Adzab Kubur

Soal: Ada orang yang bilang bahwa di dalam al-Qur’an tidak ada keterangan adanya adzab kubur, bagaimana menanggapinya?

Jawab: Adzab kubur ada dalam ayat-ayat al-Qur’an. Seandainya tidak ada maka keterangan adzab kubur ada dalam sunnah yang mutawatir. Imam Baihaqi telah menulis satu kitab besar tentang adzab kubur. Tidak meyakini adzab kubur atau mengingkarinya adalah pikiran asing dalam Islam, sisa-sisa dari Mu’tazilah dan Khurafat ahli bid’ah. Yang mengingkari adzab kubur bukanlah termasuk Ahli Sunnah wal Jamaah. Adzab kubur ada dalam al-Qur’an yaitu pada firman Allah:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَاب(6)

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir`aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Ghafir: 46)

Api yang dimaksud adalah api dalam kubur, karena alam kubur adalah persinggahan akhirat yang pertama. Adakalanya ia adalah satu taman dari taman-taman surga atau satu jurang dari jurang-jurang neraka. Api Barzakh itu ditampakkan kepada Fir’aun dan bala tentaranya pada waktu pagi dan sore. Kemudian pada hari kiamat dikatakan: “Masukkanlah”, dalam satu qira’ah: “Masuklah”. Hal ini diterangkan oleh Imam Thabari, ibn Katsir dan lainnya. Allah berfirman:

قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ(99)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ(100)

Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan” (al-Mukminuun: 99-100)

Alam Barzakh adalah alam kubur yang isinya adalah seperti yang ada dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib. Jika yang meninggal orang shalih maka dikatakan kepada para malaikat:

فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ

Hamparkan untuknya di dalam surga, dan berilah ia pakaian dari surga dan bukakanlah untuknya satu pintu menuju surga”. Namun jika yang mati itu orang munafiq atau kafir maka dikatakan kepada para malaikat:

فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وألبسوه من النار وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ

Hamparkan untuknya dalam neraka, berilah ia pakaian dari neraka dan bukakanlah untuknya satu pintu menuju neraka” (Diriwayatkan dalam kitab Sunan dan Masanid).

Amat disayangkan sebagian Hizib (kelompok) yang berintisab kepada Islam tidak mau menyakini bahkan mengingkari adzab kubur atau mengatakan bahwa mengimaninya tidak wajib atau bahkan haram dan berdosa. Akidah yang menyimpang itu bukanlah baru. Ini adalah warisan dari Mu’tazilah pada zaman dulu.

Taruhlah kita mengalah, bahwa di dalam al-Qur’an tidak ada keterangan tegas tentang adzab kubur. Tetapi dikemanakan hadits-hadits ini?! Siapa bilang kalau dia hadits ahad?!. Para ulama hadits mengatakan hadits ini mutawatir. Apakah mereka yang lebih mengerti tentang hadits, ataukah para ulama ahli hadits?! Jika engkau termasuk orang yang meyakini akidah sesat ini, maka bertaubatlah, kembalilah kepada akidah sahabat, tabi’in dan seluruh ulama ahlu sunnah. (Dr. Muhammad Musa Alu Al-Nashr — Murid Senior dari Syaikh Nashiruddin al-Albani, dalam tabligh akbar di Masjid UIN (Universitas Islam Negeri) Malang Jawa Timur, Rabu, 8 Desember 2004, diterjemahkan oleh Ustadz Agus Hasan Bashori).