• Sangat ironis, pada hari Sabtu 5 November 2011 saat jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, justru  sejumlah oknum yang mengatasnamakan MUI, FKUB dan anggota DPRD Bekasi menjadikan hari tersebut sebagai ajang pengkhianatan terhadap ummat Islam dengan memberikan sambutan pada acara pemancangan tiang Gereja Katolik Paroki Teresa yang rencana pendiriannya berkali-kali ditolak oleh ummat Islam Bekasi.
  •  Kecaman keras  diarahkan kepada para oknum tersebut karena ikut andil dalam peresmian pemancangan tiang Gereja Katolik Paroki Ibu Teresa, di daerah Lippo Cikarang yang rencananya akan menjadi gereja terbesar se-Asia Tenggara.
  • Dengan bersumpah atas nama Allah, KH. Qosim Nurseha pun memerintahkan kepada para oknum MUI, FKUB dan Anggota DPRD yang ikut dalam memberikan sambutan dan doa restu dalam upaya pendirian gereja illegal tersebut untuk bertaubat dan bersyahadat kembali.
  • Puluhan ribu Ummat Islam Bekasi turun ke jalan pada hari Ahad (27/11). Aksi ini merupakan upaya tegas ummat Islam menolak berdirinya gereja-gereja liar dan kristenisasi yang kian marak di wilayah Bekasi.

Inilah beritanya.

***

Ummat Islam Bekasi: Tertibkan Gereja Liar dan Hentikan Kristenisasi!

Senin, 28 Nov 2011

BEKASI (voa-islam.com) – Bekasi kerap menjadi syurganya para misionaris untuk melakukan kristenisasi. Ummat Islam pun merasa resah lantaran upaya yang dilakukan para misionaris terbilang licik dan melanggar konstitusi negara.

Lihat saja, dari mulai kasus baptis massal berkedok bakti sosial B3 (Bekasi Berbagi Bahagia) di bulan November 2008, berikutnya baptis massal yang mendatangkan ratusan ibu-ibu dan anak-anak dengan Kopaja dari Jakarta di Perumahan Kemang Pratama Regency, Bekasi pada bulan Juni 2010.

Belum puas rasanya para misionaris melakukan tipu daya licik dalam memurtadkan ummat Islam, mereka pun baru-baru ini kembali berulah dengan mencatut sarana pendidikan Mobil Pintar yang dikelola SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu), ribuan siswa SD di Bekasi menjadi sasaran kristenisasi ini. Mereka diberikan tas bertuliskan ayat-ayat bible hingga dikumpulkan untuk dibaptis massal.

Bukan hanya kasus kristenisasi, pendirian gereja liar dan illegal juga semakin marak. Kasus HKBP Ciketing, Mustika Jaya Bekasi salah satu di antaranya. Pihak HKBP diketahui memanipulasi tanda tangan warga hingga suap-menyuap guna memuluskan perizinan legalisasi pembangunan gereja.

Namun apa yang terjadi? Saat terjadi bentrok lantaran pihak HKBP terus melakukan provokasi dengan melakukan long march dan melaksanakan kebaktian di lokasi yang telah dilarang oleh pemerintah,  justru jemaat HKBP diekspos seolah menjadi pihak  yang terzhalimi.

Kemudian yang terbaru adalah kasus rencana pembangunan gereja Katolik Paroki Ibu Teresia yang terletak di samping Sekolah Katolik Trinitas Jl. Majapahit 52, Lippo Cikarang, Bekasi. Disinyalir gereja Paroki tersebut rencananya akan dijadikan gereja terbesar se-Asia Tenggara.

Sejak tahun lalu ummat Islam Bekasi menentang pendirian gereja tersebut karena tidak memenuhi prosedur perizinan, tiba-tiba Sabtu 5 November 2011 sehari sebelum ummat Islam melaksanakan hari raya Idul Adha justru diadakan peresmian pemancangan tiang untuk pembangunan gereja Paroki Ibu Teresia Lippo Cikarang, Bekasi.

Dari beberapa kasus di atas –sebenarnya masih banyak kasus yang lain- maka tak heran jika ummat Islam se-Bekasi Raya pada Ahad (27/11) kemarin, bertepatan dengan 1 Muharram 1433 H menyampaikan pernyataan sikap bersama untuk membendung maraknya aksi kristenisasi dan pembangunan gereja illegal.

Pernyataan sikap ini dibacakan oleh KH. Qosim Nurseha yang diikuti oleh para Ulama, Habaib dan ribuan ummat Islam yang hadir di halaman masjid Pemda Kabupaten Bekasi.  Berikut ini secara lengkap pernyataan sikap bersama ummat Islam Bekasi.

