الإسلام في روسيا

Oleh Syaripudin Zuhri

Ketika sedang rame-ramenya musuh-musuh Islam berusaha “membungkam” kegiatan yang bersifat keagamaan. Dengan menelorkan undang-undang anti syariat atau pemerintah menerapkan perundangan yang menghalangi syariat Islam.

Entah apa alasannya, yang jelas negara-negara yang mayoritasnya muslim, termasuk Indonsia dibuat tak berdaya. Dibuat tak maju-maju, bahkan seringkali Islam diadudomba dengan pemerintah. Mereka  “diobok-obok”. Sehingga diantara sesama muslim saling bunuh membunuh. Anda bisa lihat di Irak, Afganistas, Mesir dan lain-lain.

Seakan-seakan orang Islam itu selalu melawan pemerintah.Lucunya di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas Islam, secara politik dan ekonomi orang Islam termarginalkan!

Dan yang terjadi sebaliknya di Rusia, Islam sedang menggeliat bangkit dari tidur panjangnya di era komunis dulu.

Untuk itu saya ajak jiarah ke masjid-masjid yang ada di Moskow, ya semacam perjalanan rohani agar hati ini lebih merunduk kepadaNya yang telah begitu banyak memberikan rejeki yang tak terhitung banyaknya kepada kita semua, baik rezeki yang disyukuri ataupun tidak, baik rezeki yang diketahui dengan kasat mata atau tidak, baik rezeki dalam bentuk benda-benda maupun rezeki dalam bentuk non benda dan seterusnya. Mestinya perjalanan rohani ini ditulisnya pada saat bulan Ramadhan lalu, tapi waktu itu saya istirahat untuk tidak menulis di kompasiana.

Hampir di setiap hari libur saya menulis tentang perjalanan, ya memang itu sebagian niat saya untuk berbagi pengalaman, paling tidak berbagi apa yang sudah saya alami. Nah kali ini saya berbagi tentang suara adzan dari Moskow atau perjalanan rohani dari masjid ke masjid di Moskow. Mengapa masjid?

Anda sendiri telah mengetahui sejak komunis bubar di Rusia, maka agama apa saja mulai bangkit dari tekanan komunis di jaman Uni Soviet. Di jaman Uni Soviet yang komunis baik masjid dan gereja banyak yang beralih fungsi atau difungsikan bukan sebagai tempat ibadah, ada yang dijadikan gudang, perkantoran bahkan ada yang dihancurkan untuk kolam renang!

Tempat-tempat ibadah khususnya masjid, dimatikan sedemikian rupa, sehingga di Moskow pada jaman komunis itu, hanya ada satu-satunya masjid yang aktif di Moskow! Yang lainnya tenggelam atau ditenggelamkan oleh rezim komunis yang berkuasa saat itu dan memerintah dengan “bertangan besi”.

Orang-orang Islampun “menyembunyikan” ke Islamannya, karena ada mata-mata di mana-mana, dan saat itu KGB, agen rahasia yang sangat ditakuti, pada saat itu ibaratnya”tembokpun bisa mendengar”, diantara sesama orang Rusiapun tumbuh saling curiga, sama-sama takut “diciduk” gara-gara salah omong, salah ucap atau salah bertingkah laku, apa lagi menyangkut kegiatan ibadah keagamaan, karena agama di jaman komunis dianggap candu yang membahayakan rakyat Uni Soviet, menurut rezim yang berkuasa pada saat itu.

Dengan demikian yang namanya masjidpun “dibonsai’ tak boleh berkembang! Bahkan untuk ceramah dan khutbah tak boleh pakai bahasa Rusia, mereka takut orang Rusia mengerti ajakan ceramah atau khutbah tersebut, yang pada akhirnya mereka tertarik dan masuk Islam, ini sangat tak dikehendaki di jaman komunisnya Uni Soviet.

