Rotary Club dan Lions Club Kaki Tangan Zionis


Rotary Club dan Lions Club Kaki Tangan Zionis

FUUI (Forum Ulama Ummat Islam) di Bandung menyatakan, Rotary Club dan Lions Club adalah kaki tangan Zionis yang berkedok kemanusiaan, maka FUUI mendesak untuk dibubarkannya klub jaringan Israel itu.

Situs Hidayatullah.com memberitakan, Athian Ali dalam jumpa pers di Sekretariat FUUI Bandung, Sabtu, 31 Januari 2009 kemarin  mengungkapkan, dua club itu hanya berkedok kemanusiaan dan telah memiliki jaringan dengan Israel. FUUI bahkan mengeluarkan tiga maklumat yang mendesak dibubarkannya klub tersebut.

“Kedua kaki tangannya Zionis itu ialah Rotary Club dan Lions Club. Keduanya ada di Bandung dan induknya ialah Fremasonry dengan dalangnya Zionis Israel.

Tiga maklumat yang dikeluarkan itu adalah, mendesak Presiden RI untuk mencabut Kepres RI Nomor 69 Tahun 2000 yang mencabut Kepres RI Nomor 264 Tahun 1962 dan memberlakukan kembali Kepres RI no 264 tahun 1962. “Karena Kepres tersebut berisi melarang Rotary Club diIndonesia,” jelas Athian.

Maklumat kedua, mengingatkan umat Islam akan fatwa para Ulama Mekkah dan Komisi Fatwa Al-Azhar mengenai haramnya bergabung dengan Rotary Club dan Lions Club serta kafirnya seseorang yang dengan sadar menjadi anggota Rotary Club dan yang bersangkutan mengetahui tujuan yang sebenarnya.

“Ketiga mengimbau umat Islam yang kini bergabung dengan gerakan Freemasonry atau salah satu jaringannya agar segera menanggalkan keanggotaannya,” tegas Athian.

Lions Club didirikan Milvan Jones dengan nama International Association of Lions Club bulan Mei 1917 di Chicago. Ketika itu diselenggarakanlah pertemuan pertamanya. Perlu pula diketahui bahwa Chicago merupakan salah satu kota di mana beberapa Rotary Club telah lahir.

Lions kini memiliki 1,3 juta anggota di 205 negara, termasuk Indonesia. Para ahli berkeyakinan bahwa klub ini berinduk kepada B’Nai B’Rits, yaitu salah satu pecahan kelompok Yahudi yang menginduk langsung kepada Freemasonry. Di Indonesia Lions  telah memiliki 45 cabang  dengan anggota sebanyak 1.450 orang. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

 

Terhadap maklumat FUUI itu ternyata di Indonesia ada pihak liberal yang membela Rotary Club dan Lions Club. Bahkan lembaga yang didirikan oleh bekas ketua umum Muhammadiyah, Dr Ahmad Syafii Maarif dengan nama Maarif Institut pun menyuara untuk membela Rotary Club. Hidayatullah.com memberitakan sebagai berikut:

Maarif Institute, sebuah LSM beraliran liberal “membela” Rotary Club yang diisukan FUUI terkait jaringan Israel dan Zionis-Yahudi

Hidayatullah.com–Raja Juli Antony, Direktur Pelaksana Maarif Institute, sebuah LSM beraliran liberal “membela” Rotary Club yang diisukan berhubungan dengan Yahudi sebagaimana disampaikan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), Athian ALi M Dai belum lama ini.  

Menurut Raja Juli Antoty, larangan Rotary Club dan Lions Club tidaklah beralasan. Sebab menurutnya, organisasi itu sudah dianggap banyak menolong kaum muda Indonesia meneruskan studi mereka dan membantu banyak masyarakat.

“Sejauh yang saya tahu, Rotary misalnya memiliki tujuh pusat global yang secara khusus membantu anak-anak muda dari negara-negara berkembang menyelesaikan studi, khususnya dalam penelitian konflik dan pemecahan,” katanya dikutip theJakartaPost.com.

Demikian berita hidayatullah.com

Bagaimana tanggapan pihak Rotary di Bandung, situs okezone.com memberitakan:

Sementara itu, saat wartawan hendak mengkonfirmasi ke Rotary Club Bandung di Gedung Fakultas ITENAS Jalan P.H.H. Mustofa, Bandung,  tidak ada seorang pun.

