Presiden terima penghargaan langsung dari Rabbi Yahudi di AS

Presiden terima penghargaan langsung dari Rabbi Yahudi di AS
  • Belum ada keterangan, apakah 26 tokoh Ormas Islam di antaranya dari aliran sesaat LDII yang menyatakan dukungan untuk SBY dalam menerima penghargaan dari lembaga yang dipimpin Rabbi Yahudi itu memang mereka orang-orang yang pada dasarnya pro Yahudi.
  • Rabbi adalah ulama Yahudi
  • Rabbi Arthur Schneier adalah pemimpin spiritual dari Sinagoga (tempat ibadah Yahudi) Park East di Manhattan, menurut jewishpost.com
  • Di luar hotel The Pierre tempat acara berlangsung, sekelompok warga Indonesia yang bermukim di AS melakukan aksi protes.
  • Ada ayat Al-Qur’an, artinya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.  (QS Al-Baqarah: 120).
  • Sebelumnys telah ramai diberitakan, sebanyak 26 organisasi kemasyarakatan Islam mendukung pemberian penghargaan Appeal of Consience Foundation (ACF) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas keberhasilannya menciptakan kerukunan umat beragama di dalam negeri.

Pernyataan sikap itu disampaikan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) M Iqbal Zulham dan M Imran Hanafi dari Muhammadiyah, di Jakarta, Jumat siang. Penyampaian pernyataan sikap Ormas Islam itu dihadiri 24 Ormas lainnya di antaranya, Ketua Umum Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII) Abdullah Sam, Yusnar Yusuf pengurus Al-Wasliyah dan lainnya. Sebelumnya, mereka mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali. (JAKARTA Pos Kota, Jumat, 24 Mei 2013 – 15:58)

Hari Jumat (24/05/2013), tokoh-tokoh umat Islam menandatangani pernyataan mendukung SBY. Mereka  antara lain: Ridho Baridwa (Al Irsyad), H. Taufiq Rahman AZ (PP. Persis), Dr. Suryani Thohir (Attahiriyah), Nuruzzaman (Al Ittihadiyah), M. Imran Hanafi (PP Muhammadiyah), Ahmadi Toha (PUI), H. Yusnar Yusuf, Ph.D (Al Wasliyah), Tgk. H.M. Faisal Amin (DPP Perti), Tuty Alawiyah (BKMT, Assyafiiyah), Amidhan (MUI), Dr. Abdurrahman (Persis), A. Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), Rahardjo Tjakaraningrat (DPP SI), M. Iqbal Sulam (PBNU), dan M. Al Khatthah (Sekjen FUI). (kabarbaru.com)

Inilah berita tentang penghargaan dari lembaga yang dipimin Rabbi Yahudi yang dimaksud.

***

 sby wterima wsa

Rabbi Arthur Schneier beri penghargaan kepada Presiden SBY/ foto bbc.co.uk

 SBY Terima Penghargaan World Statesman Award 2013

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima penghargaanWorld Statesman Award 2013 dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) di Garden Foyer, Hotel The Pierre, New York, Amerika Serikat, i Kamis (30/05/2013) malam waktu setempat atau Jumat (31/05/2013) pagi WIB,

Pemimpin Appeal of Conscience Foundation (ACF), Rabbi Arthur Schneier, mengemukakan penganugerahan penghargaan World Statesman Award 2013 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu merupakan pengakuan atas prestasinya dalam upaya internasional untuk memelihara perdamaian bersama dan adalah dorongan untuk meningkatkan hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan kerja sama antar agama.

“Kami menganugerahkan World Statesman Award 2013 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden dari negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang dipilih secara langsung, yang diakui atas upayanya mengejar perdamaian dan membantu Indonesia berkembang menjadi masyarakat demokratis, dan melawan ekstrimisme,” kata Rabbi Arthur Schneier.

Sebelum ini  penghargaan serupa telah diberikan ACF kepada PM Kanada Stephen Harper, PM India Manmohan Singh, Presiden Perancis Nicholas Sarkozy, PM Jerman Angela Merkel, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, dan Presiden Mikhail Gorbachev.

Hadir dalam acara pemberian penghargaan tersebut antara lain Ibu Negara Ani Yudhoyono, mantan Menlu Amerika Serikat Henry Kissinger, Menlu Marty Natalegawa, Dubes RI di AS Dino Patti Djalal, Ketua Komunitas Muslim New York Imam Syamsi Ali, Archbishop Khajag Barsamian, dan Rev Fred Anderson.

