Akibat Serangan Brutal Zionis Israel, Wartawan yang Suka Ngaji Itu Luka Kena Tembak

Surya Fachrizal –wartawan yang suka mengaji di M Harhara Cipinang Jakarta– menderita luka tembak akibat serangan brutal Zionis Israel.

Wartawan hidayatullah.com itu ikut melakukan kegiatan jurnalistik di kafilah kemanusiaan Mavi Marmara ke Gaza. Dikabarkan, dia adalah salah satu dari dua orang Indonesia yang terluka akibat serangan Zioinis-Israel.

Deni , rekan Surya yang sering berkomunikasi dengan Surya terutama masalah aliran sesat, mengabarkan, sebelum keberangkatannya ke Gaza, Surya berpamitan bahwa dirinya tidak dapat mengikuti pertemuan para mantan aliran sesat di Jakarta karena mau berangkat ke Gaza. Belakangan Deni baru dengar berita bahwa Surya termasuk rombongan yang ditembaki Israel, dan Surya menderita luka tembak.

Sementara itu situs tempat Surya bekerja memberitakan sebagai berikut:

Wartawan Hidayatullah.com Terluka di Israel

Wednesday, 02 June 2010 12:54

Surya Fachrizal ikut bergabung dengan 700 relawan dari 50 negara untuk melakukan kegiatan jurnalistik

Hidayatullah.com & Sahabat al-Aqsha—Surya Fachrizal, wartawan hidayatullah.com yang ikut melakukan kegiatan jurnalistik di kafilah Mavi Marmara dikabarkan salah satu dari dua orang Indonesia yang terluka akibat serangan Zioinis-Israel.

Kabar ini disampaikan Tim Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) setelah mendapat kabar dari seorang dokter yang menangani keduanya.

Oktavianto Emil Baharudin dikabarkan masih dirawat di RS Barzilay, Askelon dan Surya Fachrizal di RS Ramba, Haifa,” ujar Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis, SpOT kepada Hidayatullah.com.

Jose menambahkan kedua orang itu menderita luka tembak. Sementara untuk WNI yang sebelumnya diberitakan di RS London, Haifa, Joserizal belum bisa memberikan identitasnya.

Sementara untuk evakuasi WNI lain yang ditahan di penjara Be’er Sheva, Joserizal mengatakan MER-C belum mendapatkan informasi. “Kita akan memberangkatkan relawan lagi ke sana (Jordania) untuk penjemputan,” kata Joserizal.

Sebagaimana diketahui Surya Fachrizal ikut bergabung dengan 12 WNI yang ikut dalam Kapal Mavi Marmara bersama 700 relawan lain dari 50 negara untuk melakukan kegiatan jurnalistik.

Istri Surya Fachrizal, Euis Hidayati binti Abdul Hamid, mengaku tegar menghadapi berita ini dan tetap memantau perkembangan dan situasi.

“Istrinya terus berkoordinasi dengan kami, dan mengaku sangat tegar, “ujar Pimpinan Hidayatullah Media Group, Mahladi.

Menurut Mahladi, dalam waktu dekat, Hidayatullah juga akan berkoordinasi dengan Deplu dan akan melakukan penjemputan. [cha/hidayatullah.com]

Pengalaman terkena tembakan Zionis Israel itu kemungkinan menambah lika-liku wartawan yang sering bergelut dalam peliputan yang mengandung resiko ini. Redakturnya pernah bercerita mengenai dia, bahwa di antara kerja peliputan wartawan ini ketika menulis berita-berita aliran sesat tertentu justru kemudian pernah diundang, bukan diancam tetapi malah mau dikuliahkan ke luar negeri. Namun lantaran tidak mau ikut sesat, maka bujukan menggiurkan itupun tidak diikuti. Tampaknya Surya lebih enjoy untuk meliput kondisi masyarakat Palestina di Gaza yang diblokade Zionis Israel, dan qadarullah Surya kena tembak, yang hal itu tentu menambah pengalaman hidupnya untuk lebih bertekad lagi. Selamat berjuang bersama rekan-rekan semuanya, wahai suadaraku. (nahimunkar.com).