Bahkan tak sampai di situ, suara adzanpun di bungkem, suara adzan tak boleh ke luar dari masjid! Ya… suara adzan hanya boleh ada di dalam masjid saja, suara adzan tak boleh diperdengarkan bagi warga Rusia yang ada di sekeliling masjid!

Makanya setiap hari Jum’at  anda tak akan mendengar panggilan adzan dari masjid, padahal fungsi utama adzan adalah mengajak jamaah atau memanggil jamaah bahwa waktu sholat telah tiba, agar semua pekerjaan, baik pedagang, anak sekolah, mahasiswa, pekerja di kantor atau di pabrik dan berbagai jenis pekerjaan lainnya untuk dihentikan sementara, waktunya untuk sholat Jum’at, setelah selesai sholat Jum’at pekerjaan tersebut dilanjutkan lagi.

Nah di jaman itu anda tak mendapatkan atau mendengar suara panggilan adzan itu di masjid yang hanya satu-satunya di Moskow, yaitu masjid Katerdal atau masjid Prospek Mira( disebut demikian karena dekat dengan stasiun Metro Prospek Mira, hanya 5 menit jalan kaki ke Masjid tersebut dari stasiun tadi).

Nah masjid bersejarah tadi sekarang sudah dihancurkan dan sebagai gantinya sekarang sedang dibangun masjid yang akan menjadi masjid terbesar di Eropa! Insya Allah akan selesai pembangunannya tahun 2012 mendatang.

Lalu dimana mereka sholat sekarang? Untuk sementara mereka sholat di masjid yang dibangun dengan tenda raksasa yang dapat dipenuhi oleh ribuan jamaah, dan kalau di hari raya Idul Fitri/Idul Adha seperti yang baru lalu mereka bekerja sama dengan wali kota Moskow, meminjam jalan raya di sepanjang masjid untuk digunakan sebagai tempat sholat Id, karena kalau di tenda walaupun sudah raksasa, masih tidak dapat menampung jamaah yang ribuan, data yang sholat Idul Adha 1432 H yang baru lalu tak kurang dari 70.000 jamaah sholat Idul Adha! Konsekwensinya apa?

Ya harus ada pengeras suara, agar semua jamaah dapat mendengarkan khutbah Idul Adha atau Idul Fitri dan itu diizinkan, keadaan seperti itu tak akan pernah terjadi di jaman komunis, di jamannya Uni Soviet!

Dan jangan lupa sudah ribuan masjid di bangun di berbagai negara bekas Uni Soviet, baik di Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Kirgistan dan lain sebagainya. Dengan demikian suara adzan terus akan semakin menggema di negara-negara ex-Uni Soviet yang dulunya masjid banyak yang dihancurkan dan bila tidak dihancurkan maka dirubah fungsinya menjadi gudang!

Jadi suara adzan dari Moskow bukan lagi kata kiasan, tapi suara adzan yang sebenarnya, suara yang menggema dan ke luar dari masjid, bukan hanya terdengar dari di dalam masjid! Fungsi masjidpun kembali seperti semula, yaitu tempat untuk melakukan berbagai kegiatan ibadah, sholat, tadarusan, pengajian, sekolah dan lain sebagainya!

Loh kok ada sekolah? Iya, ada madrasah di sekitar Masjid atau ada pendidikan khusus atau sekolah mingguan di dalam masjid dan di masjid pula bila ada yang mau melakukan pernikahan, maka masjid di Moskow berfungsi sebagai KUA (kantor urusan agama) seperti di Indonesia dan gratis!

Tak ada uang administrasi dan sebagainya, gratis! Sesuai dengan ajaran nabi, ” permudahlah untuk pernikahan, dan persulit untuk perceraian, perceraian walaupun halal, tapi dibenci Tuhan!

Jadi kalau para pemuda atau mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Moskow, bila ketemu jodohnya di Moskow, ya bisa menikah di masjid dan kebetulan saya beberapa kali menyaksikan dan menjadi saksi pernikahan di masjid Tartar atau masjid Histori.

