْ أَبِي رَبَاحٍ عن سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أنه رأى</span><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"><span> </span>رَجُلًا يُصَلِّي بَعْدَ</span><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"><span> </span>طلوع الفجر أكثر من رَّكْعَتَيْنِ يُكْثِرُ فيها الركوع والسجود فنهاه فَقَالَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ أَيُعَذِّبُنِي اللَّهُ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا وَلَكِنْ يُعَذِّبُكَ اللَّهُ بِخِلَافِ السُّنَّةِ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Riwayat dari Abi Rabah, dari Sa’id bin Musayyab, bahwa dia melihat seorang lelaki shalat setelah terbit fajar, lebih banyak dari dua raka’at, dia memperbanyak ruku’ dan sujud, maka Sa’id bin Musayyab (seorang tabi’ien) melarangnya, lalu orang itu bertanya: Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan menyiksaku karena shalat? Sa’id menjawab, tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena (kamu) menyelisihi sunnah.</span><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;" lang="AR-SA"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span> </span>Ini termasuk jawaban elok dari Sa’id bin Musayyab <em>rahimahullah, </em>yaitu senjata yang kuat menghadapi pelaku bid’ah, yang menganggap baik banyaknya bid’ah, dengan nama dzikir dan shalat, kemudian mereka mengingkari ahlis sunnah, dengan tuduhan <em>tidak doyan </em>dzikir dan shalat. Padahal ahlis sunnah itu sebenarnya hanyalah mengingkari penyimpangan mereka dari sunnah dalam dzikir, shalat, dan sebagainya.</span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 9pt; font-family: &quot;Traditional Arabic&quot;;" lang="AR-SA"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dari contoh-contoh itu, menurut Hartono Ahmad Jaiz, seminar atau pembahasan mengenai pentingnya membentengi aqidah dari aneka penyimpangan seperti ini sangat perlu. Oleh karena itu, penulis buku-buku Islami ini mengemukakan, atas pertolongan Allah Ta’ala telah dia tulis beberapa buku di antaranya <strong><em>Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat</em></strong><em>, </em><span> </span>juga buku <strong><em>Aliran dan Paham Sesat di Indonesia.</em></strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Hal itu dilakukan, menurut pembicara ini, karena kalau tidak dilakukan padahal dirinya tahu, maka akan dimintai pertanggungan jawab di akherat. Karena kaki hamba Allah tidak bergeser sejengkal pun kelak di akherat sebelum ditanya empat perkara, di antaranya ilmunya untuk apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ ». </span><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;">) </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">الترمذى قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.</span><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">قال الشيخ الألباني : صحيح</span><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;">(</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Dari Abi Barzah Al-Aslami berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: <em>tidaklah bergeser dua tapak kaki hamba pada Hari Qiyamat sehingga ditanya tentang umurnya dia habiskan untuk apa, tentang ilmunya dia kerjakan untuk apa, tentang hartanya dari mana dia usahakannya dan untuk apa dia belanjakannya, dan tentang badannya dia gunakan untuk apa.</em> (HR At-Tirmidzi, dia berkata hasan shahih. Syaikh Al-Albani berkata: shahih).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Orang yang punya ilmu dan tahu lingkungannya ada penyelewengan atau kesesatan maka akan ditanya di akherat apabila sewaktu hidupnya diam saja tidak menecegahnya. Sedangkan yang namanya sesat, definisinya, menurut penceramah ini, dengan mengutip Imam Ath-Thabari: Setiap yang menyimpang dari jalan yang benar dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar itu adalah sesat. (Tafsir At-Thabari juz 1 halaman 84).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Jalan yang benar adalah wahyu dari Allah yang telah disampaikan kepada ummat ini oleh Nabi Muhammad shalllallahu ‘alaihi wa sallam berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maka apapun yang menyimpang dari Al-Qur’an dan As-sunnah itu jelas sesat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Golongan-golongan yang mengaku hanya golongan mereka saja yang sah Islamnya, sedang yang lain dianggap tidak sah, itu justru faham yang sesat. Karena memberikan syarat baru yang tidak ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang sahnya keislaman seseorang, yakni harus masuk ke golongan mereka. Itulah salah satu bentuk kesesatan. </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Ada</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> juga kesesatan sebaliknya dari yang itu, yakni menganggap selain Islam pun masuk surga. Itu jelas sesat, karena bertentangan dengan Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 85.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Aneka firqoh (golongan) sesat mesti di dalamnya ada hal-hal yang menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga dalam Islam, ukurannya jelas, setiap yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah pasti sesat. Karena Al-Qur’an dan As-Sunnah itu telah komplit, sempurna, sebagaimana ditegaskan oleh Allah Ta’ala:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> (QS Al-Maaidah: 3).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Dari sini maka terbantahlah orang yang mengatakan bahwa yang berhak menentukan sesat itu hanyalah Allah. Terbantahnya kenapa? Karena Allah telah menurunkan wahyu-Nya dan sudah komplit. Sehingga sudah ada ukurannya, yaitu yang menyimpang dari wahyu itulah sesat. Maka orang yang menyatakan sesatnya suatu kesesatan, apabila pernyataannya itu sesuai dengan wahyu tersebut, berarti justru melanjutkan apa yang dicontohi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan itulah sebenarnya di antara tugas orang yang berilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;">Membongkar Sesatnya Syi’ah.