Ngelmu.com – Tetiba pihak Sari Roti secara resmi mengklarifikasi beredarnya informasi mengenai adanya pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle) pada Aksi Super Damai 212.

sari-roti9

Pihak Sari Roti mengawali klarifikasinya dengan mengapresisasi aksi 212 lalu menutupnya dengan dengan menyatakan Sari Roti tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Padahal kegiatan 212 bukan aksi kegiatan politik namun gerakan protes penistaan agama.

sari-roti

Pihak Sari Roti juga menyatakan bahwa roti yang diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

sari-roti11

Sikap Sari Roti seperti ini bisa jadi karena adanya tekanan dari pihak yang berkuasa atau memang keinginan dari pemilik atau pengusahanya sendiri. Sikap ini lalu dikomentari oleh sejumlah netizen.

sari-roti2

sari-roti3

sari-roti4

sari-roti5

sari-roti6

sari-roti7

sari-roti8

Postingan ini menjadi viral diawali postingan Cep Eka di laman facebooknya.

HARAP DIKETAHUI PEMILIK SARI ROTI MERASA KEBERATAN BRAND USAHANYA menjadi bagian dari AKSI 212

Kepada
Seluruh pendukung Aksi Super Damai 212 khususnya donatur makanan atau minuman di Aksi Super Damai 212

Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.

Sehubungan dengan terbitnya pres rilis dari perusahaan produsen SARI ROTI yang diborong oleh seseorang pembeli yang ingin sedekah makanan di Monas pada moment Aksi Super Damai 212 lalu, maka dengan ini saya himbau agar menghapus foto-foto yang memuat gambar gerobak dengan brand SARI ROTI.

Taipan pemilik perusahaan SARI ROTI tidak berkenan produknya dipublikasi seolah perusahaan produsen SARI ROTI mendukung Aksi 212.

Ke depan, semua pendukung Aksi Super Damai 212 dan Aksi Bela Islam lainnya, sebaiknya tahu apa yang harus kita lakukan demi izzah Islam yang kita perjuangkan.

Demikian, semoga menjadikan perhatian kita semua.
Mohon disebarluaskan kepada seluruh peserta dan pendukung ABI 212 di mana pun berada.

Link terkait: http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/

Sementara salah satu netizen, Nurliani Ummu Nashifa Zhafira, juga memberikan tulisannya bertajuk
Klarifikasi Blunder Sebuah Produk.

Bismillah.

Baru melihat saya klarifikasi sebuah perusahaan cukup besar di negeri ini. Padahal yang lihat itu postingan juga hampir semua paham. Tukang roti dengan merk ternama itu, kemungkinan besar menuliskan kata GRATIS karena diborong oleh donatur. Atau tukang rotinya secara pribadi menyumbang. Kalaupun iya, tukang roti menyumbang, itupun saya rasa HAK nya. Dan pastinya akan tetap membayar full ke perusahaan. Terus kenapa jadi emosional begitu, mereka buru-buru klarifikasi?

Dengan adanya klarifikasi ini malah bikin blunder. Pakai embel-embel, mendukung keutuhan NKRI, tidak terlibat aktivitas politik. Jujur sebagai pelanggan yang kemarin hadir di aksi damai 212, saya merasa tersinggung. Miris bacanya. Apakah iya, saya ini yang hadir dianggap merusak keutuhan NKRI? Duh, nggak pernah kepikiran.

Kaitan sama politik? Hello, kalau cuma itu, duh saya rasa yang hadir nggak akan sebanyak ini. Dari seluruh penjuru daerah.

Perusahaan yang produknya dibeli, kemudian diGRATISKAN itu banyak banget. Mereka gak repot tuh pakai klarifikasi segala. Itu mah biasa. Biasa aja dalam dunia bisnis. Produknya dibeli trus disumbangkan.

Malahan kalau ketemu perusahaan yang pakai klarifikasi begini tuh menunjukkan cara MARKETING yang salah. Offside banget tauk.

Rasanya mengakhiri kebersamaan dengan mu Sa*Ro* tentu menjadi pilihan yang harus segera kuambil. Masih banyak pilihan lain, saya rasa. Dibalik wajah KENETRALAN mu, sesungguhnya telah menunjukkan KEBERPIHAKAN yang nyata. Jadi bye-bye roti tawar tetot, tetot.

Sumber : ngelmu.com

(nahimunkar.com)