Pipik (janda dari almarhum Ustadz Uje/ Ustad Jeffry) dan Anak Uje ‘Tak Terima’ Makam Direnovasi

“Anak-anak kecewa, sedih dengan keadaan ini, mungkin mereka masih inget kata-kata Abinya,” kata Pipik.

Berikut ini hukum larangan meninggikan kuburan menurut Islam, dan di bagian bawah adalah sikap kecewa janda dari almarhum Ustadz Uje dan anak-anaknya karena sekarang kuburan Ustadz Uje dibangun dan ditinggikan orang.

***

Larangan Meninggikan Kuburan

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:

أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)
Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا

“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.”(HR. Muslim no. 970)

Penjelasan ringkas:
Fitnah kubur termasuk dari fitnah terbesar yang pernah menimpa umat ini, bagaimana tidak, padahal fitnah kubur ini telah menyesatkan banyak manusia sejak dari zaman dahulu sampai zaman sekarang. Setan membuat indah dan baik di mata mereka perbuatan menghiasi kubur, mengangungkannya, meninggikannya, dan membangun bangunan (makam/masjid) di atasnya, sampai pada akhirnya mereka menyembah jenazah yang dikubur di dalamnya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakan kuburan dan tidak meninggikannya serta mewasiatkan para sahabatnya untuk melakukan hal serupa. Larangan meninggikan ini baik berupa mengapuri (mengecat) dan membangun kuburan itu sendiri, maupun meninggikannya dengan cara membangun bangunan atau masjid di atasnya. Semuanya merupakan amalan yang tercela dan merupakan amalan orang-orang Yahudi dan Nashrani terdahulu.

Di sisi lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang kita untuk menghinakan kubur, Karenanya beliau melarang untuk duduk di atas apalagi menginjaknya karena itu merupakan perbuatan mengganggu jenazah yang ada di dalamnya. Dan karenanya pula disebutkan dalam hadits Jabir dengan sanad yang hasan akan dibolehkannya meninggikan kuburan maksimal sejengkal, jika dikhawatirkan dia bisa terinjak atau dihinakan karena tidak diketahui kalau di situ adalah kuburan. Wallahu A’lam. October 12th 2010 by Abu Muawiah / http://al-atsariyyah.com

***

Pipik dan Anak Uje ‘Tak Terima’ Makam Direnovasi

“Anak-anak kecewa, sedih dengan keadaan ini, mungkin mereka masih inget kata-kata Abinya,” lanjutnya.

Jakarta | POL

TAK hanya Pipik, anak-anak Uje juga sangat kecewa makam ayahnya direnovasi. Mereka pun menangis saat melihat makam yang kini berwarna hitam itu.

“Mereka (anak-anak) pertama melihat itu nangis,” ujar Pipik saat ditemui di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2013) malam.

Pipik mengatakan, Uje sempat bilang kepada anak-anaknya kalau dirinya suka melihat makam yang hanya ditutupi rumput saja. Oleh karena itu, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro sangat kecewa melihat makam ayahnya kini.

“Setiap pulang ke rumah, kita pasti lewatin (TPU) Tanah Kusir. Almarhum selalu bilang sama anak-anaknya. Abi senang melihat makam dengan tanah dan hanya ada rumput-rumput saja, sejuk, segar,” tuturnya.

Makam Uje memang nampak berbeda dengan makam-makam lain yang berada di TPU Karet Tengsin, Jakarta. Makam itu terlihat lebih tinggi dari makam lainnya dan dibangun dengan bahan marmer berwarna hitam.

“Anak-anak kecewa, sedih dengan keadaan ini, mungkin mereka masih inget kata-kata Abinya,” lanjutnya.

Namun, Pipik berusaha mengajarkan anak-anaknya agar ikhlas. Ia pun minta agar keempat anaknya semakin rajin mendoakan ayahnya.

“Saya bilang, cukup kita doain Abi. Doa dari kalian dan Umi untuk Abi itu yang penting,” tukasnya. POL Kamis, 19 September 2013 10:20 pelitaonline.com

***

Ini Penampakan Makam Baru Uje

Desi Puspasari – detikhot

Rabu, 18/09/2013 09:07 WIB

Makam Uje01Makam baru Uje (desi/detikhot)

Jakarta – Beberapa hari ini, makam ustad Jeffry Al Buchori atau yang akrab disapa Uje kembali menjadi perhatian masyarakat. Makam itu baru saja direnovasi.

Makam Uje pun nampak berbeda dengan makam-makam yang berada di TPU Karet Tengsin, Jakarta. Makam itu terlihat lebih tinggi dari makam lainnya dan dibangun dengan bahan marmer berwarna hitam.

“Makam itu baru selesai dibangun Senin kemarin lah,” ujar Sofyan, penjual minuman di sekitar makam itu.

Foto: Makam Baru Ustad Jeffry

Berdasarkan pantauan detikHOT, Rabu (18/9/2013), masih terdapat tenda putih di makam Uje. Taburan bunga segar pun masih menghiasi pusara Uje.

Seperti diketahui makam tersebut direnovasi bukan oleh pihak keluarga, melainkan oleh orang dekat Uje bernama Didit.

Namun, kabarnya Pipik, istri almarhum Uje, kurang sreg dengan desain makam Uje yang baru itu. Benarkah?
(hkm/ita) http://hot.detik.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10,497 kali, 1 untuk hari ini)