Anand Krishna Terdakwa Peleceh Sex Diancam Hukuman Maksimal 7 Tahun Penjara

Anand Krishna –orang kafir yang pernah menuduh Nabi Muhammad mengatakan ana Ahmad tanpa mim jadi Ahad (Yang Maha Esa)— kini menghadapi dakwaan pelecehan sex.

Pemilik Yayasan Anand Ashram tersebut didakwa dengan pasal 290 dan 294 KUHP tentang pelecehan seksual dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Dalam dakwaan, dia diduga melakukan pelecehan terhadap Tara dan beberapa perempuan mantan pengikutnya lain. Pelecehan itu terjadi di Jakarta, Bogor, dan Bali.

Tokoh kafir yang berani mengacak-acak kandungan Al-Qur’an dengan tulisan-tulisannya itu belum pernah diajukan ke pengadilan masalah pelecehannya terhadap Islam. Sekarang dia baru diadili dalam kasus yang sangat memalukan, pelecehan sex.

Sekadar mengenal siapa Anand Krishna, sebelum terungkap kasus pelecehan sex, sebenarnya dia sudah melecehkan Islam benar-benar. Di antaranya uraian singkatnya sebagai berikut:

Anand Kreshna mengacak-acak Al-Qur’an tapi dipuji Nasaruddin Umar

Berikut ini akan kami kemukakan contoh-contoh ungkapan Anand Kreshna yang mengandung masalah dalam bukunya yang berjudul Surah-Surah Terakhir Al-Quranul Karim bagi Orang Modern, sebuah apresiasi, dengankata pengantar Dr Nasruddin Umar MA pembantu rektor IV IAIN Jakarta (sekarang UIN –Universitas Islam Negeri), terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Kami akan mengutip secukupnya, kemudian kami beri tanggapan singkat.

Kutipan: Menurut beberapa riwayat, Nabi Muhammad pun pernah mengatakan, Aku adalah Ahmad tanpa mim”. Berarti, Akulah Ahad, Ia Yang maha Esa! Juga, “Aku adalah Arab tanpa ‘ain”. Berarti, Akulah Rabb –Ia Yang Maha mencipta, Maha Melindungi, Maha Menguasai! (halaman 43).

Tanggapan: Ini ada berbagai persoalan. Pertama, riwayat itu harus jelas, karena perkataan Nabi SAW itu harus jelas periwayatannya. Kedua, perkataan yang diatas namakan sabda Nabi SAW itu isinya merupakan bentuk kemusyrikan dan bertentangan dengan ayat Al-Qur’an: Katakanlah: “sesungguhnya aku ini (Muhammad) hanya seorang manusia.seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” (QS Al-Kahfi/ 18: 110).

Pernyataan Anand Kreshna itu adalah kemusyrikan diatas namakan Nabi Muhammad SAW, dan untuk menerjemahkan surat Al-Ikhlash yang justru menegaskan tauhid..

Kutipan: Dalam buku ini Pak Anand Krishna ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa bukan aspek mistisnya surah-surah ini yang perlu ditonjolkan, melainkan penghayatan maknanya yang begitu dalam dan komprehensif.(kata pengantar Dr Nasruddin Umar MA, halaman xviii).

Tanggapan: Pujian itu sangat jauh dari kenyataan. Isi buku ini jauh dari makna dan maksud ayat-ayat yang ia jelaskan itu.

Dengan mengetahui latar belakang seperti ini, maka para Ulama dan Ummat Islam yang memperjuangkan agamanya agar tidak terkecoh oleh orang-orang yang sebenarnya musuh Islam namun duduk di lembaga resmi seakan mengurusi Islam. Banyak musang berbulu ayam, dan kokoknya berbunyi nyaring. Waspadalah wahai sauara-saudaraku!

https://www.nahimunkar.com/gus-dur-anand-kreshna-nasaruddin-umar-dan-ruu-peradilan-agama-tentang-perkawinan/#more-1941

Adapun sidang kasus pelecehan sex, inilah beritanya:

Sumidah: Tiga Kali Anand Minta Diraba Bagian Sensitif

Tribunnews.com – Kamis, 21 Oktober 2010 14:48 WIB

Laporan wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terdakwa dugaan pelecehan, Anand Krishna terus dipojokkan. Kali ini Anand diberatkan keterangan bekas muridnya, Sumidah. Dalam persidangan tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2010), Sumidah dapat perlakuan tak senonoh dari Anand.

