Keturunan Nabi dan Tiga Sosok Assegaf Yang Menghebohkan

Keturunan Nabi dan Tiga Sosok Assegaf Yang Menghebohkan

BILA ada seseorang atau sekelompok orang mengaku-ngaku sebagai keturunan Nabi, sebenarnya kalau secara umum sah-sah saja dan tidak salah sama sekali. Karena, pada dasarnya semua umat manusia di muka bumi ini merupakan keturunan Nabi Adam Alaihissalam, Nabi pertama. Namun, tidak semua keturunan Nabi Adam Alaihissalam beriman kepada Allah SWT dan mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah. Artinya, secara umum, tidak ada yang ‘istimewa’ dengan status keturunan Nabi. Apalagi, yang sesungguhnya dinilai oleh Allah SWT bukanlah asal-usul keturunan seseorang tetapi tingkat ketaqwaannya kepada Allah.

George Bush mantan Presiden Amerika Serikat juga keturunan Nabi Adam Alaihissalam, begitu juga dengan Osama bin Laden dari Saudi Arabia dan Ariel Sharon dari Israel. Semua nabi yang jumlahnya ribuan, juga keturunan Nabi Adam Alaihissalam, begitu juga dengan para Rasul Allah. Sementara itu, tidak ada satu pun keturunan Nabi Muhamad SAW yang menjadi Nabi atau Rasul, kecuali kalau ada yang mengaku-ngaku, maka bisa jadi nabi dan rasul palsu pembawa kesesatan.

Dalam perspektif antropologis, ada fenomena ‘penghormatan’ terhadap keturunan Nabi Muhammad SAW yang muncul dari sebuah penafsiran atau penyikapan terhadap sebuah hadits (?) yang berbunyi: “Sesungguhnya keturunanku itu dari Fatimah.”

Maka, tersusunlah sebuah silsilah yang menjuntai hingga belasan abad kemudian dari Hadramaut (Yaman) hingga ke Tanah Abang (Jakarta). Yaitu sebuah silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis keturunan Fathimah ra yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra.

Maka, muncullah sebuah penyebutan khusus bagi keturunan Fathimah ra ini, yaitu Habib (yang tercinta), Sayid (tuan), Syarif (yang mulia), dan sebagainya. Di Jakarta, sebutan yang paling populer untuk ‘menghormati’ para keturunan Nabi Muhammad dari jalur Fathimah ra ini adalah habib atau habaib (jamak).

Tidak semua keturunan Arab bisa disebut habib. Misalnya, Abu Bakar Ba’asyir mantan Amir Mujahidin MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) yang kini memimpin Jama’ah Ansharut Tauhid meski merupakan keturunan Arab dari Yaman, bukanlah tergolong habib, dan tidak pernah mau dipanggil habib atau diperlakukan sebagai habib. Ba’asyir memang bukan keturunan Fathimah ra, maka tidak disebut habib, berbeda dengan Riziek Shihab Ketua FPI (Front Pembela Islam).

Dari sejumlah komunitas keturunan Fathimah ra ini, mereka terkelompokkan ke dalam sejumlah fam (nama keluarga) seperti Syihab, Shahab, Assegaf, dan sebagainya. Dari sejumlah fam komunitas keturunan Fathimah ra ini, salah satu yang menonjol adalah Assegaf. Bahkan tiga sosok yang cukup menghebohkan ‘dunia persilatan’ di Indonesia, menyandang nama Assegaf. Siapa saja mereka?

Mahmud bin Ahmad Assegaf

Nama yang menghebohkan ini pasti tidak begitu mudah dikenali bila tidak disebut nama aslinya. Nama Mahmud bin Ahmad Assegaf adalah nama alias dari sosok bernama Omar Al-Farouq, kelahiran Kuwait 24 Mei 1971.

Menurut catatan majalah Tempo edisi 25 November – 1 Desember 2002, Al-Farouq merupakan tokoh kunci Al-Qaidah di Asia Tenggara yang berperan membekingi dana gerakan Jamaah Islamiyah (JI), dan merupakan tangan kanan Osama bin Laden yang oleh Geroge Bush disebut teroris. Al-Farouq juga diduga terlibat pada sejumlah aksi peledakan gereja di Indonesia pada malam Natal 2000, kerusuhan di Poso dan Ambon.

Di Indonesia, Al-Farouq punya beberapa buah KTP. Bahkan ia sempat menikahi Mira Agustina pada 26 Juli 1999, dan punya dua orang anak. Menurut Mira, suaminya itu meski sering dipanggil Abu Faruq, namun bernama asli Mahmud bin Ahmad Assegaf, keturunan Arab yang lahir di Ambon pada tanggal 24 Mei 1971 dan fasih berbahasa Indonesia dengan logat Ambon. Begitu pengakuan Mira.

Pada tanggal 5 Juni 2002, Al-Farouq ditangkap aparat di Masjid Raya Bogor, dan langsung dideportasi ke Amerika Serikat, karena diidentifikasi sebagai warga negara asing yang menjadikan Indonesia sebagai arena menebar teror. Dari Bogor, Al Farouq langsung dibawa ke Halim Perdana Kusumah. Di Halim, sudah menunggu pesawat militer AS yang membawa Al-Farouq ke tempat tujuan selanjutnya (penjara AS di Baghram, Afghanistan). Hal itu dimungkinkan karena adanya kerja sama antara intelijen Indonesia dan Amerika dalam perang melawan teror.

Beberapa bulan kemudian, September 2002, muncul wawancara antara majalah Time dengan Al-Farouq. Antara lain berisi pengakuan Al-Farouq bahwa ia merupakan wakil senior Al-Qaida di Asia Tenggara dengan tugas merencanakan sejumlah serangan terhadap kepentingan AS di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Kamboja.

Menurut Manullang (mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Nasional), Al-Farouq adalah agen binaan badan intelejen Amerika Serikat (CIA), yang ditugaskan menyusup dan merekrut agen lokal melalui kelompok-kelompok Islam radikal. Karena tugasnya sudah selesai, dibuat skenario tertangkap. Hal tersebut dikatakan Manullang kepada Tempo News Room pada hari Kamis sore (19 Sep 2002).