Jadi suara adzan yang dibungkem oleh rezim komunis tak berhasil! Cahaya Islam sekarang sedang bersinar terang, seterang-terang nya di  Rusia, bahkan belum lama ini diadakan MTQ Internasional ke XII bagi hafiz( penghapal) Al Qur’an dan mungkin tak akan pernah terbayang sebelumnya dan hal tersebut tak akan terjadi kalau Rusia masih komunis, Tuhan telah menghancurkan rezim komunis di kandangnya sendiri! Dengan demikian suara adzan akan terus menggema sepanjang jaman di Rusia dan di negara-negara ex Uni Soviet.

Dan suara adzan akan semakin menggema ke seluruh penjuru Moskow dengan sedang dibangunnya masjid di Prospek Mira, mengapa? Di masjid yang sedang dibangun ini akan mempunyai menara-menara setinggi 75 meter! Dan itu berarti akan sama tingginya dengan stadion olimpic yang ada dihadapannya! Jadi bila ada event besar di stadion olimpic, bagi yang muslim bila mau sholat ya bisa langsung ke masjid Prospek Mira itu.

Dan jangan lupa, kini-masjid-masjid di Rusia sudah boleh memasang pengeras suara di menara-menara masjid, sehingga panggilan suara adzan menggema ke luar dari masjid dan memanggil muslim Rusia untuk tunduk dan menyembahNya di masjid.

Suara adzan yang menggema di seluruh masjid Rusia telah membangkitkan semangat muslim Rusia yang tak kurang penduduk muslimnya dua puluh delapan juta jiwa dan itu berarti lebih besar empat belas kali penduduk Singapur dan lima puluh enam kali penduduk Brunai Darussalam, jadi penduduk Muslim Rusia bukan sedikit dan itu sebuah kekuatan raksasa di negara yang punya senjata nuklir!

ERAMUSLIM > OASE IMAN

http://www.eramuslim.com/oase-iman/syaripudin-zuhri-suara-adzan-bergema-di-menara-menara-masjid.htm
Publikasi: Selasa, 20/12/2011 12:48 WIB

***

الإسلام في روسيا

يعود تاريخ الإسلام في روسيا إلى ما قبل أكثر من 1400 سنة. فقد أعتنق الدين الإسلامي في منطقة حوض الفولغا رسميا قبل قرن  من إعلان الأرثوذكسية دينا لروسيا. وإن الإسلام الآن هو الثاني في البلاد من ناحية عدد معتنقيه بعد الدين المسيحي الأرثوذكسي 

ويعيش في روسيا في الوقت الحاضر وفقا لتقييمات الخبراء من 15 إلى 24 مليون مسلم 

وإن عدد أبناء الشعوب التي تتمسك بالتعاليم الإسلامية في روسيا وفقا للإحصاء السكاني الأخير الذي أجري في البلاد عام 2002 يصل إلى ما يقارب 5ر14 مليون نسمة. وهذا يتمثل في مجمل عدد التتر (5 ملايين و558 ألف نسمة) والبشكيريين (مليون و673 ألفا و800 نسمة) والشيشان (مليون و361 الف نسمة) وألآفاريين (757 ألفا و100 نسمة) والكازاخ (655 ألفا و100 نسمة) والأذربيجانيين (621 ألفا و500 نسمة) والقبرديين (520 ألفا و100 نسمة) والدارغينيين (510 آلاف و200 نسمة) والكوميك (422 ألفا و500 نسمة) والإنغوش (411 ألفا و800 نسمة) والليزغينيين وغيرهم. وهذا يعادل 12 مليونا و491 ألفا و100 نسمة زائدا ممثلي القوميات الأخرى 

هذا ويعيش في البلد حسب تقديرات مجلس المفتين في روسيا 23 مليون مسلم يمثلون 38 شعبا. وتتمثل الأقاليم التي ينتشر فيها الإسلام تقليديا في وسط وجنوب حوض الفولغا ومنطقة الاورال وشمال القوقاز وسيبيريا. ويوجد مسلمون بالإضافة إلى ذلك في موسكو وبطرسبورغ ومدن كبرى أخرى 

