30 Persen Menterinya Alumni Amerika

Latar belakang pendidikan menteri, khususnya untuk bidang ekonomi, yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat dinilai mengkhawatirkan. Kondisi itu dinilai akan membuat kebijakan luar negeri Indonesia tidak bebas aktif, tetapi proasing, khususnya kepentingan AS.

Manusia Indonesia boleh bicara dan boleh diam. Tetapi para menterinya yang baru –dan banyak suara-suara memperbincangkan– itu ternyata sekitar 30 persen memang pernah sekolah di Amerika.

Dari 34 nama menteri dan tiga pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Oktober lalu, sebanyak 10 orang di antaranya pernah belajar di AS.

Inilah sepotong beritanya:

Banyak Menteri Lulusan Amerika Serikat

Senin, 26 Oktober 2009 | 06:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-Latar belakang pendidikan menteri, khususnya untuk bidang ekonomi, yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat dinilai mengkhawatirkan. Kondisi itu dinilai akan membuat kebijakan luar negeri Indonesia tidak bebas aktif, tetapi proasing, khususnya kepentingan AS.

Hal itu diungkapkan pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Arbi Sanit, di Jakarta, Sabtu (24/10). Banyaknya menteri yang mendapat pendidikan dari AS akan membuat lobi-lobi AS di Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi, semakin mudah dan lancar.

”Persoalan lobi AS itu juga yang membuat publik memperkirakan penggantian menteri kesehatan hanya untuk melindungi lobi AS,” katanya.

Dari 34 nama menteri dan tiga pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Oktober lalu, sebanyak 10 orang di antaranya pernah belajar di AS. Sebanyak 16 menteri merupakan alumni pendidikan dalam negeri, dua orang dari Belanda, serta masing-masing seorang dari Inggris, Perancis, Australia, dan Arab Saudi, dan lima orang sisanya adalah alumni TNI/Polri.

Arbi menambahkan, timpangnya negara asal pendidikan menteri itu bisa membuat Pemerintah Indonesia tidak dapat bersikap fair dalam menjalin diplomasi dengan negara-negara selain AS. Kondisi itu juga dapat mengganggu keseimbangan hubungan Indonesia dengan negara-negara lain, termasuk negara-negara atau kelompok yang dicap sebagai musuh AS, seperti kelompok Al Qaeda dan jaringannya.

Dikutip dari sebagian berita di kompas.com Editor: ono

Sumber : Kompas Cetak

(http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/26/06155742/Banyak.Menteri.Lulusan.Amerika.Serikat)