Pada 12 Juli 2005, Al Farouq dikabarkan berhasil kabur dari penjara Baghram yang super ketat itu. Namun kasusnya baru terpublikasikan pada November 2005. Hampir satu tahun kemudian, pada hari Senin tanggal 25 September 2006, Al-Farouq dikabarkan tewas akibat ditembak tentara Inggris di Irak. Menurut Mayor Charlie Burbridge juru bicara militer Inggris, Al-Farouq ditembak mati setelah terlibat baku tembak dengan 250 tentara Inggris di sebuah rumah tempat dia bersembunyi di Kota Basra, Irak. (http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=156466)

Habib Abdurrahman Assegaf

Nama Habib Abdurahman Assegaf menjulang ketika terjadi pengerahan sejumlah massa ke markas Ahmadiyah di Parung pada hari Jum’at tanggal 15 Juli 2005, sekitar pukul 16:00 wib. Begitu juga ketika mencuat kasus aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah, sosok Habib Abdurrahman Assegaf kembali menonjol dalam rangkaian aksi menghancurkan dan membakar gubuk tempat pertapaan Ahmad Mushaddeq (pemimpin Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang mengaku sebagai nabi) yang berlokasi di lereng kaki Gunung Salak Endah, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa 30 Oktober 2007. Habib Abdurrahman Assegaf pada saat itu merupakan pemimpin atau koordinator GUII (Gerakan Umat Islam Indonesia). Sebelumnya, Al-Qiyadah Al-Islamiyah telah dinyatakan sesat oleh MUI pada 4 Oktober 2007.

Menurut Arrahmah.com, Abdurrahman Assegaf adalah seorang habib palsu yang bernama (asli) Abdul Haris Umarella bin Ismail Umarella. Namun ada juga yang mengatakan nama aslinya adalah Amsari Umarella. Ayahnya asal Makassar dan ibunya berasal dari Ambon.

Amsari alias Abdul Haris yang kini menjelma menjadi Habib Abdurrahman Asegaf, pernah menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 yang terletak di jalan Mardani Raya, Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Setelah lulus dari SMPN 2, Amsari melanjutkan ke SMA Negeri 68 jurusan IPS. Selama bersekolah di SMAN 68, Amsari tidak tertarik bergiat di rohis (rohani Islam, sebuah lembaga ekstra yang bergerak di bidang pembinaan rohani atau keagamaan). Bahkan saat itu ia termasuk yang tidak mendukung jilbab. Setelah lulus dari SMAN 68, Amsari melanjutkan pendidikan di Unkris Pondok Gede, Jakarta. (http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/5459/iapa-habib-palsu-abdurrahman-assegaf)

Nur Hidayat Assegaf

Februari 1989, terjadi peristiwa berdarah-darah di Lampung, yang dikenal dengan nama Kasus Talangsari. Sebuah komunitas pengajian pimpinan Warsidi yang merupakan serpihan Darul Islam (NII), disapu bersih aparat, karena telah dengan terang-terangan mempersiapkan sebuah perlawanan terhadap pemerintahan, dan membunuh Kapten Soetiman (yang waktu itu menjabat sebagai Danramil Way Jepara).

Salah satu tokoh pencetus kasus Talangsari ini adalah Nur Hidayat, mantan Karateka Nasional yang pernah menjadi bagian dari kelompok pengajian usroh Abdullah Sungkar. Sosok Abdullah Sungkar adalah salah satu tokoh DI/TII atau NII yang kemudian melepaskan diri dari NII dan membentuk Al-Jama’ah Al-Islamiyah (JI).

Dalam kasus Talangsari (Lampung, 1989), Nur Hidayat merupakan tokoh penting. Antara lain, ia menjadi Amir Musafir dan penentu bagi orang-orang yang akan ‘hijrah’ ke Talangsari. Bahkan setelah kasus Talangsari pecah, Nur Hidayat merencanakan sejumlah aksi teror lanjutan, sebagai perlawanan atau balasan terhadap penyerbuan aparat ke Talangsari. Yaitu, mengacaukan Jakarta dengan jalan membakar sejumlah pom bensin, membakar Pasar Pagi, Glodok dan Tanjung Priok. Hanya saja, rencana itu berhasil digagalkan aparat.

Beberapa tahun belakangan, Nur Hidayat melengkapi namanya dengan membubuhi nama fam Assegaf, dan berprofesi sebagai rohaniwan (ustadz, penceramah agama). Hal ini setidaknya bisa dilihat pada harian Republika edisi 30 Januari 2001 dalam serial tulisan bertajuk Melacak Bom di Malam Natal. Pada tulisan serial itu, Republika menuliskan nama Nur Hidayat dengan tambahan Assegaf. Padahal, menurut mantan isteri pertamanya, Nur Hidayat bukan keturunan Arab, apalagi bermarga Assegaf yang tergolong ahlul bait atau keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Fathimah ra.

Berkenaan dengan Bom Malam Natal yang terjadi 24 Desember 2000, Nur Hidayat memang pernah berkoar-koar bahwa ia tahu siapa pelaku di balik kasus yang menghebohkan itu. Ketika diwawancarai oleh Rakyat Merdeka pada tanggal 29 Januari 2001, Nur Hidayat menyatakan bahwa ia tahu akan terjadinya peledakan Bom Malam Natal 2000 dari seorang kawannya asal Bandung, bahkan sang kawan itu berusaha mengajaknya terlibat, namun Nur Hidayat menolak. Meski sudah secara terbuka mengatakan hal itu, namun Nur Hidayat tidak ikut diciduk aparat dalam kasus Bom Malam Natal 2000.

Dari data-data di atas, nampaknya fam Assegaf dibanding fam ahlul bait lainya, sering ‘dimanfaatkan’ oleh orang-orang yang mengerti adanya benefit di balik penggunaan nama keluarga keturunan Fathimah ra tersebut. (haji/tede)

Foto: Arrahmah.com

  • https://www.facebook.com/elfizon.anwar Elfizon Anwar

    APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dalam Al Quran yang menyebut kata 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: "…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

    Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, kalau mau konsisten seharusnya tetap diambil dari nasab perempuan dan seterusnya.

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.

    Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

  • rasid

    jangan meniru tabiat yahudi, kenyataannya golongan habaib lebih dekat ke shiah, tes genetik saja, orang persia kok ngaku ngaku keturunan nabi, keturunan nabi yang asli tidak akan mengaku habaib

  • http://google dharma

    hati hati dalam mempercayai manusia, menyamar sebagai malaikat pun iblis mampu apalagi cuma menyamar sebagai manusia. cukuplah mempercayai Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menuntun dalam hati nurani terdalam manusia yang benar benar beriman. numpang ikutan coment gan

  • ANSHORUS-SUNNAH

    BISMILLAH

    BUAT KAUM MUSLIMIN WAL MUSLIMAT YANG INGIN YAHU LEBIH BANYAK SEPUTAR KESESATAN SYIAH…KLIK AJA http://WWW.HAULASYIAH.WORDPRESS.COM

  • wawan

    kalau benar keturunan Rasulullah SAW, harusnya habib kalau dakwah ga bayar mahal

    Karena Rasulullah dulu kan juga ga bayar, LILLAHI TA'ALA

    Saya menghormati habib, karena ketaqwaan dan cinta beliau kepada Allah dan Rasulullah SAW, bukan karena keturunan

  • http://yahoo.co.id mandor

    dulu, pas ane lagi nyantri di pesantren sempat belajar lughat arabiyah, di antara yang dihafal adalah….

