Tipu Daya LDII

Tipu Daya LDII

Tipu Daya LDII_82653426742

Ilustrasi/ sorotnews

Salah satu komunitas dan lembaga aliran sesat yang licik serta penuh tipu daya di dalam mengukuhkan eksistensinya, adalah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang merupakan nama lain dari aliran sesat paling heboh di masa lalu yaitu Islam Jama’ah.

Sebelumnya, komunitas dan lembaga aliran sesat ini bernama Darul Hadits. Kemudian berganti nama menjadi Islam Jama’ah. Ketika menggunakan nama ini, popularitasnya luar biasa meroket, karena sejumlah artis berhasil mereka gaet hingga menjadi kader militan, bahkan menjadi semacam daya tarik bagi orang awam untuk masuk ke dalam tipu daya mereka.

Ketika kedok mereka terkuak dan resistensi masyarakat meninggi, mereka ganti nama menjadi Lemkari. Nama Lemkari akhirnya ditinggalkan karena memiliki kesamaan dengan organisasi karate dan diprotes oleh Lemkari yang asli. Maka, mereka pun berganti nama menjadi LDII yang mirip-mirip DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia).

Meski masyarakat sudah bisa menilai bahwa LDII sama saja dengan Islam Jama’ah dan nama-nama lainnya, namun mereka tidak gentar. Dengan tipu daya mereka berhasil mengelabui sejumlah tokoh Islam, di antaranya yang selama ini bergiat di sebuah front yang katanya suka membela-bela Islam, juga tokoh sebuah majelis yang di dalamnya banyak ulama.

Bagaimana mengelabui tokoh-tokoh yang katanya Islam tadi? Bagi LDII gampang saja. Mereka memanfaatkan kekuatan uang. Dengan uang mereka bisa membeli apa saja, termasuk pendirian tokoh yang katanya Islam tadi.

Uang yang dikumpulkan LDII, bahkan hingga mencapai triliunan rupiah, berasal dari menipu umat Islam yang jahil dan awam, sehingga dapat dijadikan jama’ah mereka dengan doktrin sesat yang menakut-nakuti khas LDII. Yaitu, kalau mau masuk surga, harus menjadi jama’ah LDII. Di luar jama’ah LDII meski ilmunya tinggi, ibadahnya rajin dan sesuai dengan al-Qur’an maupun Hadits, tetap tidak bisa masuk surga.

Nah, dalam rangka bisa masuk surga, para orang awam yang jahil dan sudah terpedaya tipudaya LDII, mau diperas habis-habisan oleh LDII. Sementara para jamaahnya pontang-panting cari uang untuk setoran, hingga mereka yang melarat pun harus setor, padahal dalam Islam, kaum melarat itu justru orang yang harus disantuni, sampai mengenai zakat pun kaum muskin tidak terkena kewajiban tetapi jadi mustahiq, berhak menerima zakat. Tertapi di aliran sesat ini tidak begitu, tetap saja ditarik agar setor yang istilah mereka persenan. Sebaliknya,    elite LDII justru bermewah-mewah, pesta-pora di atas penderitaan jama’ah.[i]

Nah, uang yang berlimpah tadi, didepositokan di sejumlah bank, kemudian bunganya dinamakan uang merah. Yaitu uang riba. LDII sepertinya masih mengharamkan riba. Namun, uang riba tadi yang oleh mereka disebut uang merah, dimanfaatkan untuk ‘menghargai’ para tokoh yang katanya Islam tadi.

Menghargai adalah kata sandi LDII untuk menetapkan berapa harga seseorang tokoh yang katanya Islam tadi untuk diberi uang merah (uang riba), agar mereka mau berpendapat dan berkiprah membela keberadaan LDII, sekaligus menjadi corong LDII kepada masyarakat luas yang mengkampanyekan bahwa LDII sudah tidak sesat padahal sejatinya masih setia dengan kesesatannya.

LDII juga punya kata sandi lain yang maknanya tak jauh beda, yaitu disegani. Disegani berasal dari kata dasar dalam bahasa Jawa yaitu SEGA yang berarti nasi. Jadi, yang mereka maksud dengan DISEGANI adalah diberi SEGA alias diberi nasi, alias dikasih duit, yaitu uang merah tadi.