ويصل عدد المسلمين في إقليم موسكو وفقا لمعلومات الإدارة  الدينية  لمسلمي الشطر الأوروبي من روسيا مالا يقل عن 3 ملايين شخص وفي العاصمة نفسها حوالى 5ر1 ـ 2 مليون 

وإن المسلمين في روسيا بأغلبيتهم من أهل السنة من أتباع المذهبين الحنفي والشافعي. ويشكل أتباع المذهب الحنفي الأغلبية في منطقة حوض الفولغا  وأعماق روسيا وسيبيريا بينما يسود المذهب الشافعي في القوقاز (باستثناء اذربيجان). وأن عدد أتباع المذهب الحنبلي في روسيا قليل ولا يوجد عمليا مالكييون. ويعتنق المذهب الشيعي الجعفري بصورة أساسية الأذربيجانيون (حوالي مليوني شخص). ويوجد في شمال القوقاز بالإضافة إلى ذلك عدد من الجماعات الصوفية 

وتعتبر الإدارات الدينية للمسلمين التي استحدثت في عهد الإمبراطورة يكاترين الثانية في القرن الثامن عشر الهيئات القيادية  للأمة الإسلامية في روسيا. وجرى تأسيس الأولى منها بمرسوم خاص من الإمبراطورة يكاترين مؤرخ  في 22 سبتمبر (أيلول) عام 1788 بعنوان “مجلس أوفا الديني وفق القانون المحمدي”. وجرى الاحتفال ببدء أعماله في 4 ديسمبر (كانون الأول) عام 1789 

وتشهد روسيا في العقدين الأخيرين نهضة إسلامية نشطة. فيجري تشييد المساجد (وصل عددها في عام 2001 إلى أكثر من 4 آلاف). وتوجد فى موسكو ستة مساجد وفى النية القيام خلال السنوات القادمة بتشييد 11 مسجدا آخر في العاصمة الروسية 

ويتزايد عدد  المتدينين الذين يؤدون فريضة الحج. فقد أدى فريضة الحج في السنة الماضية 12 ألف شخص وينوي أداء فريضة الحج في هذه السنة 18 ألفا 

ويجري إنشاء محلات تجارية ومطاعم وعيادات استشارية نسائية ومستشفيات وصالونات تجميل ووكالات تشغيل وأداء طقوس الدفن خاصة ومكاتب محاماة وصناديق خيرية وتعليمية ودور نشر ومنظمات دفاع عن حقوق الإنسان 

وتمارس نشاطها في كل مسجد هيئة شورى تنتخب لجنة من ثلاثة أشخاص لحل مختلف القضايا الجارية بما فيها تلك التي تتعلق بالممتلكات. ويعين أئمة المساجد مفتو الإدارات الدينية. يعتبر الأئمة زعماء دينيين للمتدينين ومسؤولين عن الشؤون المالية والاقتصادية للمساجد. وتشكل الإدارات الدينية للمسلمين على أساس قومي إقليمي 

ويوجد أيضا مجلس المفتين في روسيا الذي أسس في يونيو (حزيران ) عام 1996، وهو يوحد عددا من الإدارات الدينية للمسلمين وينسق نشاطاتها 

كما توجد في روسيا ما يقارب 40 إدارة دينية للمسلمين وأكثرها نفوذا الإدارة الدينية لمسلمي الشطر الأوروبي من روسيا 

وسجلت وزارة العدل الروسية الإدارة الدينية لمسلمي الشطر  الأوروبي من روسيا في 23 فبراير (شباط ) عام 1994 باسم الإدارة الدينية لمسلمي إقليم روسيا الأوسط الأوروبي 

