Inilah Nama-nama Politikus Koruptor 2012

Inilah Nama-nama Politikus Koruptor 2012

politisi terkorup 2012_8234523764127

Ilustrasi: kompas.com

  • Setahun 24 Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi
  • Sepanjang 2012, Sebanyak 52 Kader Parpol Terjerat Kasus Korupsi

Inilah nama-nama mereka dan beritanya.

***

Ini Daftar Politisi Korup di 2012

oleh Yoga Guritno

Posted: 28/12/2012 16:02

Liputan6.com, Jakarta : Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan nama-nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta menteri yang terjerat kasus korupsi sepanjang 2012. Tercatat sedikitnya ada 24 politisi yang terjerat kasus korupsi.
“Mayoritas adalah anggota DPR dan DPRD yang terjerat korupsi 2012,” ujar peneliti Divisi Korupsi Politik ICW Apung Widadi dalam Outlook Korupsi Politik 2013 di Warung Daun, Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Menurutnya, kader Partai Golkar paling banyak terjerat kasus korupsi (14 kader). Di posisi kedua, Partai Demokrat dengan 10 kader dan disusul PAN dengan PDIP dengan delapan kadernya.

Berikut nama-nama politisi itu;

  1. Izederik Emir Moeis, Anggota DPR Fraksi PDIP periode 1999-2004, 2004-2009.
  2. Murdoko, Ketua DPRD Jawa Tengah, PDIP.
  3. Riza Kurniawan, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, PAN.
  4. Iqbal Wibisono, Mantan Anggota DPRD Jawa Tengah, Golkar.
  5. Yohanes Eluay, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Golkar.
  6. Zulklifi Shomad, Mantan Ketua DPRD Kota Jambi, PKB.
  7. Yurikus Dimang, Wakil Ketua I DPRD, Golkar.
  8. Jambran Kurniawan, Wakil Ketua DPRD, PPP.
  9. Aries Marcorius Narang, Ketua DPRD Palangkaraya, PDIP.
  10. Sukarni Joyo, Anggota DPRD Kutai Timur, PDIP.
  11. Andi Irsan Idris Galigo, Anak Bupati Bone/Anggota DPRD Bone, Golkar.
  12. Angelina Sondakh, Anggota DPR, Demokrat.
  13. H. Zahri, Swasta, Direktur PT Langgam Sentosa, Ketua DPRD Pelalawan, Golkar.
  14. Muhammad Faizal Aswan, Anggota DPRD Riau, Golkar.
  15. M. Dunir, Anggota DPRD Riau, PKB.
  16. Taufan Andoso Yakin, Wakil Ketua DPRD Riau, PAN.
  17. E. Suminto Adi, Mantan Kasi Pelayanan Nasabah Bank Jatim, Anggota DPRD Mojokerto, PAN.
  18. Wisnu Wardhana, Ketua DPRD Surabaya, Demokrat.
  19. Zulkarnaen Djabar, Anggota Banggar, Anggota Komisi VII, Golkar.
  20. Afit Rumagesan, Ketua DPRD Fakfak, tidak terindentifikasi.
  21. Sumartono, Anggota DPRD Semarang, Gerindra.
  22. Agung Purno Sarjono, Anggota DPRD Semarang, PAN.
  23. Andi Alfian Malaranggeng, Menteri Pemuda dan Olahraga, Demokrat
  24. M. Nazaruddin, Anggota DPR, Demokrat.(Mut)

liputan6.com

***

29 Desember 2012 | 15:31 wib

Setahun 24 Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat 24 kepala daerah terjerat kasus korupsi sepanjang 2012.

“Secara keseluruhan ada 24 kepala daerah yang diproses hukum karena kasus korupsi, ada tujuh orang berasal dari Partai Golkar, enam orang dari Partai Demokrat, Gerindra ada tiga orang, PDI Perjuangan ada empat orang, PAN ada tiga orang, PKB dua orang, dan PKS dua orang” kata peneliti ICW Apung Widadi dalam acara “Outlook Korupsi Politik 2013″ di Jakarta.