Usai sidang, Sumidah menceritakan sudah menjadi murid Anand sejak 1999. Pada 2004, Sumidah menjadi terapis. Satu ketika, Anand meminta dipijit oleh perempuan kelahiran 38 tahun silam. Di luar dugaan, Anand minta berulangkali dipijit di bagian sensitif.

Sejak bergabung, Sumidah mengaku pernah memijit tapi tak ada permintaan sebagaimana yang diminta Anand belakangan setelah jadi terapis. Ia menurut saja meski merasa janggal. “Saya nggak bisa ngelawan. Perintah guru kita harus manut,” kata Sumidah.

Perbuatan Anand, Sumidah melanjutkan, dialaminya selama tiga kali. Hal itu terjadi di kompleks Anand Krishna Center, Kuta, Bali, pada bulan Oktober 2009. Sumidah mengaku, diam di Bali selama enam bulan. Usai peristiwa itu, Sumidah keluar di tahun yang sama.

Upayanya untuk keluar, dikuatkan setelah Sumidah menceritakan perlakuan Anand kepada suaminya Chandra. Tapi Chandra tak begitu percaya dengan curhatan isterinya tersebut. Belakangan, Chandra percaya, dan mempersilakan Sumidah keluar.

Penulis: yogigustaman

Editor: prawiramaulana

Sumber: Tribunnews.com

Berita Sidang sebelumnya sebagai berikut:

Di Pengadilan, Ibunda Tara Beberkan Kasus Pelecehan Anand Krishna

Kamis, 14/10/2010 13:55 WIB

Ari Saputra – detikNews

Jakarta – Widjarningsih, ibu Tara Pradipta Laksmi, membeberkan kasus pelecehan seksual yang dialami anaknya. Menurutnya, Tara mengalami cuci otak supaya menuruti apa saja kemauan Anand Krishna.

“Mulainya dia tidak mau nurut, minta keluar dari kuliah. Minta keluar kuliah tidak saya kasih. Lalu saya tanya psikolog, hasilnya dia diindoktrinasi, dia menerima pelecehan seksual,” kata Widjarningsih usai bersaki di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (14/10/2010).

Sidang yang dipimpin hakim Hari Sasangka itu berlangsung tertutup. Sebab, hakim merujuk pasal pelecehan seksual diharuskan tertutup untuk umum seperti diatur KUHAP. Sidang tertutup ini akan berlangsung sampai vonis.

“Tadi Anand juga sempat menolak (kesaksian saya). Dia bilang tidak ada sumpah setia. Padahal saya sendiri pernah mengalaminya. Sumpah setia untuk menuruti guru, karena dia pelindungmu. Kalau saya dibilang dendam, bagaimana yah, saya cuman sakit hati. Saya sudah menganggap dia sebagai guru tetapi seperti itu,” imbuh ibunda Tata yang memegang Al Kitab selama sidang.

Sidang yang berlangsung satu jam tersebut dihadiri puluhan pendukung Anand. Mereka menunggu di luar sidang dan hanya melihat melalui kaca ruang sidang. Pendukung Anand mengenakan pin bertuliskan Komunitas Pecinta Anand Ashram di dada masing-masing. Mereka selalu hadir saat sidang.

Pemilik Yayasan Anand Ashram tersebut didakwa dengan pasal 290 dan 294 KUHP tentang pelecehan seksual. Dalam dakwaan, dia diduga melakukan pelecehan terhadap Tara dan beberapa perempuan mantan pengikutnya lain. Pelecehan itu terjadi di Jakarta, Bogor, dan Bali.

Dakwaan itu sendiri sempat disangkal Anand lewat eksepsinya, tetapi ditolak hakim. Agenda memasuki pemeriksaan saksi dan bukti untuk mencari kebenaran tuduhan itu. Sidag dilanjutkan Kamis pekan depan untuk mendengar saksi lain.

(Ari/anw)

Sumber: us.detiknews.com

Kasus pelecehan sex sudah ada yang mengadukan, dan kini Anand Krishna jadi terdakwa yang diancam hukuman penjara maksimal 7 tahun. Selain pelecehan sex sebenarnya pelecehan yang dia lakukan dan tidak kalah buruknya adalah pelecehan terhadap Islam lewat tulisan-tulisan dan kiprahnya. (Lihat nahimunkar.com, Anand Kreshna Memurtadkan Ummat Bersama IAIN/ UIN Jakarta, 10:07 pm).

Adanya seorang wanita korban pelecehan sex yang berani mengadukan Anand Krishna, dan kini berhasil menyeret Anand ke pengadilan, mestinya jadi pelajaran bagi Ummat Islam yang agamanya dilecehkan oleh Anand Krishna.

(nahimunkar.com)