    اللهم اجعلنا من الحبائب…

    ha… ha… ha…

    do'a yang konyol

  • Armando Satriani Had

    Semoga Allah swt. membukakan pintu hidayah serta barokahNya kepada kaum muslimin/muslimat, menjelang akhir zaman ini tidak ada debat atau kata-kata yang lain, selain taqarub dan tawadhu kepada Allah swt dan juga melaksanakan sunnah-sunnah nabi saw, sehingga kita bisa menndapatkan syafaat nabi ketika di yaumil masyar…

    barokallahu.. Allohumma sholli alaa Muhammad wa ala aali Muhammad..

  • http://VANroen VAN roen

    artikelnya oke punya…!, trimakasih ustat.

    dr komentantor pertama dan sterusnya sbagian banyak yg tersinggung alias kebakaran jenggot.

    habaib d INA banyak yg menyebarkan bid'ah2.

    Bahwa ahlulbait itu dinasabkan kpd keturunan nabi ibrahim sdng baginda rosul pd orang 2 beriman taat kpd ALLAH semata serta mengikuti sunnah rosul.

    bid'ah-bid'ah dipasarkan kpd umat muslim INA oleh kaum SYIAH dan habaib,sbagian( masih ada habib yg bagus kok).

    YA ALLAH HANYA ENGKAULAH ZAT yang hamba sembah. YA ALLAH YA RABB lindungilah hamba MU yg hina ini dr fitnah dunia dan fitnah akhir zaman

  • asa

    keturunan itu cuman sampe 7 darah…

  • http://gravatar.com/qushayalidrus qushayalidrus

    bagi para komentar kalau ngak ada ilmu dan dalil nya untuk membahas Habib jangan asal ngomong doang, karena Rasulullah mengatakan dalam sebuah hadis sohinya yang artinya barang siapa yang mencintai ahlulbaitku aku akan cinta kepada nya barang siapa yang membenci ahlulbaitku maka aku akan membenciinya subhanallah…….

  • said.hadi alhaddad

    mohon maaf ..bagi para komentar kalau ngak ada ilmu dan dalil nya untuk membahas Habib jangan asal ngomong doang, karena Rasulullah mengatakan dalam sebuah hadis sohinya yang artinya barang siapa yang mencintai ahlulbaitku aku akan cinta kepada nya barang siapa yang membenci ahlulbaitku maka aku akan membenciinya subhanallah…….berikanlah ya allah orang 2 yang membenci ahlulbait petunjuk kejalan kebenaran karena orang 2 yang membencii keturunannya ilmunya dangkal karena zat ztiyah zat yang disucikan oleh Allah kepada keturunan Rasulullah lihat firman Allah Innama Yuridullah dstrnya allah telah mensucikan dstrusnya.dan kita tidak boleh iri sesama Muslim tentang derejat keturunan yang diberikan Allah terhadap keturunan Rasulullah…memang dihadapan Allah swt yang paling mulia adalah orang yang bertagwa dan Beriman ..namun allah menciptakan manusia bersuku suku berbangsa bangsa dstr nya….misalkan saja seorang pegawai Bank mempunyai perumahan yang cukup mewah jika dibandingkan dengan pegawai Biasa…….

  • macan

    wes sesat

  • http://www.kasiro.com kasiro

    Assalamualaikum Wr Wb

    Saya cuma mau menambahkan satu hal penting yang para komentator abaikan. "Keturunan itu gak penting ??". Sebelum kalian berkomentar dan mempunyai pikiran tersebut. Silahkan pelajari lagi silsilah dari Nabi Muhammad SAW mundur ke belakang sampai ke Nabi Adam AS.

    Nabi Adam AS memiliki 2 anak Habil dan Qabil. Betul kalian memang keturunan Nabi Adam AS, tapi dari Habil atau Qabil yang pembunuh ?

    Semua keturnan Nabi Adam AS selanjutnya yang menjadi Nabi, Allah pelihara dari keturunan Habil yang taat sampai ke Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan akhirnya Muhammad SAW.

    Allah memerintahkan peliharalah dirimu dan keluargamu. Jadi gak perlu iri hati dan dengki dengan orang yang memelihara tradisi dan asal usul mereka hingga ke kakek2 mereka Nabi Muhammad SAW. Sifat iri hati dan dengki itu sifat Qabil, yang mungkin juga anda wariskan dari kakek moyang anda ?

    Wassalam

  • Bob Sanjaya

    Yang paling penting itu BUKANLAH KETURUNAN SIAPA atau GARIS KETURUNAN NABI APA, melainkan BISAKAH kita MENIRU sifat-sifat daripada Para Nabi tersebut terutama Nabi Muhammad SAW yang merupakan Nabi PENUTUP dan DISEMPURNAKAN oleh Allah SWT baik Akhlaknya atau apapun.

    Buktinya Allah SWT menugaskan seorang malaikatuntuk membersihkan hati Nabi Muhammad SAW dari penyakit hati.

    Jadi, yang penting itu bukanlah KETURUNAN siapa nya melainkan BISAKAH KITA SEDIKIT DEMI SEDIKIT MENCONTOH MENIRU KARAKTERISTIK nya.

    Lah kalau urusan dunia saling hancurkan dengan membawa agama, suku, bangsa, dll. Ya apsti hancur lah dunia, dan memang itu lah ulah manusia. Dan yang terpenting di dunia ini kan memang tempatnya permusuhan dimulai dari "Qabil dan Habil" anak Nabi Adam,as.

    Tinggal lagi kita manusia jaman sekarang mau ikut si Qabil yang gila akan kecantikan wanita sampai-sampai mau membunuh saudara kandung ataukah si Habil yang penuh kesabaran dan menerima segala dengan ikhlas apa yang diberi Allah SWT.

    Kasarnya sih gitu aja menurut saya.

    Masih banyak pemikiran-pemikiran lainnya yang bisa kita jadikan acuan untuk menjadi hamba yang dicintaiNya, tentunya bersumber dari 2 pegangan hidup yang tidak berubah Al-Qur'an dan Al-Hadis.

