PKS ditelanjangi orang

PKS ditelanjangi orang

 anis dan jam rolex

Ilustrasi: jam tangan Rolex Anis Matta Rp 70 jutaan yang dibelinya sekitar 5 tahun lalu

 Entah apa latar belakangnya, kini muncul tulisan yang benar-benar menelanjangi PKS. Aurat partai ini yang sedang susah payah diupayakan untuk ditutupi agar kain yang koyak akibat kasus tersangka korupsi mendera presiden partai yang telah mengundurkan diri, tahu-tahu disibak orang.

Berhubung secara perhitungan akal tampaknya adanya orang yang membuka aurat PKS itu tidak membahayakan Islam, maka biarlah laman ini memuatnya sebagai nasihat walau pahit.

Semoga saja ada manfaatnya.

 Inilah materinya.

***

 Para Pembesar PKS Terus Membangun Mimpi-Mimpi di Milad ke 15

Jakarta Para pembesar PKS, terutama Presiden PKS, Anis Matta, tak henti-hentinya terus membangun mimpi-mimpi dengan retorikanya di depan para kader. Dengan bermodalkan retorika yang dimilikinya, Anis Matta, berusaha membangun kembali semangat, harapan, dan harga diri di kalangan para kader PKS.

Anis memiliki obsesi yang sangat kuat, agar PKS menjadi kekuatan politik yang besar, dan mengharap menjadi tiga besar di pemilu 2014. Anis ingin PKS memiliki daya tawar yang kuat terhadap  partai-partai dan kekuasaan yang ada. Obsesi-obsesi Anis dan para  pembesar PKS itu, sekarang hanya digantungkan kepada kadernya semata.

Karena itu, Anis Matta begitu dipilih oleh DPTP (Dewan Pimpinan Tertinggi Partai) yang beranggotakan enam orang elite PKS itu, maka Anis  terus melakukan kunjungan ke daerah-daerah, dan terus berusaha membangun kembali semangat, harapan, dan harga diri para kader, yang sebagian sudah runtuh, akibat  perilaku sebagian para elitenya yang sudah korup.

Memang, satu-satunya harapan yang masih bisa diharapkan hanyalah kepada kader, yang bisa dijadikan alat politik, guna mencapai obsesi dan  ambisi para pembesar dan elite  partai. Maka,  Anis dengan kemampuan  retorikanya terus mencekoki dengan berbagai doktrin, yang menggunakan idiom-idiom “jamaah Ikhwan”, guna membangun kembali semangat dan rasa memiliki serta soliditas di kalangan para kader.

Kunjungan Anis Matta ke daerah-daerah seluruh Indonesia, nampaknya menjadi momentum, guna membangun soliditas, dan kekenyalan partai, serta keutuhan partai dari kemungkinan konflik-konflik yang ada. Terutama di dalam kalangan kader. Kunjungan Anis Matta ke daerah-daerah itu, diharapkan kembalinya kohesifitas para kader.

Memang, para elite PKS sangat diuntungkan dengan adanya sikap para kader PKS, yang sangat taat, tsiqoh (percaya dan yakin kepada pemimpin), tad-hiiyah (berkorban), dan bahkan banyak kader yang memiliki sikap taqlid, dan hanya mau mendengarkan apa  saja yang keluar dari ucapan para pemimpin mereka. Kondisi ini sangat menguntungkan para pembesar PKS.

Akhir-akhir ini, PKS mengalami limbung, dan bahkan seperti terkena tsunami politik, akibat badai korupsi yang menggerogoti partai yang lahir di era reformasi, dan dulu bercita-cita ingin memperbaiki pemerintahan yang bersih, dan membersihkan korupsi dari bumi Indonesia. Tetapi, semua itu,  hanyalah nonsense belaka.

Partai PKS yang dikenal sebagai partai dakwah, dan memiliki jargon, “bersih, peduli, dan profesional”, hampir selama satu dekade, sejak tahun 2004, dan masuk koalisi dan mendukung Presiden SBY, tak lebih sebagai partai yang hanya membebek  kepada SBY. Partai PKS, yang masuk dalam koalisi, tidak pernah mengatakan tidak terhadap Presiden SBY. PKS hanya sekadar menjadi stempel atas kebijakan pemerintah SBY.

Di bulan Juni, 2008, ketika menyelenggarakan Munar di Hotel Ritz Carlton, Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, di depan Presiden SBY dan Ibu Ani, mengatakan,“Kebersamaan kami dengan Bapak Presiden SBY dalam koalisi, bukan hanya sekadar taktik dan strategi politik, tetapi merupakan iman dan aqidah kami”, tegas Hilmi Aminuddin yang merupakan anak tokoh DI Danu Mohamad Hasan.

