Kuasa Hukum LUIS, Muhammad Kurniawan. Foto: panjimas


SOLO (Jurnalislam.com) – Kuasa Hukum Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Wawan Kurniawan menyayangkan tindakan kepolisian yang menangkap lima tokoh LUIS tanpa surat panggilan dan surat penangkapan. Mereka ditangkap pada Senin malam hingga Selasa (20/12/2016) dini hari dan langsung di-BAP.

“Saya melihat ketidakwajaran disini, karena surat laporan (pemanggilan-red) itu baru 19 Desember. Seharusnya ada pemeriksaan saksi-saksi, kemudian dipanggil dulu dua kali apabila dipanggil mangkir baru dilakukan penangkapan. Tapi belum ada surat pemanggilan lalu di-BAP dan langsung ditangkap,” katanya kepada wartawan di Masjid Salamah, Tipes, Solo, Selasa (20/12/2016) siang ini.

Ia mendesak kepolisian untuk segera membuat klarifikasi terkait penangkapan yang menyalahi prosedur itu.

“Ini perlu adanya klarifikasi dari Kapolres, apakah memang begitu atau memang ada pihak-pihak lain yang bermain,” ujar Wawan.

Wawan yang juga Ketua The Islamic Study and Action Center (ISAC) itu menjelaskan, penangkapan terkait aksi LUIS yang menghentikan aktivitas di Social Kitchen Cafe pada Ahad (18/12/2016) malam. Cafe tersebut didapati masih buka dalam jam malam serta terbukti menjual miras dan praktek mesum.

“Ada kemungkinan kasusnya adalah yang di Sosial Kitchen Cafe, dimana cafe itu masih buka dalam jam malam kemudian disitu ada miras, mereka mabuk-mabukan disana. LUIS ini hanya memberhentikan, tapi pada laporannya ada pengrusakan,” jelasnya.

Dituding melakukan pengrusaakan dan penganiayaan

Berdasarkan surat penangkapan Endro Sudarsono bernomor No Pol Sp Kap/199/XII/2016/Ditreskrimum, dijelaskan bahwa ia ditangkap karena melakukan pelanggaran pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat 1 dan atau pasal 169 KUHP jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP Tentang tindakan kekerasan di muka umum dan penganiayaan.

“Ada beberapa pasal yang dituduhkan kepada lima tokoh LUIS itu, diantaranya pengrusakan, penganiayaan, menggerakan massa dan melakukan tindak kekerasan,” ungkapnya.

Namun Wawan membantah tuduhan tersebut. Sebab, laskar hanya berupaya untuk menutup cafe yang telah melanggar aturan itu.

“Kita belum mengetahui apakah memang ada pengrusakan yang dilakukan oleh LUIS atau ada pihak ketiga yang merusak,” pungkasnya.

Social Kitchen Cafe adalah rumah makan yang telah beberapa kali mendapat teguran dari ormas Islam maupun pemerintah setempat. Pada bulan Agustus lalu LUIS menggerebek rumah makan tersebut dan membubarkan hiburan striptis (tarian telanjang).

Reporter: Riyanto – Editor : Ally Muhammad Abduh

https://jurnalislam.com/

***

Keluarga Protes Cara Penangkapan Humas LUIS Yang Tak Santun Mirip Gaya Densus

SUKOHARJO,(Panjimas.com) – Humas Laskar Umar Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono ditangkap Polisi dirumahnya, Ngruki, Rt 7/16, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Selasa (20/12/2016) dini hari.

Menurut Erma Sri Harjani (35) penangkapan suaminya mirip Densus 88 yang sedang melakukan penggrebekan teroris. Dengan keras mengetok pintu dan ada yang membawa laras panjang.

“Jam dua pagi itu saya kondisi masih tidur, ada yang ketok-ketok pintu keras sekali. Yang bukakan pak Endro sendiri, saya itu kedengaran berisik, dengernya tanda tangan, tanda tangan gitu” katanya pada Panjimas.

Erma menuturkan saat Endro minta ijin ganti baju dan buang air kecil, selalu diikuti Polisi bersenjata lengkap. Kondisi itu membuat dia dan anaknya terganggu dan rewel. Erma sempat meminta polisi menunggu diluar karena dirinya terbuka aurotnya.

“Mas Endro masuk itu saya bangun, ini (Adib, anak Endro) juga bangun. Diikuti polisi yang membawa laras panjang. Saya teriak-teriak mbok diluar saja to pak, lha pas gitu anak saya nangis terus” ujarnya sambil menggendong anaknya.

Sekitar pukul 3 dini hari, Polisi kembali lagi kerumah Endro, meminta HP yang biasa untuk chatting. Kata Erma, dia minta penjelasan terkait penangkapan suaminya pada salah satu petugas yang meminta HP tersebut.

“Sekitar jam 3 kurang Polisi kembali lagi, katanya suruh ngambilkan HP yang merk miomi atau apa gitu. Saya tanya, pak, ini ada apa to pak? Gini buk saya jelaskan tolong ibu berdiri. Bapak saja yang duduk” ucapnya.

Usai memberi penjelasan, Polisi beranjak pergi. Menurut tetangga Endro yang tidak mau disebut nama mengatakan bahwa penangkapan Endro dengan menggunakan 3 mobil, salah satunya berplat nomor B.

Erma menyayangkan tindakan Polisi yang seenaknya masuk kerumahnya, sedang kondisinya terbuka aurotnya. Selain itu membuat takut anak Endro yang berumur 1,5 tahun.

“Mbok ya yang lebih santun gitu lho, anak ini kan lihat, sampai sekarang jadi rewel terus” pungkasnya.

Dalam surat penangkapan yang bernomor No Pol Sp Kap/199/XII/2016/Ditreskrimum dijelaskan bahwa Endro sudarsono ditangkap karena melakukan pelanggaran pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat 1 dan atau pasal 169 KUHP jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP. Tentang tindakan kekerasan di muka umum dan penganiayaan.

Sebelumnya pada hari Ahad, (18/12) LUIS melakukan penggrebekan terhadap Social Kitchen menemukan botol minuman keras dan ratusan pengunjung yang sedang mabuk dan berbuat mesum. [SY]

http://www.panjimas.com/

(nahimunkar.com)