مقتل أفغاني في مظاهرات ضد حرق المصحف

Aksi Kecaman terhadap Pembakaran Al-Quran Terus Berlanjut di Afghanistan

aksi-kecaman1

Dua polisi tewas dan lebih dari 30 orang terluka di kota selatan Kandahar pada hari Ahad kemarin (3/4), memasuki hari ketiga aksi protes di seluruh Afghanistan yang terpicu setelah adanya insiden pembakaran Al-Quran oleh seorang pengkhotbah fundamentalis radikal Kristen di Amerika Serikat.

Sepuluh orang tewas dan lebih dari 80 terluka di Kandahar pada hari Sabtu lalu. Tujuh staf asing PBB dan lima demonstran Afghanistan tewas pada hari Jum’at sebelumnya setelah demonstran menyerbu kantor PBB di kota Mazar-i-Sharif.

Pada hari Ahad kemarin, ratusan orang berbaris melalui Kandahar, menuju kantor PBB yang lain, pada hari kedua aksi protes di kota itu setelah pastor Terry Jones mengawasi pembakaran salinan Al-Quran di depan sekitar 50 orang di sebuah gereja di Florida pada 20 Maret lalu.

“Informasi yang saya miliki adalah bahwa dua polisi tewas dan 20 lainnya terluka, termasuk polisi, pengunjuk rasa dan penduduk sipil,” kata Ahmad Wali Karzai, ketua dewan provinsi Kandahar, kepada Reuters.

Demonstrasi juga berlangsung di Kabul, sebelah barat kota Herat, kota Jalalabad di provinsi Tahar timur dan utara.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai sendiri meminta Kongres AS untuk mengutuk pembakaran Al-Quran dan mencegah hal itu terjadi lagi.

Karzai membuat permintaan pada pertemuan dengan Duta Besar AS Karl Eikenberry dan Jenderal David Petraeus, komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, istana presiden mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Kongres Amerika dan Senat harus mengutuk dengan kata-kata yang jelas, menunjukkan sikap mereka, dan mencegah insiden seperti itu terjadi lagi,” kata pernyataan Karzai.

Pada hari Ahad, Petraeus bergabung dengan kecaman yang disuarakan oleh banyak pemimpin politik dan agama lainnya.

“Kami mengutuk, khususnya, aksi individu di Amerika Serikat yang baru-baru ini membakar Alquran,” kata Petraeus dalam sebuah pernyataan, yang juga ditandatangani oleh perwakilan senior sipil NATO, Mark Sedwill.

Dalam wawancara dengan Reuters pada hari Sabtu lalu, bagaimanapun, Pastor Terry Jones tidak merasa bersalah dan bersumpah untuk memimpin aksi anti-Islam di luar masjid terbesar di Amerika Serikat akhir bulan ini.

Sekitar 1.000 orang juga melakukan aksi memblokir jalan raya utama dari Kabul ke Jalalabad pada hari Ahad kemarin dan membakar bendera Amerika Serikat.

“Kami ingin pendeta yang membakar Al-Quran mendapatkan hukuman berat,” kata pengunjuk rasa Ahmad Jalil. “Dia bukan manusia, ia adalah hewan mati yang tak berotak.”

Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Ahad bahwa Afghanistan masih siap untuk memberikan hidup mereka untuk aksi protes melawan suatu pelanggaran yang dikatakan Barat sesuatu yang tidak begitu serius,

“Pemerintah AS harus menghukum pelaku, tetapi pihak berwenang Amerika dan di negara-negara lain tidak memiliki reaksi yang serius, tetapi justru membela aksi pembakaran itu atas nama kebebasan beragama dan berbicara,” jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam sebuah pernyataan.(fq/wb)

Eramuslim.com, Senin, 04/04/2011 08:31 WIB

مقتل أفغاني في مظاهرات ضد حرق المصحف

الأحد, 03 أبريل 2011 11:28

قندهار- وكالات:

لقى شخص مصرعه وأصيب 19 آخرين خلال تجدد المظاهرات في إقليم قندهار الأفغاني اليوم الأحد احتجاجا على قيام القس الأمريكي تيري جونز بحرق نسخة من القرآن الكريم، غداة تظاهرات مماثلة أسفرت عن سقوط عشرة قتلى في المدينة.

وأكد الناطق باسم السلطات المحلية زلماى أيوبى “أن هناك تظاهرات تجرى بشكل سلمي في ثلاثة أماكن في إقليم قندهار وتظاهرة رابعة في منطقة بنجواى، الواقعة على مسافة نحو عشرة كيلومترات جنوب غرب الإقليم“.

وقال شهود إن مئات الأشخاص معظمهم من الشباب، يتظاهرون في شوارع كبرى مدن الجنوب وهم يهتفون “الموت لأمريكا” و”الموت ل(حميد) كرزاي” الرئيس الافغاني.

يذكر ان عشرة أشخاص قتلوا السبت واصيب 83 آخرين بجروح في تظاهرة احتجاج على حرق القرآن في الولايات المتحدة، غداة هجوم أودى بحياة سبعة من موظفي الامم المتحدة في اخطر اعتداء على المنظمة الدولية في افغانستان منذ غزو هذا البلد في 2001.

وعلى صعيد متصل، توعد القس المسيحي الاصولي في فلوريدا بتزعم احتجاج مناهض للإسلام أمام أكبر مسجد في الولايات المتحدة ولم يبد أسفا على ما فعله.

ومن المتوقع ان تؤدي المظاهرة المزمعة إلى مزيد من إشعال التوترات بشأن حرق القرآن والذي أدى إلى احتجاجات على مدى يومين في أفغانستان تضمنت قتل موظفين بالامم المتحدة وأججت المشاعر المناهضة للغرب في أجزاء من العالم الاسلامي.

وادعى القس تيري جون: “أن هدفنا هو التوعية بالعنصر الراديكالي في الإسلام”.متابعا: ” انه امر فظيع في اي وقت يقتل فيه أشخاص .اعتقد انه على الجانب الآخر يثبت العنصر الراديكالي في الاسلام“.

وقال جونز إنه سيمضي قدما في احتجاج 22 ابريل امام اكبر مسجد في الولايات المتحدة والموجود في ديربورن بولاية ميشيجان.

ومن جانبه، ادان الرئيس الأمريكي باراك أوباما حرق القرآن ولكنه لم يذكر جونز بالاسم. وقال أوباما في بيان أصدره البيت الابيض السبت إن”تدنيس اي كتاب مقدس بما في ذلك القرآن عمل من اعمال عدم التسامح والتعصب بشكل كبير… ولكن مهاجمة وقتل ابرياء ردا على ذلك امر مشين وتحد للأخلاق والكرامة الإنسانية“.

http://www.alwafd.org/index.php

(nahimunkar.com)