Calon Haji Umur 65 Tahun Tidak Dilarang

kabah

Kementerian Kesehatan Saudi menegaskan, tak akan membatasi usia maksimal calon haji yang akan menunaikan rukun Islam kelima, pada November mendatang.

”Tak ada pembatasan usia maksimal calhaj yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Pemerintah Saudi hanya meminta agar jamaah yang akan diberangkatkan, terbebas dari virus H1N1,” ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Baluki Ahmad, kepada Republika Selasa (28/7).

Kepastian itu diperoleh AMPHURI setelah menanyakan langsung masalah itu kepada Konsulat Arab Saudi di Jakarta. ” Pihak kedubes baru menerima kawat dari Kerajaan Arab Saudi tentang masalah itu,” papar Baluki. Kepada delegasi AMPHURI, Abdul Aziz Al-Abdullah Al-Raqabi, kepala Konsulat Kedubes Saudi, membantah adanya wacana pembatasan usia maksimal calhaj. ”Ia meminta agar kami menyampaikan hal ini, supaya masyarakat tak resah,” papar Baluki.

Demikian berita Republika online yang bersumber dari pihak AMPHURI yang menanyakannya kepada Kepala Konsulat Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Abdul Aziz Al-Abdullah Al-Raqabi.

Berita itu hampir sama pula dengan sumber dari Departemen Agama, seperti diberitakan Pos Kota Online berikut ini:

Calhaj Usia 65 Tahun Tak Dilarang Berangkat Haji

Juli 28, 2009 – 19:58

GAMBIR (Pos Kota) – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak pernah melarang calon haji (calhaj) yang berusia di atas 65 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, seluruh jemaah Calhaj Indonesia tidak perlu gelisah dengan wacana tersebut.

Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Departemen Agama, Ghofur Djawahir,  menjelaskan itu kepada Pos kota Online melalui telepon genggamnya, Selasa (28/7) sore.

Menurutnya, kebijakan melarang calhaj usia 65 tahun ke atas untuk ibadah haji itu tidak pernah ada. Yang ada, kata dia, Menkes Arab Saudi saat pertemuan para menkes  mengimbau  seluruh calon  calhaj memeriksakan kesehatan sebelum berangkat ibadah haji ke Tanah Suci, apalagi maraknya kasus flu babi yang sudah mewabah ke banyak negara di dunia.

Selain itu, Menkes Arab Saudi menganjurkan jemaah menggunakan tamiflu untuk mencegah penyakit. “Seluruh jemaah calon supaya tenang. Tidak perlu gelisah karena tidak ada larangan usia di atas 65 tahun untuk berangkat ibadah haji, jelas Ghofur.

Sebelumnya, ribuan calon haji (calhaj) asal Bogor yang berusia 65 tahun was-was gagal berangkat ke tanah suci. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan melarang jemaah berusia 65 tahun ke atas menunaikan ibadah haji. Jika aturan itu diberlakukan, maka calon haji asal Bogor yang gagal berangkat 1.155 orang.

“Saya dan suami cemas jika kebijakan itu benar-benar diterapkan, karena usia kami di atas  65 tahun,” ujar Ny. Yetti Aminah saat mengklarifikasi soal kebijakan pemerintah Arab Saudi itu di Kandepag Kabupaten Bogor, Selasa. “Jika tidak dibolehkan, sia-sia kami menabung bertahun-tahun agar dapat menunaikan ibadah haji,” timpal Asikin,69.

Keresahan calon jemaah haji ini diredam pegawai Kandepag Bogor dengan memberikan penjelasan. “Jangan khawatir, Insya Allah, bapak dan ibu berangkat, kebijakan itu baru sebatas wacana,” ujar Kasubag TU Kandepag Kabupaten Bogor, Sundusin.

Sedangkan di Kota Bogor mencapai 109 orang dari 1.096 jamaah. Kasi Urusan Haji dan Umrah Depag Kota Bogor, A Chalik Mawardi, mengakui calon haji yang berusia 65 ke atas mencapai 109 orang.

“Dari jumlah itu tiga di antaranya berusianya 83 tahun,” katanya. Chalik memaklumi  Pemerintah Arab Saudi mewanti-wanti calon jemah agar dalam keadaan sehat. Sehingga dikeluarkannya wacana kebijakan itu.