وجرى في مؤتمر مسلمي الشطر الأوروبي من روسيا في 9 ديسمبر عام 1998 بقرار من رؤساء وممثلي المنظمات  الإسلامية في 22 وحدة إقليمية فيدرالية روسية تغيير اسم هذه الإدارة إلى الإدارة الدينية لمسلمي الشطر الأوروبي من روسيا  (أو دار الفتوى في موسكو). وتدخل في دائرة اختصاص هذه الإدارة الطوائف الإسلامية في موسكو وبطرسبورغ ونيجني نوفغورود وتفير وفولوغدا وكوستروما وكورسك وفلاديمير وإيفانوفو وتولا وتامبوف وأريول وسمولينسك وسوتشي وبينزا وكالينينغراد وياروسلافل وغيرها. ويترأس الإدارة الدينية لمسلمي الشطر  الأوروبي من روسيا الشيخ راوي عين الدين (رئيس هيئة الرئاسة). وتتكون هيئة رئاسة هذه الإدارة الدينية من 14 شخصية دينية واجتماعية 

ويتكون هيكل الإدارة الدينية لمسلمي الشطر الأوروبي في روسيا من قسم دولي، وقسم لشؤون العلوم والعلاقات مع المنظمات الاجتماعية، وقسم العلاقات مع المؤسسات الدينية الإقليمية وأجهزة الدولة في روسيا، ومصلحة قانونية لدار الفتوى في موسكو، ورابطة النساء المسلمات، والمركز الإسلامي في موسكو ومقاطعتها، وصندوق رعاية العلماء المسلمين. وتعمل في إطار الإدارة الدينية لمسلمي الشطر الأوروبي من روسيا دائرة للاعمال الخيرية 

وهناك مؤسسات تعليمية مثل مدرسة جامع موسكو التابعة للإدارة  الدينية، وكلية الدين الإسلامي العليا بموسكو، ومدرسة “الإيمان 

وتعتبر صحيفة “منبر الإسلام” الناطق الرسمي بلسان الإدارة  الدينية 

وتصدر الصحف”يانا سوز (الكلمة الجديدة)” و”الأخبار الإسلامية” (مع ملحق شهري “نور الإسلام”) و”نهج الإسلام” و”الإسلام والمجتمع” و”الصحيفة الإسلامية” وغيرها. وتوجد بالإضافة إلى ذلك في القسم الناطق بالروسية على الانترنت العديد من المواقع التعليمية الإعلامية المتخصصة 

ويتعايش بروح حسن الحوار تاريخيا في جمهورية تتارستان الدينان الكبيران ـ الدين المسيحي الأرثوذكسي والإسلام. وهناك 978 تنظيما إسلاميا من أصل 1200 تنظيم ديني 

وإن الاسلام أعرق دين في تتارستان. فقد بدأ البولغار أسلاف التتر المعاصرين باعتناق الإسلام كما تدل المصادر التاريخية في العقود الأولى من القرن التاسع وتكللت هذه العملية في عام 922 بإعلان الإسلام دينا رسميا في بولغاريا على الفولغا 

وتجري في الجمهورية فى الوقت الحاضر تهيئة كل الظروف الملائمة لترسيخ العقيدة الإسلامية. وكان في تتارستان في عام 2001 رسميا ما يقارب ألف مسجد وأكثر من 10 مدارس دينية.

واستحدثت  في الجمهورية لأغراض الوعظ والتربية الإسلامية شبكة أعلام إسلامية تشمل نشاطاتها إصدار الكتب والمطبوعات الدورية باللغتين التترية والروسية 

وشكل تشييد جامع قول شريف ـ أكبر جامع في أوروبا ـ في كرملين قازان رمزا فريدا لنهضة الأمة الإسلامية في تتارستان 

وكان جامع قول شريف الأسطوري العديد المنائر الذي كان يبهر الجميع بعظمته وروعته وجماله وبمكتبته الغنية قبل أربعة قرون يكسب عاصمة دولة خانية قازان جمالا. وكان مركز التربية الدينية وتطور العلوم في وسط حوض الفولغا في القرن السادس عشر 

