Aliran Sesat Sengsarakan Umat Dunia dan Akhirat

Tanggal :

03 Apr 2010

Sumber :

Harian Terbit

JAKARTA – Keseriusan pemerintah dalam menangani aliran sesat di Indonesia terkesan pasang surut. Padahal aliran sesat sebenarnya bisa dikategorikan sebagai kejahatan tertinggi, karena dampaknya bisa membuat orang sengsara di dunia dan juga sengsara di akhirat.

Demikian dikemukakan H Hartono Ahmad Jaiz, Peneliti aliran sesat di Indonesia pada Harian Terbit di Jakarta, kemarin.

Menurut Hartono ada kecenderungan pemerintah melakukan tebang pilih dalam menangani aliran sesat. Kalau yang skalanya masih kecil seperti Lia Eden yang pengikutnya masih sedikit pemerintah berani mengambil tindakan tegas dengan membawa ke pengadilan dan dipenjara. Tapi terhadap aliran sesat yang pengikutnya besar, seperti Ahmadiyah, Islam Jamaah dan Syiah, pemerintah cenderung tidak berani. Bahkan tidak sedikit di antara politisi yang memanfaatkan aliran sesat yang besar ini sebagai kendaraan dalam event-event politik. Misalnya untuk pilkada, pemilu dan lain-lainnya.

Padahal salah satu kewajiban yang utama bagi seorang pemimpin tertinggi sebuah negeri, kalau merujuk pada pendapat Imam Al Mawardi dalam kitab Al Ahakamu as Sulthoniyyah, sesungguhnya adalah menjaga agama umat. Itu tugas pertama sekaligus yang utama dari sejumlah tugas-tugas lainnya.

Hartono menyebutkan, aliran sesat ini selayaknya mendapat penanganan serius dari pemerintah sebelum pemerintah menangani kejahatan-kejahatan lainnya. Kalau dihitung akibat yang akan ditimbulkan dari kejahatan agama ini sangat luar biasa. Orang yang mengikuti aliran sesat ini sudah sengsara di dunia dan bakal sengsara di akhirat, karena masuk neraka.

Itulah sebabnya, zaman Nabi Muhammad SAW dan sahabat Abubakar penyebar aliran sesat ini diperangi dan dibunuh. Tapi sekarang ini jangankan diperangi, malah ada yang dimanfaatkan.

Seharusnya, kata Hartono, setiap penyebar aliran sesat, masalahnya diselesaikan secara hukum yang berlaku. Tinggal bagaimana keputusan hukum itulah yang nantinya dijalankan. Tentu saja hukum yang adil dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang berlaku dalam ajaran Islam.

Hartono mengatakan, selama ini orang mengembangkan aliran sesat, karena banyak di antara mereka yang bermotifkan ekonomi. Mereka mengembangkan aliran sesat karena tergoda untuk mendapatkan uang yang banyak dari pengikut-pengikutnya. (taryono)

http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=90920