(Antara)


Padang, (Antara Sumbar) – Komisi Penanggulangan AIDS Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 291 warga kota itu diketahui terinfeksi HIV pada 2016 atau meningkat dibandingkan 2015 yang berjumlah 221 orang.

“Data tersebut adalah yang diketahui dan diluar data penderita yang melapor ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang,” kata Sekretaris KPA Padang dr Zubir Yunis di Padang, Senin saat sosialisasi penanggulangan informasi tentang HIV dan AIDS .

Menurutnya berdasarkan survei yang dilakukan penyebab tertinggi seseorang terinfeksi HIV di Padang terjadi lewat hubungan seks sesama jenis.

Hampir sebagian besar dari mereka yang terinfeksi adalah penyuka sesama jenis terutama lelaki,” katanya.

Ia menyampaikan meskipun di Padang tidak ada lokalisasi namun berdasarkan survei terdapat 333 titik yang diidentifikasi sebagai lokasi yang rawan terjadinya penularan AIDS seperti kafe dan tempat berisiko lainnya.

Pewarta : Ikhwan Wahyudi/antarasumbar.com – Senin, 9 Januari 2017

***

Bung Karno Sebut Homoseksual sebagai Malapetaka

Posted on 19 Februari 2016 – by nahimunkar.com

Soekarno (IST)

Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno (Bung Karno) melihat kelakuan homoseksual sebagai malapetaka. Hal itu terungkap dalam biografi Soekarno yang ditulis Cindy Adams.

Dalam buku itu diceritakan, Bung Karno melihat perilaku homoseksual saat dihukum di penjara Sukamiskin, Bandung.

Pidato Bung Karno dianggap membahayakan oleh penjajah Belanda karena dianggap bisa menggelorakan perlawanan terhadap penguasa saat itu.

Dalam buku diceritakan, saat berada di penjara Bung Karno melihat kelompok homoseksual yang dilakukan pria kulit putih.

Melihat fenomena ini, Bung Karno menyebutnya sebagai petaka. Selanjutnya ia mengutip kitab suci yang isinya seorang pria tidak bisa dipisahkan dengan istrinya dalam waktu lama.

Sumber: suaranasional.com – 19/02/2016

(nahimunkar.com)