Anak SD itu Juga Tahu LDII Sesat

anak-sd-itu-juga-tahu-ldii-sesat

Ilustrasi

Ketika masih SD kelas 3, Adam Amrullah sudah tahu LDII itu sesat tetapi dia hidup di keluarga LDII.

Ketika dia keluar dari LDII, dinyatakan murtad, dianggap kafir, bahkan digugat cerai oleh isterinya yang masih tetap di LDII karena bapaknya tokoh LDII di Bekasi.

Inilah berita dari republika co.id, dan di bagian bawah adalah wawancara eramuslim.com dengan Adam.

Anak SD itu Juga Tahu LDII Sesat

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI – Sidang kedua perceraian Adam Amrullah dan Narendra Garini Anutama Natakusumah digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi pada Rabu (25/5). Perceraian Adam tergolong perceraian unik karena latar belakang perceraiannya adalah perbedaan pandangan tentang akidah Islam.

Adam mengungkapkan bahwa dirinya digugat cerai sang istri karena meninggalkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Adam sendiri memutuskan untuk tidak aktif lagi alias keluar dari pengajian Islam Jamaah karena merasa aliran LDII tidak benar. Dia keluar dari LDII pasca dirinya menunaikan ibadah haji tahun 2009.

Namun demikian, Adam sudah tahu LDII itu sesat ketika dia masih sekolah dasar (SD). ”Saya sebenarnya sudah mulai meragukan alirannya sejak SD kelas 3,” kata Adam yang sejak lahir masuk LDII karena orangtuanya juga LDII.

Anak SD itu tidak setuju dengan anggapan bahwa orang Islam di luar LDII adalah orang kafir dan wajib masuk neraka. Sedangkan, orang LDII adalah orang yang kelak wajib masuk surga. ”Namun karena masih kecil, saya saat itu hanya mengikuti apa kata orangtua. Baru sejak 2009, saya memutuskan untuk keluar LDII,” tuturnya.

Adam selama tahun 2010 mendapat perlakuan tidak menyenangkan pasca memutuskan untuk keluar LDII. Dia dipisahkan dengan keluarganya dan diminta menceraikan istrinya. Bahkan, dirinya dianggap murtad, kafir, halal untuk dibunuh, dan masih banyak lagi cap yang dilayangkan padanya.

“Namun, saya siap menerima perlakuan apa saja. Saya juga sudah siap jika hakim mengetukkan palu perceraian. Bahkan, jika saya mati dalam keadaan sudah sadar begini, saya sangat ikhlas,” tutupnya.

http://id.berita.yahoo.com/ Ilustrasi. bmgtpqsagulungkota.blogspot.com

***

Mantan LDII: Saya Suka Menangis jika Ingat Saudara-saudara yang Masih di dalam

Rasa sedih dan duka, itulah yang menyelimuti perasaan Adam Amrullah, mantan pengikut Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ketika memutuskan berpisah dari LDII.

“Perasaan saya awalnya hancur. Mungkin karena saya biasanya dihormati orang LDII, sehubungan karena saya pengurus level daerah mereka, namun pelan-pelan bisa menerima kenyataan.” Ujarnya tegar kepada Eramuslim.com, Rabu sore, 25/05/2011.

Sebelum memutuskan taubat dari LDII, Adam mengaku sempat diberi nasehat dan peringatan yang dilayangkan pengurus LDII atas I’tikadnya keluar dari jama’ah.

“ Ada ustadz bilang ‘ lebih baik kamu ditahdzir (diperingatkan, red.) oleh manusia daripada kamu ditahdzir oleh Allah’. Adapun ini bukan nasehat, tapi dipandang dengan hina,” sambung pria yang terkenal santun dan ramah ini.

Adam mengaku masih suka menangis dan sedih jika mengingat rekan-rekannya yang masih berada di lingkaran LDII, karena Adam mengaku dari kecil sudah berada dalam jama’ah LDII. Pihak keluarga Adam sendiri dari mulai Ibu dan Ayah tergolong jama’ah ta’at di LDII. Namun menurut Adam, mereka sudah keluar.

“Dulu hampir tiap malam gak bisa tidur, sekarang paling nangis kadang-kadang, kalau ingat saudara-saudara di sana.” tambah Adam.

“Kalau ingat dulu saat saya aktif sama mereka, namum sekarang mereka menganggap saya kafir, saya nangis tapi bisa menerima.”

Sebelumnya, Adam Amrullah digugat cerai oleh istrinya karena keluar dari jamaah LDII. Sidang kasus Gugat cerai sendiri terjadi di Pengadilan Agama Kota Bekasi, Rabu pagi 25/5/2011.

Keputusan Adam keluar dari LDII ternyata tidak hanya berbuah pahit kehilangan istri tercinta, namun Adam juga dianggap murtad, kafir, bahkan halal untuk dibunuh. (pz)

Eramuslim, Kamis, 26/05/2011 09:54 WIB

(nahimunkar.com)