Amien Rais: Obama Membawa Masalah

Liputan 6 – Minggu, 14 Maret

Liputan6.com, Banjarnegara: Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia dipertanyakan Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais. “Untuk apa Obama ke sini. Obama membawa masalah,” kata Amien di Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (13/3).

Menurut dia, Obama memiliki banyak masalah karena di depan rakyat Indonesia tetap memiliki unsur imperalis karena telah mengirimkan 30 ribu serdadu untuk menduduki Afghanistan. Ia mengatakan, Obama membawa masalah karena bangsa Indonesia cinta kebebasan dan prokemerdekaan.

“Apalagi dalam Pembukaan UUD 1945, bangsa Indonesia dan bangsa lain berjuang melawan penindasan. Dia itu melanggar aturan PBB, aturan moral, aturan kemanusiaan, dan tata krama hubungan antarbangsa,” katanya. Menurut dia, Obama tak jauh beda dengan Presiden AS sebelumnya.

Terkait hal itu, dia mengatakan, penyambutan Obama sebaiknya sekadarnya dan tidak terlalu meriah. “Kedatangan Obama tidak usah dielu-elukan seperti raja diraja yang tanpa cela. Buat saya, Obama bertabrakan dengan rasa paling dalam perjuangan bangsa ini,” kata Amien.(JUM/Ant)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100313/tpl-amien-rais-obama-membawa-masalah-e5c0aa3.html

Sorotan yang lebih tajam lagi beredar di mailing list, sebagai berikut:

[INSISTS] Kepentingan Amerika Dalam Misi Obama

Kamis, 18 Maret, 2010 16:40

Dari:

Kepada:

[email protected],

[email protected],

[email protected]

Kepentingan Amerika Dalam Misi Obama

Presiden AS Barack Obama akan datang ke Indonesia pada 22-24 Maret 2010
mendatang. Kedatangannya ini merupakan hasil undangan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) yang dilayangkan sejak Februari 2009. Pemerintah
memandang kedatangan Obama menguntungkan Indonesia. Berbagai partai dan
ormas Islam pun diam. Bahkan, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Amidhan
(8/3/2010) meminta umat Islam agar menghormati Obama. Obama adalah tamu yang
berkunjung ke Indonesia. Umat Islam diajarkan untuk menghormati tamu. Pihak
yang lantang menolak kedatangan Obama sebagai kepala Negara penjajah
tersebut hanyalah Hizbut Tahrir. Partai politik Islam ini menggerakkan para
ulama di berbagai penjuru Indonesia menolak kehadiran Obama melalui berbagai
forum seperti seminar, demontrasi, dll.

Kunjungan ini sebenarnya hanyalah dalam rangka untuk mengokohkan cengkeraman
AS kepada Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal. Pertama,
kunjungan Obama terjadi pada saat munculnya isu pemakzulan terhadap Presiden
SBY. Dengan kunjungan ini Obama menunjukkan dukungannya kepada Presiden SBY.
Kedua, mulai Januari 2010 Indonesia telah menjalankan perdagangan bebas
dengan Cina dan Asean. Indonesia menjalin hubungan ekonomi lebih erat dengan
Cina padahal Cina merupakan salah satu halangan bagi AS di Asia Pasifik.
Ketiga, kunjungan Obama diawali dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS,
Hillary Clinton pada Februari 2009. Saat itu ia memuji Indonesia dengan
menegaskan: ” Indonesia menjalankan perang yang sukses terhadap terorisme
dan ekstrimisme, berhasil mengakhiri konflik sektarian dan separatisme serta
bekerja membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih aman bagi perdagangan
global dan HAM”.

Lebih tegas lagi, tujuan sebenarnya kedatangan Obama adalah:

Pertama, mencengkeramkan kepentingan ekonomi AS. Obama (11/3/2010)
menegaskan:

*“So while I’m there, I’ll visit Indonesia and Australia, two
vibrant economies and democracies that will be critical partners for the
United States. And in both countries, I’ll highlight the role that American
businesses play there, and underscore how strong economic partnerships can
create jobs on both sides of the Pacific while advancing both regional and
global prosperity. Going forward, I will be a strong and steady advocate
for our workers and our companies abroad”.*

Dalam pernyataannya itu, Obama menyampaikan misi penting dalam lawatannya ke
Indonesia untuk menggarisbawahi aturan main bisnis Amerika yang berlaku di
sana. Selain itu, ia berjanji akan menjadi advokat yang kuat dan tangguh
untuk tenaga kerja dan perusahaan AS di luar negeri”. Kalau dulu ketika,
Presiden George W. Bush datang ke Indonesia maka Indonesia menyerahkan blok
kaya minyak Cepu ke perusahaan AS maka peluang besar kedatangan Obama akan
diikuti oleh penyerahan blok minyak dan gas di Natuna. Sebab, selama ini AS
mengincar Natuna, selain untuk minyak dan gas juga untuk pangkalan militer
mereka.