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA

Pada hari ini, Ahad 1 Muharram 1433 H / 27 November 2011, kami atas nama seluruh ummat Islam Bekasi, yang terdiri dari seluruh Pondok Pesantren, Yayasan-yayasan Islam, Majelis-majelis Ta’lim, DKM-DKM Masjid, Ormas-ormas Islam se-Kabupaten Bekasi menyatakan sikap bersama: Menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, DPRD Kab. Bekasi dan Aparat Pemerintah baik sipil maupun militer Kab. Bekasi untuk:

  1. Sterilkan Lokasi Pembangunan Gereja Paroki Ibu Teresia di Lippo Cikarang
  2. Tertibkan Gereja-gereja liar dan illegal, serta hentikan segala bentuk kristenisasi dan pemurtadan di Kabupaten Bekasi
  3. Tertibkan tempat-tempat maksiat yang tidak sesuai dengan Perda no.7 tahun 2007

Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk ditindak lanjuti dengan sungguh-sungguh.

Bekasi

1 Muharram 1433 H, 27 November 2011 M

Atas Nama

Ummat Islam Bekasi

***

Puluhan Ribu Ummat Islam Bekasi Raya Tolak Kristenisasi dan Gereja Liar

BEKASI – Puluhan ribu Ummat Islam Bekasi turun ke jalan pada hari Ahad (27/11) kemarin. Aksi ummat Islam ini merupakan Pawai Ta’aruf Kongres Ummat Islam Bekasi, selain dalam rangka peringatan tahun baru Islam  1 muharram 1433 H aksi ini juga merupakan upaya tegas ummat Islam menolak berdirinya gereja-gereja liar dan kristenisasi yang kian marak di wilayah Bekasi.

Koordinator lapangan aksi ummat Ustadz Adang Permana S.H.I mengemukakan bahwa pawai akbar ini diikuti oleh Ummat Islam se-Bekasi Raya dengan mengundang puluhan pondok pesantren, DKM Masjid serta berbagi elemen ormas Islam lainnya di wilayah Bekasi raya dan sekitarnya.

Anak-anak remaja, para santri, Kiyai dan Habaib hingga pengendara motor besar ikut serta dalam pawai tersebut. Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dimulai dari beberapa titik  lokasi yang dijadikan start rute pawai ta’aruf ummat Islam Bekasi. Untuk ummat Islam di wilayah Cikarang Selatan dan sekitarnya dimulai dari kawasan Hyundai, untuk Cikarang Timur, Cikarang Pusat dan sekitarnya dimulai dari desa Serta Jaya melalui Pamahan, Prapatan Graha Asri, serta untuk wilayah Cikarang Utara, Barat dan sekitarnya diawali dari jalan layang. Dari titik start tersebut aksi ummat Islam serentak diarahkan menuju Polres Kabupaten Bekasi yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Jababeka Cikarang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Massa ummat Islam yang datang dari berbagai titik kemudian berkumpul menjadi satu di Polres Kabupaten Bekasi, setelah itu massa ummat Islam melanjutkan aksi menuju kantor Kabupaten Bekasi. Tiba di halaman kantor Kabupaten Bekasi, ummat Islam langsung menuju masjid Pemda Kabupaten Bekasi, dimana sudah terdapat panggung yang disediakan bagi para Uama dan Habaib untuk berorasi.

Di antara para Ulama yang hadir dan memberikan orasi adalah pimpinan FPI  Bekasi Raya KH. Murhali Barda. Ditunjuk sebagai orator pertama, beliau mewanti-wanti ummat Islam untuk mewaspadai makar orang-orang nasrani sebab ayat Allah dalam surat Al Baqarah ayat 120 tetap berlaku sampai kapan pun.

“ingat sampai kapan pun, di mana pun ayat Allah tetap berlaku:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka… (Q.S. Al Baqarah : 120)” tuturnya di hadapan ribuan jamaah.

Beliau juga mengajak ummat Islam untuk berjuang menghadapi makar orang-orang kafir, menegakkan Syari’at Islam dan jangan sampai Ummat Islam ini menjadi murtad lantaran tidak mau berjuang membela agamanya.

Kalau orang yang murtad saja harus dibunuh apalagi orang yang memurtadkan!

Hadir pula Ustadz Subhan, beliau menyampaikan bahwa jika orang yang murtad saja harus dibunuh apalagi orang yang melakukan pemurtadan.

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Barang siapa mengganti agamanya (murtad) maka bunuhlah ia (H.R. Bukhari).

Kalau orang yang murtad saja harus dibunuh apalagi orang yang memurtadkan! Takbiir!” pekik ustadz Subhan.

Selain itu hadir pula Ustadz Saifudin dari GARIS (Gerakan Reformis Islam), lebih tegas lagi beliau mengecam pendirian gereja Paroki Teresa di kawasan Lippo Cikarang yang non prosedural. Bahkan beliau siap berperang jika gereja tersebut nekat didirikan.

“jika gereja Paroki berdiri, kita perang!” tegasnya.

Usai para ulama menyampaikan orasi, acara pun sampai pada puncaknya yaitu deklarasi bersama untuk persatuan ummat Islam Bekasi dengan pembacaan pernyataan sikap bersama yang dipimpin oleh KH. Qosim Nurseha.

