MUI Lepas Tangan Mengenai Kasus Infotainment?

Berita santer tentang buruknya tayangan infotainment di televise sangat terasakan oleh masyarakat. Bahkan kelompok wartawan pun ada yang mengecam berita-berita yang ditayangkan infotainment itu sebagai bukan karya jurnalistik, karena tidak mengindahkan kaidah-kaidah jurnalstik.

Masyarakat pun telah gerah dengan tayangan ghibah yang diharamkan dalam Islam dan merusak itu.

Sampai-sampai ada surat ke MUI, dan dimuat situs resmi MUI meminta fatwa tentang infotainment. Namun anehnya, MUI tampaknya ogah-ogahan sambil bersikap lepas tangan.

Inilah buktinya

Surat ke situs MUI:

Muhammad Nurdin

K, 24/12/2009 – 11:20 | Surat-e

Kami masyarakat Indonesia merasa sangat keberatan dengan tayangan ghibah infotainment, karena dapat merusak moral dan akhlak keluarga dan anak-anak kami sebagai generasi penerus bangsa. Mohon Haramkan acara-acara tersebut.

http://www.mui.or.id/guestbook

Suara orang MUI:

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh, Sabtu (26/12/2009) ketika dihubungi sebuah media mengatakan, Pihak MUI tidak akan mengeluarkan fatwa sehubungan dengan infotainment. Panduan hukum untuk masyarakat sudah ada dalam Bahtsul Masail NU yang juga disepakati oleh ormas Islam lainnya. “Tidak merasa perlu mengeluarkan fatwa karena panduan hukum untuk masyarakat Muslim sudah ada dalam Bahtsul Masail NU,” kata dia lagi.

Ada apa lagi ini?

(nahimunkar.com)