Juru bicara Gedung Putih Gibbs (12/3/2010) menyampaikan:

*“We are — we can’t lead in this region of the world (i.e. Asia-Pacific) without strong
bilateral relationships with Indonesia and Australia. They’re key in our
ability to keep our country safe. They’re key in our ability to grow our
economy through increased exports. And they’re key to tackling big
challenges. Indonesia is the fourth-largest greenhouse gas emitter in the
world. Obviously they’ll be incredibly important to international
agreements on climate change.”*

Ini makin menegaskan bahwa kedatangan Obama adalah untuk menjaga kepentingan
AS, menjadikan Indonesia sebagai pasar, dan mitra dalam menghadapi tantangan
besar AS. Lebih dari itu, kedatangan Obama ini untuk menjadikan AS
benar-benar dapat memimpin Asia Pasifik. Sebab, sebagaimana disampaikan
Gibbs AS tidak dapat memimpin kawasan Asia Pasifik tanpa kerjasama kuat
antara Indonesia dan Australia.

Kedua, melanjutkan kunjungannya dulu dari Turki, Kairo, dan kini Indonesia
dalam mengusung “perang melawan terorisme” (war on terrorism). Juru bicara
Gedung Putih, Robert Gibbs dalam situs resmi AS www.whitehouse. gov pada
12/3/2010 menegaskan:

*“The Asia-Pacific region of the world is tremendously
important to the United States for a number of reasons. We will — we’re
going to visit, obviously, Indonesia, the world’s largest Muslim population,
an emerging democracy. The President will follow up on his speech from
Cairo in a speech in Indonesia — a key partner, obviously in our
counterterrorism efforts — before traveling to Australia, obviously a very
important trading partner and an important ally in our efforts in
Afghanistan. *

Nampak jelas, misi berikutnya kedatangan Obama adalah untuk merangkul dunia
Islam melalui Indonesia. Indonesia sebagai “the world’s largest Muslim
population” menjadi pertimbangan penting Obama. Presiden Obama akan
menindaklanjuti pidatonya di Kairo dalam pidatonya di Indonesia, satu mitra
kunci, terutama dalam upaya kita memerangi terorisme. Tidaklah mengherankan,
dua minggu terakhir ini, menjelang kedatangan Obama, di Indonesia mencuat
kembali isu terorisme. Bahkan, beberapa orang dibunuh dan belasan lainnya
ditangkap dengan dalih terorisme. Padahal, belum ada bukti tentang kebenaran
tuduhan tersebut.

Ketiga, mengokohkan pembelaan Israel lewat Indonesia. Wakil Presiden AS
dalam pidatonya di depan kaum Yahudi di Universitas Tel Aviv pada awal Maret
2010 mengatakan tentang Obama:

*“In Cairo last June, he launched a new beginning between the United States and the Muslim communities around the world. Later this month, the President will continue this engagement by visiting Indonesia, home of the world’s largest Muslim population where he lived as a boy. We are absolutely convinced that this approach will improve
not only our security, but as a consequence, your security”.*

Di Kairo, Juni lalu, dia (Presiden Obama) mengumumkan “babak baru hubungan
antara AS dengan komunitas Muslim dunia”. Bulan ini, Presiden akan
melanjutkan hal ini dengan mengunjungi Indonesia, negeri Muslim terbesar
tempat ia hidup waktu kecil. Inti dari kunjungan ini jelas sekali dalam
ucapannya: “Kami yakin dengan sebenar-benarnya bahwa pendekatan ini akan
meningkatkan bukan hanya keamanan kami, melainkan sebagai konsekuensinya
meningkatkan keamanan anda juga”. Tidak mengherankan apabila akan dijalankan
upaya membentuk kelompok lobi Israel-AS di Indonesia.

Hal-hal tersebut menegaskan bahwa kunjungan Obama adalah untuk memajukan
keamanan dan kemakmuran serta kepentingan nasional AS lainnya. Jadi,
kehadiran Obama bukan untuk menawarkan pemulihan hubungan AS dengan dunia
Islam setelah mengalami ketegangan pada era George Bush seperti dinyatakan
sebagian tokoh Islam di negeri ini, melainkan untuk mencengkeramkan kukunya
lebih dalam lagi.

Wahai kaum Muslim,

Berdasarkan hal ini maka semestinya kaum Muslim menolak kehadiran pemimpin
Negara penjajah itu di negeri Muslim terbesar, Indonesia ini. Mereka datang
untuk makin mencengkeramkan kukunya. Tidakkah kita ingat pada firman Allah
SWT:

وَلَن يَجعَلَ اللَّهُ لِلكٰفِرينَ عَلَى المُؤمِنينَ سَبيلًا


“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir
untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”
(TQS. an-Nisa[4]:141) .[MR KURNIA