Saat adzan shalat Dzuhur berkumandang aksi pun ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Ahmad Musthofa. Ribuan jamaah yang memadati halaman masjid Pemda Kabupaten Bekasi pun tertunduk haru mengaminkan doa yang dibacakan KH. Ahmad Musthofa dengan diiringi isak tangis. (Ahmed Widad) Senin, 28 Nov 2011, (voa-islam.com)

***

Oknum MUI, FKUB dan DPRD Kab. Bekasi Murtad Karena Khianati Ummat Islam

BEKASI – KH. Qosim Nurseha selaku ketua panitia Pawai Ta’aruf Kongres Ummat Islam Bekasi menyampaikan orasi di hadapan ribuan Ummat Islam Bekasi. Dalam orasi yang disampaikan di halaman masjid Pemda Kabupaten Bekasi tersebut, beliau bersumpah menghibahkan harta dan nyawanya untuk perjuangan Islam.

“Saudara-saudaraku yang beragama Islam, pada hari ini Minggu, 27 November 2011 bertepatan dengan 1 muharram 1433 H. Saya demi Allah, Qosim Nurseha menghibahkan harta, darah sekaligus nyawa untuk membela Islam, Allahu Akbar!

Bagaimana saudara-saudara, siap untuk menghibahkan nyawa? Siap berjuang dengan harta? Siap berjuang dengan tenaga? Takbir!” seru pimpinan Ponpes Darul Falah tersebut.

Di tengah orasi beliau mengungkap situasi dan kondisi yang sangat ironis, di mana pada hari Sabtu 5 November 2011 kemarin saat jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah justru  sejumlah oknum yang mengatasnamakan MUI, FKUB dan anggota DPRD Bekasi menjadikan hari tersebut sebagai ajang pengkhianatan terhadap ummat Islam dengan memberikan sambutan pada acara pemancangan tiang Gereja Katolik Paroki Teresia yang rencana pendiriannya berkali-kali ditolak oleh ummat Islam Bekasi.

Dengan demikian beliau mengecam keras  para oknum tersebut karena ikut andil dalam peresmian pemancangan tiang Gereja Katolik Paroki Ibu Teresa, di daerah Lippo Cikarang yang rencananya akan menjadi gereja terbesar se-Asia Tenggara.

“Pada hari Ahad sekarang ini saya menyampaikan di tengah-tengah saudara saya, tanggal 5 November kemarin, hari Sabtu bertepatan dengan hari Arafah, yang mana saudara-saudara kita yang bergabung memberikan sambutan-sambutan dalam rangka dalam rangka peresmian, pemancangan tiang gereja illegal di Lippo Cikarang (gereja Paroki Teresia, red). Pada saat itu (sambutan-sambutan untuk kepentingan gereja liar, red nm) disampaikan oleh seorang anggota dewan Kabupaten Bekasi, disampaikan oleh seorang yang mengatasnamakan MUI Kabupaten Bekasi dan disampaikan oleh FKUB, saya nyatakan semua sambutan-sambutan yang seperti itu jelas-jelas menyakiti perasaan ummat Islam, mengkhianati ummat Islam. ” ungkapnya saat berorasi.

Wajar saja jika KH. Qosim Nurseha geram melihat polah para oknum yang seharusnya membela ummat Islam tetapi justru menjadi pengkhianat. Dengan bersumpah atas nama Allah, KH. Qosim Nurseha pun memerintahkan kepada para oknum MUI, FKUB dan Anggota DPRD yang ikut dalam memberikan sambutan dan doa restu dalam upaya pendirian gereja illegal tersebut untuk bertaubat dan bersyahadat kembali.

“Maka demi Allah, saya ingatkan wahai orang yang mewakili MUI, wahai manusia yang mewakili FKUB, wahai manusia yang mewakili DPRD Bekasi dan termasuk orang yang mendoakan pada saat terjadinya kejadian tersebut (pemancangan tiang gereja illegal, red), anda harus bertaubat, anda harus beristighfar dan bersyahadat kembali! Amal anda semuanya rusak, amal anda semuanya hancur, saya ingatkan anda harus bertaubat kepada Allah Ta’ala.” tegasnya dihadapan ribuan jamaah yang hadir menyaksikan orasi.

Terakhir beliau mengingatkan, jika mereka tidak mau bertaubat dan kembali bersyahadat, haram hukumnya jika suatu saat mereka wafat dimakamkan di pemakaman muslim lantaran mereka telah murtad.

“Sendainya anda tidak bertaubat kepada Allah, ketika anda mati jasad anda, bangkai anda haram untuk dimakamkan di tengah-tengah ummat Islam. Allahu akbar!

Karena hukum (Islam, red) menyampaikan demikian, artinya saking jeleknya orang yang murtad sehingga mati pun dilarang dikuburkan di tengah-tengah pekuburan ummat Islam. Padahal sudah mati, sudah menjadi bangkai saking jeleknya haram hukumnya dimakamkan di tengah-tengah pemakaman ummat Islam. Takbir!” tutupnya.  (Ahmed Widad) Senin, 28 Nov 2011  (voa-islam.com)

(nahimunkat.com)