    Semua tentang kehidupan sudah ada kok didalam itu semua, mau baik sudah dijelaskan akan mendapat apa dan kalau mau busuk hati semasa di dunia sudah juga dijelaskan akan dapat apa nantinya, ya pilih saja mau yang mana…?

    Kiri kanan baik buruk, Kiri buruk (Api Neraka, Darah, Kotoran Manusia)

    Kanan Baik ( cuma 1 sih surga)

    pilihan nya sudah tau semua mau yang mana cuma susah mendapatkannya.

    Jangan anggap enteng mendapatkannya.

  • Bob Sanjaya

    Aslm,..,..,

    Ngapain pusing-pusing soal keturunan apa keturunan siapa. Lah, udah jelas kan dari kisah 1 Nabi yang membuat Kapal, kalau nggak salah ya Nabi Nuh, dia diperintahkan Allah SWT membuat Kapal besar, lalau di ejek sama kaumnya. Akhirnya datanglah air bah (banjir).

    Namun, anak Nabi Nuh tidak mau ikut malah berkata "saya akan mencapai bukit tertinggi sehingga saya akan terselamatkan".

    Kemudian Nabi Nuh berdoa untuk keselamatan anaknya itu, lalu apa jawab Allah SWT.

    Intinya jawaban Allah SWT "Hai Nuh, sesungguhnya dia BUKANLAH dari garis keturunanmu".

    Dari sekelumit Kisan tentang Nabi Nuh itu kan bisa kita jadikan pelajaran, Coba buka lagi deeh fikirannya soal KETURUNAN ataupun GARIS KETURUNAN yang sampai-sampai pakai julukan ini itu.

    Setau saya Pegangan Hidup cuma 2 yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadis yang TIDAK PERNAH BERUBAH dari zaman ke zaman kecuali ULAH MANUSIA sesat.

    Teerus ada pula hubungannya hal diatas dengan firman Allah SWT "saling mengingat kanlah dalam hal kebaikan bukan saling mengingatkan dalam hal KESESATAN"

    Semua udah ada kok dalam Al-Qur'an ngapain pusing-pusing. Wallahualam.

  • http://www.scribd.com/tjoaginsing Yusuf bin Jussac ali

    Salam! Tahun lalu, sy naik taxi lupa yg mana tapi jelas berhubung sy wong fakir naik yg TARIP BAWAH, argo start dari Rp.5ribu, bukan Rp6ribu macam taxi anu yg curang vs "petaxi" (supirnya!); biasa di taxi sy duduk di depan dan suka ngobrol soal2 agama jika seiman.

    Nah, saat itu si petaksi cukup ramah mulai membuka diskusi, ia ceriterakan bbrp jam sebelumnya mendapat penumpang seorang ulama, HABIB. Tdk ditanya oleh petaksi sang habib mangaku KETURUNAN Nabi saw!

    Dasar petaksi, jengkel dikit krn penumpangnya "nyombong" begitu, ia menjwab: "Tad (Ustad) saya juga keturunan NABI!" "Lho, nabi yang mana itu?" sang Habib bertanya. "Nabi Adam a.s." Ujar si petaksi (sambil nyengir cekikikan kepada saya manakala ia ingat episode bbrp jam sblm ketemu saya sbg penumpangnya).

    Lucu to? Lha wong gak ditakoni/ditanya kok mendeklarasikan sbg keturunan nabi! Misalnyapun benar, semoga beliau itu BERAKHLAK MULIA. Amin

    Salam bro Ustad Jaiz…..

  • http://mustamar.s.krsk.@gmail.com MUstamar

    Ternyata umat islam indonesia tidak mau melihat silsialh nabi, sebab semua nabi bersilsilah ke Bapak, kecuali Nabi Isa. Karena allah telah mengatur ternyata nabi Muhammad tidak ada anak laki-laki beliau yg sampai dewasa, hikmah nya nabi Muhammad memang tidak diwariskan, tapi kalau gen kemungkinan tidak akan sepersekian jutalah, jadi sifat dan perilaku nabi dan kemulian nabi, tidak ada secara langsung diturunkan pada jaman kita sekarang. Jadi umat sekarang tak usah menghormati seseorang karena keturunan nabi muhammad, tapi hormatilah karena ketaqwaannya kepada Allah, membawa kesejukan pada kita/masyarakat sekitarnya.

  • fai

    fenomena keturunan fatimah juga terjadi dikerajaan pagaruyung sumbar (sumatera barat). sehingga kebanyakan org2 sumbar pun berubah menjadi pengikut keturunan ibu bkn keturunan bpk. misal ibunya suku piliang bapaknya suku melayu,maka anaknya adalah suku piliang karena ibunya piliang

  • kalim

    silahkan mengaku-ngaku dari silsilah keluarga nabi,tpi dari silsilah mana dulu,,abu jahal juga keluarga kandung nabi.

  • http://www.facebook.com/begawan.nggalsambi Begawan Nggalsambi

    16 tahun saya hidup di timur tengah, saya bergaul dengan semua bangsa arab di sini tak ada cerita habaib disini, dan maaf saja orang yaman disini itu tidak ada harganya.. antum pengen tau yang lebih jelas ? maen aja ke sini !

  • http://www.facebook.com/begawan.nggalsambi Begawan Nggalsambi

    saya pernah dengar "cuman satu orang saja yang mengaku keturunan rosulullah yang lari ke hadramaut" dan itulah cikal bakal bagi mereka yang mengaku habaib nyampe ke indonesia, apakah beliau yang anda maksud ?

  • juhaiman

    Wahh memang jadi debat kusir ….sudah ada ayat QS Al-Ahzab 4 – 5 yang sudah jelas isinya ….kok cari dalil lain untuk memenuhi nafsu ???

    Bukankan berbangga bangga dengan sislisilah keturunan merupakan produk jahiliyah ???.

    Mau ikut habib silahkan …. mau kufur silahkan ,,,, mau berilmu monggo.

    Kan tanggung sendiri akibatnya nanti …..

  • abdullah

    yang paling selamat ya diam aja yang penting kita ibadah gk usah ngurusin begituan,mau ngaku keturunan nabi atau malaikat yang jelas kalo gak takwa gk da gunanya,maaf kl tulisanku mungkin salah

  • duniacitra

    apalah arti keturunan. bukankah dihadapan Allah yg semua manusia sama kecuali tingkat ketakwaan.

