الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أشهد أن لا إله الا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

Memilih Pemimpin

 1. Kepemimpinan Dalam Bernegara Adalah Masalah Dunia & Akhirat

 {إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ}

Sesungguhnya pemimpin kamu adalah Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat sedangkan mereka selalu patuh (Al-Maidah 55)

Ayat ini adalah penegasan Allah, setelah kita dilarang menjadikan orang2 kafir sebagai pemimpin maka secara jelas Allah sampaikan bahwa pemimpin bagi orang beriman hanyalah Allah dan RasulNya, serta orang-orang yang menjadikan Allah dan RasulNya sebagai pemimpin baginya. Artinya bahwa orang-orang beriman hanya boleh menjadikan sesama orang2 beriman sebagai pemimpinn. (lihat Tafsir As-Sa’di).

Meskipun demikian jika kriteria tidak terpenuhi maka pedoman akhir kita adalah:

{فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ}

Maka taatlah kamu kepada Allah sesuai kemampuanmu (At-Taghabun 16)

Atau sabda Nabi Muhammad SAW :

فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Jika aku perintahkan kamu melakukan sesuatu maka lakukanlah sesuai dengan kemampuanmu (HR. Muslim)

Buruk Sangka Terkadang Perlu

Sosok pemimpin begitu penting. Pepatah Arab mengatakan:  الناس على دين ملوكهم

(Kualitas beragama rakyat itu mengikut kualitas pemimpin2 mereka)

Begitulah yang kita lihat sepanjang sejarah kemanusiaan. Ketika masyarakat mendapat pemimpin yang agamanya baik maka keadaan masyarakat berobah dari tidak/kurang baik menjadi baik. Sebaliknya jika pemimpinnya fasiq masyarakat juga berobah dari baik menjadi tidak baik.

Begitu pentingnya peran pemimpin, maka pilihan kita untuk mendukung si A ataupun si B merupakan andil besar untuk perbaikan kondisi dunia & akhirat rakyat/umat ataupun untuk penghancurannya.

Begitu pentingnya masalah pilih memilih ini maka untuk keberhati-hatian terkadang diperlukan buruk sangka atau سوء الظن

Apa boleh kita SU-UDH DHON ?

Untuk kondisi tertentu boleh, bahkan bisa wajib, seperti uraian berikut:

التنبيه الأول وهو أنه لا يدخل في سوء الظن المذموم الظن بمن أورد نفسه موارد الريب , ولا يدخل فيه أيضاً من أساء الظن بعدوه الذي يخاف منه ولا يأمن مكره بل يلزمه سوء الظن به وهو من تمام الاحتراز وليس من الحزم والكياسة أن يُحسن المرء ظنه بكل أحد ويثق به ثقة مطلقة. (المسلم وحقوق الآخرين ص: 2/ المكتبة الشاملة)

Catatan pertama: Bahwa tidak termasuk buruk sangka yang tercela jika orang mencurigai seseorang yang menempatkan diri pada posisi-posisi yang mencurigakan, juga tidak termasuk (buruk sangka yang tercela) jika buruk sangka terhadap musuh yang membayakan, yang kita tidak aman dari makarnya, justru kita harus buruk sangka, dan ini termasuk kesempurnaan sikap menjaga diri. Bukan sikap aman dan bukan sifat cerdas jika orang sangka baik dan percaya penuh kepada setiap orang. (Al-Maktabah Al-Syamilah/ Al-Muslim wa Huquq al-Akhorin, hal 2)

Apa lagi berburuk sangka kepada orang2 yang kita memang patut berburuk sangka kepadanya.

قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «مَنْ أَقَامَ نَفْسَهُ مَقَامَ التُّهْمَةِ؛ فَلَا يَلُومَنَّ مَنْ أَسَاءَ بِهِ الظَّنَّ» (مكارم الأخلاق للخرائطي ص: 161/ المكتبة الشاملة)

Umar RA berkata: siapa yang menempatkan diri pada posisi yang mencurigakan maka jangan mencela orang yang buruk sangka kepada dirinya. (Al-Maktabah Al-Syamilah/ Makarim Al-Akhlaq/ Al-Khoroithi, hal 161)

Fakta-Fakta Sumber Buruk Sangka

Fakta-fakta yang saya kutip berikut ini adalah fakta-fakta yang sulit disanggah:

Data 1, dari nahimunkar.com :

Teganya Anies Baswedan, Anies Baswedan dan duta besar Iran di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (31/12/2014)/laman kemendikbud. Kerjasama Menyusupkan Syiah Iran Lewat Pendidikan dan Kebudayaan untuk generasi Umat Islam.

