Siswa Muslim Tarakan Diminta Shalat Maghrib dan Isya di Masjid

Siswa Muslim Tarakan Diminta Shalat Maghrib dan Isya di Masjid

Selasa, 26 Februari 2013

Shalat Jama'ah_8263253427834

Hidayatullah.com–Seluruh siswa muslim, dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, baik negeri atau swasta di Kota Tarakan, diminta melakukan shalat Maghrib dan shalat Isya di masjid. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh sekolah hari Senin (25/2/2013).

Setiap siswa yang melakukan shalat Maghrib dan shalat Isya diberi kartu kendali. Di kartu kendali ini orangtua siswa wajib menandatangani jika anaknya shalat.

Nantinya kartu kendali ini setiap bulan akan dipantau dan dilihat wali kelas masing-masing siswa. Surat imbauan ini berlaku mulai 1 Maret 2013.

“Kami berharap orangtua dapat mendukung program dari Disdik ini. Sebab peran orangtua sangat penting untuk memantau langsung anak-anaknya untuk shalat di masjid,” kata  Kepala Disdik Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo, Selasa (26/2/2013) di Media Center Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kota Tarakan.

Tajuddin mengatakan, imbauan shalat Mahgrib dan Isya sangat mempengarahui nilai pendidikan agama sekolah. “Selain mempengaruhi nilai pendidikan agama di sekolah, juga memberikan pembinaan karakter keimananan moral dan ketakwaan siswa, serta mendorong supaya anak terbiasa shalat sejak dini,” ucapnya, dilansir Tribun Kaltim.*

Rep: Insan Kamil

Red: Syaiful Irwan

(nahimunkar.com)

  • Arwin

    Saya pernah menemukan hal mirip semacam ini yaitu seorang guru Agama Islam(tingkat SMP dan SMK) membuat daftar absensi sholat lima waktu kepada seluruh siswa yang beraagam Islam yang di kontrol setiap Minggu dan sekaligus ada tambahan nilai ektra kulikuler bagi siswa yang bersangkutan,dan ternyata ini menimbulkan bekas di jiwa sang siswa di kemudian hari setelah dewasa tidak pernah meninggalkan solat lima waktu.

  • Arwin

    Ide yang bagus,untuk membudayakan anak didik supaya mendirikan sholat mulai usia muda dan sampai tua menjadi kebiasaan.