Abon Mengandung Babi Masih

Beredar dengan Kemasan Halal

Bukan hanya vaksin meningitis untuk jamaah haji berbahan dasar dari enzim babi yang masih bertahan sampai kini dan belum diberi jalan keluarnya; tetapi abon bermerk sapi namun kandungannya babi bahkan berlabel halal dari MUI (palsu) masih beredar di pasaran.

Pelayanan terhadap masyarakat yang sering jadi semboyan apalagi dalam kampanye dengan mau meningkatkan ini dan itu, tampaknya baru sekadar kata-kata belum bermakna. Masih menunggu apa lagi sebenernya?

Berita-berita berikut ini menunjukkan masih tidak serius ditanganinya penipuan terhadap masyarakat, berupa: Memasarkan babi dengan merk sapi bahkan label halal dari MUI secara palsu. Masih pula daging sapi impor dari Newzealand yang tak masuk dalam daftar sertifikasi halal.

Daging abon mengandung babi masih beredar dengan kemasan halal dari MUI

Juni 2, 2009
Kategori Berita Terkini, Headline

JAKARTA (Pos Kota) -Dendeng sapi mengandung babi masih beredar di masyarakat. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah memberikan peringatan kepada produsennya agar menarik dari peredaran.

Makanan yang menggemparkan umat Islam itu dikemas dengan merk Brenggolo Giling, Dua Dinar, Brenggolo dan Dua Daun Cabe. “Dendeng-dendeng itu kami temukan di sejumlah pasar modern di Bandung,” ujar Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib, Senin (1/6).

Upaya mengelabui konsumen, dendeng tersebut diberi logo halal atas nama Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Orang percaya itu bukan babi sehingga halal dikonsumsi,” tambahnya.

Dendeng mengandung babi diketahui setelah BPOM uji laboratorium 34 bungkus dendeng dan abon tertera keterangan berbahan baku daging sapi. Terbukti pada 4 merk produk dendeng tersebut mengandung babi.

Selain itu, BPOM mengingatkan masyarakat berhati-hati menggunakan peralatan makanan berbahan melamin. Peralatan tersebut tidak tahan panas seperti bakso atau sup sehingga tercemar kandungan asam membahayakan kesehatan.

DAGING NEW ZELAND

Di tempat terpisah, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) menyatakan daging asal New Zealand tidak masuk dalam daftar sertifikasi halal yang dikeluarkan lembaganya.

Hal tersebut dituangkan dalam surat edaran nomor DN09/Dir/LP POM MUI/III/09 dan Kep-99/MUI/III/2009 tentang daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri dan prosedur teknis evaluasinya yang ditujukan kepada pimpinan perusahaan bersertifikasi halal MUI.

Menanggapi surat edaran LPPOM MUI tersebut, Kepala KPU Beacukai Tanjung Priok Rachmad Subagyo janji mengawasi import daging dari New Zealand. “Kalau memang ada larangan ya kita siap melarang masuk daging tersebut,” katanya. (tri/dwi/us/t)

Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/06/02/daging-abon-mengandung-babi-masih-beredar-dengan-kemasan-halal-dari-mui

Senin, 01/06/2009 11:48 WIB
4 Merek Dendeng Babi Ditulis Sapi Masih Beredar di Pasaran
Ari Saputra
– detikNews

Jakarta – Empat merek dendeng babi berbungkus dendeng sapi masih beredar luas di pasaran. Keempatnya ditemukan di sejumlah pasar modern di Bandung seperti Carrefour.

Empat merek itu yakni  dendeng sapi ‘Dua Daun Cabe’, ‘Brenggolo’, ‘Brenggolo Giling’ dan ‘Dua Dinar Bandung’.
“Logo halal itu bikin-bikinan saja. MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikat  halal,”
kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).

Temuan tersebut dipastikan mengandung daging babi setelah BPOM menguji 34 dendeng sapi dan abon sapi berbagai merek. Dari jumlah tersebut keempat merek diatas mengandung DNA babi. “Sejak uji ini, kami memerintahkan untuk melakukan penarikan dan pemusnahan
produk di atas,” tegasnya.