“Semuanya libur kalau hari sabtu,” ungkap salah seorang satpam Itenas yang enggan disebutkan namanya. Ketika ditanya apakah dirinya mengenal salah seorang pengurus. Dia mengaku tidak mengetahui, tetapi sesekali memang ada beberapa orang di sekretariat tersebut. (Yugi Prasetyo/Sindo/teb) http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/31/1/188203/fuui-ungkap-dua-club-aliran-zionis-di-bandung

FUUI menjelaskan seluk beluk tentang Rotary Club sebagai berikut:

*Langkah wajib untuk melumpuhkan jaringan Zionis di Indonesia

Waspadai Rotary Club, Bagian dari Firqoh Yahudi!!!*

http://fuui. wordpress. com http://fuui.wordpress.com Rotary adalah sebuah organisasi mantel Free Masonry yang sepenuhnya dikendalikan Yahudi internasional. Organisasi ini lebih populer dengan sebutan Rotary Club, dari kata-kata in rotation, sebuah ungkapan yang dibarengi dengan pertemuan-pertemuan utama bagi para anggota club yang dilaksanakan di kantor-kantor mereka secara bergilir.Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya.

 

Paul Harris, seorang tokoh advokat, pertama kali mendirikan Rotary Club di Chicago pada tahun 1905. Tiga tahun kemudian, Shirley Barry bergabung ke dalam club ini dan memperluas gerakannya dengan cepat. Ia kemudian menjadi sekretaris club dan kemudian mengundurkan diri dari club ini pada tahun 1942. Paul Haris meninggal tahun 1947 setelah gerakannya berkembang ke 80 negara dan mempunyai 6800 club serta 327.000 anggota.

 

Pusat gerakan ini kemudian pindah ke Dublin, Irlandia pada tahun 1911 atas jasa seorang aktivis yang bernama Mr. Moore. Ia pernah mempersoalkan komisi dari setiap anggota baru organisasi ini yang tersebar di Inggris.

 

Pada tahun 1921 Rotary Club berdiri di Madrid, tetapi kemudian dibekukan dan dilarang melakukan aktivitas di seluruh Spanyol.

 

Pada tahun 1921 Rotary Club berdiri di Palestina. Ketika itu negara masih menjadi impian zionis. Ia merupakan salah satu cabang Rotary yang paling lama berdiri di kawasan negara-negara Arab. Tahun 30-an berdiri cabang-cabang Rotary di Aljazair dan Maroko di bawah perlindungan penjajahan Prancis. Di Tripoli Barat terdapat cabang Rotary. Anggota Dewan administrasinya antara lain John Robinson dan Von Krieg.

 

Jacob Barzef adalah ketua Rotary Club Israel pada tahun 1974. Pada tanggal 14 Maret 1973 ia bertolak menuju ke kota Taormina di Sisilia untuk menghadiri sebuah konferensi yang diselenggarakan Rotary Club Italia. Dalam konferensi itu, ia menyatakan akan terjadinya sebuah konferensi Arab-Israel. Sebab, di dalam konferensi itu telah hadir delegasi berbagai negara Arab dan delegasi Israel.

 

Pembicara pertama dalam konferensi itu ialah Mukhtar Aziz, utusan Rotary Club Tunisia. Kemudian, disusul dengan utusan Israel, Jacob Barzef, seorang Yahudi militan.

 

*Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya*

Agama tidak dijadikan standar dalam pemilihan anggota atau dalam hubungan sesama anggota; juga tidak dipermasalahkan tentang kewarganegaraan seseorang.

 

Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut, Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tiong Hoa yang muncul pada abad ke-6 SM, meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan insting manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.

 

Menurut mereka, amal kebaikan harus dilaksanakan karena menunggu balasan materi atau nonmateri. Ini jelas bertentangan dengan konsep agama yang mengaitkan pekerjaan suka rela dengan pahala berlipat ganda di sisi Allah.