Seorang mantan petinggi LDII berinisial Ch H kelahiran Rembang 10 November 1978, pada Juli 2010 lalu pernah bersaksi dengan mengucapkan sumpah, bahwa tokoh majelis yang banyak ulamanya, pada tahun 2006 lalu berhasil dihargai dan disegani dengan uang merah, sehingga ia kemana-mana membela-bela LDII.

Kesaksian Ch H dengan sumpah itu mengenai pernyataan salah seorang tokoh LDII berinisial KSMD[ii] yang sedang memimpin jama’ah umroh dari sebuah yayasan, Ramadhan 2006. Seperti biasa, Kyai KSMD menyempatkan untuk mampir ke Madinah untuk memberikan nasehat kepada jama’ah LDII yang bekerja di Madinah. Pada saat itulah sang kyai KSMD tokoh LDII ini berkata: “Alhamdulillah hubungan LDII dan MUI sudah baik.., tapi ya dikasih duit..!”

Pernyataan di depan jama’ah LDII yang bekerja di Madinah tadi, disampaikan dengan nada menghina, dan disambut dengan tawa berderai dari jama’ah LDII yang sedang mendengarkan nasihat pengajian kyai KSMD tokoh LDII tersebut.

Begitulah tipu daya LDII dalam menjaga eksistensinya. Dan yang tertipu bukan hanya orang awam yang jahil, tetapi termasuk diantaranya kyai dari ormas besar pengusung bid’ah yang mewakili lembaganya untuk menjadi petinggi di majelis para ulama.. (haji/tede/nahimunkar.com)



[i] [ Akidah Campur Sari ] 2 Jenis Ijtihad + Setoran Uang Persenan + Foya-Foya Dengan Uang Persenan !

Sedulurs… sedih melihat kenyataan orang2 yang tau kebenaran…tapi terus mencari-cari , mengutak-atik dalil, kasak-kusuk logika supaya dapet pembenaran…menuruti ro’yunya padahal ngakunya melarang ro’yu ( menggunakan akal pikiran untuk menerjemahkan hukum2 agama )

ngakunya mendakwahkan ke jamaahnya supaya mujhid muzhid tapi malah foya-foya , jalan jalan ketempat maksiat pula lagi !

mereka selalu menyerukan : ” jamaah supaya :

  • jujur
  • amanah
  • mujhid muzhid
  • rukun
  • kompak
  • kerjasama yang baik

tapi apa mereka sendiri melakukan apa yang mereka nasehatkan ?

kalo pake uang sendiri pun… ngapain ke pattaya yg jelas pusat maksiat di thailand ?

apalagi pake uang isrun persenan…

menari diatas penderitaan jamaahnya…

padahal kalo ditagih korban2 tipuan maryosonya , bilangnya : “sabar… ini cobaan… jamaah kita jamaah yang benar jadi ya pasti dicoba… “

kenapa gak pake uang nya buat bayar utang2nya kepada korban2 bisnis fiktif mereka ? 

apa gak menangis hati mereka… 
kalo tau.. jamaah dikelompok2nya bela2in sodaqoh infaq persenan / isrun (setoran wajib persepuluhan harta per bulan)…. ada yg jual koran, tukang becak, tukang ojek, jualan kecil2an, mereka menyisihkan dari rezeki mereka yang tidak seberapa…

eh malah dipake jalan2 ke Pusat Maksiat Di Thailand !

Semoga Allah mempercepat pertolongan buat jamaah ini… Ya Allah… Bersihkan jamaah ini dari para pengkhianat, para penjilat yang cuman pengen hidup enak dengan menipu umat , dan ulama yang tau kebenaran tapi berjiwa pengecut persis seperti ulamanya yahudi yang tidak amanah kepada kebenaran…..

Wassalaamu’alaikum
Tim Waspada354

As of 4/29 3:50am. Last new 4/14 4:40am.  Score: 1896

[ii] Lihat Video Testimoni Warga LDII : Kasmudi Terlibat Penipuan Trilyunan Rupiahhttp://nahimunkar.com/video-testimoni-warga-ldii-kasmudi-terlibat-penipuan-trilyunan-rupiah/