Aceh Keluarkan Pergub Larangan Ajaran Sesat

aceh-keluarkan

Dengan adanya Pergub (Peraturan Gubernur) larangan ajaran sesat, polisi dan pihak berwajib bisa membubarkan ajaran sesat yang berkembang di Aceh.

17 aliran sesat yang berkembang di Aceh, salah satu aliran yang memiliki jumlah pengikut paling banyak adalah aliran Millah Abraham.

Aliran Sesat Millata Abraham mengajarkan Al-Qur’an ditafsirkan menurut keinginan hawa nafsu mereka.

Selain itu, aliran itu mengingkari hadits, tidak meyakini sebagai sumber kebenaran, serta mengingkari shalat lima waktu. Yang mereka akui  adalah shalat malam, itu pun dilaksanakan dengan posisi duduk dengan menghadap lilin yang telah dinyalakan dan lampu dimatikan.

“Aliran ini juga tidak percaya kepada Nabi Muhhammad SAW sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir dan diyakini masih ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW,” kata Ketua MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Banda Aceh, A Karim Syeikh. (lihat nahimunkar.com, April 4, 2011 1:13 am, Ramai, Aliran Sesat Millata Abraham di Aceh,

https://www.nahimunkar.com/ramai-aliran-sesat-millata-abraham-di-aceh/#more-4585

Sebelum adanya Pergub Larangan Aliran Sesat itu MPU Aceh telah menetapkan 13 Kriteria Aliran Sesat.

Berita tentang Pergub Larangan Aliran Sesat di Aceh sebagai berikut:

Aceh Keluarkan Larangan Ajaran Sesat

Pemerintah Provinsi Aceh mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang keberadaan aliran sesat di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Pergub tersebut dikeluarkan Rabu (6/4) siang, dan diharapkan bisa menjadi payung hukum untuk menindak penyebatan ajaran sesat.

Pergub dikeluarkan setelah gubernur melakukan koordinasi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Kepala Kejasaan Tinggi dan Kepala Kepolisian Daerah Aceh serta Panglima Daerah Militer Iskandar Muda. Dengan adanya Pergub larangan ajaran sesat, polisi dan pihak berwajib bisa membubarkan ajaran sesat yang berkembang di Aceh.

Gubernur Aceh Irawadi Yusuf mengatakan hasil laporan yang dari masyatakat, terdapat 17 aliran sesat yang berkembang di Aceh. Salah satu aliran yang memiliki jumlah pengikut paling banyak adalah aliran Millah Abraham. Aliran itu memiliki 700 pengikut. Millah Abraham berkembang pascatsunami pada 2004, dan terdapat di Banda Aceh, Bireun, Langsa. Lhoksemawe dan Pidie.(****)

Sumber: Metrotvnews.com, Banda Aceh, Headline News / Nusantara / Kamis, 7 April 2011 03:02 WIB

Adapun criteria sesat yang ditetapkan MPU Aceh sebagai berikut:

MPU Aceh Tetapkan 13 Kriteria Aliran Sesat

17/03/2011 — mpubandaaceh

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menetapkan kriteria kapan sebuah aliran digolongkan sesat.

Kriteria itu malah sudah ditetapkan empat tahun lalu, melalui fatwa MPU Nomor 4 Tahun 2007 yang ditandatangani Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA bersama para wakilnya, masing-masing Drs Tgk H Ismail Yacob, Tgk HM Daud Zamzamy, dan Drs Tgk H Gazali Mohd Syam.

Ketua MPU Aceh, Tgk Muslim Ibrahim MA melalui Kepala Bagian Hukum dan Humas Sekretariat MPU Aceh, Husnul Maab SPd MPd, dalam keterangan tertulis yang diterima Serambi, mengatakan, ada 13 kriteria aliran sesat yang ditetapkan MPU. Ke-13 poin itu adalah:

n Sebuah aliran dikatakan sesat jika mengingkari salah satu rukun iman yang enam, yaitu beriman kepada Allah swt, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, kepada hari akhirat, dan kepada qadha serta qadar-Nya.

n Kriteria berikutnya adalah mengingkari salah satu rukun Islam yang lima, yaitu: mengucap dua kalimah syahadat, menunaikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji.

n Poin berikutnya adalah meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan iktikad Ahlussunnah wal Jamaah, meyakini turunnya wahyu setelah Alquran, mengingkari kemurnian, dan/atau kebenaran Alquran, melakukan penafsiran Alquran tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir, mengingkari kedudukan hadis Nabi Muhammad saw sebagai sumber ajaran Islam, melakukan pensyarahan terhadap hadis tidak berdasarkan kaidah ilmu mushthalah hadist, menghina dan atau melecehkan para nabi dan rasul-Nya.

n Kritera berikutnya adalah mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir, menghina dan melecehkan para sahabat nabi Muhammad saw, mengubah, menambah, atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat, seperti berhaji tidak mesti ke Baitullah, shalat fardhu tidak lima waktu, dan sebagainya.

n Poin terakhir adalah mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i (kuat) yang sah, seperti mengafirkan muslim hanya karena bukan merupakan anggota kelompoknya.

Menurut Muslim, kriteria aliran sesat tersebut kini sangat relevan direaktualisasi kembali, mengingat di sejumlah daerah di Aceh belakangan ini muncul keluhan, protes, dan aksi-aksi penolakan terhadap kelompok tertentu yang diyakini aktif mengembangkan aliran sesat. (*)

sumber : http://www.tribunnews.com/ http://mpubandaaceh.wordpress.com

(nahimunkar.com)