(syamsir) Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/07/28/calhaj-65-tahun-tak-dilarang-berangkat-haji

Penjelasan Kepala Konsulat Kedubes Arab Saudi di Jakarta, dan masalah paspor haji, beritanya sebagai berikut:

‘Tak Ada Pembatasan Usia Calhaj’

Rabu, 29 Juli 2009 pukul 01:49:00

Pemerintah Arab Saudi hanya meminta calhaj terbebas dari virus H1N1.

JAKARTA — Isu pembatasan usia calon jamaah haji (calhaj) maksimal 65 tahun yang akan ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, ternyata tak terbukti kebenarannya. Kementerian Kesehatan Saudi menegaskan, tak akan membatasi usia maksimal calhaj yang akan menunaikan rukun Islam kelima, pada November mendatang.

”Tak ada pembatasan usia maksimal calhaj yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Pemerintah Saudi hanya meminta agar jamaah yang akan diberangkatkan, terbebas dari virus H1N1,” ujar Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Baluki Ahmad, kepada Republika, Selasa (28/7).

Kepastian itu diperoleh AMPHURI setelah menanyakan langsung masalah itu kepada Konsulat Arab Saudi di Jakarta. ” Pihak kedubes baru menerima kawat dari Kerajaan Arab Saudi tentang masalah itu,” papar Baluki. Kepada delegasi AMPHURI, Abdul Aziz Al-Abdullah Al-Raqabi, kepala Konsulat Kedubes Saudi, membantah adanya wacana pembatasan usia maksimal calhaj. ”Ia meminta agar kami menyampaikan hal ini, supaya masyarakat tak resah,” papar Baluki.

Diakuinya, setelah berkembang isu adanya pembatasan usia maksimal jamaah, banyak calhaj yang resah dan bertanya kepada biro penyelenggara haji. ”Kami minta pemerintah segera menjelaskan masalah ini. Kami benar-benar kerepotan dengan berkembangnya wacana ini.”

Di tempat terpisah, Menteri Agama, Maftuh Basyuni, meminta agar para calhaj tak perlu khawatir dengan imbauan Pemerintah Arab Saudi, terkait pembatasan usia jamaah haji. Maftuh menegaskan, batasan usia bagi jamaah haji adalah 17 tahun hingga tak terbatas.

”Jadi, kalau mereka (negara-negara Arab) menetapkan 12 hingga 65 tahun, kita 17 tahun hingga tak terbatas,” tutur Menag seusai meresmikan 33 Madrasah Tsanawiyah satu atap di MTs Satu Atap Kebon Dalem, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (28/9). Namun, kata Menag, calhaj yang akan diberangkatkan harus berada dalam kondisi sehat dan prima.

Untuk itu, Depkes akan memperketat proses pemeriksaan calhaj. Menag mengungkapkan, calhaj yang sudah sudah mendapatkan visa dari Kedutaan Arab Saudi, hampir dipastikan bisa berangkat. ”Jadi, kalau sudah dapat visa, tidak mungkin lagi ditolak di Saudi. Kalaupun ada penolakan, itu pasti dilakukan di Kedubes Saudi di sini, tentunya dengan tidak dikeluarkannya visa.”

Paspor haji
Hingga Selasa (28/7), pembuatan paspor hijau untuk calhaj Indonesia masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, hingga kini, surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Hukum dan HAM belum juga ditandatangani.

“Jumat (31/7) depan, insya Allah SKB itu ditandatangani,” papar Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji Departemen Agama, Abdul Ghofur Djawahir. Menurut dia, pembuatan paspor hijau untuk calhaj belum bisa dilaksanakan jika SKB dua menteri itu belum disahkan.  Diungkapkannya, pembuatan paspor hijau untuk jamaah haji terganjal dua undang-undang.

Sebenarnya, peraturan perintah pengganti undang-undang (perppu) untuk mengatasi kendala hukum itu telah dikeluarkan. Kini, pembuatan paspor hijau untuk jamaah haji masih harus menunggu SKB dua menteri. Abdul Ghofur mengungkapkan, saat ini di beberapa derah, pembuatan paspor hijau untuk calhaj sudah mulai dipersiapkan. Pembuatan paspor itu diatur kantor Imigrasi bersama kantor Departemen Agama di seluruh Indonesia.