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Pada hari sebelumnya (Sabtu) dalam dauroh tentang <em>membongkar aqidah syi’ah</em> dikemukakan, seringkali orang menganggap syi’ah itu hanya beda mazhab dengan Ahlis Sunnah. Padahal sebenarnya sangat beda prinsip, bahkan sikap syi’ah terhadap Ahlis Sunnah itu sering lebih kejam dan tidak toleran dibanding orang kafir sekalipun. Hingga para ulama Sunni di Iran dibantai dan masjid-masjid Sunni serta madrasah-madrasahnya dihancurkan oleh rejim Syi’ah sejak menangnya Khomeini 1979. Itu sebagaimana dilaporkan dalam buku <em>Kedholiman Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah di </em></span><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iran</span></em><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> (Ma’satu Ahlis Sunnah fi </span></em><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iran</span></em><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">) </span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">oleh Abu Sulaiman Abdul Munim bin Mamud Al-Balusy, diterjemahkan dan diterbitkan LPPI Jakarta, 1420H/ 1999. Padahal gereja ataupun sinagog Yahudi serta sekolahan-sekolahan Kristen pun ada di Teheran, tetapi masjid Ahlus Sunnah tidak boleh ada satupun di </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">sana</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">, sehingga orang Islam (Sunni) apabila berjum’atan harus ke keduataan-keduataan Negara-negara Timur Tengah di Teheran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Itulah yang perlu sekali difahami, bahwa Syi’ah lebih kejam dan tidak toleran terhadap Islam dibanding orang kafir sekalipun. </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Perlu diketahui, perbedaan antara empat Madzhab dalam Islam yakni Hanafi, Maliki, dan Hanbali itu<span> </span>hanya dalam masalah Furu’iyah (cabang, bukan pokok). Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljama’ah dengan Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah, maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul (masalah pokok atau prinsip agama).</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Rukun Iman Syi’ah berbeda dengan rukun Iman Ahlus Sunnah. Rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah. </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">lima</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">)</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>a)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syahadatain</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>b)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">As-Sholah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>c)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">As-Shoum</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>d)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Az-Zakah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>e)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al-Haj</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">lima</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">) tapi berbeda:</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>a)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">As-Sholah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>b)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">As-Shoum</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>c)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Az-Zakah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>d)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al-Haj</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 84pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>e)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al wilayah </span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>a)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iman kepada Allah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>b)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iman kepada Malaikat-malaikat Nya</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>c)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iman kepada Kitab-kitab Nya</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>d)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iman kepada Rasul Nya</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>e)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>f)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">lima</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">)*</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>a)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">At-Tauhid</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>b)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">An Nubuwwah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>c)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al Imamah</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>d)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al Adlu</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>e)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Al Ma’ad</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut imam mereka.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>a)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Abu Bakar</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>b)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Umar</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>c)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Utsman</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><span>d)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ali Radhiallahu anhu</span></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka). </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.<br />
