Selasa, 24 Maret 2015 03:19 WIB

 

Bekasi, HanTer-Maraknya warung remang-remang (warem) serta peredaran miras oplosan yang terjadi di wilayah Kranggan Jatisampurna Kota Bekasi dikeluhkan masyarakat. Meski seringkali didesak masyarakat, namun pemerintah kota (Pemkot) Bekasi enggan melakukan penertiban terhadap hal itu.

Salah seorang warga Kranggan, Edi (40) mengeluhkan hingga saat ini pihak pemkot tidak berani  menertibkan warem yang ada di wilayah Jatisampurna. Padahal keberadaannya sangat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat disekitarnya.

“Sungguh disayangkan sampai saat ini tidak ada penertibkan dari pihak pemkot. Padahal adanya warem di wilayah Jatisampurna sangat mengganggu kehidupan sosial warga. Apalagi bagi perkembangan anak-anak yang mulai tumbuh dewasa,” kata Edi kepada wartawan, Senin (23/3/2015).

Edi berharap, dalam waktu dekat pihak pemkot dapat melakukan penertiban terhadap warem yang ada karena peredaran miras yang leluasa dan pergaulan sosial anak remaja hingga menjadi salah satu ojek yang paling terasa dampaknya.

Hal yang sama juga dikatakan Wali Laskar Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Ustadz Cecep M Hudzaifah. Menurutnya, lokasi warem yang ada di Jatisampurna hingga saat ini masih beroperasi, sayangnya pemkot Bekasi hanya menyegel tempat tersebut tanpa ada tindakan yang kongkrit.

Menurut Cecep, pembiaran warung remang-remang telah melahirkan kemaksiatan serta kejahatan-kejahatan baru seperti maraknya pedagang miras dan minuman alkohol oplosan, serta menjamurnya rumah-rumah kontrakan mesum, serta panti pijat panggilan.

“Di tempat-tempat seperti warung remang-remang inilah salah satu sumber masalah sosial masyarakat, di Kranggan Kecamatan Jatisampurna saja ada 3 titik yang memproduksi miras oplosan di tengah lingkungan masyarakat padat penduduk dan di antara ke tiga tempat tersebut terdapat gudang penyimpanan miras ilegal,” paparnya.

(adiantoro/hendro)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 223 kali, 1 untuk hari ini)