Langkah Anies Baswedan menyusupkan syiah itu dengan cara bersedia menyepakati kerjasama  dengn Iran.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal ini diwakili oleh Menteri Anis Baswedan langsung juga bersedia untuk bekerja sama dengan pemerintahan Iran dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Dalam hal ini, Iran diwakili oleh duta besar Iran di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (31/12/2014) lalu, sebagaimana dikutip laman resmi Kemendikbud. Padahal di kala dia berkuasa jadi menteri penddikan itu negeri lain justru mengusir diplomat Iran yang ditengarai menyusupkan syiahnya lewat lembaga budaya Iran.  Pemerintah Sudan di bawah kepemimpinan Presiden Omar Al Bashir telah menutup Pusat Kebudayaan Iran dan mengusir diplomat negara Syiah itu dalam jangka waktu 72 jam, di awal September lalu.

***

Kemendikbud Sepakat Kerjasama dengan Iran; Anis Baswedan Syi’ah?

JAKARTA (voa-islam.com) – Kedutaan Besar Republik Islam Iran yang diwakili Konselor bidang Kebudayaan Besar, Dr. Hujjatollah Ebrahimian, berkunjung ke Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, di Kantor Kemenag Thamrin, untuk membina kerja sama dalam bidang wakaf, pada Selasa (30/12/2014) yang lalu.

Dengan hasil bahwa Iran siap dan bersedia membantu pembangunan masjid besar di makam para Wali Songo. Selain itu, Kementerian Kebudayaan Iran juga siap bekerjasama dengan Kemenag dalam pengembangan wakaf.

Dari jumlah tanah wakaf di Indonesia yang tersebar di 400 ribu lebih lokasi. tercatat ada 435.395 lokasi tanah wakaf, dengan luas mencapai 4.142.464.287.906 meter persegi. Dari banyaknya tanah wakaf tersebut, sekitar 66,25 % telah bersertifikat, tepatnya yakni sebanyak 288.429. Sedang sisanya, 146.966 lokasi (32, 75%) belum bersertifikat.dari catatan di tahun 2014.

Dari segi lokasi, ada sekitar 10% tanah wakaf, berlokasi strategis dan potensial untuk dikembangkan secara ekonomis. Dan, dengan adanya kerjasama dengan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar di Republik Iran ini, Insya Allah sangat positif bagi Pemberdayaan Wakaf di Indonesia.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal ini diwakili oleh Menteri Anis Baswedan langsung juga bersedia untuk bekerja sama dengan pemerintahan Iran dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Dalam hal ini, Iran diwakili oleh duta besar Iran di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (31/12/2014) lalu, sebagaimana dikutip laman resmi Kemendikbud.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh, berkeinginan untuk bekerjasama dibidang kebudayaan dengan Kemendikbud.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh, berkeinginan untuk bekerjasama dibidang kebudayaan dengan Kemendikbud. Kerjasama budaya ini, kata dia, akan menjadi lebih besar karena banyak ruang budaya yang dapat dibangun.

Ada Apa Dengan Anis Baswedan?

Sungguh umat Islam nusantara makin dibuat pusing oleh ulah segelinitr penjabat, yang kian hari tidak mengindahkan himbauan ulama. Di saat para ulama dan cendekiawan muslim bersatu memberantas Syiah dan menghadang dari setiap lini yang ada, mengapar para pejabat malah bekerja sama dengan negara Iran yang notabene Penguasanya berbasis Syiah.

Umat makin bertanya, siapa sebenarnya Anis Baswedan? Mengapa kontroversi selalu dibuatnya untuk memojokan posisi Ahlus Sunah di Nusantara ini? Bukankah dengan adanya Iran campur tangan dengan pendidikan dan budaya di Indonesia makin membuat kaum Syiah merasa leluasa?

Berdoa serta bermujahadah untuk memberi yang terbaik untuk ahlus sunah adalah kewajiban kita. [bbs/protonema/voa-islam.com] – Rabu, 22 Zulhijjah 1437 H / 7 Januari 2015

Sumber: Teganya Anies Baswedan, Menyusupkan Syiah Iran Lewat Pendidikan dan Kebudayaan 

Catatan:

Itu tadi perbandingan yang jelas antara sosok pemimpin Sudan yang sunny dibanding dengan Anis Baswedan (yang syi’ah atau pro syi’ah – والله أعلم )

Data 2, BANJARMASINPOST.CO.ID :

JAKARTA – Sebuah foto ‘tak biasa’ dari mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan beredar di dunia maya.

Foto tersebut diunggah oleh pemilik akun jejaring sosial Twitter dengan nama @Haidar_Bagir dan langsung viral di dunia maya.

Dalam foto itu, tampak sosok Anies Baswedan yang berkemeja biru langit dan celana panjang tengah berdiri di antara parkiran sepeda motor.

Terlihat dalam foto itu, Anies tengah melihat ke arah tangannya yang menggenggam sesuatu.

