Kerajaan negeri bersedia untuk meminda Seksyen 14 Ordinan Kesalahan Jenayah Syariah 2001 bagi mengenakan hukuman lebih berat kepada orang Islam yang ditangkap tidak berpuasa berikutan jumlah tangkapan yang meningkat setiap tahun.

Menteri Muda di Pejabat Ketua Menteri (Hal Ehwal Islam), Datuk Daud Abdul Rahman berkata kerajaan bersedia untuk mengkaji kemungkinan memperkenalkan hukuman khidmat masyarakat kepada pesalah atau meningkatkan lagi jumlah denda atau tempoh penjara.

“Baru dua hari bulan Ramadan, sudah 25 orang ditangkap oleh Jabatan Agama Islam Sarawak (JAIS). Angka ini amat menakutkan,” katanya kepada pemberita selepas menyampaikan bantuan Tabung Baitulmal Sarawak bernilai RM51,286 kepada 35 orang penerima di sini pada Rabu.

Daud yang juga Pengerusi Lembaga Baitulmal dan Waqaf Sarawak berkata buat masa ini salah satu tindakan yang bakal diambil ialah dengan mendedahkan identiti pesalah di media massa selepas mereka disabitkan kesalahan, sebagai kaedah untuk mendidik pesalah berkenaan.

Di bawah Seksyen 14, umat Islam yang disabitkan bagi kesalahan pertama boleh dikenakan denda tidak lebih RM1,000 atau penjara tidak lebih enam bulan atau kedua-dua sekali dan jika disabitkan buat kali kedua boleh dikenakan denda tidak lebih RM2,000 atau penjara tidak lebih setahun atau kedua-dua sekali.

– BERNAMA

by APIH on AUGUST 3, 2011

http://mohdapih.com/blog/25-orang-ditangkap-ponteng-puasa-di-sarawak/

(nahimunkar.com)

Tentang hukuman bagi para pelanggar puasa Ramadhan, inilah beritanya:

 

Sarawak akan Memperberat Hukuman Pelanggaran Puasa Ramadan

Pemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia sedang mempertimbangkan untuk mengamandemen Ordonansi Tindak Pidana Syariah tahun 2001. Amandemen dilakukan untuk menerapkan hukuman lebih berat bagi muslim yang kedapatan tidak berpuasa saat bulan Ramadan.

Asisten menteri bidang agama Islam di kantor kepala kementerian Sarawak, Datuk Daud Abdul Rahman mengatakan, pemerintah negara bagian akan mengkaji kemungkinan hukuman untuk melakukan kerja sosial bagi mereka yang melanggar undang-undang syariah itu.

Menurutnya, pada hari kedua Ramadan saja, sudah 25 orang yang ditangkap oleh aparat Departemen Agama Islam Sarawak, karena kedapatan tidak berpuasa.

Daud yang juga mengetuai lembaga Baitulmal dan Otorita Wakaf di Sarwak menambahkan, hukuman lainnya yang mungkin akan diterapkan adalah hukuman moral dengan mengumumkan identitas mereka yang telah dinyatakan bersalah melanggar undang-undang syariah terkait puasa bulan Ramadan, di media massa.

“Hukuman itu sebagai pelajaran buat pelakunya, dan mencegah orang lain untuk melakukan pelanggaran yang sama,” kata Daudi.

Dalam Ordonansi Tindak Pidana Syariah tahun 2001 disebutkan, mereka yang dinyatakan bersalah melanggar aturan terkait puasa bulan Ramadan, bisa kenai hukuman denda sebesar 1.000 ringgit atau hukuman penjara selama enam bulan, atau dikenai kedua hukuman itu. Mereka yang melakukan pelanggaran untuk kedua kalinya, hukuman denda dan penjaranya dinaikkan dua kali lipat, hukuman denda menjadi 2.000 ringgit dan hukuman penjara selama setahun. (kw/thestar)

ERAMUSLIM > DUNIA
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/sarawak-akan-memperberat-hukuman-pelanggaran-puasa-ramadan.htm
Publikasi: Kamis, 04/08/2011 14:28 WIB