Jenderal Susi. Hwaahaaa..haaa

Tujuh masalah:

  • Pertama takut untuk membubarkan Ahmadiyah.
  • Kedua, petinggi2 partai SBY (Demokrat) terlibat korupsi.
  • Ketiga, amanat rakyat yang sudah diberikan melalui DPR RI untuk menuntaskan Bank Century 6,7 triliun sampai saat ini, justru SBY berusaha untuk menutup-nutupi.
  • Keempat, pengangguran makin banyak.
  • Kelima, orang kelaparan makin banyak.
  • Keenam, liberal makin bebas.
  • Ketujuh,  bencong makin banyak.
  • Bisa kita lihat, kaum homo dan lesbi, judi, miras, pelacuran, partai korup, ahmadiyah, aliran sesat kerap dibela kaum liberal.
  • Sekarang ini semakin banyak bencong. “Siang namanya Tono, malam jadi Tini. Siang namanya Toto malam jadi Titik. Siang namanya Susi malam jadi Susilo. Jenderal Susi. Hwaahaaa..haaa
  • Jika kaum liberal bebas mengekspresikan permusuhannya terhadap Allah dan Rasulnya, bahkan rela mati untuk setan dan iblis serta masuk Neraka Jahanam, maka kita umat Islam harus siap dan berani mati di jalan  Allah untuk masuk Surga membela agama Allah dan Rasulnya.

Demikian petikan dari pidato di acara yang lipuatn selengkapnya sebagai berikut.

***

SBY Harus Introspeksi Diri, Liberal Makin Bebas, Bencong Makin Banyak!

JAKARTA (VoA-Islam) – Beberapa waktu lalu, usai aksi Indonesia Tanpa FPI, SBY menanggapi pertanyaan jurnalis media libertal dengan mengatakan, FPI harus introspeksi diri. Tapi, kali ini SBY seharusnya yang introspeksi diri. Kenapa Presiden SBY harus introspeksi diri?

Dikatakan Habib Rizieq dalam orasi Apel Siaga Umat Islam Indonesia Tanpa Liberal di bunderan HI, Jumat (9/3) lalu, karena, SBY masih takut untuk membubarkan Ahmadiyah. Kedua, Karena petinggi2 partai SBY (Demokrat) terlibat korupsi. Ketiga, amanat rakyat yang sudah diberikan melalui DPR RI untuk menuntaskan Bank Century 6,7 triliun sampai saat ini, justru SBY berusaha untuk menutup-nutupi. Keempat, pengangguran makin banyak. Kelima, orang kelaparan makin banyak. Keenam, liberal makin bebas. Dan ketujuh,  bencong makin banyak. Jadi siapa yang harus introspeksi diri?

“Es Be Yeeee………,” jawab peserta aksi Apel Siaga Umat Islam Indonesia Tanpa Liberal di bunderan HI, Jumat (9/3) lalu.

Kata Habib, SBY harus introspeksi diri. Gara-gara Pilkada, partai SBY membakar kantor bupati, kantor KPU, DPRD, bahkan ada ketua DPRD di Sumatera Utara yang dibunuh. “Siapa yang harus introspeksi diri? Siapa yang harus dibubarkan, FPI atau SBY?

“Es…Be..Ye………,” lagi-lagi rakyat Indonesia menjawab.

Nah, agar SBY introspeksi diri dengan baik dan seksama tanpa gangguan, maka istananya harus dibersihkan dari setan dan iblis liberal. Untuk mengusir setan dan iblis di dalam istana dan sekitarnya, maka harus kita ruqyah penghuni istana Presiden.

“Bisa kita lihat, kaum homo dan lesbi, judi, miras, pelacuran, partai korup, ahmadiyah, aliran sesat kerap dibela kaum liberal. Kita bisa saksikan, sekarang ini, makin banyak bencong, homo, lesbi, yang beberapa waktu lalu di tempat yang sama (Bunderan HI). Kaum liberal yang jumlahnya hanya 50 orang, telah diliput hampir seluruh media massa, termasuk media TV. Tapi, kini, umat Islam ribuan jumlahnya, tapi jangan harap dan mimpi masuk TV. Karena memang, kita bukan bencong,  homo, lesbi, setan, iblis, dan bukan koruptor. Ganyang TV liberal,” ungkap Habib Rizieq.

Habib mengaku prihatin, sekarang ini semakin banyak bencong. “Siang namanya Tono, malam jadi Tini. Siang namanya Toto malam jadi Titik. Siang namanya Susi malam jadi Susilo. Jenderal Susi. Hwaahaaa..haaa,” kata Habib yang diikuti tawa para hadirin.

Hancurkan Panggung Liberal

Mulai detik ini, umat Islam perang melawan liberal, ganyang liberal. Seperti diketahui, liberal telah merasuk ke segala bidang, sehingga merusak bangsa. Di bidang pendidikan, kaum liberal merusak kurikulum, akibatnya moral bangsa menjadi rusak. Dibidang ekonomi, kaum liberal menciptakan koruptor yang rakus dan serakah.

Di bidang budaya, kaum liberal melestarikan keterbelakangan. Atas nama Bhineka Tunggal Ika dan melestarikan budaya, kaum liberal membiarkan rakyat Indonesia terbelakang dan telanjang. Rakyat Indonesia dibiarkan bodoh. Jelas, ini merusak bangsa.

Di bidang agama, kaum liberal telah menistakan Allah, Nabi, dan al-Qura’n.  Mereka mengatasnamakan dirinya intelektual dan menganggap pemikiran sesatnya itu sebagai kebebasan berekspresi. Berkali-kali, umat Islam melaporkan penistaan tersebut ke polisi, tapi tidak pernah ditindak-lanjuti. Maka, siapa yang menghina Allah, Nabi, Al Qur’an, yuk kita rame-rame suruh mereka tobat.

“Jika mereka tidak mau tobat dan polisi tidak mau menangkap para penghina Allah, Rasul dan Al Qur’an, siap bunuh mereka? Jika diinterogasi polisi, kenapa membunuh kaum liberal yang menghina Allah, Nabi dan al-Quran, maka bilang saja, ini kebebasan berekspresi,” kata Habib.

Jika kaum liberal bebas mengekspresikan permusuhannya terhadap Allah dan Rasulnya, bahkan rela mati untuk setan dan iblis serta masuk Neraka Jahanam, maka kita umat Islam harus siap dan berani mati di jalan  Allah untuk masuk Surga membela agama Allah dan Rasulnya.

“Mulai hari ini,  kita bubarkan panggung-panggung liberal, ganyang mimbar-mimbar liberal,  kita umumkan perang terbuka terhadap liberal. Hancurkan liberal!!” seru Habib. Desastian Senin, 12 Mar 2012

(nahimunkar.com)