“Pak Anies Baswedan mengantar anaknya masuk hari pertama sekolah ke SD Lazuardi, Cinere. Naik motor, tanpa pengawalan,” cuit akun @Haidar_Bagir.

Sumber: Beredar Foto Anies Baswedan Antarkan Anak Sekolah Menggunakan Sepeda Motor dan Tanpa Pengawalan http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/08/01/beredar-foto-anies-baswedan-antarkan-anak-sekolah-menggunakan-sepeda-motor-dan-tanpa-pengawalan via @banjarmasinpost

 

Catatan:

 

Ini fakta bahwa sampai saat Anis jadi menteri masih menyekolahkan anaknya di SD (Syi’ah) Lazuardi.

 

Data 3, INILAHCOM :

ANIES MENGHAPUS DO’A DI SEKOLAH

INILAHCOM, Jakarta – Ulama kondang, Ustadz Yusuf Mansur, terlihat kesal dengan sikap Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah, Anies Baswedan, terkait tata cara doa memulai dan menutup aktivitas di kelas.

Anies dalam keterangan pers di kantornya, mengatakan akan merevisi tata cara tersebut. Dia mengatakan, karena ada protes dari orangtua siswa, akibat dominannya penganut agama tertentu dalam proses belajar mengajar.

Menyikapi itu, Yusuf Mansyur melalui akun twitter pribadinya, melayangkan protes keras.

“#sekolah susah payah kwn2 mengusahakan ada ngaji, doa2, asmaa-ul husnaa di sekolah2 swasta&negeri. tp yaaa ampuuunnn… ada yg mau ngoreksi.” tulis Yusuf Mansyur, Selasa (9/12/2014).

Sumber: Anies Hapus Doa Masuk Kelas, Yusuf Mansur Marah via @inilahdotcom http://ini.la/2161254

Data 4, INTELJEN :

intelijen – Majelis Ulama Indonesi (MUI) menilai sikap Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan soal aturan berdoa di kelas dapat menggiring anak ke paham pluralisme.

Paham pluralisme berarti melihat semua agama adalah sama. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MUI bidang pendidikan, Anwar Abbas.

Menurutnya, jika dalam satu kelas terdapat dua kelompok anak yang berbeda agama maka masing-masing anak tersebut berdoa menurut ajaran agamanya saja. Bukan dengan cara membuat aturan cara berdoa dengan mengganti kata Allah dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia menjelaskan, dalam agama Islam jika ingin berdoa maka panggilah nama Tuhan dengan nama yang disukai-Nya seperti yang terdapat dalam Asmaul Husna.

“Kalau Anies mau meniadakan doa secara Islam lalu beliau menginginkan cara berdoa seperti apa? Kalau orang Islam berdoa tentu dengan cara Islam, kalau orang Kristen berdoa tentu dengan cara Kristen. Saya melihat ide Anies ini sadar atau tidak sadar bisa menggiring anak ke paham pluralisme,” ujar Anwar Abbas kepada Republika, Selasa (9/12).

Ia menambahkan, MUI berharap agar Menteri Anies tidak merusak apa yang sudah ada karena aturan cara berdoa ini tidak baik dan tidak benar untuk anak Indonesia.

sumber: MUI: Ide Anies Baswedan Soal Doa di Sekolah Giring Anak ke Paham Pluralisme 

Catatan:

Ini indikasi kuat bahwa Anies seorang pluralis, penerus ajaran Nurcholis Majid.

Pluralis adalah seseorang yang meyakini semua agama sama. Dalam tinjauan aqidah pluralis bisa dihukumi kafir atau murtad.

Kecurigaan Bahwa Seseorang Syi’ah Adalah Terberat

Jika misalnya tokoh Dewan Dakwah digosipkan selingkuh dengan bu Megawati kita dengan mudah bisa melakukan klarifikasi lewat TABAYYUN.

Kita bisa bertanya langsung. Dari sana kita bisa dapat kejelasan. Ternyata sang tokoh itu kebetulan saja pergi ke Singapore dengan pesawat yang sama, pulang juga dengan pesawat yang sama dengan bu Mega, sedangkan mereka tidak punya hubungan apa2. Dengan begitu masalahnya clear.

Kalau orang dicurigai syi’ah tidak bisa klarifikasinya dengan cara menanya langsung ke orang itu, karena syi’ah punya ajaran TAQIYYAH.

Bapak KH. Athian Ali Da’i (ketua ANNAS Pusat) pernah cerita: Beliau berteman dengan seseorang karena sama2 mengajar di sebuah perguruan tinggi. Beliau dari awal sudah curiga bahwa kawannya itu syi’ah, tapi selama bertahun-tahun kalau ditanya tidak pernah ngaku. Sampai suatu ketika nama temannya itu mencuat jadi tokoh nasional syi’ah. Kesan yang didapat pak KH. Athian seolah-olah temannya setelah jadi tokoh, posisinya kuat, mengatakan: GUE MEMANG SYI’AH LU MAU APA ?