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Syiah : </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Para</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat ma’shum, seperti para Nabi. Bahkan kemudian dianggap kedudukan imam lebih tinggi dibanding Nabi, sehingga ucapan-ucapannya pun diberlakukan sebagai hadits.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.</span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah. (lihat <em>Membedah Kesesatan Aqidah Syiah</em>, Author: assunnah_fm) </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Dalam dauroh <em>membongkar aqidah syiah</em> ini dibacakan pula <span style="color: #3366ff;">Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983 Tanggal: 5 Desember 1983 tentang: Hal Ihwal Mengenai Golongan Syi’ah.</span> Di antara isinya adalah perbedaan-perbedaan prinsip antara Ahlus Sunnah dengan Syi’ah yang tidak jauh dengan apa yang telah diuraikan di atas.</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Demikian pula dibacakan milis yang di antara isinya:</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Iran</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> rupanya hanya ingin menutupi kejahatan pemerintahannya terhadap kaum sunni dengan berteriak-teriak melawan Amerika Serikat dan </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Israel</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">. </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Sebagai Negara demokrasi, </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Iran</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> benar-benar melupakan hak-hak kaum sunni yang merupakan 20 persen dari populasi mereka. </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Tidak ada MP (member of parliament) sunni di Iran, tidak ada petugas kedutaan </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Iran</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> yang sunni, tidak ada menteri sunni di Iran, bahkan </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Iran</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> melarang adzan versi sunni.</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Kaum sunni harus melakukan shalat Jum’at di kedutaan Negara-negara Islam yang sunni karena tidak ada masjid sunni di Iran. </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Kaum Sunni Iran sangat membenci Ahmadi Nejad karena menginjak hak-hak kaum sunni.</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Allahul Musta’an</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">hanif</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">(<a href="mailto:insistent@yahoogroups.com">insistent@yahoogroups.com</a>, 12 Juni 2009 15.11)</span></h1>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Seminar dan dauroh di Palu tentang aliran sesat dan syi’ah itu mendapat perhatian dan sambutan yang sangat antusias dari Ummat Islam. Banyaknya hadirin dari Palu dan kota-kota lainnya mengakibatkan tempat yang tersedia tidak mampu menampung seluruhnya. <span style="color: teal;">(nahimunkar.com)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="AR-SA"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a> Riwayat Ad-Darimi 1/116, Abdur Razaq 4755, Al-Baihaqi 2/ 466, lihat <em>Irwaul Ghalil</em> oleh Al-Albani 2/236, sanadnya shahih.</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span lang="AR-SA"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> </span>Abu ‘Ubaidah Ibrahim bin Mahmud Abdul al-Radhi, <em>Rowai’ul Ajwibah</em>, Darul Iman, Iskandariyah Mesir, 2004, halaman 109.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/pentingnya-membentengi-aqidah-dari-bahaya-sesat-dan-syi%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Awas, Banyak Produk Olahan Hewani Belum Tentu Halal!</title>
		<link>http://www.nahimunkar.com/awas-banyak-produk-olahan-hewani-belum-tentu-halal/</link>
		<comments>http://www.nahimunkar.com/awas-banyak-produk-olahan-hewani-belum-tentu-halal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 06:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kata Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nahimunkar.com/?p=2043</guid>
		<description><![CDATA[
Awas, Banyak Produk Olahan Hewani Belum Tentu Halal!
 
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ [الأنعام/121]
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:ApplyBreakingRules /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana; color: red;">Awas, Banyak Produk Olahan Hewani Belum Tentu Halal!</span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ<span> </span>[الأنعام/121]</span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> (QS Al-An’am: 121).<span id="more-2043"></span></span></h1>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Guru besar bidang teknologi hasil pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Noor Harini mengatakan, banyak sekali produk olahan hewani (selain ikan, telur, dan susu olahan) yang biasa dikonsumsi masyarakat, di antaranya: sosis, daging kaleng (kornet), salami, meat loaf, steak, dendeng, dan lain-lain, yang semuanya belum tentu halal meski berbahan utama daging sapi. </span></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Inilah beritanya:</span></strong><strong></strong></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;"> </span></h1>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Kajian Ilmiah Prof Dr</span><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;"> Noor Harini, Awas Sosis Sapi Belum Tentu Halal!</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Sabtu, 27 Februari 2010 | </span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">12:02</span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> WIB | Posts by: jps </span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Banyak produk olahan hewani yang biasa dikonsumsi masyarakat, termasuk sosis, yang semuanya belum tentu halal meski berbahan utama daging sapi. Kok bisa?