Gabungan mahasiswa Solo Raya menuntut Pemerintah Indonesia di bundaran Gladak, Solo, Senin (9/1/2017) pagi./TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA


BANGKAPOS.COM, SOLO – Gabungan mahasiswa Solo Raya berorasi menuntut Pemerintah Indonesia.

Kepada TribunSolo.com, Senin (9/1/2017), Koordinator Umum Aksi, Okta Nama Putra, mengatakan tuntuntan ini tertuju kepada pemerintah RI.

“Kami menuntut kepada pemerintahan Presiden Jokowi untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa gabungan di Solo Raya,” jelasnya di sela-sela aksi.

Adapun orasi berlatar belakang kenaikan BBM, listrik, kenaikan biaya tarif penerbitan STNK dan BPKB, serta kenaikan BBM nonsubsidi yang memicu kenaikan harga pokok.

Okta memaparkan, tuntutan gabungan mahasiswa Solo Raya tersebut meliputi:

  1. Menuntut pemerintah mencabut kenaikan BBM, listrik dan biaya tarif penerbitan STNK dan BPKB.
  2. Menuntut Pemerintah RI membatalkan kenaikan BBM non-subsidi yang memicu kenaikan harga pokok.
  3. Menuntut Pemerintah RI mengembalikan subsidi listrik.
  4. Menuntut Pemerintah RI, Polri, Menteri Keuangan dan Intansi Pemerintah untuk bersikap tegas dan tidak lempar tangan terhadap kebijakan yang menyangkut masyarakat banyak.
  5. Menuntut Pemerintah RI hadir sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada di Indoenesia dan menetpkan kebijakan yang berpijak pada rakyat.

Sumber : bangka.tribunnews.com – Selasa, 10 Januari 2017

(nahimunkar.com)