Bagaimana jika hal ini والعياذ بالله  kita alami, orang yang ngakunya bukan syiah lalu kita dukung untuk jadi pemimpin, lalu ketika sudah berhasil jadi DKI I atau RI I mengatakan GUE MEMANG SYI’AH LU MAU APA ?

Kejahatan Taqiyyah

أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ جِدَالُ الْمُنَافِقِ عليم اللسان    (صحيح ابن حبان)

Yang paling aku takuti bakal terjadi pada kamu adalah debatnya munafiq yang pandai bicara (HR Ibnu Hibban)

Ibnu Al-Alqami (1197 – 1258)

  • Sasterawan Arab
  • Menterinya Mu’tashim
  • Sejarah pengkhianatan Ibnu Al-Alqami …..

RasuluLlah SAW bersabda:

لاَ يُلْدَغُ المُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ مَرَّتَيْنِ

Orang mukmin tidak boleh tergelincir dua kali di lobang yang sama (HR, Al-Bukhori)

TERGELINCIRNYA ULAMA

وقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: (ثلاث يهدمن الدين: زلة عالم، وجدال منافق بالقرآن (وأئمة مضلون(

Umar RA berkata: ada tiga perkara yang bisa menghancurkan agama, terpelesetnya ulama, debatnya munafik dan pemimpin2 yang menyesatkan.(Ad-Duror as-Sunniyah)

Menghindari Bahaya Diutamakan Daripada Mencari Manfaat

(درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)

يقول العلماء: (درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)، ….

استنبطها العلماء من الأدلة، الأدلة الشرعية كون الإنسان يدرأ مفسدة أعظم من كونه يجلب مصلحه التي يتخيلها ويظنها, فإذا كان اجتماعه بزيد أو بعمرو يترتب عليه شر فيترك هذا الاجتماع الذي يخشى منه شر، وإن كان يرجوا فيه مصلحة بأن يعطيه فلوس أو يدعوا له أو ما أشبه ذلك، لكن إذا كان يترتب عليه سوء ظن، أنه يظن به شر أن هذا الرجل الذي يحب أن يجتمع به مشهور بالشر أو بشرب المسكر أو بتعاطي ما حرم الله من اللواط أو ما أشبه ذلك يبتعد عما يظن به السوء من أجله، وكذلك إذا كان تعاطيه بصفة معينة يجر عليه شراً يبتعد عنها، وهكذا إذا كان ذهابه إلى حارة من الحارات يجر شراً يبتعد، ولو كان فيها مصلحة أنه يزور مريض أو يتصدق على أحد ما دام دخول هذه الحارة ظاهرها يتهم بالشر والفساد لا يذهب، درء المفسدة مقدمة على المصلحة، وهكذا ما أشبه ذلك.

Para ulama mengatakan: (Menghindari bahaya itu harus diutamakan dari pada mencari manfaat). Para ulama mengeluarkan (kaedah) ini dari dalil2 syariah, bahwa upaya  manusia menghindari bahaya itu lebih dipentingkan dari pada upaya mendapat manfaat yang diduga. Maka jika pertemuan dengan Zaid atau Amr akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak baik, meskipun ada harapan dari pertemuan itu akan dapat uang atau undangan atau semisalnya…. maka harus dijauhi karena adanya dugaan hal yang tidak baik. ( Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/11620 )

Komparasi Negatif & Positif

1. NEGATIF (pribadi)

ANIESAGUS
1. Dicurigai sebagai syi’ahvx
2. Dicurigai sebagai pluralisvx
3. Anak dididik syiahvx
4. Bersahabat dengan tokoh2 syiahvx
5. Kerjasama dengan syiahvx

2. NEGATIF (pendukung)

ANIESAGUS
1. Partai (PD) sarang syiahxv ***

*** pengaman, adanya PAN dan PPP

3. POSITIF (pribadi)

ANIESAGUS
1. Istri berjilbabvx
2. Kakek (AR) pejuang islamivx

4. POSITIF (pendukung)

ANIESAGUS
1. Tidak ada aroma syiahvx

Keterangan : v = Positif                       x = negatif

Bagaimana Jika Kita Ragu ?

RasuluLlah SAW bersabda:

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ

Tinggalkanlah yang meragukanmu dan amil yang tidak meragukan (HR. Ad-Darimi)

Bagaimana Jika Semua Buruk ?

Kaedah Hukum Islam :

إرتكاب أخف الضررين

Harus mengambil yang ringan di antara dua bahaya.

HUKUM GOLPUT PADA KASUS INI

Golput? Kita harus berjuang mencegah kemenangan pihak yang terburuk sikapnya terhadap Islam

والله أعلم بالصواب

(أخوكم/ محمد زبيدى)

(nahimunkar.com)