“Kantor Imigrasi sedang membuat jadwal pembuatan paspor untuk para calhaj,” paparnya. Ghofur menambahkan, pembuatan paspor hijau untuk calhaj tak dipungut biaya. Namun, bagi para calhaj yang ingin membuat paspor sendiri, harus mengeluarkan biaya sendiri.  Sebelumnya, Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH) meminta agar kantor Imigrasi dan kantor Departemen Agama (Depag), melayani para calon jamaah haji (calhaj) secara maksimal dalam pembuatan paspor.  hri/osa/c81

Sumber: http://www.republika.co.id/koran/14/65484/Tak_Ada_Pembatasan_Usia_Calhaj

Sehari sebelumnya, MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah melontarkan kritik atas rencana pembatasan umur calon haji. Mantan Dirjen Haji Departemen Agama yang telah lama duduk di MUI, H Amidhan, angkat bicara:

Selasa, 28 Juli 2009 , 07:48:00

MUI Kritik Pembatasan Usia Haji
Depag Berikan Suntikan Vaksin Anti Flu Babi

JAKARTA–Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya angkat bicara seputar rencana Kerajaan Arab Saudi membatasi usia calon jamaah haji maksimal 65 tahun. MUI mengatasnamakan umat Islam Indonesia mengaku tidak sepakat dengan rencana pelarangan itu. Menurut MUI, usia tidak dapat dijadikan patokan kemampuan seseorang dalam menunaikan ibadah haji. “Saya kira calon jemaah haji yang berusia 65 tahun dan masih sehat harus diperkenankan untuk naik haji. Yang jadi tolok ukur adalah mampu, bukan usia,” ujar ketua MUI H Amidhan di Jakarta, Senin (27/7).
Hal tersebut ia ungkapkan menyusul permintaan pemerintah Arab Saudi agar usia calon jemaah haji tidak kurang dari 12 tahun dan tidak melebihi usia 65 tahun. Kalau untuk calon jamaah yang dibawah umur, kata Amidhan, MUI masih bisa memberikan toleransi. Namun, jika kerajaan Arab Saudi membatasi usia hingga 65 tahun, MUI merasa keberatan. “Banyak calon haji kita yang berusia di atas itu. Kalau tahun ini mereka tidak bisa berangkat, dikhawatirkan tahun depan mereka tidak berkesempatan lagi,” jelasnya.
Jika alasannya karena kesehatan, kata dia, sebelum berangkat calon haji harus mengikuti tes kesehatan dan hanya calon jamaah yang sehat dapat lolos. Tak hanya itu, tegas dia, para calon haji juga harus dibekali obat-obatan penambah daya tahan tubuh. Amidhan menegaskan, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi memang belum menetapkan secara resmi batasan umur tersebut. Namun jika ditetapkan, pasti pemerintah Indonesia tidak dapat bertindak banyak karena Kerajaan Arab Saudi memiliki otoritas resmi atas wilayah Tanah Suci. “Jadi kalau mereka memaksakan itu (penetapan batasan umur), kita tidak bisa berbuat apa-apa,” sesalnya.
Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Ghafur Djawahir mengatakan, pemerintah Arab Saudi belum pernah mengeluarkan larangan bahwa calon jemaah haji (Calhaj) yang berusia di atas 65 tahun tak boleh menunaikan ibadah haji. Menurut Ghafur, selama belum ada pemberitahuan secara tertulis dari pemerintah Arab Saudi, maka pengurusan dokumen dan prosedur keberangkatan ke tanah suci tetap berjalan sebagaimana yang sudah ditentukan. “Saya tegaskan bahwa CJH yang berusia 65 tahun ke atas tetap disertakan mengurus paspor hijau sebagaimana disyaratkan dalam dokumen haji,” katanya.
Berdasar rapat koordinasi Depag, kemarin pagi, diputuskan selain ada pengetatan pemeriksaan kesehatan CJH, Depag juga akan memberikan suntikan vaksin. Jika pada tahun-tahun lalu setiap CJH wajib disuntik vaksin meningitis, untuk musim haji 1430 H ditambah lagi pemberian vaksin flu H1N1 alias Flu Babi.
Sementara itu, pada hari kesepuluh, sampai dengan pukul 15.00 WIB kemarin, CJH yang telah melunasi BPIH berjumlah 162.986 orang. Jumlah itu terdiri atas jamaah reguler 150.420 orang dan BPIH Khusus 12.566 orang.
Menanggapi problem penyebaran Flu Babi, Departemen Kesehatan (Depkes) mengimbau agar jamaah waspada dan bersiap. Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan, pihaknya tengah mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit itu dan berkoordinasi dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk memantau perkembangannya di Tanah Suci. “Sebagai negara dengan kuota jamaah haji terbesar di dunia yang mencapai 210 ribu, maka jamaah Indonesia terbilang rentan tertular,” ujar Tjandra.
Untuk mengantisipasi hal itu, para petugas kesehatan, kata dia, akan memberikan pemeriksaan secara ketat kepada CJH beresiko tinggi. Jika beberapa tahun silam masih dijumpai wanita hamil lolos pergi haji, hal itu tak boleh terulang lagi. Berdasarkan koordinasi dengan Depag, pihak Depkes juga akan mengampanyekan upaya mandiri pencegahan flu babi kepada jamaah haji. Bentuknya, dengan membagikan masker dan memberikan multivitamin dan suplemen agar kondisi jamaah haji selalu prima.(zul)