Di Hotel Ritz Carlton itulah, PKS berubah kelamin, menjadi partai terbuka. Tidak lagi menjadikan penegakan Islam sebagai “ghoyah”, tetapi hanya semata-mata tujuan yang ingin direngkuhnya kekuasaan. Segala daya upaya dan potensi yang dimiliki para kadernya hanya dalam rangka merebut kekuassaan lewat partai.

Kemudian, jargonya yang, “bersih, peduli, dan profesional”, diganti dengan, ”bekerja”. Inilah awal perubahan besar yang terjadi di dalam tubuh PKS. PKS dalam segala hal menjadi pragmatis, dan cenderung oportunis.

Selanjutnya, yang terjadi perubahan paradigma atau perubahan yang bersifat asas, bukan  lagi yang menyangkut wasail (sarana). Inilah yang mengakibatkan PKS tidak berbeda dengan partai-partai lainnya.

Karakternya tidak berbeda dengan partai-partai lainnya, seperti PDIP, Golkar,  Demokrat, PPP, PKB,  PAN, dan lainnya. PKS benar-benar ”pure partai-politik“, yang menganut sistem  sekuler. Idiom sebagai partai dakwah sudah ditinggalkan dengan kesadaran penuh yang dilakukakn oleh para elitenya.

Tak aneh, bila sekarang ini, PKS terjerumus ikut dalam permainan kekuasaan (power game) model partai-partai sekuler. Tidak ada yang berbeda antara PKS dengan partai-partai sekuler lainnya, khususnya dalam berpolitik. Sama dan sebangun. Menghalalkan segala cara. Tujuannya hanya kekuasaan semata.

Anis Matta sekarang berusaha meyakinkan dan memompa semangat  para kader agar nanti mau “berjihad” pada pemilu 2014, termasuk dalam pilkada yang ada sekarang. Kemenangan pilkada menjadi pintu gerbang guna meraih kemenangan pemilu di 2014. Obsesi Anis Matta bagaimana PKS mendapatkan suara 20  persen di pemilu  2014 nanti. Ini tidak main-main.

Tetapi, pola-pola partai sekuler yang sekarang di “copypaste” oleh PKS ini, akhirnya membuahkan hasil, yaitu diringkusnya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak oleh KPK, dan dikenai dakwaan melakukan pencucian uang. Dengan kasus korupsi yang menimpa orang nomor “wahid” PKS itu, akhirnya mengubah jargon PKS sebagai partai yang, “tidak bersih, peduli, dan profesional”.

Ini menjadi preseden yang sangat buruk sepanjang sejarah. Di mana partai Islam tokoh puncaknya harus masuk RTM Guntur, karena korupsi. Tidak pernah dalam sejarah ada tokoh atau pemimpin partai Islam yang masuk penjara karena korupsi.

Mohamad Natsir, Prawoto, Roem, Syafruddin, Agus Salim, Tjokroaminoto, dan lainnya, mereka dipenjara oleh Belanda atau pemerintah, karena mereka menentang dan karena perbedaan ideologi. Tetapi, PKS dipenjara tokohnya karena korupsi. Sungguh ini, menjadi sejarah hitam bagi pergerakan Islam di Indonesia.

Para tokoh partai-partai Islam dan pergerakan itu hidup sangat bersahaja, dan tanpa pamrih. Bandingkan dengan para  pemimpin dan elite PKS, mulai dari Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, Anis Matta, Luthfi Hasan Ishak, dan sejumlah tokoh atau elite partai, mereka benar-benar  berubah bersamaan dengan kekuasaan dan jabatan yang mereka miliki.

Mereka menjadi tokoh OKB (orang kaya baru), yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menikmati kemewahan hidup yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan bahkan para kadernya sekarang ini oleh Anis Matta,  didorong agar mereka menjadi orang senang kepada kemewahan, dan bergaya “borju”.

Mereka tak segan-segan melakukan praktek politik “Machiavelisme” (menghalalkan segala cara) dalam mencapai tujuan politiknya.

Mereka para elite politik PKS menikmati dengan kondisi yang  ada, tidak berusaha memperbaiki kondisi yang ada. Dengan sungguh-sungguh. Selama hampir satu dekade bersama dengan SBY telah menjadi pendukung “buta” SBY, dan tidak pernah bersikap kritis terhadap pemerintah.

Baik di DPR PKS tidak perform dalam segala. Tidak menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat. Kasus BLBI, Import Beras, Lapindo, dan lainnya, PKS tidak memelopori sebagai kekuatan politik terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Dua kali periode PKS memegang Departemen Pertanian, tetapi tidak nampak perubahan nasib para petani, secara agregat, tetapi petani semakin miskin.

Justeru PKS di Departemen Pertanian terlibat dalam permainan import daging, dan bidang-bidang lainnya. Akibat import daging itu, sekarang Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak harus mendekam dalam tahanan RTM Guntur.