  • http://tegoeh.multiply.com tegoeh

    afwan ustadz HAJ, ana ingin menanggapi postingan ini terkait Omar Al-Farouq,, dengan menandai pernyataan AC Manullang, sepertinya antum sangat meyakini dan kemudian sangat ingin menyebarluaskan informasi tersebut, bahwa Omar Al-Farouq adalah agen intelijen,,

    seharusnya ustadz lebih hati-hati, apalagi ini terkait “intelijen”,, apakah ustadz memiliki basic ilmu intelijen atau tahu tentang dunia intelijen? bagaimana bila pernyataan Manullang justru merupakan operasi intelijen via media untuk menghancurkan citra jihad dan mujahidin?

    sebab kami memiliki dokumentasi video rilisan mujahidin afghanistan via As Sahab Media yang mengisahkan kaburnya 3 mujahid dari penjara baghram, yakni diantaranya adalah Omar Al-Farouq,, satu lagi adalah Syaikh Abu Yahya Al-Libiy, satunya ana lupa,,

    video ini kemudian diterjemah dan di produksi secara massal oleh Arrahmah Media (anak perusahaan <a href="http://www.arrahmah.com),” target=”_blank”>www.arrahmah.com), kini video tersebut dapat di unduh di http://inspiremovie.wordpress.com/ dengan judul “Escape From Baghram”,,

    sekali lagi ana ingin mengingatkan antum dengan rasa takzim, berhati-hatilah ustadz dalam menyebarkan informasi terkait “intelijen” dan “jihad”, sebab perang global antara salibis dan mujahidin sedemikian sengitnya, jangan sampai niat antum yang bagus tapi karena salah informasi akhirnya justru merusak citra jihad dan mujahidin di mata ummat,,

    dan juga, apabila memang postingan-postingan ustadz ada yang keliru, semoga ustadz termasuk orang yang tidak sungkan untuk mengumumkan revisinya,, barokallou fiik

    akhukum fillah <a href="http://www.tegoeh.multiply.com” target=”_blank”>www.tegoeh.multiply.com

  • wahyudi imam

    mana buktinya

  • BANAWIR

    baalwi asalnya orang iran, lari kehadraumut karna banyak yang dibunuh disana dan mereka mengaku turunan sayyidina husein kepada bangsa bafadhol dan meminta perlindungan kepada para penduduk hadroumut …………mereka tidak mengaku bangsa arab tetapi bangsa habaib dan sudah jelas tidak ada bangsa habaib dialqur'an yang ada arab,a'jam dan yahudi!!!!yang pasti mereka bukan orang arab TAPI ORANG IRAN

  • adi

    Kalo nabi mempunyai keturunan anak laki-laki, maka akan muncul nabi setelah nabi muhammad. maka dari itu nabi berkata keturunan ku adalah dari fatimah. dan yang pernah saya dengar.nasab dari nabi muhammad itu tidak akan penah putus sampai akhir jaman. dan kedudukan para habaib ini patut kita hormat. perlu diingat tidak semua keturunan dari nabi habaib. hanya dari keturunan nabi terakhir saja yang disebut habaib..mudah2an penjelasanan saya tidak salah

  • nasir wafa

    saya merasa dalam semua komentar2 yang masuk, yang menyudutkan "habib" atau "keturunan nabi" dll. terlalu sangat dini dan kurang pengetahuan sejarahnya.. saya berharap ini sebagai share penetahuan bukan menghujat siapa dan siapa.. apakah kita tahu asal usul diri kita sendiri? jangan asal bicara kemudian komentar seudele dewe istilah jawanya. semua masalah di atas mempunyai alasan sendiri sehingga alasan tersebut bertahan hingga sekarang.. pelajari dulu alasan tersebut kemudian di share bukan menghukuminya.. hormati alasan/dalil/nash yg sudah lama termaktub dan kemungkinan shohih nya dengan alasan yang baru saja kalian buat.. afwan,wallahua'lam!

  • dahlan

    asslkm..
    jelas sekali pada tulisan diatas bahwa ketiga orang tersebut bukan lah dari keluarga assegaf … . atau "habib palsu"

  • At-TAMIMI.

    ASSAGAF TU DARI BANI TSAGIF Y…?!.AFWAN,SETAHU GUE..ORANG2 ITU YANG MENYAKITI NABI KETIKA BELIAU BERDA'WAH DI THOIF,BAHKAN ITU TERMASUK HARI YANG BERAT BAGI BELIAU,SAMPAI2 MALAIKAT MENAWARKAN BANTUAN UNTUK MEROBOHKAN GUNUNG UNTUK MENGHANCURKAN MEREKA…(SILAHKAN LIHAT SHIROH NABAWIAH..)…ALLAHU A'LAM.

    • nasir wafa

      antum asalnya usulnya darimana? attamimi itu marga dari hadramaut, coba sesekali anda pergi ke hadramaut,anda akan menemukan banyak sekali kabilah/marga disana termasuk assagaf,alatas,bafadhol,alkaf,attamimi dll. assagaf itu mempunyai sejarah sendiri dalam segi penamaan yang akhirnya menjadi satu nama dari suatu kabilah yg berada d hadramaut tepatnya di kota tarim. untuk seterusnya PR untuk anda supaya melengkapinya dengan benar.. wallahua'lam!

  • http://nahimunkar.com pecinta habib

    waspada bahaya wahabi……..

    • oleole

      Justru Syi'ah yang harus di waspadai… semua ulama di Irang ga ad yg ga pake Gelar "Sayyid".. semua mereka ngaku nye adalah Keturunan Muhammad.S.A.W. Harus di Waspadai !!! Muhammad yang mana???

  • toex kalangan islam

    moe damai gmn klw orang moeslim saling debat!!!!
    memperselisihkn mslh kturunan nabi!!!!
    dan saling mengakui!!!!!
    islam skrng
    sea'kn tdk mempunyai tahuid!!!!
    apakh itt yg d namakan islam sejati!!!!

  • ja'fu

    kl kalian g percaya dgn keturunan nabi tp dari jalur perempuan,gimana tanggapan anda dgn hadist berikut ini,yg mana nabi mengatakan keturunanku dr fatimah !!
    عن أم سلمة، رضي الله عنها، قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول: " المهدي من عترتي، من ولد فاطمة " رضي الله عنها.