(Ari/nwk)
http://www.detiknews.com/read/2009/06/01/114848/1140539/10/4-merek-dendeng-babi-ditulis-sapi-masih-beredar-di-pasaran

Lagi, 4 Dendeng Sapi Positif DNA Babi

Senin, 1 Juni 2009 – 11:31 wib
Fahmi Firdaus – Okezone
JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan empat produk dendeng positif mengandung DNA babi. Temuan ini dikemukakan Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib saat menggelar jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Senin (1/6/2009).
Adapun keempat dendeng yang positif mengandung DNA babi ini adalah:
Pertama, dendeng sapi cap Dua Daun Cabe Kwalitet Istimewa 200 gram. Nomor pendaftaran Depkes RI Pirt 201357303247, produksi Malang.
Kedua, dendeng Sapi Brenggolo Kwalitet Istimewa 200 gram. Nomor pendaftaran Depkes RI Pirt 201357303247, produksi Malang.
Ketiga, dendeng sapi Brenggolo Kwalitet Istimewa-Giling 200 gram. Nomor Pendaftaran Depkes RI Pirt 201357303247. Produksi Malang.
Keempat, dendeng atau abon Sapi Spesial Produk Dua Dinar Bandung 80 gram. Nomor pendaftaran Depkes RI SP 0365/10/01/95 yang diproduksi oleh Dua Dinar Bandung.
Menurut Husniah, keempat produk dendeng sapi tersebut mencantumkan logo halal dari Majelis Ulama Indoensia (MUI), namun tidak memiliki sertifikat halal.
“Kami juga sudah mengkonfirmasi MUI tentang penggunaan logo halal tersebut, tetapi MUI tidak pernah memberikan sertifikat halal terhadap keempat produk dendeng itu,” paparnya.
Husniah menambahkan salah satu dendeng yang mengandung positif DNA babi itu ada yang mencolok karena berwarna merah jambu yaitu dendeng sapi cap Dua Dinar. (ram)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2009/06/01/1/224928/1/lagi-4-dendeng-sapi-positif-dna-babi

Kamis, 16/04/2009 16:48 WIB
MUI Yakin Label Halal di Dendeng/Abon Babi Palsu
Ken Yunita – detikNews

Jakarta – 5 Merek dendeng/abon dinyatakan mengandung DNA babi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Namun anehnya, produk-produk itu dilabeli ‘halal’. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan menduga, label tersebut palsu.

“Nama perusahaannya saja nggak jelas, nomor sertifikasi halal juga saya nggak tahu ada atau nggak. Saya yakin ini penipuan,” kata Ketua MUI Amidhan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/4/2009).
Amidhan mengaku memang belum mengecek apakah produk-produk yang disebutkan BPOM itu pernah diperiksa oleh MUI atau tidak. “Makanya kita akan cek, tapi kalau dilihat dari tanda-tandanya itu palsu,” tandasnya.
Amidhan juga membantah MUI telah kecolongan dalam mengeluarkan sertifikasi halal suatu produk. Menurutnya, sertifikasi halal tersebut sangat transparan dan terjamin.

“Kalau sudah pernah kita periksa dan kita nyatakan halal, itu pasti halal, kita jamin itu. Nggak mungkin kita kecolongan karena pemeriksaan kita itu meliputi pemeriksaan lapangan dan laboratorium,” kata Amidhan.
Sertifikasi itu, kata Amidhan, berlaku selama 2 tahun. Perusahaan harus mengajukan perpanjangan sertifikat halat tersebut sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum masa habis.

“Jadi nanti diteliti ulang seperti mekanisme awal,” kata Amidhan.
Tapi apakah tidak mungkin jika produk tersebut memang telah bersertifikat halal namun ada penyimpangan? “Ya mungkin saja sudah lolos uji halal tapi di tengah jalan ada penyimpangan. Itu pengawasan bukan di MUI tapi di pemerintah,” tandas Amidhan.