Mestinya, PKS dalam posisi yang paling depan dalam membela para petani, yang nasibnya semakin terpuruk, akibat adanya sistem kapitalisme yang semakin mendera Indonesia, dan kalangan rakyat miskin dan para petani semakin tersisih, tanpa adanya pembelaan dari para pemimpin partai, termasuk  PKS.

Partai PKS yang lahir di era Reformasi, bahkan pernah memberikan gelar Pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto, yang menjadi penguasa Orde Baru, serta memberikan gelar sebagai guru bangsa. Tindakan ini tidak pernah dimengerti oleh siapapun atas langkah politik yang diambil oleh PKS.

Sekarang, sesudah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak, ditangkap KPK, maka PKS lewat anggotanya di DPR Fahri Hamzah memainkan kartu “Century”, dan mencoba memojokkan Wakil Presiden Boediono, yang merupakan pilihan SBY. Ini merupakan politik saling “sandera” yang sekarang berjalan di Republik ini.

Mengungkit Boediono  ini, sama halnya ingin menabrak SBY, yang sekarang sudah sempoyongan. Semuanya ini hanya cara memperbaiki citra dan membuat nilai tawar kepada SBY, agar jangan ada lagi kader atau elite PKS, yang digelandang KPK.

Anis Matta sekarang sedang memainkan banyak kartu, baik ke dalam internalnya sendiri, terutama untuk membangkitkan kembali kadernya yang sudah kehilangan rasa percaya diri, dan keluar memperbaiki citra di mata publik dengan memainkan kartu Century.

Meskipun, salah seorang anggota DPR PKS, Misbachun, pernah dipenjara karena memalsu LC dari Bank Century, yang nilainya $ 20 juta dollar.

Anis Matta bertaruh dengan mimpi-mimpinya yang ingin menjadikan PKS sebagai partai besar, melebihi Partai Masyumi, yang dipimpin Mohamad Natsir, yang pernah di pemilu 1955 mendapapatkan suara 20 persen.

Akankah PKS  dapat menyamai Partai Masyumi atau justeru PKS tidak sampai mencapai PT (Parlemen Threshold) 3,5 persen di pemilu 2004 nanti? Wallahu a’lam. (voa-islam.com) Jum’at, 12 Apr 2013

(nahimunkar.com)

email
  • A.Chaidir Munarka

    Saya sedih nahimunkar ikut membuka aib saudaranya sendiri. Sementara bulum terbukti LHI melakukan tindak pidana korupsi. Hati-hatilah dengan permainan orang-orang yang memusuhi islam. Terbukti banyak orang-orang islam memusuhi sesama saudaranya sendiri membuka aib tanpa pernah melakukan tabayyun. Tapi semua itu terjadi akibat konspirasi musuh-musuh islam baik internal maupun eksternal. Kalau Nahi munkar memuat analisa yg tidak akurat ke depan bagaimana kita bisa percaya berita-berita yang disajikannya. Lebih baik Nahi munkar menyajikan kesesatan-kesetan syiah secara conprehensive ketimbang membuka aib sendiri yang belum tentu kebenarannya. Besar lho tanggungjawabnya di akhirat nanti.

  • Arwin

    Sulit kalau zaaman sekarang partai Islam mau sok bersih tapi masuk dalam lingkup kekuasaan,siapapun tidak akan mampu,saya tidak akan percaya.Caara-cara yang harampun kalau sudah kepepet akan dilanggar oleh para politisi,merekakan sudah tahu sama tahu hal seperti ini,mungkin satu kali, dua kali tahan,tetapi kalau sering kali siapa yang tahan.nama juga manusia,kemampuann dan ketahanan imannya terbatas.Kalau sudah masuk pusaran kekuasaan yang namanya Suap,Korupsi,manipulasi kata,janji,suguhan birahi oleh pihak lain,kemewahan,perlente dan lain-lain akan di temui semua oleh politisi.Memang itu sengaja di ciptakan dan ada kalanya hal itu di gunakan untuk saling menjatuhkan antara sesama politisi untuk menarik dukungan rakyat terhadap partai tertentu.

  • http://facebook.com/ds19s933t apperindo – dpp

    kok bisa ya ? kalau pria ingin menjadi wanita atau wanita ingin menjadi pria ? truz klo banci ingin rubah status yang betul jadi apa ya ? itukah yang ingin diciptakan ? maka 'pks' menjadi tidak konsisten/konsekwen

  • neil

    jadinya sprt menghalalkan segala cara……..demi ambisi harta & kekuasaan,

    aqidahpun sampe dikorbankan…..
    http://ybaninuryayi.blogspot.com/2012/09/halal-bi

    kata org cimindi mah (yg kecewa sama anggota dewan dari PKS yg tinggal disekitar situ)

    …" sajadah mah sajadah, haram jadah mah haram jadah"….