 

Mereka mengadakan pertemuan mingguan. Setiap anggota harus hadir 60% dalam setahun. Keanggotaan tidak terbuka untuk semua orang. Orang yang berminat menjadi anggota harus menunggu undangan club untuk bergabung dengannya sesuai dengan prinsip selektivitas. Klasifikasi keanggotaan didasarkan pada pekerjaan pokok yang mencakup 77 macam jenis pekerjaan. Para pekerja (buruh) tidak dibenarkan menjadi anggota. Club hanya memilih orang yang memiliki status sosial tinggi. Tingkat usia anggota sangat diperhatikan. Mereka bekerja menghidupkan organisasi dengan cara merekrut kaum laki-laki berusia produktif.

 

Dalam setiap club, harus ada seorang wakil dari setiap profesi. Aturan ini sering dijadikan kesempatan untuk mengangkat anggota yang disukai dan menyingkirkan yang tidak disukai. Dalam Dewan Administrasi Club, harus ada satu atau dua orang ketua club lama sebagai pewaris langsung rahasia Rotary sejak Paul Harris.

 

Charles Marden yang pernah menjadi anggota Rotary selama tiga tahun, telah melakukan studi terhadap organisasi ini. Kemudian, ia mengemukakan beberapa data berikut. Setiap 421 orang anggota Rotary Club, 159 orang di antaranya mempunyai keterikatan kuat dengan Freemasonry. Loyalitas mereka terhadap Freemasonry melebihi clubnya. Dalam beberapa hal keanggotaan Rotary hanya terbatas untuk orang-orang Freemasonry, seperti di Edinburgh Inggris pada tahun 1921.

 

Dalam sebuah perkumpulan yang disebut Nan‘s di Perancis disebutkan, “Jika orang-orang Freemasonry membentuk organisasi yang bekerja sama dengan golongan lain, urusan organisasi tidak boleh berada di tangan orang lain. Personil organisasinya harus dipegang orang-orang Freemasonry dan harus berjalan sesuai dengan prinsip Freemasonry. “

 

Ketika Freemasonry mengalami penyusutan, justru Rotary mendapat dukungan sangat besar dan aktivitasnya semakin kuat. Hal ini karena orang-orang Freemasonry mengalihkan segala aktifitasnya kepada club Rotary sampai tekanan-tekanan terhadap mereka hilang dan kondisinya kembali seperti semula.

 

Rotary didirikan 1905, yaitu tahun-tahun menjelang aktifnya Freemasonry di Amerika. Di antara programnya ialah diselenggarakan kunjungan antar club. Di beberapa kota dibentuk Dewan Pimpinan Club sebagai koordinator antarclub. Untuk menjadi anggota atau simpatisan Rotary maupun Freemasonry, seseorang harus menunggu panggilan dari pengurus club.

 

Ada beberapa club yang ide dan caranya sangat mirip Rotary, yaitu Lions, Kiwany, Exchange, The Round Table, Pulpen, dan B’Nai B’Rith. Bentuk dan aktivitas club-club ini hampir sama dengan Rotary, begitu juga tujuannya. Kendati dalam beberapa hal terdapat perbedaan, tetapi hal itu hanyalah untuk memperbanyak cara penyebaran ide dan penyedotan pendukung.

 

*Akar Pemikiran dan Sifat Idiologinya*

Dalam soal agama dan tanah air serta keteguhannya memegang prinsip selektivitas, Rotary Club mempunyai persamaan besar dengan Freemasonry. Keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang, seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme, dan kerjasama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas, sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebimbangan. Akibatnya, tak ada lagi kekuatan yang dominan, kecuali orang-orang Yahudi yang terus-menerus berambisi mendominasi dunia.

 

Rotary dan club-club yang sejenis dengannya bekerja aktif sesuai rencana Yahudi di bawah naungan dominasi Freemasonry serta orang-orang yang berperan aktif dalam Yahudi internasional, baik secara teoretis maupun secara praktis. Organisasi ini sepenuhnya untuk kepentingan Yahudi.

 

Dalam kepemimpinan, antara Rotary dan Freemasonry tidak sama. Ketua dan pimpinan Freemasonry tetap misterius. Sebaliknya, mungkin saja Rotary dapat ditelusuri asal-usulnya, baik pendiri maupun para terasnya. Untuk mendirikan cabang Rotary (di mana saja) tidak boleh sembarangan, kecuali dengan pengukuhan dari pucuk pimpinan internasional dan di bawah pengawasan kantor lama.

