Pendiri Ajaran Sesat Satria Piningit Mengaku TuhanMengajarkan Seks Bebas dan Ditonton Bareng


Pendiri Ajaran Sesat Satria Piningit Mengaku Tuhan

Mengajarkan Seks Bebas dan Ditonton Bareng

 

Ajaran Sesat dengan sebutan Satria Piningit Weteng Buwono muncul di Jakarta. Pendirinya, Agus Imam Solihin alias Agus Noro Soekarno (32 tahun), mengaku Tuhan dan titisan (jelmaan kembali nyawa) Soekarno (presiden Indonesia pertama). Ajarannya, praktek seks bebas, bareng-bareng di ruangan, ditonton oleh pengikut-pengikutnya, dan dia minta bagian. Ritual telanjang pun diajarkan, bahkan mau mengajarkan Kama Sutra (cara-cara bersetubuh produk zaman lalu) sebagai ritualnya. Masalah seputar telanjang -telanjang itu menjadi ritualnya, hingga yang tidak mau maka diancam neraka. Alasannya, di surga nanti kita telanjang. Namun telanjang itu baik laki-laki maupun perempuan, juga jadi hukuman. Misalnya tidak jawab salam maka dihukum telanjang seharian.

Ajaran sesat Satria Piningit Weteng Buwono ini di samping pendirinya mengaku Tuhan, masih pula mengajarkan untuk tidak shalat. Maka ajaran sesat ini menggegerkan warga di wilayah Pasar Minggu Jakarta. Beritanya sebagai berikut:

 

Berita Selasa, 27/01/2009 17:19 WIB

Aliran Sesat Satria Piningit Weteng Buwono Gegerkan Pasar Minggu

*Andi Saputra* – detikNews

*Jakarta* – Warga di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, geger. Aliran Satria Piningit Weteng Buwono yang dipimpin Agus Imam Solichin membuat warga ‘gerah’ lantaran diduga melenceng dari ajaran Islam. Agus memiliki 40 orang pengikut. 12 Pengikut di antaranya anak-anak. Tidak ada kostum yang mencolok dari pengikut aliran ini.

Para pengikut aliran ini hanya kompak memakai gelang batu giok warna dan ikat kepala merah putih. Pria berambut gondrong ini bermarkas di Kebagusan 2 RT 10 RW 06, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Agus memiliki istri Sutari dan 3 anak yakni Fajar alias Putra, Bayu dan Tarti.

 Ajaran Agus ini membuat warga terganggu dan melaporkan keluhannya pada Ketua RT setempat, Asmawi. Apalagi nyanyian aliran ini seringkali berisik dan mengganggu ketenangan warga. “Kami merasa terganggu karena alirannya beda. Tidak pernah salat, lelaki dan perempuan campur. Kadang nyanyi-nyayi yang tidak jelas. Kalau warga tahunya pengajian Islam biasa. Saya sudah tahu sejak tahun 2002, tetapi belum menjabat RT jadi tidak berani melaporkan,” kata ketua RT 10, Asmawi, Selasa (27/1/2009)

Keluhan yang sama juga disampaikan Titin (36). “Kami terganggu apalagi alirannya seperti itu. Mereka biasanya aktifitasnya malam sampai jam 03.00 WIB pagi. Tiap malam kadang nyayi lagu Cucak Rowo, lagu Jawa dan Indonesia Raya,” ujar Titin. “Saya pernah diajak tetapi tahu alirannya seperti itu saya tidak pernah datang lagi,” lanjutnya.

Aparat kepolisian dari Polres Jakarta Selatan akhirnya turun tangan dan sempat meminta keterangan Ari dan Tumali, murid kesayangan Agus. Sedangkan Agus hingga kini menghilang dari markasnya sejak Desember 2008.

Pengamatan detikcom, markas aliran sesat ini rumah berlantai 2 seluas 10 meter x 8 meter dengan cat yang didominasi warna merah putih. Biasanya, pengikut aliran ini menggelar pengajian di lantai 1 yang berhias pajangan kaligrafi bergambar Semar. Puluhan gambar mantan Presiden Soekarno tampak dipajang di lantai 2. Ada juga alat-alat musik seperti gitar dan piano.* (aan/iy)* / (detik.com)

 

 Dari sumber lain memeberitakan:

 

* Ajaran Sesat Satria Piningit Weteng Buwono *        

Rabu 28 Januari 2009, Jam: 6:07:00

JAKARTA (Pos Kota) – Satu kelompok penganut ajaran sesat muncul di Jakarta. Dipimpin seorang guru yang menyebut dirinya sebagai Satria  Piningit Weteng Buwono. Ajaran dan ritualnya benar-benar nyeleneh. Di antaranya, memerintahkan para anggotanya melakukan seks bebas dengan ditonton anggota lainnya.