</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">MALANG</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> - SURYA- “Tempat sosis di mana ya,” tanya sang ibu kepada anaknya yang duduk di sekolah dasar. “Itu Bu, di ujung,” ujar sang anak. Maka dengan yakin sang ibu langsung mengambil beberapa bungkus sosis dan memasukkannya ke dalam keranjang, lalu melanjutkan kegiatan belanja. Sampai di kasir sang ibu baru tahu bahwa sosis yang diambil ternyata sosis babi. Sontak saja, ia kaget dan langsung membatalkan untuk membeli sosis tersebut. Secara umum, memang tidak ada yang berbeda antara sosis babi yang diambil dan sosis sapi yang hendak dibeli.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Kisah itu ditulis Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dalam halaman internetnya agar masyarakat mewaspadai beredarnya sosis tidak halal.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Dan faktanya, sosis sapi yang berada di pasaran ternyata belum tentu sepenuhnya halal. Ini bukan mengada-ada, melainkan kajian ilmiah dari seorang guru besar bidang teknologi hasil pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr Noor Harini. </span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">“Saya menyampaikan ini agar masyarakat muslim lebih waspada dengan makanan yang mereka konsumsi. Bagaimanapun juga, hak mereka untuk mendapatkan makanan halal, harus dilindungi,” kata Noor kepada Surya, beberapa waktu lalu.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Apa yang disampaikan Noor pantas membuat resah. Apalagi, ia mengatakan, banyak sekali produk olahan hewani (selain ikan, telur, dan susu olahan) yang biasa dikonsumsi masyarakat, di antaranya: sosis, daging kaleng (kornet), salami, meat loaf, steak, dendeng, dan lain-lain, yang semuanya belum tentu halal meski berbahan utama daging sapi. </span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Kehalalan produk olahan ini, ingat Noor, tidak hanya bergantung pada daging sebagai bahan utamanya saja, tetapi juga sangat tergantung pada bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan produk olahan tersebut. Ia memisalkan sosis untuk menjelaskan hal ini.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Diterangkan Noor, di Jerman dan negara barat umumnya, terdapat aturan penamaan sosis. Jika hanya disebut ‘sosis’, maka sudah otomatis dari babi, baik itu lemak maupun dagingnya. Jika disebut ‘sosis sapi’, maka dagingnya sebagian besar dari daging sapi, namun lemaknya bisa berasal dari lemak babi. “Jika sosisnya semuanya dari sapi dan tanpa bahan dari hewan lain, maka penamaannya harus disebutkan nama hewannya dan ditambahkan kata murni, jadi harus `sosis sapi murni`,” terangnya. </span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Dari kasus penamaan ini, Noor menyimpulkan, pemeriksaan kehalalan sosis impor yang masuk ke </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> harus dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi. Masalah muncul karena apa yang ada dalam kandungan sebuah bahan pakan, tidak bisa dideteksi orang awam. </span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Masyarakat, selama ini hanya melihat produk dari namanya, sebagai contoh ‘sosis sapi’, yang—padahal—bisa saja mengandung lemak babi. “Apalagi, di negara-negara tersebut, penyembelihan hewan tentu juga tidak dengan syariat Islam, sehingga jelas memengaruhi kehalalan sebuah produk,” kata Noor, yang baru saja dilantik menjadi guru besar oleh UMM ini. </span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Apa yang disampaikan Noor ini dibenarkan oleh pemerhati Islam sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang M Zainul Fadli. Menurutnya, masyarakat muslim wajib lebih teliti, dengan tidak menelan mentah-mentah sebuah tulisan produk makanan. “Terutama, waspadailah produk daging hewan yang tidak disembelih di negara muslim. Kalau negara barat, yang sudah menerapkan pembedaan produksi pakan untuk negara muslim, baru </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Australia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> dan </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">New Zealand</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> (Selandia Baru, Red)” kata Zainul yang juga anggota MUI Kota Malang ini.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Apalagi, Zainul mengingatkan, penentuan kehalalan sebuah produk di </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> bisa dibilang belum ketat. Parameternya, negara-negara Timur Tengah belum terlalu mengakui sertifikasi halal dari </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">. “Biasanya, negara-negara itu baru merasa lega kalau makanan itu sudah dibilang halal oleh </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Malaysia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">. Saya tidak tahu, apakah itu masalah politis ataukah memang mekanisme kita yang belum seketat </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Malaysia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">,” kata Zainul.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Hanya, dari segi mekanisme, cara </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Malaysia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"> menentukan kehalalan menurut Zainul memang selangkah lebih maju dari MUI-yang dalam hal ini sebagai penentu kehalalan sebuah produk di </span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Indonesia</span></strong><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">. “Sebagai contoh, kalau ada industri makanan asal negara non-muslim yang mengajukan sertifikasi kehalalan, mereka bakal memeriksa secara detail. Apa saja bahan pendukung makanan secara rinci, sampai bagaimana cara menyembelihnya,” ujar Zainul yang juga pengurus NU Kota Malang ini.