Israel di ambang dekonstruksi dalam hal hegemoni sosial dan homogenitas, seorang analis politik mengatakan kepada Press TV.

“Israel adalah masyarakat heterogen. Ketika orang-orang atau masyarakat merasa bahwa mereka telah ditipu dan dimanfaatkan dalam entitas pendudukan, maka mereka akan turun ke jalan-jalan dan itulah yang telah terjadi, ” kata Profesor Libanon Muhsin Saleh dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada Sabtu lalu.

Ratusan ribu pengunjuk rasa Israel menyerbu ke jalan-jalan di 50 kota, termasuk Tel Aviv dan Al-Quds (Yerusalem) serta kota utara Haifa pada hari Sabtu lalu.

Para demonstran marah terkait tentang biaya hidup yang tinggi, khususnya harga makanan, bensin, pendidikan dan kesehatan. Mereka juga mengeluh tentang jurang yang melebar antara kaya dan miskin.

Saleh melanjutkan dengan mengatakan bahwa Israel “akan menjadi sangat terisolasi.”

“Saya takut bahwa beberapa rezim Arab bisa meregangkan tangan mereka untuk membantu rezim (Israel) jika AS meminta mereka untuk melakukannya. Namun, hal ini tidak akan membantu rezim setelah aksi demo besar ini, “tambah Saleh.(fq/prtv)

Eramuslim.com, Senin, 05/09/2011 08:54 WIB

***

Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah Israel Berlangsung untuk Menekan Netanyahu

Ratusan ribu warga Israel Sabtu kemarin (3/9) melakukan aksi untuk menuntut biaya hidup yang lebih rendah dalam sebuah demonstrasi tersebut terbesar dalam sejarah Israel, memperkuat gerakan perubahan sosial dan memberikan tekanan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera melakukan reformasi ekonomi.

Pemimpin aksi protes menyebut aksi mereka sebagai “momen kebenaran” bagi gerakan akar rumput yang telah berkembang sejak Juli lalu yang berawal dari sekelompok mahasiswa yang mendirikan tenda-liar sehingga berhasil mobilisasi seluruh negeri khususnya kalangan kelas menengah Israel.

“Sebuah keinginan seluruh generasi di masa depan,” tulis salah satu banner pada saat demonstran membanjiri jalan-jalan Tel Aviv, Yerusalem dan kota-kota di seluruh Israel, sambil berteriak “rakyat menuntut keadilan sosial.”

Netanyahu telah memperingatkan dia tidak akan mampu memenuhi semua tuntutan demonstran, mulai dari pemotongan pajak, perluasan pendidikan gratis dan penambahan anggaran pemerintah yang lebih besar untuk perumahan.

Penyelenggara aksi mengatakan lebih dari 450.000 orang ikut ambil bagian dalam demonstrasi.

Aksi protes di Israel, dengan populasi 7,7 juta, biasanya diselenggarakan terkait isu perang dan perdamaian, namun untuk kali ini agak berbeda.

“Malam ini adalah saat puncak dari aksi protes bersejarah,” kata Amir Rochman, 30 tahun, seorang aktivis dari Partai Hijau Israel.

Media sosial juga memainkan peran dalam aksi protes warga Israel, sebagian terinspirasi oleh aksi demonstrasi yang melanda dunia Arab.(fq/reu)

ERAMUSLIM > DUNIA

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/demonstrasi-terbesar-dalam-sejarah-israel-berlangsung-untuk-menekan-netanyahu.htm
Publikasi: Minggu, 04/09/2011 14:24 WIB

(nahimunkar.com)