    Dari ummu salamah R.a berkata : aku telah mendengar RASULUALLAH SAW berkata : al mahdi dari keturunanku, dari anak fathimah R.a (H.R abu daud 4248, ibnu majah 4086,al hakim 8671, al bukhari kitab tarikh 1171 )

  • Ja'fu

    @all,diatas ada yg comen kayak gini "Dia ngotot akan adanya keturunan Rasulullah SAW tsb. Saya sudah bilang jalur nasab dalam Islam ya bin nya laki-laki, bukan perempuan. Jadi Kalau Hasan Husain ya binnya Ali binnya lagi Abdul Muthalib, tidak ada Muhammad bin Abdullah disitu, karena anak-anak laki-laki Nabi SAW meninggal waktu kecil seperti Abdullah dan Qasim dari Khadijah maupun Ibrahim dari Qibthiyah. Saya sendiri melihat adanya kata-kata "keturunan", "cucu", dalam konteks anak-anak Rasulullah SAW ini sangat ambigu, sehingga bisa menyesatkan, apalagi buat yang awam."

    Saya harap kl ilmunya masih minim jgn asal nteplos aja,diam itu lebih baik.emang garis nasab itu diambil dr jalur ayah kecuali garis nasab nabi maka di ambil dr jalur fatimah,Nabi bersabda "Sesungguhnya keturunanku itu dari Fatimah.”.
    Kalau anda masih bingung,coba kita tengong sejarah nabi isa,nabi isa isa itu jalur nasabnya dr perempuan loooo ISA BIN MARYAM,menurut anda gimana ??????

  • wiser

    Mustinya nih di forum media jangan disini,kurang umum…bantai ajah tuh habib2,emang ngak ada manffatnya buat Islam…terus kita liat deh gimana Wahabi dakwah di Indonesia….dakwah,mengatakan yang benar dengan dasar kebencian akan satu golongan…seru nih jadinya…

    • tono_mch

      Insya Allah Habib masih seorang Muslim, dan kita di haramkan untuk memeranginya, dan kewajiban bagi muslim yang lain adalah saling meng-ingatkan "amar ma'ruf nahi mungkar" bagi yang berilmu dan mempunyai kapasitas kesana.

      dan Antum tahu istillah Wahabi itu apa? hati-hati bila tidak tahu,umumnya WAHABI yang sering di lontarkan tersebut di nisbatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang notaben-nya beliau adalah seorang pembaharu islam yang mengajarkan kepada kemurnian Tauhid & Syariat Islam yang telah terkontaminasi oleh paham-paham baru, kurafat, dll. semoga dalam hal ini anda tidak Jahil … jazakumulloh khoiron.

  • lili muhammad

    Mas bro terima aja komentarnya jangan dipilih-pilih, yang manis ataupun pahit dirasa,nabi muhammad saja pertama dakwah kethoif apa balasannya? untuk introspeksi aja!

  • [email protected]

    semoga Allah melindungi ku dari sifat sombong dan dengki, sesungguhnya kami berdiri sendiri bukan dari kakek kami.walaupun ada garis keturunan itu bukan keinginan kami dan bukan doa doa kami, tetapi tanggung jawab ini diberikan kepada kami. kami mendapatkan anugrah sekaligus beban yang berat dalam kehidupan ini. terimaksih assalamu'alaikum wr wb

    • tono_mch

      "sampaikanlah walaupun satu ayat", jadi disini tidak ada pengkhususan bahwa hanya habib yang layak untuk berdakwah. lagipula tidak ada nash yang meyebutkan bahwa keturunan ali r.a mempunyai tanggung jawab untuk berdakwah, jadi itu pintar-pintarnya orang yang mengaku Habib, dan banyak masyarakat yang terlalu di Bodohi .

  • didik

    Mereka yg mengaku Habib/Habaib itu jelas2 keturunan Ali bin Abu Thalib bin Abdul Mutalib bin Kusay bin Kilab. Tentu sangat tak masuk akal jika urutannya menjadi : keturunan Fatimah binti Muhmmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin dstnya………(((ali b abu tholib b abdul mutholib b hasim b abdi manaf dst……)))yg tdak paham lebih baik nyimak daripada ikut bikin sasar

  • http://www.imisuryaputera.tk imi suryaputera

    Mereka yg mengaku Habib/Habaib itu jelas2 keturunan Ali bin Abu Thalib bin Abdul Mutalib bin Kusay bin Kilab. Tentu sangat tak masuk akal jika urutannya menjadi : keturunan Fatimah binti Muhmmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin dstnya………..

  • Rabbi Yakub

    Mayoritas habaib itu golongan syiah! Mereka aslinya org Iran yg menetap di Yaman. Hanya satu dua orang yg lurus sbg perkecualian (misalnya ketum FPI, Habieb Rizieq). Waspadalah!

    • nasir wafa

      saya bukan dari kalangan orang arab atau keturunan arab dan juga bukan pendukung FPI. sedikit tersenyum dengan tulisan anda.. saya menyarankan pelajari sejarah asal usulnya habaib baik dari silsilah,karakter asal mereka sampai karakter mereka yang anda temukan di indonesia.. setelah faham,silahkan anda jelaskan ke khalayak.. ingat, jangan menyudutkan sesuatu dengan sebelah saja.. karena itu pembodohan diri dan juga menyesatkan yang lain.. wassalam!

  • Elfizon Anwar

    Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama
    bapak-bapak mereka (jangan engkau ganti dengan namamu); itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui
    bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan
    maula-maulamu.. (QS. 33:5)
     

  • Elfizon Anwar

    kalau dilihat dari Al Quran maka jalur nasab itu hanya dikenal dari pihak kaum lelaki bukan perempuan (QS. 33:4-5). Kecuali terhadap nasabnya Nabi Isa As. ya bin Maryam selebih itu tidak ada lagi nasab dr kaum perempuan.

    oleh krn itu dalam Islam tidak dikenal lagi pengakuan sebagai ‘keturunan’ nabi apa lagi keturunan rasul.

    • Guest

      Jazakallah, Pak, telah mengingatkan kami dengan QS Al-Ahzab 4 – 5.

      Saya pernah didebat dengan keluarga saya sendiri. Saya sudah bilang ke dia kalau yang dijadikan sandaran dalam ber Islam ini adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah (yang kuat atsar, sanad, rawi, dst itu). Saya sudah ingatkan wasiat Nabi SAW tentang mengambil contoh dari Nabi SAW, lalu shahabat-shahabat, lalu tabi’in, lalu tabi’it tabi’in dan itulah yang disebut Ahlussunnah wal jama’ah. Dia bilang setuju hadits Nabi SAW tsb betul, lalu dia bilang, jadi mempercayai suatu hadits itu selalu tau dari gurunya, lalu ditarik terus sampai ke Rasulullah SAW. Selalu begitu.