Sumber: http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=21833

Calon jama’ah haji tahun 1430H/ 2009M terdera aneka hal, di antaranya diwajibkan untuk divaksin meningitis namun ternyata berkandungan enzyme babi, binatang haram. Juga masalah paspor haji yang biasanya coklat, akan diubah jadi paspor hijau sesuai aturan dari Arab Saudi, namun di Indonesia masih terganjal undang-undang, katanya. Di saat masalah-masalah itu belum terpecahkan secara tuntas, tahu-tahu para menteri kesehatan negara-negara Arab bersepakat di Kairo Mesir bahwa calon jamaah haji dibatasai umurnya, tak kurang dari umur 12 tahun dan tak boleh lebih dari 65 tahun, karena dikhawatirkan rentan terjangkiti flu babi yang merupakan pandemic secara mendunia. Padahal 20 persen jama’ah haji sedunia, termasuk Indonesia adalah usia 65 tahun lebih. Kini ada berita yang melegakan, kesepakatan menteri-menteri kesehatan negara-negara Arab tentang pembatasan umur itu tidak diterapkan. (haji/ nahimunkar.com).

Usia Jemaah Haji Takkan Dibatasi

Rabu, 29 Juli 2009 , 01:14:00

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah tidak akan menggunakan pembatasan usia jemaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2009, tetapi justru lebih melihat seberapa besar jemaah itu rentan terhadap risiko terserang penyakit.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal departemen Agama, Bahrul Hayat di sela-sela menghadiri nota kesepahaman antara Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Bank rakyat Indoensia (BRI) tentang Kartu Pegawai Elektronik di Gedung BKN, Jakarta, Selasa (28/7).

“Kita tidak melihat usia tapi melihat risiko, kita tidak akan gunakan pembatasan, tapi lebih melihat seberapa besar risiko terhadap jemaah, sehingga pemeriksaan jemaah di Depkes akan lebih ditingkatkan,” kata Bahrul kepada “PRLM” mengenai permintaan pemerintah Arab Saudi agar usia calon jamaah haji tidak kurang dari 12 tahun dan tidak melebihi usia 65 tahun.

Bahrul mengatakan permintaan pemerintah Arab Saudi itu merupakan himbauan saja. Sehingga jemaaah haji yang diberangkatkan itu adalah yang tidak mempunyai risiko untuk tertularnya penyakit yakni dari anak dan dari yang usianya lebih dari 65 dan dengan kondisi tidak memungkinkan.

“Itu himbauan dari Arab Saudi. Kita tidak akan melakukan pembatasan. Seperti tahun-tahun sebelumnya saja, dan itu kita kembalikan ke jemaah haji,” kata Bahrul seraya mengatakan bahwa jemaaah haji Indoensia sebagian besar usianya antara 40-65 tahun.

Sehari sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan umur jemaah tidak dapat dijadikan patokan kemampuan seseorang dalam menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, pembatasan usia calon jamaah haji lansia (lanjut usia) dinilai tidak tepat.

“Saya pikir calon jamaah haji yang berusia 65 tahun dan masih sehat harus diperkenankan untuk naik haji,” katanya.

Kalau untuk calon jamaah di bawah umur, kata Amidhan, MUI masih bisa memaklumi. Namun jika usia di atas 65 tahun, MUI merasa keberatan. “Banyak calon haji kita berusia di atas itu. Kalau tahun ini mereka tidak bisa berangkat, dikhawatirkan tahun depan mereka tidak berkesempatan lagi,” katanya.

Amidhan mengatakan, sebelum berangkat calon haji harus mengikuti tes kesehatan, dan hanya calon jamaah yang sehat yang lolos yang bisa menunaikan ibadah haji. Tak hanya itu, para calon haji harus dibekali obat-obatan penambah daya tahan tubuh.

