ilustrasi


Penutupan media Islam kembali dilakukan. Kali ini, dengan tuduhan menyebar berita hoax, sembilan website ditutup secara sepihak oleh Kominfo.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menyayangkan pemblokiran tersebut.

“Sangat menyayangkan dengan penutupan media Islam tersebut,” katanya dalam rilisnya kepada Kiblat.net pada Ahad (01/01).

“Padahal, media Islam adalah rujukan utama bagi umat Islam dalam mencari berita dibanding media mainstream,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa penutupan tersebut tidak sesuai dengan kebebasan pers yang ada di Indonesia. “Kami menilai penutupan ini tidak sesuai dengan spirit kebebasan pers di Indonesia,” ujarnya.

Kalaupun dituduh memberikan informasi yang hoax, kata dia, Kominfo seharusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada media yang akan ditutup.

sumber: kiblat/updatepos.com

(nahimunkar.com)