Amidhan pun meminta aparat melacak kasus ini secara tuntas. “Kalau tidak, pengusaha tidak akan jera,” katanya.
Amidhan mengatakan, kalau perusahaan tersebut terbukti memasang label halal tapi produknya tidak halal, dia akan dikenai dua undang-undang yakni UU Perlindungan Konsumen dan UU Pangan. Ancamannya denda Rp 2 miliar dan kurungan 5 tahun.

“Tapi kalau dia nggak mencantumkan label halal, ya dia tidak kena itu. Paling dia kena penipuan saja,” kata Amidhan.
(ken/iy)
http://www.detiknews.com/read/2009/04/16/164808/1116651/10/mui-yakin-label-halal-di-dendeng-abon-babi-palsu

BPOM Instruksikan 4 Dendeng Positif Babi Ditarik

Senin, 1 Juni 2009 – 11:42 wib
Fahmi Firdaus – Okezone

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan empat produk dendeng positif mengandung DNA babi. Untuk itu, BPOM telah memerintahkan keempat produk dendeng tersebut ditarik dan dimusnahkan dari pasaran.

“BPOM juga telah memerintahkan untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk dendeng babi itu,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib saat menggelar jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Senin (1/6/2009).

Penarikan dan pemusnahan keempat dendeng yang positif mengandung DNA babi ini, setelah melakukan pengambilan sempel dan pengujian terhadap 34 produk olahan daging.

“Kami telah melakuan sampling dan pengujian atas 34 produk hasil olahan daging yang terdiri dari 14 dendeng sapi, dan 20 abon sapi. Dari pengujian tersebut ditemukan empat produk mengandung babi,” ungkap Husniah.

Menurut dia, BPOM menemukan produk itu di Carrefour, supermarket Tip Top, Alfamart, di wilayah Bandung, Solo, dan lainnya. Sementara itu, di pasar tradisional ditemukan di Pasar Kosambi Bandung. Namun di Jakarta belum ditemukan kasus tersebut.

Adapun keempat dendeng yang positif mengandung DNA babi ini adalah:

Pertama, dendeng sapi cap Dua Daun Cabe Kwalitet Istimewa 200 gram. Nomor pendaftaran Depkes RI Pirt 201357303247, produksi Malang.

Kedua, dendeng Sapi Brenggolo Kwalitet Istimewa 200 gram. Nomor pendaftaran Depkes RI Pirt 201357303247, produksi Malang.

Ketiga, dendeng sapi Brenggolo Kwalitet Istimewa-Giling 200 gram. Nomor Pendaftaran Depkes RI Pirt 201357303247. Produksi Malang.Keempat, dendeng atau abon Sapi Spesial Produk Dua Dinar Bandung 80 gram. Nomor pendaftaran Depkes RI SP 0365/10/01/95 yang diproduksi oleh Dua Dinar Bandung.(ahm)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2009/06/01/1/224932/1/bpom-instruksikan-4-dendeng-positif-babi-ditarik

Usut Peredaran Dendeng Babi, BPOM Gandeng Pemda

Selasa, 2 Juni 2009 – 09:55 wib

Lamtiur Kristin Natalia Malau – Okezone

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menetapkan langkah tindak lanjut atas temuan produk dendeng sapi yang mengandung DNA babi.

Menurut Kepala Pusat Informasi BPOM Sukiman Said, pihaknya sejauh ini terus mengawasi dan mengamakan temuan produk-produk yang melanggar ketentuan tersebut. Sedangkan untuk proses hukumnya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah masing-masing.

“Dendeng itu kan produk industri rumah tangga, karena itu untuk tindaklanjut kita harus komunikasikan dengan pemdanya,” ungkapnya saat dikonfirmasi okezone, Selasa (2/6/2009).

Untuk upaya penertiban dengan pemusnahan produk secara masal, menurut dia, BPOM akan terlebih dulu meneliti label-label yang ada di setiap kemasan produk dendeng yang diduga mengandung babi.

“Kalau sudah dipalsukan berarti jelas pembohongan,” ujarnya.(lam)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2009/06/02/1/225223/usut-peredaran-dendeng-babi-bpom-gandeng-pemda