 

A Koesmana, 58, warga Jalan Kebagusan II RT010/06, Jakarta Selatan, salah seorang mantan pengikut Satria Piningit itu, membenarkan adanya penyimpangan-penyimpangan dalam kelompok tersebut.

 

Pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) ini mencontohkan perilaku menyimpang dari sang guru misalnya dari tata cara mandi. Sang guru yang mengaku bernama Agus Imam Sholihin alias Agus Noro Soekarno, 32 tahun, meminta pengikutnya untuk dimandikan olehnya, tak peduli lelaki ataupun perempuan. Alasannya, untuk penyucian diri.

 

”Saya juga disuruh telanjang lalu dimandikan oleh dia. Kalau tidak menuruti perintah, ada hukumannya,” kenang Koesmana.

 

Penyimpangan ini, kata Koesmana, belum seberapa. Yang lebih parah, para pengikut aliran ini juga disuruh bersetubuh di ruang tamu dengan disaksikan oleh anggota yang lainnya. Ini dilakukan secara bergantian.

 

Bahkan si Satria Piningit juga minta jatah tersendiri dengan mengajak istri-istri para anggota kelompok masuk ke dalam kamar. ”Namun hal itu tidak menimpa saya, karena istri saya menolak,” tegas Koesmana yang ditemui di rumahnya, Selasa (27/1).

 

Ajaran sesat lainnya, adalah soal menjawab salam. Bila ada anggota tidak menjawab salam, langsung disuruh telanjang di ruang tamu selama sehari semalam tanpa diberi makan dan minum.”Laki-laki dan perempuan telanjang bulat selama seharian,” ucapnya.

 

Untuk ‘mengamankan’ kegiatannya, sang guru itu mewanti-wanti para anggotanya untuk tidak membocorkan kiprah mereka kepada orang lain. Kalau ada yang membocorkan, sang guru mengancam akan ada pertumpahan darah dalam keluarganya. ”Anak perempuan saya yang selalu membujuk saya untuk terus mengikuti ajaran ini,” jelas Koesmana sambil menangis mengenang anaknya.

 

Koesmana mengatakan ia mengikuti aliran ini di awal tahun 2002 ketika bertemu dengan Agus Imam Sholihin di Perumnas III, Bekasi Timur. Saat itu Agus menyatakan akan mengajarkan ilmu agama di rumahnya.

 

Pada bulan pertama, tidak ada yang aneh pada apa yang diajarkan Agus yang berambut gondrong itu. Namun pada bulan berikutnya, penyimpangan sedikit demi sedikit mulai terkuak. ”Semua yang diperintahkan oleh agama tidak boleh dilakukan dan ia mengaku titisan Tuhan. Semua pengikut wajib menuruti perintahnya. Bila membantah, bisa digugurkan masuk syurga, katanya.”

 

DIUSIR WARGA

Karena makin aneh, oleh warga setempat kelompok ini pun diusir dan kemudian pindah ke Jalan Kebagusan, Jaksel, ke rumah Koesmana. Di markas barunya, Agus memasang sejumlah aksesoris yang didominasi warna merah. Fotonya dalam ukuran besar juga terpampang di sana.

 

Pada bulan Desember 2008, Ratna, 33, anak perempuan Koesmana yang kepincut doktrin Agus meninggal dunia karena sakit. Sejak itulah Koesmana keluar dari kelompok ini. Sejak anaknya meninggal, sang guru yang juga mengaku titisan Soekarno, hanya datang sekali waktu peringatan tiga hari kematian Ratna. Hingga kini Agus yang memiliki sekitar 40 anggota itu tak kedengaran kabarnya.

 

Namun pada Senin (26/1), dua pengikut Agus datang ke rumahnya untuk mengambil sejumlah barang-barang seperti buku-buku ajaran milik sang guru yang masih tertinggal.”Barang yang mereka maksud sudah tidak ada, namun mereka terus memaksa hingga diamankan polisi.”

 

Ketua RT 010/06 Kebagusan, Aswanawi, mengatakan warga sekitar selama ini mengetahui kegiatan di rumah tersebut sebagai pengajian biasa.

 

(adin/tiyo/ok) (Pos Kota).

