Seorang preman tobat karena mendengar ceramah TV Rodja

Seorang preman tobat karena mendengar ceramah TV Rodja

rodjatv_84352384232

JAKARTA– Bersyukurlah bagi yang telah mendapatkan hidayah, karena ia amat mahal harganya. Bagi yang menunjukkan kepada hidayah pun, kata Nabi shallallahu a’alaihi wasallam, ia lebih bernilai dan berharga daripada seseorang mendapatkan Unta berwarna merah yang dizaman itu menjadi barang mewah.

Saat ini banyak sarana dan fasilitas yang bisa menjadikan seorang Muslim bisa mendalami agamanya atau bahkan non Muslim bisa mengenal indahnya Islam hingga menjadi pemeluk agama yang haq.

Adalah radio dan TV Rodja, saat ini telah banyak memberikan manfaat bagi umat. Lewat dakwahnya yang hikmah dan ilmiyah, banyak kaum muslimin awam tercerahkan oleh nasihat, ceramah, dan isi acara pada sarana dakwah tersebut. Bahkan seorang preman, yang hanya melakukan sholat sebanyak dua kali dalam setahun,  terenyuh hatinya hingga menjadi muslim yang taat dengan sebab perantara ceramah yang dipancarkan dari kawasan Cileungsi Bogor itu.

Diceritakan oleh Bang Pilot di Kompasiana: Suatu hari, aku iseng men-scan otomatis receiver antena parabolaku. Ada beberapa stasiun TV baru berhasil ditambahkan. Diantaranya adalah Rodja TV. Sebuah stasiun TV swasta non profit yang dipancarkan dari komplek sebuah masjid  di sekitar Bogor. Aku langsung suka dengan stasiun TV ini, karena dakwah dan kajian Islamnya bagus banget. Bila ada kesempatan, aku akan menonton acaranya. Banyak ilmu baru kuperoleh.

Suatu hari, suami adik sepupuku, Zimi Azmi, kepalanya nongol di pintu. Ia pun ikut tetarik dengan materi yang disampaikan Rodja TV yang sedang kutonton. Ia lalu pulang dan men-scan otomatis juga receiver parabolanya. Dan berhasil baik.

Beberapa hari kemudian, aku melihat sebuah pemandangan langka : Zimi Azmi berjalan di halaman rumahku menuju masjid! Padahal biasanya, ia cuma lewat, lalu pergi ke warung wak Mengon, untuk main kartu dan minum-minum bersama para  pareman kampung. Bertahun-tahun Zimi Azmi punya kebiasaan sholat setahun  dua kali. Ya itu, waktu Idul Fitri dan Idul Adha.

Sepulang dari masjid, kami berdua berbincang tentang acara Rodja TV. Rupanya Azmi terpengaruh oleh tausiyah yang disampaikan oleh para ustadz Rodja TV. Para ustadz ini memang lain daripada ustadz-ustadz TV swasta lainnya, yang lebih mirip artis ketimbang muballigh. Rata-rata ustadz Rodja TV adalah penghafal Qur’an, dan lulusan universitas negeri Arab. Dan, sama sekali tidak ada musik di stasiun TV ini. Juga tidak ada perempuan.

Hari-hari berlalu, Azmi makin sering lewat depan rumahku menuju masjid. Kini ia sepertinya benar-benar bertobat. Kulihat zikirnya pun makin panjang dan syahdu.

Aku jadi trenyuh. Adik sepupuku, istrinya, kini juga sudah berjilbab. Tinggal aku kini yang sedikit iri. Seorang pareman mbelis bisa jadi lebih taat dibandingkan aku sendiri. Hanya karena suka nonton Rodja TV. (bms) (gemaislam)18 Febr 2013

(nahimunkar.com)

email
  • http://gravatar.com/joecoryan joe

    Subhanalloh.. Hidayah kapan saja, dimana saja,untuk siapa..hanya Alloh yang maha tahu.. terlebih adalah hidayah sunnah..