Amidhan menerangkan, hingga kini pemerintah Arab Saudi belum menetapkan secara resmi batasan umur tersebut. Namun jika batasan umur tetap diterapkan, pemerintah tidak dapat bertindak banyak. Pasalnya semua kegiatan haji dilakukan di Arab Saudi.

“Jadi kalau mereka memaksakan itu (penetapan batasan umur-Red), kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya. (A-130/A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=89408

Pengaturan Usia Calon Haji Memantik Kontroversi

Metro Siang / Sosbud / Selasa, 28 Juli 2009 12:22 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat bulan lagi pelaksanaan ibadah haji akan berlangsung. Namun, tahun ini pelaksanaan rukun Islam yang kelima itu dibayang-bayangi oleh pandemi flu babi global, termasuk di Arab Saudi. Untuk mencegah atau meminimalkan jatuhnya korban, Pemerintah Saudi merekomendasikan calon haji tahun ini berusia maksimal 65 tahun.

Selain itu, Pemerintah Arab Saudi meminta usia calon haji tidak kurang dari 12 tahun. Selain usia, Pemerintah Arab Saudi juga merekomendasikan orang-orang dengan penyakit kronis dan ibu hamil untuk tidak menunaikan ibadah haji tahun ini. Rekomendasi ini dikeluarkan menyusul merebaknya virus A-H1N1 di Arab Saudi.

Pemerintah Saudi khawatir banyaknya orang yang akan berkumpul saat ibadah haji meningkatkan risiko penularan virus flu babi di antara jamaah. Jamaah yang berusia lanjut dikhawatirkan lebih rentan terpapar virus ini.

Rekomendasi ini memantik polemik. Sebagian pihak menilai, pembatasan usia haji tidak dapat diberlakukan karena ibadah haji merupakan hak asasi. Di Mesir, pemerintah setempat akan memperketat pelaksanaan ibadah haji setelah seorang jamaah perempuan berusia 25 tahun meninggal sepulang umroh pertengahan, awal Juli lalu.

Di Tanah Air Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur akan mengabaikan rekomendasi terkait pembatasan usia haji. Menurut Kepala Bidang Haji Umroh dan Wakaf Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur Najiyullah, jika pembatasan usia ini diterapkan hampir 4.000 orang calon haji tidak bisa diberangkatkan.

Namun, terlepas dari adanya rekomendasi Pemerintah Arab Saudi, sudah selayaknya jika pemerintah lebih memperketat pemeriksaan kesehatan calon haji sebelum berangkat ke tanah suci.(DOR)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscatvideo/sosbud/87318/28/7/2009/Pengaturan-Usia-Calon-Haji-Memantik-Kontroversi

MUI: Penetapan Batasan Umur Calon Haji Tidak Tepat

Buat halaman ini dalam format PDF

Cetak halaman ini

KESRA– 27 JULI: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan, menilai pembatasan usia calon jamaah haji bukanlah hal yang tepat. Pasalnya umur tidak dapat dijadikan patokan kemampuan seseorang dalam menunaikan ibadah haji.

“Saya kira calon jemaah haji yang berusia 65 tahun dan masih sehat harus diperkenankan untuk naik haji,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/7) .

Hal tersebut ia ungkapkan menyusul permintaan pemerintah Arab Saudi agar usia calon jemaah haji tidak kurang dari 12 tahun dam tidak melebihi usia 65 tahun.

Kalau untuk calon jamaah yang dibawah umur, kata dia, MUI masih dapat memakluminya. Namun jika usia di atas 65 tahun, MUI merasa keberatan.

“Banyak calon haji kita yang berusia di atas itu. Kalau tahun ini mereka tidak bisa berangkat, dikahawatirkan tahun depan mereka tidak berkesempatan lagi,” jelasnya.

Jika alasannya karena kesehatan, kata dia, sebelum berangkat calon haji harus mengikuti test kesehatan dan hanya calon jamaah yang sehat yang dapat lolos. Tak hanya itu, para calon haji juga harus dibekali obat-obatan penambah daya tahan tubuh.

Lebih jauh Amidhan menerangkan, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi memang belum menetapkan secara resmi batasan umut tersebut. Namun jika batasan umur tetap diterapkan, pemerintah tidak dapat bertindak banyak. Pasalnya semua kegiatan haji dilakukan di Arab Saudi.

“Jadi kalau mereka memaksakan itu (penetapan batasan umur), kita tidak bisa berbuat apa-apa,” sesalnya.

