Ngelmu.com – Merujuk pada nota keberatan yang dibacakan Basuki Thahaja Purnama Alias Ahok terhadap dakwaan jaksa di sidang penistaan setidaknya terdapat tujuh poin penting dalam pembelaan Ahok yang mengandung Muslihat.

  1. Ahok mencoba menafsirkan kata-katanya bahwa ia tidak bermaksud untuk menghina. Gaya menafsirkan ini Ahok merujuk dan menggunakan pendapat Nusron Wahid (Ahok menyebutnya ada pandangan yang mengatakan tapi tidak menyebut nama Nusron langsung) bahwa hanya Tuhan dan Ahok lah yang tahu apa yang menjadi niatnya dalam melakukan atau mengatakan sesuatu.
  2. Ahok ingin membawa masalah ini ke ranah politik bukan ke bab penistaan. Ahok mengatakan ada oknum elite politik yang tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya.

    3. Ahok ingin menyampaikan bahwa banyaknya oknum elit yang pengecut, dan tidak bisa menang dalam pesta demokrasi lalu berupaya mengandalkan hitungan suara berdasarkan isu SARA.

  3. Menunjukkan kehidupan pribadinya yang memiliki orang tua angkat muslim dan hubungannya sangat dekat. Pada episode ini Ahok menyampaikan dengan ucapan yang terbata-bata dan berurai air mata. Ahok ingin mengatakan dirinya tak mungkin menista kepercayaan orangtua angkatnya.

    5.  Ahok mengangkat kisah Ibu angkatnya yang di akhir fase hidupnya rela ke TPS sebelum akhirnya melanjutkan perawatan ke ICU. Ahok ingin menujukkan betapa orang muslim mendukung dirinya dengan susah payah.

    6. Ahok membeberkan jasa-jasanya seperti sudah menerapkan banyak program membangun Masjid, Mushollah dan Surau, dan bahkan merencanakan membangun Pesantren, dengan beberapa Kyai dari Jawa Timur. Saya pun menyisihkan penghasilan saya, sejak menjadi pejabat publik minimal 2,5% untuk disedekahkan yang di dalam Islam, dikenal sebagai pembayaran Zakat, termasuk menyerahkan hewan Qurban atau bantuan daging di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

    Ahok juga mengaku mengeluarkan kebijakan menggaji guru-guru mengaji, dan menghajikan Penjaga Masjid/Musholla (Marbot atau Muadzin) dan Penjaga Makam. Pembeberan ini mengandung pesan muslihat bahwa Ahok sebenarnya sudah banyak berbuat untuk muslim dan tak mungkin melakukan penistaan.

    7. Ahok minta majelis hakim memutarkan video pernyatan Gus Dur yang meminta masyarakat memilih Ahok sebagai Gubernur saat pilkada Bangka Belitung 2007. Penjelasan ini mengandung muslihat untuk meminta dukungan dan simpati dari pengikut Gus Dur dan ulama-ulama.

Sumber: ngelmu.com/Selasa, 13 Desember 2016

(nahimunkar.com)