 

Dalam rangka kemudahan hubungan dengan berbagai sekte dan golongan,  Rotary berpura-pura membatasi aktivitasnya dalam masalah-masalah sosial dan kultural demi kemanusiaan. Cara pencapaian sasarannya melalui pertemuan-pertemuan berkala, seminar, ceramah yang mengarah pada upaya mendekatkan antaragama dan menghapus segala perbedaan keagamaan. Ini mirip dengan ceramahnya para pendudung teologi inklusive, seperti yang digemar-gemborkan kelompok jaringan Islam Liberal.

 

Motivasi Rotary yang sebenarnya ialah membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain dengan mengatasnamakan kasih dan persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu mengumpulkan berbagai maklumat yang dapat membantu mereka dalam membantu tujuan mereka yang bersifat ekonomis dan politis, juga membantu mereka dalam menyebarkan tradisi tertentu yang akan memastikan timbulnya kemerosotan (degenerate) sosial. Ini dapat kita lihat melalui persyaratan keanggotaan yang hanya diberikan kepada orang-orang penting dan menonjol di masyarakat.

 

*Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya*

Pertama kali Rotary tumbuh di Amerika pada tahun 1905, kemudian pindah ke menyebar ke beberapa negara Eropa lainnya. Dari benua itu, club ini kemudian menyebar dan memiliki cabangnya di hampir seluruh dunia.

 

Ia mempunyai cabang di Israel dan negara-negara Arab: Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Libiya, Maroko, dan Libanon. Beirut adalah pusat perkumpulan tersebut di Timur Tengah.

 

*Referensi* :

- Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY, Gerakan Keagamaan dan Pemikiran; Akar Idiologis dan Penyebarannya.

- Dr. Nashir Al-Qifari & Dr. Nashir Al-’Aql, Al-Mausu’ah fil Adyan wal Madzahib Al-Mu’ashirah.

Situs FUUI juga telah menampilkan Lions Club sebagai bagian dari Firqoh Yahudi, sebagai berikut:

Waspadai Lions Club, Bagian dari Firqoh Yahudi!!!

International Association of Lions Club atau yang biasa disebut dengan Lions Club saja adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari klub-klub yang di atas permukaan memiliki sifat kepedulian sosialPada hakikatnya perkumpulan ini termasuk salah satu organisasi Internasional yang berafiliasi kepada gerakan Freemasonry. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, Freemasonry ini dikendalikan oleh beberapa orang Yahudi dan bekerja untuk kepentingan Yahudi pula.Upaya yang dilakukannya adalah berusaha “merusak” dunia untuk kemudian membangunnya kembali dan mendominasinya agar mengabdi kepada kepentingan Yahudi.

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
Pada musim panas tahun 1915, Milvan Jones, pendiri klub ini mengemukakan ide untuk mendirikan klub-klub, dimana di dalamnya akan tergabung para pegawai dari seluruh penjuru Amerika Serikat (AS), hingga akhirnya berdirilah klub pertama di kota San Antonio, Texas.

International Association of Lions Club sendiri baru muncul ke permukaan pada bulan Mei 1917 di Chicago. Ketika itu diselenggarakanlah pertemuan pertamanya. Perlu pula diketahui bahwa Chicago merupakan salah satu kota di mana beberapa Rotary Club telah lahir.

Para ahli berkeyakinan bahwa klub ini berinduk kepada B’Nai B’Rits, yaitu salah satu firqah Yahudi yang Insya Allah akan dibahas di rubrik ‘Adawah pada waktu yang akan datang. Namun secara umum, dalam banyak hal Liions Club menginduk langsung kepada Freemasonry.

Nama klub ini, yaitu “LIONS” atau singa merupakan simbol dari kekuatan dan keberanian. Dan Lions Club sengaja didirikan untuk menggantikan klub-klub sebelumnya, yaitu ketika klub-klub tersebut terbongkar kedoknya atau tertindas. Mengapa demikian? Lions Club dirasa dapat lebih eksis mengingat sifat yang tampak di hadapan publik adalah sebagai organisasi sosial yang reformis dan toleran.