Batal berangkat

Sekitar 10-15 persen dari 1.275 calon jamaah haji Kabupaten Sleman tahun ini diperkirakan tak dapat berangkat ke tanah suci tahun ini, bila pemerintah Arab Saudi benar-benar melarang calhaj yang di atas 65 tahun berangkat ke tanah suci.

”Saya turut prihatin bila pembatasan tersebut benar-benar diberlakukan,” Kakandepag Sleman Drs Arief Djufandi MPdi kemarin.

Menurut dia, 10-15 persen calhaj yang akan berangkat tahun ini usianya sudah di atas 65 tahun, dan tak ada yang di bawah 12 tahun, karena adanya pembatasan usia minimal 17 tahun bagi calhaj di Sleman.

Ia menjelaskan tahun ini Kabupaten Sleman akan memberangkatkan 1.275 calhaj dari total kuota 3.050 calhaj yang menjadi jatah Prov DI Yogyakarta.

Menurut dia, dari jumlah 1.275 calhaj tersebut hampir 80 persennya sudah melunasi pembayaran biaya haji. Merek juga umumnya sudah mendaftar 2-5 tahun lalu, sampai dapat berangkat haji tahun ini.

”Mereka juga sudah melengkapi syarat-syarat dan aktif ikut bimbingan manasik. Coba bayangkan betapa kecewanya mereka bila tak jadi berangkat tahun ini. Mereka sudah menunggu 2-3 tahun,” kata dia.

Arief mengaku memang kantornya sudah banyak mendapat pertanyaan dari calhaj yang berumur di atas 65 tahun, yang menjadi tak bisa berangkat haji tahun ini, bila peraturan itu benar-benar diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Ia sendiri belum bisa menjelaskan apa-apa kepada mereka, karena belum mendapat kepastian langsung dari pusat (Departemen Agama). ”Secara resmi kami belum mendapat pemberitahuan langsung dari Depag,” katanya. n yoe

Arief juga mengatakan sampai tahun 2012 nanti pendaftar haji di Kabupaten Sleman sudah terisi penuh. Mereka yang baru mendaftar tahun ini diperkirakan baru bisa berangkat di atas tahun 2013. (ro/hr)

Sumber: http://www.menkokesra.go.id/content/view/11995/39/

PEMBATASAN USIA CALON HAJI BELUM BERLAKU

24-07-2009 09:39:17 WIB

Terkait pemberitaan sejumlah media massa tentang adanya pembatasan usia calon haji, yaitu maksimal 65 tahun dan minimal 12 tahun, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batu menghimbau agar semua calon haji asal Kota Batu tetap tenang dan tidak panik. Sebab aturan pembatasan usia itu, baru sebatas hasil rapat para menteri kesehatan negara-negara arab dan belum diberlakukan secara resmi untuk seluruh negara di dunia

Terkait pemberitaan sejumlah media massa tentang adanya pembatasan usia calon haji, yaitu maksimal 65 tahun dan minimal 12 tahun, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batu menghimbau agar semua calon haji asal Kota Batu tetap tenang dan tidak panik. Sebab aturan pembatasan usia itu, baru sebatas hasil rapat para menteri kesehatan negara-negara arab dan belum diberlakukan secara resmi untuk seluruh negara di dunia

Ditemui di kantornya, HM.Ali ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batu menjelaskan bahwa para calon haji khususnya yang berusia 65 tahun keatas, tak perlu khawatir tidak bisa berangkat haji. Setidaknya hingga saat ini pembatasan usia calon haji tersebut baru sebatas rumors dan belum menjadi ketetapan internasional. Sehingga aturan yang dipakai di Indonesia juga masih menggunakan aturan yang lama.

Sementara itu Kasi Urais dan Pemberangkatan Haji Departemen Agama Kota Batu HM.Satari mengatakan, hingga saat ini Depag Kota Batu belum menerima juklak dan juknis terkait adanya pembatasan usia calon haji tersebut. Baik dari Kanwil Depag Jatim maupun dari Kantor Depag Pusat di Jakarta. Karena itu Depag Kota Batu pun juga akan tetap menggunakan aturan yang lama, hingga ada pemberitahuan resmi lebih lanjut. Satari berharap para calon haji asal Kota Batu tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita tersebut

Sumber : ATV

http://www.batukota.go.id/ina/index.php?mg=HOME&id=38&kd=2539&did=detail