</span></strong><strong></strong></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;">Baik Noor maupun Zainul berharap, pemerintah dan ulama lebih serius dalam membuat peraturan dan pengaturan untuk menjamin kehalalan suatu produk pangan. Kata Noor Harini, selain membekali umat Islam dengan pengetahuan yang cukup, para ulama harus bekerja sama dengan para ilmuwan dalam menentukan kehalalan suatu bahan atau produk pangan. Sementara menurut Zainul, akan lebih baik bila ada lebih dari satu penentu sertifikasi kehalalan-selain MUI-karena hal itu dipandangnya lebih objektif dan kompetitif. /AJI BRAMASTRA</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"><a href="http://www.surya.co.id/2010/02/27/kajian-ilmiah-prof-dr-noor-harini-awas-sosis-sapi-belum-tentu-halal.html">http://www.surya.co.id/2010/02/27/kajian-ilmiah-prof-dr-noor-harini-awas-sosis-sapi-belum-tentu-halal.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Verdana;">Makanan Haram Mengakibatkan ke Neraka</span></strong></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Ummat Islam wajib berhati-hati terhadap makanan, minuman, dan apa saja yang diharamkan. Lebih-lebih mengenai makanan dan minuman haram. Karena dampaknya sangat fatal, di antaranya ketika di dunia, do’a dari orang yang makan dan minumnya serta pakaiannya haram maka tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Sedang di akherat, daging yang tumbuh dari yang haram itu nerakalah yang lebih berhak atasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:</span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">((كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ)). (رواه أحمد والترمذي والدارمي).</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Kullu lahmin nabata min suhtin fannaaru awlaa bihi.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: fuchsia;">Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama dengannya.</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ad-Darimi).</span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">وعن أبي هريرة </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">-</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"> رضي الله عنه - قال : قال رسولُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">- : (( </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">أيُّهَا النَّاسُ ، إنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إلاَّ طَيِّباً ، وإنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِينَ . فقالَ تعالى :</span><span style="font-size: 16pt;"><span> </span></span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">{</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"> يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">} [ </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">المؤمنون : </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">51 ] </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">، وقال تعالى </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">: { </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">} [ </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">البقرة : </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">172 ] </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">. ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أشْعثَ أغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ : يَا رَبِّ يَا رَبِّ ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، ومَلبسُهُ حرامٌ ، وَغُذِّيَ بالْحَرَامِ ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟ رواه مسلم .</span></h1>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: <em>Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkan oleh para rasul.</em> Maka Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-weight: normal;">{ </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً</span><span style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 16pt;">} [ </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">المؤمنون</span><span style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 16pt;">: 51 ]</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh.</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> (QS Al-Mukminun: 51). Dan Allah ta’ala berfirman:</span></p>
<h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">{</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"> يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA">مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">} [</span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;;" lang="AR-SA"> البقرة </span><span style="font-size: 16pt; font-family: &quot;Traditional Naskh&quot;; font-weight: normal;" lang="AR-SA">: 172 ] .</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu</span></em><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> (QS Al-Baqarah: 172).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Lalu Rasulullah menuturkan tentang seorang lelaki yang pergi mengembara hingga rambutnya kusut berdebu, lalu <span style="color: fuchsia;">dia mengangkat tangan ke arah langit sambil berdo’a: Ya Rabbi, ya Rabbi, berilah aku sesuatu, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram, dan dimakani dengan yang haram pula. Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan karena demikian.</span> (HR Muslim).</span></p>
<h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal; font-style: normal;">Mengenai makanan dan minuman haram, bisa dibaca pula nahimunkar.com dalam judul Awas Makanan dan Minuman Mengandung Babi, </span><span class="post-date"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal; font-style: normal;">April 1, 2009</span></span><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal; font-style: normal;"> </span><span class="post-time"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal; font-style: normal;">11:12  pm</span></span><span class="post-time"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal; font-style: normal;"> <span style="color: teal;">(nahimunkar.com)</span></span></span></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nahimunkar.com/awas-banyak-produk-olahan-hewani-belum-tentu-halal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