Aparat berjanji akan membubarkan dan mempidanakan

Beritanya sebagai berikut:

Berita Rabu, 28/01/2009 12:10 WIB

 Satria Piningit Akan Dibubarkan & Dipidana Bila Terbukti Sesat

*Novia Chandra Dewi* – detikNews  - Badan Koordinasi Pengkajian Ajaran dan Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) masih mempelajari dan mendalami aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono. Tapi ancaman pembubaran dan pemidanaan akan diberikan bila terbukti melakukan penyimpangan. “Apabila perbuatan itu seperti yang dilansir media dengan adanya bersetubuh dan lain sebagainya itu merupakan tindak pidana,” kata Kapuspenkum Djasman Panjaitan di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Rabu (28/1/2009).

 Menurut Djasman, apa yang dilakukan polisi sudah tepat dalam menangani kasus ini, dan sudah sesuai pasal 281 KUHP mengenai perbuatan yang melanggar kesusilaan. “Kalau menggunakan simbol-simbol keagamaan baru terkait dengan Bakor Pakem, kalau ada tukar pasangan itu pidana. Namun intinya Bakor Pakem perlu pendalaman dan itu masih dipelajari,” jelasnya. Bila benar ada simbol keagamaan yang digunakan? “Langkah pertama akan dibubarkan, nanti akan direkomendasikan akan dibubarkan dan dilanjutkan dengan langkah hukum. Kalau menodai agama akan masuk pasal 156 A KUHP,” jelasnya.

Djasman juga membantah bila pihak Bakor Pakem dalam hal ini Kejaksaan Agung kecolongan terkait munculnya aliran yang dipimpin Imam Agus Solichin ini. “Ini bukan terlambat mengantisipasi, karena bisa saja mereka menutupi perbuatan itu,” tutupnya.* (ndr/iy)* (http://m.detik.com_*)

 

   Akibat dielus-elusnya aliran sesat

Bermunculannya aliran sesat dengan aneka kejahatan dan tindak pidana tentu saja mencoreng keadaan. Boleh jadi mereka nekad bermunculan seperti itu karena akhir-akhir ini setiap aliran sesat dan menodai Islam justru tampaknya ada yang mengelus-elus. Bahkan ada yang minta doa atau dukungan kepada aliran sesat LDII segala untuk partainya di pemilu mendatang.

Dosa-dosa dan kelakuan orang-orang yang mengelus-elus aliran sesat sampai Ahmadiyah yang jelas-jelas nabinya palsu dan menodai Islam karena mengaku justru mereka lah yang Islamnya sah, tampak nyata di masyarakat. Hingga aliran yang telah diteliti dan dinyatakan memang sesat itu tetap berlangsung, hingga kini belum dilarang. Padahal di negeri-negeri lain seperti Malaysia telah dilarang. Bahkan di Pakistan negeri asal Ahmadiyah itu sendiri, Ahmadiyah digolongkan sebagai minorotas non Islam.

 

Dengan berkaca kepada keadaan Indonesia yang sebagian orangnya terpengaruh JIL, sepilis (sekulerisme, pluralisme agama alias menyamakan semua agama/ ini menurut Islam adalah kemusyrikan yang takkan diampuni bila meninggal dalam keadaan musyrik, dan liberalisme) maka orang-orang sesat merasa terlindungi hingga menyesatkan manusia semaunya. Bahkan tampaknya aliran sesat jor-joran (membuat penawaran lebih tinggi lagi). Kalau Ahmad Moshadeq mengaku nabi, maka aliran/ ajaran sesat Satria Piningit Weteng Buwono ini pendirinya (Agus Imam Solihin alias Agus Noro Soekarno) mengaku dirinya Tuhan. (haji).

  • hemi

    manteb ni..org,gileenya ngak ketulungan..nttar lu,,dineraka dpt kamar no71,mampusss loe.

  • Kresna Sandy

    Gus2 kowe kok aneh2

  • http://yahoo.com amir soewito

    Kentiiirtiir temenan, nyta-nyata cara binatang kok ya ada pengikutnya, edaaannn tenan dunia ini.

  • santi

    ada2 aja…

    emang dunia udah edan…

    aliran seperti ini mencemarkan harkat dan martabat agama islam, sebagai negara hukum para penegak hukum dan masyarakat harus lebih, lebih dan lebih memperhatikan aliran2 baru yang menyesatkan.

  • http://noorali16hotmail.com noor

    si agus gila itu kok nggak terang2an saja mengaku bahwa dia titisan iblis cari banyak temen to hidup di jahanam nanti.harusnya tegas pemerintahan kita pada orang2 yang sudah jelas melecehkan agama.

  • http://hokya.co.cc julainwp

    wah, kyknya dunia emg bner2 mau kiamat y…