Gelar Ritual Telanjang demi Jadi PNS

Gelar Ritual Telanjang demi Jadi PNS

SABTU, 23 OKTOBER 2010 | 08:26 WIB

Pacitan -SURYA- Dijanjikan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), sejumlah warga Kota Pacitan rela menggelar ritual telanjang. Kades Tanjungsari, Kec Pacitan, Bambang Sutejo, Jumat (22/10), mengatakan, ritual dilakukan atas perintah penelepon gelap yang mengaku suruhan Sekda Pacitan Mulyono.

“Orang yang memberi tahu saya adalah Hernowo, penilik sekolah di Kec Kebonagung,” kata Bambang. “Intinya, Sekda meminta warga melakukan ritual telanjang dan berdoa untuk kesembuhan Bupati Sujono yang dikabarkan sakit,” katanya.

Setelah mengumpulkan sejumlah warga dan perangkat, pada Kamis (21/10) sekitar pukul 21.00, para peserta ritual kemudian dihias dengan warna serba hitam. Prosesi rias berlangsung hingga Jumat sekitar pukul 04.00 WIB. Ternyata, hal serupa juga digelar sebagian warga dan perangkat Desa Mentoro, Kec Pacitan. “Kami bersedia karena dijanjikan akan diangkat menjadi PNS,” kata seorang korban.

Kabag Humas Pemkab Endang Surjasri membantah ritual telanjang itu atas perintah Sekda. Dia juga membantah Bupati Sujono sakit karena kena guna-guna. n ant

Sumber: surya

Bodoh dan sesat

Ketika manusia sudah menyingkir dari aturan Allah Ta’ala yang dibawa oleh Rasul-Nya, maka jelas sesat. Kesesatan itupun masih sangat memalukan, karena jalan yang ditempuh adalah jalan yang memalukan, merugikan, dan menyesatkan. Itu semua menunjukkan kebodohan, hingga suara dari telepon gelap dan menjerumuskan pun diikuti.

Itulah yang di dalam Al-Qur’an disebut bagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا (43) أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا [الفرقان/4443-]

43. Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,

44. atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS Al-Furqan/ 25: 43-44).

(nahimunkar.com)

email