Kekhawatiran Ulama Jember: Syi’ah segelintir saja berani bunuh Muslim

Tiga orang warga diamankan polisi, usai prosesi pemakaman Eko Mardi Santoso, korban kerusuhan Puger, di TPU Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (12/9/2013)

Kekhawatiran Ulama Jember: Syi’ah segelintir saja berani bunuh Muslim

Jember

JAKARTA– Direktur Yayasan Pesantren Al Islam ustadz Farid Achmad Okbah mengatakan perlunya kesiapsiagaan umat Islam Indonesia akan kekejian syi’ah kepada kaum Muslimin.

Kepada awak media Islam di kantor Dewan Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta Pusat Kamis (12/9/2013) ustadz Farid membacakan pesan pendek yang diterimanya dari salah seorang Kyai yang merupakan tokoh umat Islam yang menonjol di Jember. SMS itu berisi kekhawatiran akan kekejaman Syiah kepada kaum Muslimin dan juga para ulamanya.

“Rakyat Kabupaten Jember jumlahnya 2 juta orang atau lebih semuanya Sunni, hanya beberapa gelintir saja yang syi’ah belum sampai setengah persennya, mereka berani membunuh Sunni. Bagaimana nanti kalau sampai mereka mencapai 5 persen? Tidak mustahil jika para kyai Sunni akan dibantai,” demikian isi pesan singkat itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bentrok berdarah pecah di desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Peristiwa bermula dari provokasi pendukung Habib Ali bin Umar Al-Habsyi yang menganut syi’ah ingin mengadakan kegiatan karnaval 17 Agustus di wilayah Puger. Padahal polisi tidak memberi izin acara tersebut. Warga Puger pun menolak kegiatan karnaval tersebut.

Bentrokan berdarah itu menyebabkan seorang warga bernama Eko Mardi (27) meninggal dunia. Korban merupakan saksi kunci pada peritiwa pemukulan terhadap warga oleh pengikut syi’ah pada Mei 2012. Selain itu dua masjid dirusak,puluhan perahu dan rumah warga hancur.

(azmuttaqin/arrahmah.com) A. Z. MuttaqinKamis, 8 Zulqa’dah 1434 H / 12 September 2013 23:05

(nahimunkar.com)