وحصل الجامع على هذا الاسم تخليدا لذكرى إمامه الأخير العالم والشخصية الدينية البارزة والشاعر والدبلوماسي السيد قول شريف أحد قادة الدفاع عن قازان 

وبعد احتلال قوات القيصر الروسي إيفان الرهيب قازان في عام 1552 جرى حرق الجامع وتدميره سوية مع مباني كرملين قازان الأخرى 

وفى عام 1995 أصدر رئيس جمهورية تتارستان مينتيمير شايمييف مرسوما حول بدء العمل بإعادة تشييد جامع قول شريف 

ونتيجة مسابقة دولية شارك فيها 16 مشروعا مختلفا وقع الاختيار على تصميم معماريي قازان لاتيبوف وسيفولين وستاروف وسافرونوف. وإن الجامع بموجبه عبارة عن تشيكلة متماثلة أقيم مبنى الجامع بموجبه وسط الباحة وعلى جانبيه جناحان لإملاء الفضاء بين مبنى الكلية العسكرية سابقا والجامع. ويتكون الجامع من مبنى المسجد نفسه ومكتبة – متحف ومركز نشر ومكتب الإمام 

وارسي الحجر الأساس للمبنى في 21 فبراير عام 1996 

وافتتح الجامع بشكل مهيب في يونيو عام 2005 في فترة الاحتفال بالذكرى الأربعمائة بعد الألف لقازان. وان ارتفاع المنائر الأربع الكبرى 57 م (توجد مناراتان صغيراتان أيضا) وقبة الجامع المركزية 39 م وقطرها 5ر17 م وقاعدة الجامع 22 × 22 م. وان مجمل مساحة قطعة الأرض التي شيد عليها الجامع 19 ألف متر مربع. وشكلت القيمة التصميمية للمشروع أكثر من 400 مليون روبل. وجرى تشييد الجامع بأموال المانحين والميزانية وتبرعات المواطنين. ودونت أسماء كافة المتبرعين من المواطنين (أكثر من 35 ألف شخص) والمنظمات ( أكثر من 600) في كتاب الذكرى من 5 مجلدات 

وتعمل في تتارستان إدارتان دينيتان ـ الاولي فرع الأدارة الدينية المركزية (في مدينة أوفا) والثانية الإدارة الدينية المستقلة لمسلمي جمهورية تتارستان. وتشمل نشاطاتهما إعداد الائمة وتوزيعهم والمشاركة في إنشاء المساجد والاتصال مع المراكز الدينية الأخرى بما فيها الأجنبية وتنظيم حملات الحج إلى مكة المكرمة. وقد أسست الإدارة الدينية لمسلمي جمهورية تتارستان في عام 1992. ويترأس هذه الإدارة ويشغل منصب المفتي عثمان حضرت إسحاقوف 

وجرى في مؤتمر مسلمي الجمهورية الموحد في فبراير عام 1998 الذي شارك فيه ما يقارب ألف شخص بمن فيهم أئمة كافة المساجد  تقريبا ورؤساء المؤسسات التعليمية انتخاب المفتي على أساس التنافس. ونتيجة المناقشة الشاملة تمت المصادقة على النظام الداخلي الذي أدخلت فيه إضافات وتعديلات 

وبدأت تعمل في قازان الجامعة الإسلامية الروسية ذات الصفة العلمانية – الدينية. وأرست في أساس نظامها الداخلي بالمرتبة الأولى فكرة الجمع داخل الجامعة بين العلوم والدين والبنى الدينية والعلمية الإقليمية والفدرالية. وقام بتأسيس الجامعة كل من الإدارة الدينية لمسلمي جمهورية تتارستان ومجلس المفتين في روسيا ومعهد التاريخ التابع لأكاديمية علوم جمهورية تتارستان   

(وكالة “نوفوستي“)

http://www.ru4arab.ru/cp/eng.php?id=20050109130123

(nahimunkar.com)