      Dia ngotot akan adanya keturunan Rasulullah SAW tsb. Saya sudah bilang jalur nasab dalam Islam ya bin nya laki-laki, bukan perempuan. Jadi Kalau Hasan Husain ya binnya Ali binnya lagi Abdul Muthalib, tidak ada Muhammad bin Abdullah disitu, karena anak-anak laki-laki Nabi SAW meninggal waktu kecil seperti Abdullah dan Qasim dari Khadijah maupun Ibrahim dari Qibthiyah. Saya sendiri melihat adanya kata-kata “keturunan”, “cucu”, dalam konteks anak-anak Rasulullah SAW ini sangat ambigu, sehingga bisa menyesatkan, apalagi buat yang awam.

      Saya tegaskan bahwa tidak ada istimewanya jadi keturunan siapa pun, Allah SWT bukan melihat semua itu, yang Allah SWT lihat adalah siapa yang paling beriman dan bertaqwa. Juga saya ingatkan akan hadits shahih Nabi SAW yang pernah berpesan ke shahabat-shahabatnya bahwa beliaulah yang paling bertaqwa diantara mereka semua. Jadi biar mau namanya habib, mau namanya kyai, kalau nyatanya ga shalat wajib 5 waktu ya kafir. Karena shalat itu pembeda. Jadi saya tegaskan ga ada itu orang yang badannya berdiam diri di Indonesia lalu ngaku-ngaku shalat di Ka’bah ngaku-ngaku levelnya sudah di hakikat lah di makrifat lah, lalu biar sampai dia bilang kalau ada yang pulang dari ‘umrah dan menyaksikan bertemu dengan kyai tsb ada di komplek Ka’bah.

      Saya korek terus apa saja yang dia banggakan dengan guru-gurunya itu karena saya heran kok ada yang lebih mementingkan dan selalu membetulkan gurunya ketimbang apapun termasuk Al-Qur’an. Dia bilang salah satu gurunya (baca: jadi gurunya dia adalah murid langsung dari guru/kyai yang saya sampaikan disini) dulu pernah sakit, terus bermimpi gurunya itu mendatangi Rasulullah SAW, lalu mencium lutut Rasulullah SAW, namun gurunya tsb sadar ternyata itu terbalik, yang benar Rasulullah SAW mendatangi gurunya tsb dan mencium lutut gurunya tsb.

      Dia bilang dulu pernah zaman Suharto dilarang semua kegiatan ketika pemilu harus tutup, termasuk pesantren gurunya tsb, tapi pesantren gurunya tsb tetap buka, kegiatan belajar mengajar jalan terus. Akhirnya pesantren gurunya tsb didatangi intel, terus singkat cerita intel tsb akan membawa gurunya (kyai) tsb ke Jakarta untuk menghadap Suharto, kyai tsb masuk kamar bersiap, lalu yang keluar di ruang tamu di depan intel tsb ada 4 kyai tsb, kyai yang sama, yang berkata: “Silakan Anda pilih satu dari kami untuk Anda bawa menghadap Suharto”.

      Dia bilang dulu sewaktu gurunya berada di pesantren gurunya, seperti tanaman tumbuh-tumbuhan itu berbicara sendiri dengan kyai tsb tentang khasiat tumbuhan tsb untuk obat apa saja untuk mengobati orang-orang yang sering mendatangi pesantren tsb.

      Dia bilang ada Kyai Madura yang dulu sebelum jadi Kyai pernah ahli maksiat, main judi (atau saham/saya tidak ingat dia bilang main apa, intinya sesuatu yang untung-untungan/mengundi nasib dengan uang seperti judi), jadi si Kyai Madura (yang belum jadi Kyai) ini minta nomor sama seorang sesepuh Kyai, sama sesepuh Kyai itu dia diberi nomor. Dan pas dia masukkan nomornya tembus. Nomor itulah yang benar. Sesuai janjinya, kalau tembus, 5 juta uang yang didapat dari judi tsb akan dia bagi jadi 2, yaitu 2,5 juta untuk dia, 2,5 juta untuk sesepuh Kyai tsb. Lalu ketika dia bertemu lagi dengan Sesepuh Kyai tsb dia berikan 2,5 juta. Kemudian, sesepuh Kyai itu masuk dan menaruh uang 2,5 juta itu di piring. Kemudian tak sampai 15 menit uang 2,5 juta berubah menjadi ulat-ulat dan binatang mengerikan, lalu Sesepuh Kyai itu bilang, “JADI INI YANG INGIN KAMU BERI KE SAYA?”. Lalu seorang penjudi ini sujud menyembah-nyembah Sesepuh Kyai sambil berteriak, “AMPUN PAK KYAI, SAYA TOBAT!!”. Setelah itu dia tobat dan menjabat Kyai di Madura.

      Saya tegaskan ke dia, tidak ada Maulid, sumbernya tidak pernah Rasulullah SAW mengajarkan agar memperingati hari lahir beliau SAW. Malah beliau SAW berwasiat “jangan kalian memujiku berlebihan sebagaimana Nashara memuji Isa bin Maryam”. Dia ngotot, dia selalu berselawat (yang berupa nyanyian-nyanyian bahasa yang dia sendiri jujur bilang tidak mengerti apa itu) dan tidak pernah sentuh Al-Qur’an untuk dipelajari, dan taqlid percaya buta dengan gurunya.

      Sampai saya bilang begini ke dia, “taroh pun semua yang gurumu katakan benar, lantas buat apa tujuan kamu menghabiskan waktumu untuk cerita-cerita kyai-kyai itu? Kenapa kamu tidak menggunakan waktu yang Allah SWT berikan kepadamu untuk belajar mengaji dengan makhraj yang benar, tajwid yang benar, pelajari tafsir Al-Qur’an dibarengi juga belajar Hadits Nabi SAW dengan bertabayyun dari banyak sumber-sumber yang bisa dipercaya ke-Islam-annya?”. Dia jawab, “Untuk diambil karomahnya. Makanya kita biasanya cium tangan kalau salaman. Itu supaya karomahnya nempel ke kita. Supaya kita tau amal-amal apa yang dia lakukan supaya kita bisa seperti dia”. Saya jawab, “Kalau begitu kenapa kamu tidak langsung mencontoh yang Rasulullah SAW lakukan?”. Jawaban dia kembali lagi ke mengetahui Rasulullah SAW itu kembali dari gurunya ditarik ke atas Mazhabnya sampai ke Rasulullah SAW. Begitu.