Sebelumnya, sejumlah aktivis HAM Indonesia dan LSM menggalang petisi menolak penghargaan ini, tulis hidayatullah.com.

Situs bbc menulis, Di luar hotel The Pierre tempat acara berlangsung, sekelompok warga Indonesia yang bermukim di AS melakukan aksi protes.

Mereka membawa poster-poster berisi penolakan atas penghargaan itu.

Salah satu peserta aksi, Fitri Mohan, mengatakan di akun Twitter bahwa “aksi protes barusan bukanlah soal Pro atau Anti SBY, tapi soal hati nurani yg terganggu.”

***

Tuesday, July 20, 2010

Fatwa-fatwa Sesat Para Rabbi Yahudi

 Rabbi adalah ulama-ulama Yahudi yang mana menurut pendapat mereka, Rabbi itu lebih suci daripada Nabi Musa as dan lebih suci daripada Allah swt.

Halal Menipu Non Yahudi

Rabbi Raschi : “Diperbolehkan bagi kaum Yahudi menipu pemeriksa pajak yang bukan daripada golongan Yahudi, serta membuat sumpah palsu dengan syarat mereka mampu membuat penipuan itu dengan baik.”
Rabbi Samuel : “Mencuri harta-harta orang Non Yahudi tidak dilarang menurut syariat.”

Haram Mengembalikan Barang Yang Hilang Milik Non Yahudi

Didalam Kitab Talmud disebutkan : “Allah tidak akan mengampuni dosa seorang Yahudi yang mengembalikan harta yang hilang milik Non Yahudi.” (Sanhedrin : 57) (Sanhedrin adalah Kitab khusus didalam Talmud yang membahaskan tentang hukum dan peradilan)

Rabbi Moses : “Tidak boleh mengembalikan barang yang hilang kepada orang-orang kafir dan para penyembah berhala (Abhodah Zarah) serta semua orang yang bekerja pada hari Sabbath (Sabtu).”

Rabbi Raschi : “Barangsiapa yang mengembalikan barang yang hilang milik orang Non Yahudi, maka dia dianggap sebagai orang Non Yahudi.”
Maimonides (Ahli Falsafah Yahudi) : “Apabila orang Yahudi mengembalikan barang Non Yahudi yang hilang, maka ia telah melakukan dosa besar.”

Riba Hanya Halal Bagi Yahudi

Didalam Talmud disebutkan : “Rabbi Samuel telah mengizinkan para Rabbi untuk melakukan riba sesama mereka. Dalam hal ini, riba dianggap sebagai hadiah yang ingin diberikan oleh salah seorang Rabbi kepada yang lainnya. Umpamanya : Putra Esi meminjamkan 100 ratl (1 ratl = 2564 gram) gandum kepada Samuel, dengan syarat Samuel harus kembalikan semula 120 ratl kepada Putera Esi.”
Rabbi Jehudza : “Sesungguhnya diperbolehkan bagi orang Yahudi untuk memberi pinjaman kepada anak-anak dan keluarganya dengan jalan riba, supaya mereka ikut merasakan manisnya riba dan menentukan ukuran sebenarnya.”
Rabbi Abarbaniel : “Syariat membolehkan untuk meninggikan bunga sesuai dengan keinginan.”

Rabbi Shawab : “Apabila seorang Nasrani memerlukan sejumlah wang, maka hendaklah orang Yahudi meminjamkannya dengan riba terus-menerus, sehingga orang Nasrani itu tidak sanggup lagi membayarnya kecuali dengan menyerahkan seluruh harta bendanya. Jika berlaku demikian, maka hendaklah orang Yahudi itu menerimanya dengan senang hati. Namun jika tidak, maka hendaklah ia meminta haknya didepan mahkamah pengadilan dan mengambil semua harta milik orang Nasrani itu diakhir pengadilan.”

http://layarminda4.blogspot.com/2010/07/jews-judaisme-zionist-israel.html

(nahimunkar.com)

email
  • Tutur Adi Suwito

    Assalamu'alaikum…..
    Semoga nahimunkar tetap eksis truss, banyak info yang sangat bermanfaat.
    Wassalam…