3tokoh PKS_83467523865

Jakarta KabarNet: Kasus suap impor daging sapi yang menimpa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, merupakan satu dari sekian banyak borok besar yang diduga diidap partai dakwah itu.

Ada tiga biangnya, yaitu Presiden PKS Anis Matta, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, mereka sebagai tiga sejoli yang terlibat berbagai kasus korupsi. Salah satu pendiri PKS Yusuf Supendi menyebut ada delapan kejahatan yang dilakukan PKS.

“Ada tiga sejoli yang tidak dapat dipisahkan, mereka itu sudah melakukan kejahatan. Saya sudah menulis 60 sampai 80 halaman, judulnya delapan kejahatan PKS,” kata Yusuf saat menghadiri diskusi ‘Lembaga Penegakan Hukum dan Strategi Nasional (LPHSN), Konflik Kepentingan dalam Pemberantasan Korupsi’ di Warung Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Minggu (3/2).

Yusuf mengaku memiliki bukti kuat kejahatan yang dilakukan PKS. Namun tiap kali dirinya mengemukakan bukti tersebut ke pimpinan partai untuk diselesaikan, tidak direspon. “Saya punya dokumen, enam tahun selama mengkritisi PKS tapi diabaikan,” terangnya.

Menurut Yusuf, PKS harus memperbaiki kinerja internal dan melakukan perombakan besar-besaran. Cara mudah menyelamatkan PKS dari keterpurukan adalah menggiring tiga sejoli ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Apabila mau memperbaiki PKS itu, saya berpesan dan meminta kepada KPK untuk segera pasca lengkapnya dua alat bukti, Hilmi Aminuddin dan Anis Matta digiring ke KPK,” tegas Yusuf.

Yusuf Supendi juga berharap KPK dapat segera menangkap Presiden PKS Anis Matta dan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Sebab keduanya dinilai sering kali melakukan penyuapan dan penggelapan uang. Ia mengatakan, tidak hanya Luthfi Hasan Ishaaq yang melakukan permainan kotor dalam kasus penyuapan impor daging sapi, namun kata dia, Hilmi Aminuddin pun juga terseret dalam kasus tersebut.

“Hilmi telah melakukan intervensi dengan memasukkan Eman salah seorang pengusaha bersama anaknya yaitu Ridwan yang namanya (dipanggil) Iwan. Dan bulan April saya mendapatkan informasi bahwa Ridwan itu masih aktif melakukan bisnis daging sapi itu. Jadi kalau melihat ini ya jelas ada kaitannya dong,” kata Yusuf usai menghadiri diskusi Lembaga Penegakan Hukum dan Strategi Nasional (LPHSN) dengan tema konflik kepentingan dalam pemberantasan korupsi, di Rumah Makan Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (3/2).

Sebelum kasus impor sapi menyeruak, Luthfi Hasan menerima dana dari Jusuf Kalla sebesar Rp 34 miliar saat pemilihan presiden pada 2004. Selain itu, Yusuf juga membeberkan tindak penggelapan dana kampanye Pemilukada DKI Jakarta periode 2007-2012 sebesar Rp 10 miliar pada tahun 2007 lalu. Yusuf mengatakan, pada saat itu dana kampanye untuk pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh PKS, Adang Daradjatun dan Dani Anwar dalam periode 2007-2012 sebesar Rp 67 miliar diberikan oleh Adang kepada Anis Matta. Namun, kata Yusuf, saat tim sukses kampanye melakukan kampanye, ternyata uang yang ada kurang sebanyak Rp 10 miliar.

“Pengakuan Anis Matta, dana pilkada itu Rp 67 miliar. Kemudian dari Rp 67 miliar itu diambil oleh Anis Matta. Ketika panitia (Pilkada DKI) melakukan kampanye ternyata duit itu kurang,” jelas Yusuf, di Rumah Makan Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (3/2).

Yusuf menambahkan, kehilangan uang tersebut tentu tidak membuat pengurus PKS tinggal diam. Usut punya usut, kata dia, ternyata sebanyak Rp 10 miliar diambil oleh Anis Matta. “Kemudian setelah diperiksa, dia katakan uang itu dikembalikan, oleh karena itu saya tidak berani mengatakan korupsi, itu adalah penggelapan,” terangnya.

Sementara Anis Matta menggelapkan dana Rp 10 miliar dari total “mas kawin” Rp 67 miliar yang diterima PKS dari Adang Daradjatun pada Pilgub DKI pada 2007. Adapun Hilmi Aminuddin mengumpulkan banyak setoran untuk memperkaya diri.

Oleh sebab itu, demi membersihkan nama baik PKS dan kembali dipercaya rakyat menjelang Pemilu 2014, Yusuf berharap KPK segera mengungkap dan menangkap keterlibatan Anis dan Hilmi dalam tindak pidana penyuapan dan penggelapan tersebut. “Karena itu KPK tidak bisa membiarkan itu dan harus diperiksa,” katanya.

Selama Anis dan Hilmi menjabat sebagai petinggi PKS, tambah dia, PKS akan terpuruk dan tidak akan bisa masuk dalam kursi parlemen di 2014 mendatang. “Jadi selama dua orang itu berkuasa (Anis dan Hilmi) maka itu tidak mungkin bisa diselamatkan, karena berkaitan dengan 2014 kan jumlah suara. Kalau sekarang PKS tidak mendulang suara. Kalau masyarakat tidak percaya, maka bagaimana nasib 2014. Oleh karena itu, kalau tidak mencapai 3,5 persen maka PKS gulung tikar,” tandasnya.

Terkait penetapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sapi, Yusuf mengatakan perbuatan penyuapan lebih dahsyat dosanya ketimbang para politisi yang melakukan korupsi. “Pasca jungkir baliknya Luthfi Hasan Ishaaq, itu bukan korupsi ya suap, karena dalam Islam beda, kalau mencuri dipotong tangan, kalau suap lebih dahsyat, Allah melaknat yang menyuap dan disuap, jadi dilaknat dari ubun-ubun sampai mata kakinya,” kata Yusuf.

Yusuf Supendi sempat kaget ketika Anis Matta diangkat menjadi presiden PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq. Yusuf menilai Anis justru orang yang menghancurkan PKS dengan rekam jejaknya. Karena itu Yusuf sinis menanggapi seruan Anis soal pertobatan nasional seluruh kader PKS. Yusuf menilai seharusnya politikus yang gemar pakai jam mahal Rolex itu saja yang tobat. “Kalau kesalahan petinggi ya tobat sendiri aja,” kata Yusuf Supendi saat menggelar jumpa pers di LPHSN di Jakarta, Minggu (3/2).

Menurut Yusuf, kesalahan ada pada Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Anis Matta dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Merekalah, kata Yusuf, yang seharusnya bertobat karena mengubah PKS menjadi amburadul. Pengangkatan Anis oleh Majelis Syuro yang dipimpin Hilmi Aminuddin, katanya, hanya untuk kepentingan saling menyelamatkan diri diantara keduanya. Dia mengatakan memiliki sejumlah temuan mengenai korupsi yang melibatkan Anis, Hilmi dan Luthfi.[KbrNet/Slm]

Source: merdeka.com

Posted by KabarNet pada 04/02/2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 31,608 kali, 1 untuk hari ini)