      Saya bilang, “hati-hati, di suatu kampung ada sampai orang minum kobokan bekas cuci tangan makan kyai, dibilangnya pingin ngambil karomahnya kyai”. Dia jawab, “Saya tidak seperti itu. Cuma membungkuk, cium tangan, minta fotonya”

      Dia selalu menekankan keagungan dan keistimewaan Muhammad daripada Nabi-Nabi yang lain. Dia bilang bahkan sebelum Adam diciptakan Allah SWT tidak akan menciptakan Adam kalau tidak ada Nur Muhammad. Saya tanya, “Apa dasarnya kamu bicara Nur Muhammad itu?”. Dia juga bilang kalau Abdullah bin Abdul Muthalib itu masuk surga, karena dia bapaknya Rasulullah SAW, begitu pula ibu Rasulullah SAW, Aminah. Itu semua karena Nur Muhammad.

      Setelah itu saya tidak mau jawab-jawab lagi, karena saya berprinsip tidak mau didebat orang bodoh, yang percaya mati taqlid buta. Sudah dari awal saya bilang tegaskan di Islam harus ada sandarannya, yakni Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah (yang kuat).

      Namun karena dia adalah keluarga saya sendiri, saya sampai jadi cross check tentang ajaran Nur Muhammad itu, kasihan kalau sampai salah ambil jalan.

      Berikut ini adalah beberapa link yang saya dapat:

      1. Dari Salafy Tobat di WordPress (Bahasa Malaysia) salafytobat.wordpress.com/2009/02/15/nur-muhammad-menurut-al-quran-hadits/ dan salafytobat.wordpress.com/2009/07/02/nur-muhammad-menurut-ahlusunnah-dan-ibnu-taymiyah/

      2. Dari rasuldahri rasuldahri.tripod.com/articles/kka1_enam.htm

      3. Dari Ustadz Moden (Bahasa Malaysia) ustazmoden.wordpress.com/2010/07/17/pegawai-penyelidik-jakim-sendiri-masih-sesat-isu-nur-muhammad/

      4. Dari Penghancur Aliran Sesat penghancuraliransesat.blogspot.com/2009/03/kesesatan-padepokan-thaha-padepokan-esa.html

      5. Dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia e-fatwa.gov.my/fatwa-negeri/nur-muhammad-menurut-ulama-ahlus-sunnah-wal-jamaah-0

      Saya berharap semoga ada beberapa situs-situs terbaik berbahasa Indonesia seperti NahiMunkar ini, ataupun media-media lain berupa film maupun buku-buku yang membedah kupas tuntas mengenai ini yang dengan lantang berani mengatakan bahwa benar itu benar dan salah itu salah. 

      Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu alla ilaha illa anta Astaghfiruka Wa atubu ilayk.

  • Elfizon Anwar

    jk dikaitkan dng makna QS. 33:4-5 maka dlm Islam jalur nasab itu hanya melalu pihak laki=laki bukan perempuan. jada pada hakikatnya tidak ada ketirinana ‘nabi’ apalagi ‘rasul’ itu.

  • nur_nak jogja

    menarik…konon katanya komunitas habaib tu punya silsilah ke atas (farm)..gar lbh falit dan tdk timbul fitnah sebaiknya dicantumkan juga nama bpk kakek buyut dst…

  • royyan

    kalau mereka mengaku para habaib, mengapa justru cara beribadah mereka menyelisihi rasul!misalnya dzikir jama'i. apakah hal tsb pernah diajarkan rasululloh! semoga Alloh ta'ala senantiasa menunjuki kita kpd jalan yg haq.

  • i-JoeL Assagaf

    izin copy ya… makasih..

  • fahmi

    ana ijin buat pasang di blog ana, , syukron. .

  • http://www.tunggaljaya.com Tunggal Jaya Store

    ya Allah berilah ketabahan kepada umat muslim dalam menghadapi cobaan dan fitnah yang menimpa umat muslim.

  • agus sofyan

    saya ingin bertanya, apakah benar habib itu memang keturunan nabi, dan secara langsung lebih mulia dari muslim lain, lalu kenapa para habib ini adanya hanya ada di Indonesia, kenapa di negara negara araba, seperti saudia, mesir, lebanon, palestine dll, tidak pernah terdengar fenomena memulyakan keturunan nabi… lalu kenapa di sberbagai perempatan saya melihat banyak sekali baliho raksasa dengan Photo para habaib dengan seruan Dzikir Akbar….

    yang saya bingung apakah ini syiar islam atau syiar pribadi ya…

    pertanyaan saya adalah.. apakah keturunan nabi tipikal yang narsis…?

    atau kemampuan mereka hanya mengajak umatnya berbondong bondong untuk berkumpul dan berdzikir belaka ?..

    tidakah islam itu merupakan system yang teringrasi dalam kehidupan… artinya seorang muslim yang kaffah adalah yang hidupnya islami, yaitu bekerja, bersikap, berfikir, karena ibadah…

    • ningzcute

      ya akhi, tidaklah berpengaruh hal tersebut dengan keimanan seseorang.ingat, fatimah pun diberi keleluasaan untuk meminta apapun yang dimiliki oleh nabi karena beliau tidak dapat menjamin keselamatn putri tercintanya tersebut di akhirat kelak.lihat, bahwa KETURUNAN langsung pun tidak dijamin oleh nabi….

  • Rachmat Machmud

    Keturunan Nabi Muhammad SAW yang hadits (?) yang berbunyi: “Sesungguhnya keturunanku itu dari Fatimah.”

    Hadits tersebut tidak jelas asal usulnya. Udah jelas Habib yang artinya (Cinta)habaib yang artinya Jamak – dari kaum laki-laki (remaja, Assegaf sepengetahuan saya adalah Kelompk (Gabilah) seperti Al Atas,Alkaf, Alhadad, Syungkar, Bawazir, Al Amudi, Ba Degil, dsb.

    Mohon Maaf jika uraian saya tidak tepat.

  • jakfar shodiq

    apakah benar ke-3 orang itu Habib, keturunan dari rasulullah SAW?

  • http://wwwningcukmultiply.com Ningcuk

    tfs

    izin copi tuk blog ane

  • abu said

    jazakallah, infonya bagus dan gress. semoga Allah membuka hati orang-orang yang senantiasa merusak islam, dan meneguhkan orang yang istiqomah di jalan yang lurus

  • ejajufri

    Setuju bahwa kita tidak perlu membanggakan keturuna nabi. Tapi, mengapa hanya berlaku untuk Sayidah Mariam, padahal Sayidah Fatimah lebih mulia darinya? Mengapa ayat mubahalah (Ali Imran: 61) menganggap Hasan dan Husain sebagai anak nabi? Mengapa nabi telah mewasiatkan ahlulbait (HR. Muslim), tapi Anda anggap tidak ada?