Mereka pun tercengang dengan data-data korupsi yang disampaikan KPK

Mereka pun tercengang dengan data-data korupsi yang disampaikan KPK

Inilah beritanya.

***

Puluhan Mahasiswa UNJ Kaget dengan Fakta Korupsi yang Dibeberkan KPK

Selasa, 26/02/2013 12:59 WIB

UNJ Kampus_834652734932

Ilustrasi: unj.org

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pendidikan antikorupsi kepada puluhan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Mereka pun tercengang dengan data-data korupsi yang disampaikan KPK.

“Rp 157 triliun lebih jumlah penyelematan keuangan negara. Kita konversi, kalau rumah sudah 1,57 juta unit rumah kita selamatkan. Susu sudah kita selamatkan 14,5 miliar liter susu. Susu untuk anak bayi saja dikorupsi,” kata Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Publik KPK, David Sepriwasa.

David menyampaikan hal ini dalam acara diskusi ‘Bersama Mengawal Pemilu 2014: Anak Muda Membendung Korupsi Politik 2013′, di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (26/2/2013). Ia pun berhasil membuat puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNJ peserta diskusi tercengang.

“Anak muda punya masalah, tantangan, dan godaan. Kita mau pemuda itu terkikis atau dikikis. Pemuda itu talent war, ketika mereka sudah lulus, parpol dan LSM rebutan. Perusahaan pun kadang-kadang rebutan. Tapi mahasiswa itu rentan diutilisasi untuk melanggengkan kekuasaan,” tambah David membeberkan fakta koruptif di lapangan.

David juga menyinggung aktivitas yang dilakukan koruptor sebelum dinyatakan terbukti melakukan tindakan korupsi. Ia pun meminta aktivis, mahasiswa, dan pengurus organisasi kemahasiswaan untuk mawas diri ketika lulus kelak.

“Koruptor dulunya aktivis bukan? Iya kan dulunya teriak-teriak katakan tidak pada korupsi. Aktor koruptor pun semakin muda, dihukum paling lama 5 tahun. Mereka lulus (selesai menjalani hukuman) mereka masih muda, ini anak muda penting diberitahukan. Jadi aktivis harus menjaga diri definisi korupsi,” ujar pria muda ini bersemangat.

David menyebu tersangka korupsi yang ditangani KPK belakangan ini pun menjerat sejumlah politisi wanita dengan gayanya yang modis dan berpenampilan menarik. Keterlibatan wanita dalam praktik koruptif membawa pengaruh sebagai bentuk yang harus diwaspadai KPK.

“Tersangka wanita juga semakin banyak, modis-modis lagi, misalnya bajunya macam-macam, semakin banyak. Kenapa wanita mudah? Karena sekarang eranya pemuda, youth, women, and netizen. Yang KPK takutkan itu netizen, jangan diikuti dengan kasus perilaku korupsinya,” ujar David menasehati.

David membeberkan slogan KPK saat ini adalah sebagai upaya memerangi budaya koruptif, karena orang jujur biasanya dijauhi. Ia pun menambahkan 35 persen penduduk Indonesia adalah pemuda dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan politik yang bebas korupsi.

“Ini perang budaya. Kita mengambil slogan ‘berani jujur hebat!’, karena orang yang jujur dijauhin. Bahkan di kampus negeri pun dijauhi, makanya sekarang kita bilang orang jujur hebat, karena jarang orang jujur,” ungkap David.

“35 Persen penduduk kita pemuda, punya energi dan fisik sehat. Katanya pemuda harapan bangsa tapi kapan estafet kekuasaannya? Jadi kita harus punya kompetensi dan aksi kolektif. Makanya kita perlu kerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi,” tutup David.

(vid/mok) Prins David Saut - detikNews

(nahimunkar.com)