Terkait tindakan tidak patut tersebut, Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah membuat pernyataan sebagai berikut:

PERNYATAAN SIKAP

Nomor : 241.PS.01.2017

tentang

PERLAKUAN TIDAK PATUT OLEH BASUKI TJAHAJA PURNAMA DAN PENGACARANYA TERHADAP KETUA UMUM MUI

Ulama adalah pewaris Nabi. Ulama mendapat tempat terhormat bagi muslim dan masyarakat Indonesia. Perlakuan tidak patut yang dipertontonkan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dan pengacaranya dalam sidang lanjutan “Perkara Penistaan Agama” pada 31 Januari 2017 dengan mengeluarkan intimidasi pada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kyai Ma’ruf Amin sekaligus Rais ‘Aam Syuriah PB Nahdhatul Ulama adalah sesuatu penistaan ulama yang lebih pantas kita sanjung dan hormati sebagai panutan dan orangtua.

Terkait tindakan tidak patut tersebut, Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah membuat pernyataan sebagai berikut:

  1. Basuki Tjahaja Purnama untuk kesekian kali tidak menunjukkan rasa hormat pada ulama, dan umat agama lain.
  2. Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan sikap sombong dan tidak mawas diri akan kesalahan yang lalu yang menyebabkannya menyandang status terdakwa.
  3. Basuki Tjahaja Purnama untuk memperbaiki diri dalam menjaga sikap, perkataan dan perbuatannya agar lebih santun dan lebih sesuai dengan adat budaya yang dianut msyarakat luas selayaknya sebagai pejabat publik.
  4. Meminta Kepolisian Republik Indonesia memeriksa Basuki Tjahaja Purnama dan pengacaranya atas kemungkinan kasus penyadapan telepon ilegal terhadap Warga Negara Indonesia yang tidak terlibat kasus korupsi dan kejahatan luar biasa lainnya.
  5. Meminta semua ormas dan masyarakat Indonesia untuk bersatu padu menjaga ukhuwah, persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 1 Februari 2017

PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH

Ketua Umum

KH. ABDULLAH DJAIDI

NIA : 101.01.20022

Sekretaris Jenderal

UMAR BASYARAHIL

NIA :  101.05.26805

sumber: siaran pers.

(nahimunkar.com)