Aktivitas, Keanggotaan, dan Organisasi

Aktivitas Lions Club secara garis besar adalah sebagai berikut:

1.      Menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (Liberte, Egalite, & Fraternite);

2.      Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa;

3.      Membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).

4.      Memperhatikan aspek keadilan sosial;

5.      Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan;

6.      Menolong orang-orang yang cacat;

7.      Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari;

8.      Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar;

9.      Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan;

10.  Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial;

11.  Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB); dan sebagainya.

Dalam masalah keanggotaan, syarat-syarat untuk menjadi anggota di dalam Lions Club [ada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan syarat-syarat keanggotaan dalam klub-klub Freemasonry maupun Rotary. Tetapi ada pula perbedaannya, dimana keanggotaan Lions Club ini bolah diwakili oleh lebih dari dua orang. Anggota dalam satu profesi. Siapapun tidak boleh mengajukan permohonan untuk menjadi simpatisan klub tersebut, akan tetapi merekalah yang mencalonkan dan mengajukannya apabila mereka melihat suatu potensi yang terdapat pada diri calon anggota untuk kepentingan mereka.

Disyaratkan agar anggota itu terdiri dari para tokoh pekerja yang sukses, dan tempat kerjanya harus berada di daerah di mana terdapat Lions Club. Diwajibkan pula kepada setiap anggota untuk mencapai persentase kehadiran dalam pertemuan-pertemuan pekanan minimal 60% dalam setahun. Di samping itu dilarang memasukkan orang-orang yang dianggap “fundamentalis” dan yang fanatisme nasionalnya berlebihan.

Ditariknya para pemuda dan pemudi untuk bergabung serta berusaha untuk memelihara tingkatan usia yang relatif muda adalah untuk menjaga dinamika klub secara kontinyu, terutama karena masih mudahnya mereka untuk dipengaruhi seiring idealitas yang ada.

Lions Club juga menyedot nyonya-nyonya dan istri para pejabat tinggi, sebagaimana dipercayakan tugas kepada mereka untuk melakukan kontak dengan para tokoh. Untuk mereka (para nyonya) diciptakan pula wadah tersendiri, yang disebut Lioness Club.

Adapun struktur organisasinya adalah sebagai berikut:

1 ketua

2.      1 / lebih wakil

3.      1 sekretaris dan 1 bendahara

4.      12 manajer, dimana 1 atau 2 orang dari mereka harus dari ketua-ketua klub yang lama, dengan tujuan untuk memudahkan kontrol Dewan Manajer (Eksekutif) agar klub yang ada tidak menyimpang dari garis-garis besar haluan yang dikehndaki oleh klub mereka.

5.      Biro-biro yang dibuka oleh Dewan Eksekutif, yang dimaksudkan agar bisa mencakup berbagai jenis organisasi.

Bahaya Lions Club
Segala aktivitasnya yang relatif bisa dikatakan baik mungkin hanya sekedar pancingan di balik misi yang sebenarnya. Mereka memiliki ciri-ciri tersembunyi dengan rencana dan sitem kerja yang berdasarkan prinsip kerja bawah tanah (clandestein), agar dapat mengumpulkan data dan potensi secara akurat.

Diketahuinya rahasia-rahasia profesi seseorang dari pertemuan-pertemuan mereka, adalah sesuatu yang memberi mereka kemampuan untuk mengontrol pasar-pasar lokal, dan membantu mereka untuk campur tangan dalam masalah ekonomi di sebuah negara tertentu.

Lions Club melakukan pengumpulan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan keagamaan di sebuah negara dimana klub berada. Data-data ini kemudain dikirimkanke Pusat Organisasi Internasional yang mengkaji dan membuat perencanaan yang tepat untuk kepentingan mereka di negara tersebut. Oleh pusat komando diplotlah tempat kerja masing-masing dari agen mereka. Dari sana nanti masing-masing bagian harus diisi dengan aktivitas-aktivitas oleh biro masing-masing sesuai dengan deskripsi pekerjaannya.

Banyak ketidakjelasan menyelimuti sumber rahasia dan sarana mereka. Dewan Eksekutif Lions daerah melakukan proses-proses pengamanan secara ketat di wilayahnya. Mereka sering mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah air untuk semua”.