Sejumlah kepala daerah yang perkaranya ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi misalnya mantan Bupati Buol Amran Batalipu (Golkar) yang terjerat kasus penerbitan Izin Usaha Perkebunan dan Hak Guna Usaha PT citra Cakra Murdaya di Buol, mantan Walikota Cilegon Tubagus Aat Syafaat (Golkar) dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan dermaga trestle (tiang pancang) Kubangsari, kota Cilegon.

Selanjutnya mantan Bupati Seluma Murman Effendi (Demokrat) menyuap 27 anggota DPRD Kabupaten Seluma periode 2009-2014 yang telah divonis dua tahun penjara serta mantan Walikota Semarang Soemarmo (PDI Perjuangan) dalam kasus suap ke anggota DPRD Kota Semarang terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang 2011-2012 yang juga telah dihukum 1,5 tahun penjara. “Kepala daerah banyak terjerat korupsi terkait dana bantuan sosial dan hibah,” tambah Apung.

Bupati Amran Ia juga menyoroti kasus korupsi Bupati Buol Amran Batalipu yang ditangkap karena adanya pengusaha yang menyumbang dana kampanye secara ilegal. “Amran dijerat dengan pasal penerima suap tapi pelanggaran dana kampanyenya tidak ditindaklanjuti lebih jauh,” ungkap Apung.

Selain kepala daerah, ICW juga mencatat ada 25 anggota DPR dan DPRD yang terjerat kasus korupsi 2012. “Dari catatan tersebut Golkar menempati urutan perama dengan tujuh kasus, disusul PAN lima orang dan Demokrat dan PDIP masing-masing empat orang, secara keseluruhan banyak kasus korupsi yang menjerat anggota anggota DPR/DPRD karena kasus mafia anggaran dan bantuan sosial,” ujarnya.

ICW menilai bahwa para politisi tersebut kerap terjerat korupsi karena melakukan penyalangunaan kekuasaan sebagai penentu alokasi anggaran (mafia anggaran). “Mafia anggaran menjadi modus yang paling banyak dalam korupsi anggota DPR dan DPRD, selanjutnya pembagian proyek serta bantuan sosial dan hibah,” jelasnya.

ICW merekomendasikan untuk mengurangi praktek korupsi maka pembahasan dan penetapan APBN 2013 harus transparan dan akuntabel agar meminimalkan proyek-proyek siluman dalam logistik mafia anggaran.

( Rifki / CN34 / JBSM ) suaramerdeka.com

***

28 Desember 2012 | 14:57 wib

Sepanjang 2012, 52 Kader Parpol Terjerat Kasus Korupsi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat terdapat 52 kader Partai Politik terjerat kasus korupsi. Sebanyak 21 orang berasal dari kalangan atau mantan anggota DPR dan DPRD.

Hal ini dikatakan peneliti Divisi Korupsi Politik ICW Apung Widadi dalam refleksi korupsi politik sepanjang tahun 2012, Jumat. Dia menambahkan, kader politik yang menjabat kepala daerah atau mantan kepala daerah terjerat kasus korupsi sebanyak 21 orang.

Sedangkan sisanya di antaranya pengurus partai dan Menteri aktif. Lebih lanjut, Apung menambahkan, kader partai Golkar yang terjerat kasus korupsi sebanyak 14 orang, kemudian kader Partai Demokrat sebanyak 10 orang, kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan PDIP sebanyak delapan orang, dan PKB sebanyak empat orang.

Disusul dengan Partai Gerindra empat orang, PKS dan PPP sebanyak dua orang. “Kader Partai Golkar paling banyak terjerat,” tegas Apung.

( Mahendra Bungalan / CN31 / JBSM ) suaramerdeka.com

(nahimunkar.com)

email
  • Ramiyanto

    semoga demokrat lenyap dari kancah politik tanah air