Islam, menurut mereka, secara lahir sama saja dengan agama lain, baik itu agama samawi maupun agama ciptaan manusia. Adapun maksu mereka sebenarnya adalah melakukan tipu daya, meskipun yang mereka lakukan terhadap Islam konon lebih spesifik daripada tipu daya terhadap agama lain.

Dalam ceramah dan pidato-pidato para tokohnya, mereka menitikberatkan pada penonjolan kedudukan Israel dan rakyatnya secara teratur. Di samping itu mereka mendoktrinkan juga pikiran-pikiran Zionisme ke dalam otak para anggotanya. Mereka telah menyelenggarakan pula sebuah penataran di Lions Club Mesir ketika baru dibuka di Kairo untuk membahas tentang perjanjian damai antara Mesir dan Israel.

Dalam perhelatan mereka, diselenggarakan pesta-pesta gila, campur aduk antara pria dan wanita, dansa-dansi, di bawah slogan “Pesta-pesta Kebaikan”.

Lembaga Fikih Islam Internasional sendiri, dalam pertemuan pertamanya di kota suci Makkah pada tanggal 10 Ramadhan 1398 H, mengeluarkan sebuah keputusan yang menjelaskan bahwa prinsip-prinsip gerakan Freemasonry, Rotary Club, dan Lions Club secara garis besar adalah sangat bertentangan dengan prinsip dan pokok-pokok ajaran Islam.

Rotary Club sebenarnya berada di dalam lingkaran Fremasonry yang menjadi induknya. Oleh karena itu akarnya satu, yaitu zionisme. Lions Club secara lahiriah menyerukan ide “Ikatan Kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia. Namun hakikatn yang sebenarnya adalah organisasi ini merupakan mantel selubung zionisme.

Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya
Organisasi ini mempunyai klub-klub di Amerika, Eropa, Asia, dan banyak negara lainnya. Pada awal tahun 1970 Lions Club mengaku bahwa jumlah anggotanya lebih dari 934.000 orang yang tersebar di 146 negara. Pusat Lions Club sekarang adalah di Oak Park, Illinois, AS, di dekat kota Chicago.

Di dunia Islam, Lions Club dan Rotary Club terlihat cukup aktif di Mesir setelah ditandatanganinya perjanjian damai dengan Israel. Organisasi ini menjadikan hotel-hotel besar sebagai markasnya, seperti hotel Assalam di New Egypt, Hilton, Syebrid, dan Sheraton.

Organisasi ini juga sanggup mengeluarkan dana yang besar, seperti untuk hadiah-hadiah yang diberikan pada pesta-pesta peningkatan persahabatan dan pesta-pesta yang bisa mendatangkan proyek-proyek strategis. Hal yang demikian telah menimbulkan tanda tanya besar tenang bagaimana sumber-sumber keuangan bisa mereka dapatkan. Wallahu a’lam. (Ar risalah)

Sumber:

1.       Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY,

2.      Ensiklopedi Mini tentang Gerakan Keagamaan dan Pemikiran,

3.      3. Al-I’tishom & Al-Ishlahy, Jakarta, 2002

(http://fuui.wordpress.com/2008/02/25/waspadai-lions-club-bagian-dari-firqoh-yahudi/)

 

 

Perlu diketahui, lembaga internasional di Indonesia, menurut penilitian LPPI dari sumber terpercaya beberapa waktu lalu, ada 48 lembaga internasional. Dipandang dari segi keyakinan Islam, yang 47 adalah lembaga kafir, sedang yang Islam hanya satu. Namun yang lebih menyedihkan lagi,  satu lembaga yang Islam itupun sudah dibredel, yaitu Al-Haramain Foundation. Sehingga tidak tersisa lagi, tinggal lembaga kafir semua. Di samping itu satu lembaga kafir saja seperti The Asia Foundation yang berpusat di Amerika itu selama ini mendanai sekitar 44 lembaga-lembaga di Indonesia yang dikenal liberal dengan menjajakan kemusyrikan baru, pluralisme agama. Mereka mengaku Islam tetapi menanngguk dana dari kafirin dan menyuntikkan misi kekafiran kepada Ummat Islam dengan aneka cara, masih pula membela penjajah Israel. Apa bukan pengkhianat bangsa dan agama? (haji).

  • http://al-ulama.net malaikat zabaniyah

    mohon copi bang